
Pagi ini langit manhattan terlihat indah,apalagi bagi kedua calon pengantin yang saling melempar senyum ketika berada dimeja makan,aura mereka berdua menambah keindahan awal musim semi dikediaman Leighton
"Jadi, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Eliza membuka obrolan sambil menatap bergantian ke arah Damian dan Zakia secara bergantian
Damian meletakkan garpu ditangannya dan mengelap sudut bibirnya menggunakan lap makan yang awalnya dipangkuannya dan menatap balik kearah Eliza "Dua minggu lagi mam"
"Apa? Kamu tidak sedang bercandakan Dave? mana bisa kita menyiapkan pernikahan dalam waktu secepat itu? bagaimana, emm maksudku bagaimana dengan restu keluarga Zakia diIndonesia? kita belum melamarnya secara resmi bukan?" Elizabeth tak bisa menutupi keterkejutannya atas jawaban Damian
"Tenang mam, Paul sedang dalam perjalanan menjemput uncle Joko, beliau yang akan menjadi wali nikah Kia nanti, sementara mengenai pesta sudah aku siapkan dari jauh-jauh hari, gedung, undangan dan sebagainya sudah beres semua, kalian tinggal duduk manis dan menikmati semua yang sudah aku siapkan yang pasti semua seperti yang kau impikan sayang" Damian kembali melemparkan senyuman manis yang menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi
"Bagaimana kau bisa seyakin itu kalau tadi malam Kia akan menerima lamaranmu Dave? Andai semalem Zakia menolak lamaranmu bagaimana?"Angel tak tahan untuk tidak berkomentar sambil mengunyah sarapannya
"Aku akan menikahinya dengan atau tanpa persetujuannya" Damian menjawab datar
"Huh, Mana bisaseperti itu?" Zakia mencebikan bibirnya
"Memang mommy tidak mau menikah dengan Daddy? Apa mommy punya pacal balu?" Darren ikut menimpali dengan bibir yang masih cadel membuat semua mata orang yang berada diruang makan tersenyum kearahnya gemas
"Mommy hanya bercanda sayang, hati mommy sudah dibawa semua oleh Daddy" Zakia berucap sambil mengusap pucuk kepala putra semata wayangnya dengan binar mata yang lembut lalu menatap kembali kearah Damian "Jadi siapa saja yang ikut kesini sayang? Apa,apa bulek Parti juga bersedia ikut?"
"Ehem.." Damian berdehem sebentar sebelum melanjutkan ucapannya, Dia terlihat gugup untuk sekedar menjawab pertanyaan Zakia, dia tak mau berbohonh ataupun membuat Zakia kecewa karena pada kenyataannya dia belum berhasil membujuk bulek Zakia
"Sudah, tidak perlu dijawab sayang, aku sudah tahu jawabannya, ayo aku antar kamu kedepan, bukankah kamu ada meeting pagi ini" Zakia mengalihkan pembicaraannya, jujur ada sedikit rasa kecewa yang Zakia tutupi rapat-rapat, semua wanita pasti menginginkan semua keluarganya berkumpul menikmati suka cita yang dia rasakan terlebih ketika kedua orang tuanya sudah tak ada tapi, dia juga tak bisa memaksakan kehendak semua orang untuk merestui pilihannya.
"Tentu beib" Damian menggeser kursinya kebelalang dan berjalan ke arah Elizabeth dia berpamitan cipika cipiki bersama wanita tua yang menganggapnya sebagai anaknya itu "Mam,aku pergi dulu"Pamitnya sambil membungkukan diri memeluk mamanya
"Hati-hati Dave, jika ada sesuatu yang kurang dalam persiapan pernikahanmu jangan segan untuk bilang ke mama" Elizabeh menepuk samping bahu anaknya
__ADS_1
"Argghh, kini aku ingat mam, ada yang benar-benar kelupaan" Damian berdiri dan menepuk jidatanya dia berfikir serius membuat Elizabeth menatap intens kearahnya
"Apa Dave?"
"Aku lupa belum bertanya sama Zakia dia menginginkan mahar apa?" Kini Damian menatap kearah Zakia dan berjalan kearahnya "Beib, apa yang kau inginkan sebagai mahar?"
"Jet pribadi, Bukankah itu menyenangkan Kia?" Elizabeth menjawab pertanyaan yang dilontarkan Damian ke Zakia
"Hah ??? Jet pribadi? itu terlalu berlebihan mam, aku tak ingin memberatkan Dave" Ucap Zakia tulus
"Hey, gak ada yang berlebihan sayang, kamu layak mendapatkannya, bukankah begitu Dave?" Elizabeth menoleh kearah Damian sambil memangku dagunya dengan sebelah tangannya
"Good idea mam, tidak ada yang berlebihan jika mengenaimu sayang, apapun itu jika kau yang menginginkannya aku akan mengabulkannya" Damian menyugar anak rambut Zakia kebelakang telinganya dan mengecup kening gadis itu dengan mesra, rona merah langsung menghiasi raut muka Kia
"Ehem... apa kalian gak punya tempat lain?" Omel Angela sambil memutar bola matanya
"Aku hari ini akan mengantar Darren untuk melihat sekolah barunya, setelah itu mungkin aku akan berbelanja perlengkapan sekolah untuknya" Jawab Zakia sambil tersenyum
"Sekolah? apa dia masih membutuhkannya? Darren bukan anak biasa sayang, apa itu tidak akan menarik perhatia dengan kecerdasan yang diatas rata-rata?" Damian bertanya tepat disebelah telinga Zakia supaya sopir yang tengah berdiri tak jauh dari mereka tak bisa mendengar percakapannya bersama Zakia
"Itu tidak akan terjadi sayang, tenanglah! aku sudah memberitahu ke putramu untuk bersikap layaknya manusia biasa" Zakia mengecup pipi Damian sebelum melepas Damian pergi kekantor.
Setelah mobil Damian tak terlihat dia barulah masuk ke mansion lagi, hari itu
seperti apa yang disampaikannya kepada Damian, dia bersama Darren melihat sekolah international dimana Darren akan memulai pembelajarannya sebagai murid kindergarten (tk)/ preschool di salah satu sekolah swasta di new york
Zakia wajahnya berbinar ceria seperti ibu muda pada umumnya, dia tampak antusias mengantarkan Darren kesekolahnya yang berbanding terbalik dengan putra semata wayangnya yang tampak menekuk mukanya,
__ADS_1
"Apa kamu kurang suka sekolahnya sayang" Tanya Zakia sambil menunduk kearah putranya yang cemberut
"Apa tidak ada akselelaci dicini mom?mom lihatlah teman-temanku anak-anak kecil sedangkan aku cudah dewaca mom" Daren mencebikkan bibirnya manyun dan terlihat sangatlah lucu bagi Zakia membuat Zakia menarik kedua pipi anaknya itu gemash
"Tidak Darren, lihatlah kamu berbicara saja belum bisa benar, jadi kamu juga seumuran sama dengan mereka, dan seperti janjimu kemarin malam, jadilah seperti anak seusiamu tanpa menonjolkan sedikitpun kemampuanmu,okay anak baik"Zakia berdiri setelah berjongkok agak lama supaya bisa sejajar dengan Darren mereka langsung menuju keruangan kepala sekolah dan menyelesaikan semua administrasi yang dibutuhkan mereka berkeliling pusat perbelanjaan untuk membeli alat tulis dan segala keperluan Daren setelahnya mereka berdua bergegas pulang karena Zakia harus mempersiapkan makan malam untuk pak de Joko yang diperkirakan datang sekitar jam tujuh malam, dia tau bahwa pak denya itu tak bisa memakan masakan western jadi Zakia harus berjibaku dengan peralatan dapur sendiri.
"Semua sudah kami siapkan ms, jika ms Kia merasa tidak sanggup saya bisa mengambil koki kita dari salah satu restoran milik anda, bukankah mereka memasak indonesian food" Kata kepala maide sambil menundukkan badanya hormat
"Tidak perlu, aku sudah bisa memasak sekarang, jika kalian bantu itu pasti akan lebih cepat selesai" Jawab Zakia sambilenggunakan celemek, dia menatap jam di dinding menunjukkan pukul empat sore, waktunya masih cukup banyak, Zakia mempersiapkan hidangan ayam lodho, gudeg, plecing kangkung dan berbagai hidangan lainya tentu saja dia hanya bagian membuat bumbu sedangkan masalah oseng mengoseng dan goreng menggoreng tentu dibantu oleh maide di kediaman itu
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai thx you so much masih setia, congratulation untuk pemenang jangan lupa vote lagi ya,nanti 10 vote terbanyak akan aku undi buat dapetin give away selanjutnya, semangat, semangat...jangan lupa ikutin akunku ya IG maupun di manga. happu reading
__ADS_1