Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Broken Heart


__ADS_3

Saat kedua manusia itu tengah mencicipi indahnya pertemuan dan masih saling berpelukan disisi lain handphone Zakia tak berhenti bergetar disaku celana jeansnya.


"Drrrrrttttt....dddrrrrrtttt.....drrrrttt"Zakia berusaha melepaskan pelukan Damian dengan perlahan dia mengangkat handphone itu didepan Damian."Halo,iya sebentar lagi aku akan turun,aku..aku..aku sedang dikamar mandi"Zakia terlihat gugup menjawab pertanyaan orang diseberang sana yang menanyakan keberadaannya lalu dia menatap sekilas Damian yang tengah menatapnya pula dengan intens


"Siapa?"Tanya Damian sambil memegang pergelangan tangan Zakia yang hendak beranjak pergi


"Maksudnya"Tanya Zakia balik


"Siapa yang telphone kamu barusan hingga membuatmu harus berbohong"Damian mengunci posisi tubuh Zakia ditembok dengan wajah yang semakin dekat dengan wajah Zakia


"A..aku sudah tak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu"Zakia semakin gugup,dia merasakan nafas Damian menyapu seluruh wajahnya


"Aku punya hak atasmu sampai kapanpun,bahkan meskipun kamu telah melupakan aku,meskipun kamu pergi ke neraka sekalipun kali ini aku tak akan melepaskanmu lagi,mari kita perjuangkan cinta kita sekali lagi babe,aku berjanji aku tak akan membuat keputusan bodoh seperti kemarin"Damian mendekatkan bibirnya ke Zakia lagi,naluri kelelakiannya yang dia pikir telah mati sekarang dia merasakan kembali,jika ini tidak diruangan terbuka mungkin Zakia telah habis olehnya

__ADS_1


"Stop it Damian!!!Kamu gak bisa berbuat semaumu kepadaku lagi!!!Kamu yang telah meninggalkanku dan kini kamu kembali dan ingin aku menerimamu?bahkan saat aku berjuang melawan maut kau dengan teganya menceraikanku!!!tidak Damian tidak,aku memang merindukanmu,aku berusaha susah payah untuk melupakanmu,dan memang aku akui sampai dengan saat ini.Aku masih gagal membuang semua tentangmu dari hatiku,tapi aku tak bisa lagi kembali denganmu Damian,karena dibawah tunanganku telah menungguku dan dua minggu lagi aku akan menikah dengannya"Zakia sengaja menekankan kalimat pernikahan seolah dia ingin Damian berhenti mengharapkannya


"Menikah?Zakia,Sayang...,aku bisa menjelaskan semuanya,ini semua tak seperti yang kamu fikirkan,aku saat itu sedang berada dibawah tekanan dan aku"Kalimat Damian terpotong saat Zakia mengangkat teleponenya lagi


"Iya sayang ini aku turun,tunggu sebentar ya"Zakia mematikan telephonenya dia menarik nafas panjang dan berusaha melepaskan diri dari kungkungan tubuh Damian yang malah semakin kuat"Lepasin aku Damian,aku harus turun kebawah,calon suamiku menungguku"Zakia menatap berani netra Damian yang tengah dipenuhi kabut gelap oleh api cemburu


"Jangan harap kamu bisa lepas dariku kali ini Zakia,jangan menyalahkanku kalau aku berbuat nekad,kamu menantang kemarahanku sayang...Bruk"Damian menggendong Zakia seperti karung beras,dengan cekatan dia menelphone Sofia untuk menyuruh sopir menunggunya di loby


"Damian..lepasin aku,kamu akan aku laporkan ke polisi atas tuduhan penculikan,kamu gak bisa berbuat semaumu seperti ini disini"Zakia terus menendang-nendang Damian,dia mengumpat,memukul punggung lelaki dengan tubuh kekar itu.


"Jalan ke bandara pak"Perintah Damian kepada sopir itu yang langsung membuat sisopir tancap gas menuju bandara


Zakia menatap Damian dengan emosi yang menderu."Hentikan sikap tak tahu malumu Damian!!!aku gak sudi ikut bersamamu!!!turunkan aku sekarang atau aku loncat"Ancam Zakia dengan berbisik supaya sopir itu tak bingung karena dia memanggil Dave dengan sebutan Damian

__ADS_1


"Duduklah dengan tenang maka kamu akan aman sayang,atau kamu lebih suka jika sopir itu melihat adegan dewasa kita secara live"Damian membalas Zakia dengan berbisik juga tepat didekat telinga Zakia dengan pandangan nakal


"Aku membencimu Damian!!!aku sangat-sangat membencimu!!!aku akan membuatmu menyesal telah membawaku bersamamu!!!"Ucap Zakia kesal dan sambil menginjak kaki Damian dengan sangat kencang,namun tak membuat Damian kesakitan sama sekali.Damian malah menyeringai penuh kemenangan seolah mengejek Zakia.Zakia hanya bisa diam pasrah sampai mereka berada dipesawat pribadi milik Damian.


"Bagaimana kalau kita liburan ke korea selatan sambil kita membicarakan kesalah pahaman yang terjadi diantara kita"Tanya Damian ke Zakia yang masih enggan untuk sekedar berbicara kepada mantan suaminya"'Ok,aku rasa kediamanmu adalah tanda setuju,mari kita pacaran dulu sebelum bertemu buah hati kita"Atas perintah Damian,pesawat pribadi yang hanya diisi dia dan Zakia beserta beberapa kru pesawat itu terbang menuju korea selatan.bahkan Sofia harus gigit jari karena dia harus balik ke AS menggunakan pesawat komersil.


"Sekarang kamu harus mendengarkanku baik-baik Sayang,aku meninggalkanmu saat itu karena bulekmu yang memintanya,dia gak mau menyumbangkan darahnya kepadamu jika aku tak mau menceraikanmu,saat itu keadaanmu kritis sayang,aku harus mengutamakan keselamatanmu daripada perasaanku,tahukah kamu sayang,selama ini bagkan aku berfikir kalau aku telah impoten,ratusan photo model,artis bahkan jin melemparkan dirinya kepadaku tapi jangankan berdiri,juniorku rasanya telah mati rasa"Damian memasang wajah frustasi


Dan itu membuat Zakia terkekeh "Pffftttt..."Zakia menahan tawanya sejenak ucapan Damian dia cerna baik-baik."Bulek Parti?bagaimana bisa bulek melakukan itu kepadaku?dia sangat menyayangiku Damian,tidak mungkin dia berbuat sejahat itu"Zakia berubah serius menatap lekat Damian


"Kalau kamu tidak percaya,kamu bisa menanyakan hal ini kepada pak de dan bu de mu sayang,bulekmu itu tau jika kematian kedua orang tuamu beserta omamu itu karena Marsha dan bulekmu menyalahkanku karena itu semua"Jawab Damian lirih,dia sebenarnya tak ingin membahas kematian kedua orang tua Zakia lagi


"Asataga,ba..bagaimana bisa Marsha?Jadi Marsha yang menjado dalang dibalik kematian orang-orang yang aku sayangi"Zakia menutup mulutnya tak percaya,air matanya terjun bebas dengan derasnya

__ADS_1


Damian menarik Zakia kepelukannya lagi,Zakia selama ini tak diberi tahu apapun oleh keluarganya setelah dia siuman,tak ada yang menyinggung tentang kematian kedua orang tuanya lagi dirumah mereka gak ada pembahasan apapun tentang Oma dan kedua orang tuanya,polisi sudah menangkap para pembunuh bayaran yang telah membantai keluarganya.hanya karena mereka ingin menyembuhkan trauma.Mereka tak mau mengikuti perkembangan kasus itu,hingga mereka hanya mendengar bahwa para pembunuh bayaran itu telah mendapat hukuman yang setimpal.cukup sampai disitu saja


__ADS_2