Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 21 Kemarahan Damian


__ADS_3

"Apakah kau sedang berusaha menggodaku sayang?Atau hanya berusaha agar aku tak melukai kepara** itu?"Ada kilatan amarah diwajah Damian,Dan dia berlalu tak memperdulikan Zakia lagi,saat ini ingin rasanya dia mencincang Brian hingga menjadi serpihan kecil dan memberikan serpihan itu pada anjing jalanan,bagaimana bisa wanitanya ikut melindunginya,padahal si kepara* itu telah menyakiti Aleta sebelumnya.suara derap langkah Damian menderu disepanjang lorong menuju menuju penjara bawah tanah namun seseorang menghalanginya ditengah jalan.


"Minggir....!!!"Ucap Damian dingin


"Hentikan yang mulia,aku mohon...,aku pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi"Rengek jenna dengan suara isak tangisnya


"Jenna,aku sudah menyuruhmu mengikatnya dengan ilmu pengasihanmu, kenapa kamu membiarkan laki-laki itu masih menyimpan rasa Peduli kepada Kekasihku, apa kamu berpikir dengan pesonamu sendiri akan membuat dia jatuh cinta? Apa kamu tidak berpikir bila Brian hanya berpura-pura tertarik padamu hanya untuk memperalatmu dikemudian hari?Apakah kamu sebodoh itu jenna?"Teriak lantang Damian


"Ak...aku yakin yang mulia,dihatinya masih ada tempat buatku,kenangan kami masih terpatri jelas diingatanku,aku rasa begitupun dia pastinya"Jenna berusaha meyakinkan Damian dan hatinya sendiri.


"Cih,menjijikkan,apakah kamu benar selirku yang hidup ribuan tahun dan sudah menemui bermacam-macam orang saat dimedan perang?tingkahmu lebih parah dari permaisuriku yang usianya baru belasan tahun,cobalah lebih berfikir objektif Jenna,jangan membawa perasaanmu saat dihadapkan pada laki-laki,kali ini aku akan memberinya sedikit pelajaran,setelah itu bawalah dia ke istanamu sendiri,aku melepaskanmu dari anggota selir haremku dengan satu syarat kamu jangan biarkan kekasihmu kembali ke dunia atau mendekat ke istanaku"

__ADS_1


"'Yang mulia...Damian...."Jenna berkaca-kaca sambil memeluk Damian,dia tak tahu bagaimana berterimakasih atas apa yang Damian titahkan padanya barusan,mungkin ini adalah yang terakhir kali dia bertemu Damian dia mencium dan memeluk Damian berulang kali,dia ******* bibir Damian dan juga mengecup seluruh wajah Damian,dia ingin meluapkan euforia yang ada dalam benaknya,namun ada yang salah sangka Zakia diam mematung melihat adegan orang dewasa didepannya,ada sedikit rasa jijik dan sakit hati tentunya.bagaimana tidak baru beberapa menit yang lalu Damian mengumumkan bahwa dia adalah permaisurinya,Damian juga mencumbunya begitu hebatnya,Dan apa yang sekarang dia lihat.padahal dia tadi mengikuti Damian karena dia takut Damian membunuh Brian atau menyiksanya bagaimanapun Brian adalah temannya,karena Jarak Zakia yang begitu jauh dia tak mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh Damian dan Jenna sesungguhnya.


"Ehemmm,apakah kalian tidak punya rasa malu?apa bangsa kalian memang moralnya sudah sebegitu bobroknya hingga berbuat mesum di lorong yang banyak penjaga dikanan kiri kalian"Zakia berkata sinis tanpa memyembunyikan rasa jijiknya kepada mereka berdua.


"Sayang...aku bisa jelasin ini gak seperti yang kamu lihat"Damian melepaskan ciuman Jenna,dia melangkah ke Zakia namun terhenti saat Zakia melarangnya.


"Stop,jangan berani mendekatiku,aku hanya ingin memastikan temanku baik-baik saja,dimana Brian?" Zakia menatap Damian seolah ingin membunuh jin didepannya itu sekarang juga.


''Shitt,kamu melarangku untuk kesana karena kamu bilang tempat itu banyak hewan buas,apa kamu juga lupa kalau Brian sama sepertiku manusia biasa bukan makhluk astral yang mesum seperti kalian berdua?kalau sampai Brian kenapa-kenapa aku pastikan aku sendiri yang akan membunuhmu Damian"Teriak Zakia lantang dengan nafas menderu,entah darimana dia bisa mengatakan kata-kata itu,mungkin rasa cemburu mulai menguasai


"ZAKIA,JAGA UCAPANMU!!!AKU MEMANG MENCINTAIMU TAPI TAK KUBIARKAN KAMU MENGINJAK-INJAK HARGA DIRIKU"Teriakan Damian menggema diseluruh istana,kemarahannya mampu membuat istana yang suasanya nyaman menjadi sedingin kutub utara,salju tiba-tiba menghujani istana itu,bibir Zakia membiru karena kedinginan yang secara tiba-tiba menyerang tubuhnya,tidak hanya Zakia namun teman-temannya yng lain juga merasakan hal yang sama,Bela sampai menutup seluruh badannya dengan selimut tebal,sedangkan Brian di penjara sudah mimisan karena suhu yang tiba-tiba berganti mungkin beberap minus derajat,dia meringkuk memeluk kedua lututnya,Tristan yang tau pasti ada masalah setelah memberi penghangat Bella dengan kekuatannya dia pergi ke Damian,dia menyaksikan Damian sudah seperti iblis yang dikuasai amarah,sedangkan Zakia masih berdiri tegak didepannya dengan wajah yang pucat pasi,bibir membiru,tak sedikitpun Zakia merasa takut pada Damian.

__ADS_1


"Yang Mulia hentikan!!!Anda bisa membunuh permaisuri beserta teman-temannya"Teriakan Tristan seolah menyadarkan Damian,dia mengontrol emosinya dan suhu udara mulai membaik walau salju masih turun,tanpa permisi tristan membawa Zakia kembali kekamarnya dengan kekuatan beepindah tempat.Dengan telaten dia mendudukkan Zakia dan menyelimutinya dengan bed cover,ya bagaimanapun sudah bertahun-tahun Tristan hidup dengan oma narendra dia seperti ada rasa hutang budi pada keluarga itu.


"Permaisuri,jangan ulangi lagi kesalahan anda,Yang Mulia itu sebenarnya baik,hanya saja mungkin karena dia dibesarkan sudah menjadi raja,ada sisi egois dalam dirinya"


"Tristan,aku ingin pulang,aku rindu rumahku,aku rindu orang tuaku"Zakia menangis,betapa buruknya nasibnya kini,dia harus berbagi suami dengan beberapa wanita,dan baru saja dia tau kalau Damian saat marah sangat menakutkan,mungkin Damian bisa membunuhnya sewaktu-waktu,sekarang semua fikiran buruk Zakia kepada Damian muncul satu persatu,sepertinya tristan tau dari gestur muka Zakia wanita itu sedikit ketakutan.


"Tenanglah permaisuri,semenakutkan apapun Damian dia tak akan tega untuk melukai ataupun membunuh anda,cuaca yang berubah secara tiba-tiba itu karena Damian sedang emosi,dia meluapkan kekesalannya pada cuaca tanpa dia ingin sedikitpun untuk melukai anda,nanti bila kalian sudah baikan mintalah yang mulia untuk mengantarmu kembali ke dunia pasti diizinkan,saya permisi dulu melihat keadaan Bella"pamit tristan sopan tanpa menunggu persetujuan Zakia yang kini menangis,Tristan tau Zakia mungkin ingin sendiri dulu.


Sedangkan dilorong Damian masih diam membisu,Jenna sudah pasti ngacir membebaskan Brian ke penjara,Damian sudah kehilangan selera untuk menyiksa Brian,dia membiarkan Jenna mengurus rivalnya itu,sekarang dia kalut dengan pikirannya sendiri.ada rasa aneh yang menyerang direlung jiwanya,semacam rasa asing tak pernah dia miliki selama ini.


"Sepertinya kali ini aku sudah keterlaluan padanya,apa dia membenciku,aku tadi membentaknya begitu keras,apa dia membenciku??tapi apa dia tak merasa bersalah dia mengataiku,membentakku didepan pengawal bahkan selirku,Argggghhh apa yang harus aku lakukan"

__ADS_1


__ADS_2