Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Rip Jenna&Brian


__ADS_3

"Hentikan semua ini" Jenna berlari sekuat tenaga ke arah dimana suaminya sudah menggelepar bersimbahkan darah, matanya menatap waspada kearah Jordan yang tengah tersenyum meremehkan kearah Jenna berdiri


"Berlarilah Aunty, opsss bulu kudukku berdiri ketika harus memanggil gendruwo betina sepertimu dengan sebutan aunty? mata uncle Brian sudah buta sepertinya, mau memperistri mahkluk astral sepertimu, cih" Jordan menatap jijik kearah Jenna


"Kebanyakan omong kau iblisss!!!Kya...kya..kya" Jenna memukul Jordan menggunakan tangan kosongnya yang membuat Jordan tertawa remeh mengejeknya


"Hahhahahhaa, apa kau sedang meledekku aunty? Kau tau sekarang kekuatanku sudah sama dengan seribu ekor singa, dan kau menyerangku menggunakan tangan kosong?" Srag....!!!Jordan memegang tangan Jenna dan memutarnya kebelakang, Jordan kemudian berbisik tepat disamping telinga Jenna yang masih"Lihatlah dengan kedua matamu bagaimana aku akan membunuh suamimu dengan sepuluh ribu kali lipat lebih menyakitkan dari apa yang mommyku alami" Senyum iblis Jordan menghiasi sudut bibirnya


"Jauhkan tanganmu dari istriku kep*ra*!!" Brian berusaha bangkit dan melangkah mendekati Jenna kembali namun nahass ketika kurang beberapa meter dari tempat Jenna berdiri bersama Jordan, tangan Jordan memanjang menggapai leher Brian, mencekiknya dan membawa tubuh Brian hingga melayang diudara dan berakhir membentur pohon akasia besar, Darah kembali mengucur dari mulut Brian,


"Hentikan kumohon hentikan" Jenna sudah mulai putus asa, bulir -bulir bening bak kristal mengalir tak tertahankan layaknya hujan yang kian menderas, isakan lirih nan pilu itupun lolos dari bibir Jena yang selama ini terkenal sebagai sosok jin wanita yang tangguh, Jenna bahkan tak bisa mengelak ketika tangan Jordan memanjang dan menghatantam perutnya hingga dia ikut tergelat tak berdaya diatas rerumputan, darahpun mengucur dari kedua mata,telinga hingga mulut Jenna, Luka dalam yang dia alami sepertinya tak kalah hebat dari apa yang Brian rasakan, Dalam hatinya dia merapal mantra supaya Damian mampu mendengar dan menolong mereka, Di tengah nyawa yang entah sampai kapan bisa bertahan mata Jenna terus mencuri-curi pandang kearah mobil dimana Jenny berada, Dia yakin Jenny pasti menyaksikan apa yang terjadi kepadanya dan juga Brian.

__ADS_1


"Tuhan, jika aku boleh meminta sesuatu untuk terakhir kalinya, Tolong selamatkan Jenny"Batin Jenna dalan hati yang tak disangkanya itu adalah kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum menghembuskan nafas terakhir karena dari kejauhan Jordan membawa pedang pencabut nyawa yang sudah siap untuk membasmi Brian dan juga Jenna


Sedangkan didalam mobil Jenny berusaha menggapai handphone Daddynya yang berada didasboard yang terus bergetar dengan nada dering "space melody alan walker", Ketika tangan mungilnya itu telah menggapai handphone dan memencet tombol terima , belum sempat dia menjawab handphone itu terjatuh tergeletak, mata gadis itu terbelakak melihat apa yang berada didepan matanya, sebuah senjata menusuk tepat dijantung mommynya "Kak Eyennnnnnnnn......" Teriak gadis kecil itu


Entah dariaman datangnya tiba-tiba saja Daren sudah berada tepat disampingnya dan membekap bibir gadis itu supaya tak bersuara "Jenny jangan belsuala ya, tenang kak Eyen akan melindungi Jenny" Suara bocah kecil itu seperti mantra yang menenangkan dan membuat Jenny terdiam kemudian terlelap, Dareen tak ingin Jenny melihat pertumpahan darah lagi, dia sengaja membuat Jenny tertidur lalu dengn cekatan bocah kecil itu membaringkan Jeny dikursi belakang dan menyelimutinya, dia melkhat handphone yang tergeletak dibawah dia yakin Daddynya yang coba menghubungi orang tua Jeny beberapa menit yang lalu,Daren sekarang Daddynya sudah menuju kesini ,tanpa pikir panjang sia keluar dari mobil Jeny menyeruak melompat dari dahan satu ke dahan yang lain dengan sangat berhati-hati, Daren dengan senyap telah membunuh semua jin-jin yang berada dibawah kekuasaan Jordan supaya tak menghalangi langkahnya,


Jordan yang tengah besar kepala karena mampu membunuh Brian dan Jenna tak sadar jika 90% anak buahnya telah tewaa semua, hanya bersisa 10 orang, satu pedang ditangannya telah menusuk jaantung Jenna dan Brian bak sate yanb mau dipanggang pedang itu menembus keduanya dalam satu tususkan


"Apa ini lucu buatmu pengecut? kalau kau ingin mengalahkanku kenapa kau tak mencaliku?" Cicit Darren sambil menengadah kearah Jordan yang tengah berdiri menjulang tinggi didepannya


"Akhirnya kau keluar juga, hyaaassssss" Jordan mengambil pedang yang tengah menancap pada tubuh Jenna Dan Brian kemudian mengarahkannya dengan membabi buta kepada bocah kecil yang dengan lihai serta lincahnya selalu bisa menghindar setiap serangan yang ditujukan Jordan kepadanya. Hingga Jordan mulai kelelahan, nafasnya mulai kembang kempis, dia sangat murka ketika melihat sekelilingnya ternyata anak buahnya sudah tak menghilang semua "Aaargggghh kepara* kau telah menghabisi anak buahku?Hah? Akan ku kirim kau keneraka bocah tengik!!! hyaaaa" Bruk...Jordan lagi-lagi menubruk pohon akasia didepannya

__ADS_1


"Bod*h...!!! halusnya kau berlcukul macih dibeli kesempatan hidup kembali, celamanya kau tak akan pelnah bisa mengalahkanku joldan, kini aku tak akan belmain-main lagi! telima ini hyaaaaas......."Satu pukulan telak dari Darren yang langsunh menghantam jantung Jordan hingga membuat si empunya berhenti bernafas,ah tidak ini lebih parah dari itu,satu pukulan mematikan itu membuat jasad Jordan terpecah belah menjadi serpihan-serpihan kecil yang dengan mudahnya tertiup angin, dari kejauhan bunyi sirine ambulan diikuti konvoi mobil pengawal kediaman keluarga Leighton yang dipimpin oleh Damian tiba dilokasi, Darren segera pergi kedalam mobil Jenny dan menggendong Jenny melompati pohon satu kepohon yang lain hingga mereka tiba dihotel dimana Zakia dengan cemas telah menunggunya


Jenna dan Brian sudah tak bernyawa ketika Damian tiba disana, polisi menyimpulkan itu adalah kasus perampokan biasa,berutung sebelum pergi Darren membawa tas Jenna dan Brian supaya kejadian tersebut tak membuat public bertanya-tanya, sesampai dikamar hotel tak beberapa lama Zakia masuk kedalam kamar Darren


"Sayang, ada apa dengan Jenny?Bagaimana caramu membawanya kemari? dimana aunty Jenna dan Uncle Brian?"Tanya Zakia melihat Anaknya yang tengah merapikan selimut Jenny


"Ssttt mommy bisa tunggu dilual duyu?aku halus mengobati Jenny dulu" Ucap Darren setengah berbisik


"Oh baiklah, mommy akan menunggumu diluar sayang,segeralah keluar setelah ini" Zakia berbalik menuju arah pintu walaupun banyak pertanyaan dan rasa cemas yang bercampur menjadi satu dikepalanya


Sedangkan didalam kamar Darren merapal mantra sambil mengelus kepala Jenny "Mulai cekalang kakak eyen akan menjagamu Jenny, aku juga akan belbagi mommy Dan Daddyku bersamamu,tidurlah besok semua akan baik-baik saja"Darren mengecup sayang keninh Jenny, barusan dia menghapus semua kenangan mengerikan yang terekam oleh ingatan Jenny.setelahnya dia keluar dan memberitahukan Zakia apa yang telah terjadi pada Jenna dan Brian, Zakia langsung menangis histeris walaupun tak berlangsung lama karena dia harus menyiapkan pemakaman Brian dan Jenna. Zakia juga berjanji akan merawat Jenna seperti dia merawat Daren

__ADS_1


Hay....Readersss sorry ya vacum lama lagi gak dapet ide nulis semoga terhibur ya,aku akan berusaha pelan2 belajar lagi ,thx you jangan lupa likenya


__ADS_2