Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Last Breakfast With Jenny


__ADS_3

Pagi itu langit cerah menghiasi langit manhattan,secerah perasaan Elizabeth Leighton yang tengah mengawasi satu persatu anggota keluarganya yang lengkap bahkan ketambahan Tristan yang masih stay disitu.Dave,Tristan,Zakia dan si tampan Darren duduk disisi kanan lalu Angela,Jenna,Brian dan juga Jenny duduk disisi kiri,lalu dia sendiri duduk dikursi tunggal ditengah meja makan itu,dia memperhatikan tingkah Darren yang selalu menempel kepada Mommynya,anak itu tak membiarkan Dave mendekati Zakia walau hanya untuk meminta diambilkan roti sekalipun.


"No Dad,Dad harus menikahi mom dulu baru boyeh meminta mom melayani Daddy"Bocah itu berucap dengan mata melotot dengan lidah yang masih kesulitan mengejak kata-kata yang membuat semua orang yang melihatnya gemas karenanya


"Sepertinya mama yang mengajari Darren menjadi seperti ini"Dengan malas akhirnya Damian mengambil selai roti sendiri didepannya


"No Dave,Darren anak yang pintar,kadang aku berfikir dia seperti anak remaja cara berfikirnya"Elak Elizabeth sambil menyunggingkan senyumnya ke arah cucu kebanggaannya itu lalu dia menatap lekat kepada Zakia dan Dave"Jadi kapan kalian berencana untuk menikah?bukankah kalian terlalu lama pacaran?atau jangan-jangan kau belum melamar Zakia Dave?"Kini Elizabeth focus menatap Damian yang sedikit kebingungan


"Sebenarnya tadi malam aku ingin melamarnya namun ada sedikit masalah mam,jadi aku harus mempersiapkan ulang"Jawab Damian sambil menyuapkan sepotong roti menggunakaj garpu ke mulutnya


"Masalah?masalah kamu meracuni Zakia dengan nasi gorengmu semalam?insiden ini jangan kau ulangi lagi Dave,perbuatanmu semalam sangat keterlaluan,kau bisa membunuh Zakia"Kali ini Elizabeth benar-benar marah atas tingkah konyol anaknya yang tak pernah kedapur dan malah berusaha untuk memasakkan calon menantunya nasi goreng


"Seriously?kamu keracunan ki?lalu bagaimana keadaanmu sekarang?"Tanya Jenna khawatir


"Seperti yang kamu lihat Jen,itu hanya masalah kecil,aku sudah baik-baik saja koq"


"Syukurlah,but the way mumpung semua sedang berkumpul,kami sekeluarga ingin berpamitan,siang ini kami harus ke texas,kami telah membeli rumah disana dan Brian juga ingin membangun usaha pribadi keluarga kami.Benar begitukan sayang"Jenna mempersilahkan suaminya untuk meneruskan pembicaraan ini

__ADS_1


"Benar Eliz dan juga semuanya,aku telah bekerjasama dengan salah satu sahabatku untuk membangun usaha yang bergerak pada bidang otomotif,jadi siang ini juga kami harus pindah ke sana guna mempermudah transportasi jika aku harus keperusahaan"Terang Brian


"Celain itu uncle bliyan juga mau memicahkan aku dan Jenny padahal kelak dikemudian hali Jenny memang bukan jodohku uncle,jadi uncle tidak pelu awatil,Jenny nanti beljodoh dengan Joldan"Bocah kecil itu langsung mendapat sorotan tajam dari semua yang duduk dimeja makan itu,namun anak itu masih tetap asyik menyuapkan makanan kemulutnya sendiri,dari umur dua tahun Darren sudah tidak mau disuapin dan juga meminum susu dari botol maupun dimandiin.dia memang berbeda dari kebanyakan balita pada umumnya.sampai Elizabeth konsultasi ke psikolog anak mengenai tumbuh kembang Dareen,karena semua tingkah anak itu lebih dewasa dari umurnya,contoh lainnya adalah buku-buku bacaannya,di usianya yang masih balita harusnya dia menyukai buku-buku dongeng anak kecil bukan?dia lebih menyukai buku sains philosophiae naturalis principia mathematica,buku sastra shakespeare dan bocah kecil ini jarang sekali tertarik dengan mainan ala anak-anak namun ketika diperiksa ke psikolog tak ada gangguan dalam dirinya dia hanya mempunyai IQ diatas rata-rata,begitu kata beberapa psikolog dan dokter.


"Who's Jordan?"Tanya Brian menatap bocah bermanik biru itu intens,dia bahkan tak ingin menepis atau membenarkan perkataan Darren sebelumnya tentang maksud kepindahannya.


"Joldan's Malcha son"Jawab bocah kecil itu lirih yang hanya bisa didengar oleh Brian,Jenna,Tristan dan Damian,sebenarnya Jenny bisa mendengarnya namun gadis kecil brian itu tengah asyik dengan boneka barbienya,Jenny tak seperti Darren,genetic Brian sebagai manusia lebih dominan.dia tumbuh layaknya anak kecil seumurannya.


Mereka berempat saling tatap,mata mereka seolah mampu mengatakan semua kegelisahan dalam jiwa mereka,seakan Darren mengetahui apa yang mereka cemaskan bocah itu membuka mulut mungilnya lagi."Benal,dia akan datang kepada kita untuk menuntut balas kematian ibunya juga membebaskan ibunya dali siksaan yang Dad buat,dia juga akan belucaha membunuh kalian belempat"


"Ada apa dengan kalian?makan roti saja bisa tersedak bersama-sama,jadi kau sudah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari Brian?"Tanya Elizabeth kepada keponakannya itu yang membuat focus Brian kini teralihkan


"Ah ya tentu Eliz,aku sudah menyiapkan ini semenjak kelahiran Jenny,terimakasih selama ini sudah mengajari banyak hal bisnis kepadaku"Ucap Brian tulus


"Sebenarnya secara tidak langsung Davelah yang membantumu,dia memberikanmu banyak tanggung jawab selama ini,pasti dia akan sangat sibuk setelah kau tak berada diperusahaan lagi,aku harap kau sering mengunjungi kami setelah ini"Elizabeth berucap sambil melirik kearah Angel sebagai kode,tak perlu waktu lama Angel berdiri dan menuju kamar Elizabeth dan dia keluar membawa kotak berwarna ungu diserahkan ke Elizabeth,lalu Elizabethpun beralih memandang Jenna yang berada didekatnya"Jenna,aku tau diduniamu kau pasti memiliki banyak barang yang lebih bagus dari ini,namun terimalah ini sebagai pemberian seorang ibu kepada anaknya,kau sudah mencuri hatiku semenjak pertama kali kita bertemu"Ucap Elizabeth sambil menyerahkan kotak yang berisi satu set perhiasan kepada Jenna


"Oh Eliz,kau juga mencuri perhatianku,kau menerimaku dengan tangan terbuka dikeluarga ini.kata terimakasih saja tak cukup untuk mengungkapkan rasaku padamu"Jenna berhambur kepelukan wanita tua itu dengan air mata bercucuran untuk pertama kalinya air mata bahagia Jenna meluap

__ADS_1


"Kau menjadi cengeng jin cantik,Brian sangat beruntung memilikimu"Ucap Elizabeth yang malah membuat Angela bergidik ngeri,dia sampai detik ini masih merasa takut jika berdekatan dengan istri Brian itu


"Sepertinya tak hanya mereka yang harus berpamitan,istriku juga sudah menunggu kepulanganku,aku juga harus pergi hari ini,terimakasih untuk sarapan yang menyenangkan ini"Tristan ikut membuka suara,mengalihkan perhatian semua anggota keluarga yang sedang haru biru itu untuk menatapnya.


"Oh ya Tristan,kami bahkan tidak tau kau berasal dari negara mana,apa perlu aku siapkan sopir untukmu?"Tanya Angela


"Tidak perlu nyonya,karena aku berasal dari tempat Jenna dilahirkan aku hanya perlu menerobos dinding ini,Bye semua"Tristan melambaikan tangan dan masuk kedalam tembok yang berada dibelakang tempat dia duduk


"Brukkk...Klontang..gedebukk"Angela terjatuh pingsan disamping kursi Elizabeth.Dan tak jauh dari meja makan itu seorang maide tengah membawa buah itupun ikut jatuh pingsan,maide itu juga yang menemani Tristan bercinta kemarin malam,pagi ini dia sudah bergosip ria membanggakan sahabat bosnya telah terpesona olehnya didepan para maide yang lain,dengan bangganya dia mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan menjadi nyonya kaya seperti Elizabeth,bahkan mungkin lebih kaya darinya.karena selama yang dia tahu Dave mempunyai sahabat-sahabat sekelas dengannya.Dan kenyataan yang terjadi didepannya tak hanya menghempaskan dia dari mimpi indahnya untuk menjadi nyonya besar namun juga membuatnya tak bisa menerima kenyataan jika dia telah ditiduri oleh makhluk halus


"Oh My God.Angela"Elizabeth langsung memekik kencang,Damian juga berlari kearah wanita tua itu jatuh dengan sigap dia menggendong Angela kekamar mamanya.sementara maide yang jatuh itu didipanggilkan sopir yang standby di depan untuk membantu mengangkatnya


Setelah drama keluarga itu mereka semua mengantar Brian beserta keluarganya kedepan,mereka semua melepas kepergian Brian dengan haru biru,termasuk dua bocah balita itu,walaupun Darren sering mengganggu Jenny,namun Jenny menyayangi Darren selayaknya adik yang menyayangi kakaknya begitupun Darren kepadanya."Jeje halue jadi anak baik ya,nanti kakak ayen jemput jeje kesana"Janji Darren kepada bocah cilik cantik itu


"Iya kaka Eyen,Jeje akan adi anak baik,Jeje ungu kakak Jeje"Gadis cantik itu memeluk Darren sebelum tangan Jenna menggapainya untuk ikut masuk kemobil


Darren mengawasi mobil Brian dengan Jeje yang berdiri didekat Jendela mobil itu sambil menenteng bonekanya,tangan Jeje terus melambai kearah Darren,dengan bibir yang mencebik khas anak cewek yang nangis tertahan.Daren akhirnya melambaikan tangannya kearah Jenny dan mengukir senyum ceria supaya Jenny tak menangis lagi hingga mobil Jenny menjauh dan menghilang setelah mobil itu melewati gerbang mansion keluarga Leighton.

__ADS_1


__ADS_2