Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 59 Kecurigaan David


__ADS_3

"Apa tante serius,tante sedang tidak bercanda bukan?"Mata Zakia berkaca-kaca menatap kedua mata Elizabeth menelisik,dan dia tak menemukan kebohongan sedikitpun disana


Elizabeth tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebelum melanjutkan perkataannya,"Sebaiknya setelah ini,kamu kemasi barang-barangmu dan kita akan menemui kedua orang tuamu tentunya,bukankah kamu harus meminta restu kepada mereka?sekarang mereka dimana Zakia?"Tanya Elizabeth tenang,ada rasa cemas terlihat jelas di wajah Zakia seperti saat pertama kali dia bertemu tadi


Zakia terlihat semakin gugup untuk menjawab calon mertuanya,"Emmm masalah itu,bagaimana jika saya meminta waktu beberapa saat dulu tante,biarkan saya dulu berbicara secara pribadi dengan kedua orang tua saya,lagi pula Dave tidak ikut bersama Tante,sedangkan pemberitaan media pastilah sudah membuat sedikit kesalah pahaman didalam keluarga saya,lagi pula bukan hal yang mudah untuk meyakinkan papi dan mommy untuk menerima pilihan saya untuk menjadi istri kedua Dave,meskipun keluarga kalian samgat terpandang"Air mata Zakia turun dengan sendirinya hatinya memang sedikit terpukul jika mengingat dia adalah istri kedua,meskipun dia tau kenyataan yang sesungguhnya


"Ya memang posisimu akan menjadi istri kedua dari anakku sayang,tapi kamu akan menjadi satu-satunya istri Dave setelah perceraiannya dengan Marsha yang sedang diurus oleh pengacara kami berakhir,Dan kamu jangan merasa bersalah karena perceraian mereka tak ada sangkut pautnya denganmu sayang"Elizabeth berucap tenang tanpa emosi,pandangannya datar menelaah bagaimana dia dulu menerima Marsha dengan tangan terbuka,namun kenyataan bahwa uang bisa merubah sifat manusia adalah alasan yang paling masuk akal saat ini


"Benarkah tante?tapi...tapi...pubic akan menyangkut pautkan perceraian mereka dengan kehadiranku bukan?aku sendiri bahkan tidak tau saat ini aku harus bahagia ataupun sedih,semua terlalu tiba-tiba buatku,lalu Dave bagaimana tante?kenapa dia tidak ada disini?tidak ikut bersama tante dan Daren?"


"Tenanglah Zakia,dia akan menyusul kita kenegara dimana orang tuamu berada,tentunya akan sulit meyakinkan orang tuamu jika hanya kamu sendiri nak,sekarang mari kita lanjutkan sarapan kita,setelah itu kamu bisa memulai berkemas,mulai sekarang panggil aku mama,sama seperti Dave memanggilku"Elizabeth telah mendapatkan pesanannya,dia memulai memotong pancake didepannya,sedang baby Daren bersorak-sorak seolah mengetahui apa yang dibicarakan Mommynya dengan Elizabeth,hening kembali menyeruak hanya terdengar suara garpu dan piring yang beradu hingga kedatangan seseorang membyarkan kembali suasana hening tersebut,

__ADS_1


"Elizabeth,kaukah itu?"Lelaki tampan dengan setelan casual T-shirt polo berwarna maroon dengan celana pendek berwan cream berdiri menjulang beberapa meter dari meja Elizabeth,tadinya dia berniat ingin mencari breakfast setelah bangun dari tidur,ada banyak kejadian ganjil yang dia alami semalam,tepat saat dia ingin mengkonfirmasi kepada Zakia,ternyata dimeja makan tempat Zakia duduk terdapat Elizabeth sahabat dari Mommynya,


Seketika Elizabeth menghentikan kegiatannya dan mengalihkan focusnya dimana suara pria yang sangat familiar untuknya berada,dengan sumringah dia tersenyum kearah lelaki tersebut"David,long time not see you,come here..."Serunya kepada David yang memang berjalan semakin mendekat kearah Elizabeth,yang langsung disambut pelukan sayang seperti dia memeluk seorang anaknya


"Kapan kamu tiba disini Eliz?kenapa tak mengabariku,mungkin aku akan membuatkan pesta penyambutan untukmu andai aku tau kamu akan kemari"Setelah memeluk Elizabeth,David mengambil tempat duduknya disebelah Elizabeth,dia hanya tersenyum kearah Zakia,dan disambut senyuman polos pula oleh Zakia,beda dengan perasaan David yang telah berubah pagi ini


"Dasar anak nakal,aku bukanlah anak muda seperti kalian,tak perlu terlalu heboh dengan pesta seperti itu,melihatmu tumbuh dengan baik dan sehat aku sudah sangat bersyukur,apalagi dengan kerja kerasmu kamu telah membangun resort yang luar biasa ini sesuai dengan keinginan Dave,aku sangat bangga padamu David dan berterima kasih juga,tempo hari aku ke hongkong dan bertemu dengan Erica,dia bilang dia sangat merindukanmu,pulanglah jika kamu memang punya waktu luang"Elizabeth menepuk bahu David


"Tidak perlu seperti itu Eliz,Dave membayarku mahal untuk membangun resort sesuai dengan impian Marsha,aku akan pulang mungkin sebentar lagi karena resort ini sudah 99% telah selesai,tinggal finishing dibeberapa titik lagi,aku juga sangat merindukan mommy"David sengaja memancing kecemburuan Zakia,namun sepertinya sia-sia,Zakia tetap asyik dengan bayi kecil dipangkuannya tanpa memperdulikan omongan David barusan,itu menimbulkan persepsi lain dimata David


"Kalau sudah 99% sudah bisa ditinggalkan?bagaimana jika kamu ikut bersamaku mengantar Zakia ke London,David,David..."Elizabeth mengguncang-guncangkan tangan David yang terlihat asik dalam lamunannya

__ADS_1


"Ah..iya Eliza?"David sedikit tergagap kebingungan,dia tak menyimak dengan jelas apa yang dikatakan oleh Elizabeth


Elizabeth tersenyum manis sebelum dia berkata,"Jadi kamu daritadi tidak memperhatikan perkataanku,setelah ini kamu kemasi pakaianmu karena esok pagi akan kamu ikut bersamaku ke London"Elizabeth menjelaskan lagi


"Ke London?Tapi disini ada beberapa pekerjaan yang masih aku tangani Eliz,sepertinya aku tak bisa ikut bersamamu!"Seru David


"David,ini perintah,lagian mungkin nanti Dave butuh bantuanmu untuk meyakinkan orang tua Zakia,kami akan melamarnya sesegera mungkin"Elizabeth berkata dengan tenang namun terdengar sangat bersemangat


"Uhuk...Uhuk....Uhuk..."David yang sedang meminum juicenya langsung tersedak mendengar penuturan dari Elizabeth


"Minumlah ini David"Zakia dengan cekatan memberikan segelas air putih yang berada didepannya,karena tangan kirinya sambil mendekap Daren dia memberikan gelas itu menggunakan tangan kanan dan langsung diterima oleh David,sejenak dia merasa seperti kesetrum saat tangannya bersentuhan dengan Zakia,seperti dia sangat mengenal kulit lembut Zakia,sekuat tenaga David menyangkal rasa itu,tapi debaran-debaran terasa sangat mengganggu yang dia rasakan setelah terbangun tadi pagi semakin membuatnya tak bisa bernafas,dia terjebak diantara mimpi dan kenyataan,dia bingung tapi setiap pegawai yang bertugas di cottagenya mengatakan bahwa dia tak keluar dari kamar sejak kemarin sore

__ADS_1


"Terimakasih Zakia,Maaf Elizabeth,tapi bagaimana dengan Marsha?Apa dia mau dimadu?aku sangat mengenal Marsha semenjak kami kuliah dulu,jangankan berbagi suami,dulu saat Dave melihat kearah perempuan lain dia bisa menangis meraung-raung dihadapan semua mahasiswa dikampus"


Sejenak keheningan tercipta lagi keruangan itu sebelum Elizabeth membuka suaranya kembali,sambil meletakkan cangkir teh hijaunya"Kadang memang kita bisa salah menilai sesuatu jika hanya bermodalkan seberapa lama kita mengenalnya"Eliza menjawab pertanyaan David dengan penuh teka teki tanpa mau menjelaskannya panjang lebar,dan David tak mau bertanya terlalu jauh lagi.


__ADS_2