Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 29 Sehina itukah?


__ADS_3

"Damian.....,"Zakia terisak menatap tak percaya apa yang ada didepannya,


"Apa kamu selama ini hanya menganggap hubungan kita main-main Zakia,hingga kamu tak mau mengandung benihku?apa aku makhluk sehina itu dimatamu?"Ada perih yang tersirat jelas dalam setiap kata yang Damian ucapkan,kata-kata yang terucap dari bibir Zakia tadi serasaa meremas-remas ulu hatinya,Damian mencoba memgontrol emosinya..


"Damian...bukan itu maksudku,apakah kamu pernah berfikir akan menjadi makhluk seperti apa anak kita kelak,aku gak mau dia kucilkan dalam duniaku karena menjadi anak aneh yang bisa terbang atau bisa menghilang kapanpun dia mau,akan disebut apa anak kita kelak?siluman?drakula?vampire?No..No..No Damian aku gak akan kuat melihatnya tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang tak masuk akal,dia hanya akan menjadi bulan-bulanan masyarakat diduniaku,dan yang pasti mami papiku tak bisa menerimanya Damian"Zakia menggelengkan kepalanya seperti membayangkan betapa malunya mami papinya,dia membayangkan alangkah kecewanya mami papinya nanti.


"Zakia,apa hanya mereka yang ada dibenakmu?kalau begitu lahirkanlah anak itu disini,biarlah aku yang akan merawatnya,setelah kamu melahirkan aku akan memulangkanmu kekeluargamu dan teruskan hidupmu"setelah mengucapkan hal itu Damian keluar dari kamar Zakia dalam keadaan kacau,hujan dinegri itu sangatlah deras seperti air bah yang turun dari langit,Damian sudah memimpikan sebuah keluarga yang harmonis bersama Zakia,hiruk pikuk Istana yang merayakan kehamilan Zakia nampak berbanding terbalik dengan kesakitan yang Damian rasakan,tiba-tiba hampa merasuk kedalam hatinya,beribu kesulitan dia lalui untuk bersama Zakia,berjuta harapan yang Damian ukir untuk permaisurinya ternyata hanya berakhir seperti ini.


*CINTA MACAM INI?


KESAKITAN MACAM APA INI?


SANUBARIKU TERKOYAK OLEH LUKA TAK TERPERI,


BINAR ASA YANG KUCIPTAKAN SENDIRI

__ADS_1


HANYA MAMPU MEMBUATKU TERPURUK DIDALAM SEPI.....


WAHAI BIDADARI YANG MELUKIS LARA DIHATI


KENAPA TAK KAU AMBIL BELATI DAN MEROBEK HATI INI..HINGGA TAK MENJADI IRONI LAGI*...


Bukan hanya Damian yang merasakan sakit namun Zakia tak kalah kacaunya,kata-kata terakhir Damian membuat Zakia menangis hiteris,dia berfikir kalau Damian tak mencintainya lagi dan hanya menginginkan anaknya,saat dia sedang terpuruk Bella yang tau bila Zakia hamil ingin mengucapkan selamat,tapi saat dia melihat keadaan didalam kamar Zakia kata-katanya hanya mampu tertahan di kerongkongannya saja,dia lalu mendekati Zakia perlahan


"Hey,Kia apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini?apa semua baik-baik saja"Bella duduk tepat didepan Zakia duduk yang menyembunyikan wajahnya dilututnya,Saat Zakia menyadari yang didepannya adalah Bela dia langsung memeluk sahabatnya itu,dia menangis histeris lagi


"Sstt wait aku ambilin kamu minum dulu,habis ini kamu bisa bercerita kepadaku dari awal"Bella melepaskan pelukan Zakia dan dia berjalan menuju nakas mengambilkan segelas air untuk Zakia,setelah Zakia meminumnya,Zakia mulai bercerita


"Bel,aku gak menginginkan anak ini,aku takut,apa kata orang tuaku nanti,mereka mempunyai cucu silumana atau entahlah apa yang akan mereka sebut buat anakku nanti,Ku gak mau semua itu terjadi"Zakia menyugar rambutnya frustasi


"Kia dengerin aku,aku juga hamil,kamu tau aku sangat bahagia,karena apa?bukankah Damian katamu telah mengubah perbedaan waktu?jadi walaupun kita sudah membesarkan anak kita nanti,mungkin. saat kita pulang ke dunia kita entah itu kapan,hanya akan berjarak beberapa jam dari kejadian kemarin,persetan apa kata orang nanti,tapi yang pasti anak dalam rahim kita tak berdosa,dia berhak lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang baik serta menjadi pribadi yang bahagia"Bella menjelaskan kepada Zakia penuh dengan kelembutan

__ADS_1


"Apa?kamu juga hamil?tapi Bel,Tristan sangat mencintaimu,sedangkan Damian...hikss...hikss..hiks...dia tadi malah mengusirku setelah anak ini lahir,Dia gak menginginkanku"Zakia kembali menangis


"Dasar wanita Bodoh!!!aku sudah banyak mendengar kisahmu dan Damian dari Tristan,bahkan Damian rela melepaskan semua selirnya demi kamu,dia mengejarmu mulai dari....eemmm sudahlah pokoknya banyak sekali perjuangannya buat dapetin kamu,jadi jangan pernah berfikir yang macem-macem,sebaiknya kamu sekarang mandi dan berhiaslah jelaskan semuanya padanya,aku yakin ini hanyalah sebuah kesalah pahaman"Bella mencoba membujuk Zakia


"Apakah begitu?"Tanya Zakia ragu,dan dijawab anggukan oleh Bella,


"Kalau begitu aku kembali kepaviliunku ya hapus air matamu itu,jelak tau!inget dandan yang cantik"Bella berlalu pergi setelah Bella menghilang dari balik pintu kamar megahnya Zakia menghapus air matanya,dan beralih ke walking closet mencari dress tercantiknya yang baru dia beli kemarin,dicobanya satu persatu hingga dia jatuh cinta pada dress hitam yang nampak glamour karena malam ini ada pesta di istana ini mengenai berita kehamilannya,Zakia yakin Damian sekarang sibuk menemui beberapa tamunya,Zakia akan membuat damian terpesona dengan kecantikannya,dengan begitu akan sangat mudah mendapatkan maaf darinya




Zakia menjadi bintang dalam pesta itu,semua lelaki bangsa jin yang menjadi pangeran-pangeran dari beberapa negeri tetangga datang seolah lupa bahwa Zakia adalah permaisuri Damian,mereka menatap lapar melihat lekuk indah tubuh Zakia,Tampak Brian juga menghadiri pesta itu bersama istrinya,dia seperti ingin menelan mentah


-mentah setiap lelaki yang memandang Zakia,sedangkan Damian terlihat asyik bercanda bersama teman wanitanya entah siapa,Zakia cemburu melihatnya,bahkan beberapa kali mata Damian bertemu dengan manik milik Zakia tapi Damian Acuh tak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2