Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 38 Sengsara membawa nikmat


__ADS_3

Dikamar Damian sudah berkali-kali dia menolak untuk diberi makan dan juga obat,kesabaranya hampir habis,andai kaki manusia yang kini dia tempati ini tidak patah,sudah pasti dia keluar dari tempat ini,Difikiran Damian hanya ingin bertemu dengan Zakia secepatnya...,saat dia tengah asyik dalam pikirannya sendiri,tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar ruang perawatannya,tanpa melihat siapa yang datang Damian langsung mengeluarkan kata-kata yang pedas nan tajam


"Aku sudah bilang,aku gak mau makan dan minum obat kepara* itu lagi,Enyah dari ruangan ini sebelum aku membunuh kalian semua"Ucap Damian lantang


"Daddy....Daddy apa tega menyakiti aku?Daddy harus sembuh...Daddy harus minum obat ya dan nurut apa kata Doktel dan Custer bial kita bica belmain belcama nanti"Zakia berucap seperti anak bayi,dia semakin mendekat kearah Damian bersama bayi digendongannya,diikuti Brian dibelakangnya


Mata Damian berkaca-kaca,bahkan dia tak bisa berkata apa-apa melihat pemandangan didepannya,siang dan malam dia mencari cara supaya bisa bertemu dengan Zakia,Tuhan sudah mendatangkannya padanya.saat Damian ingin menyapa Zakia yang semakin mendekat,tiba-tiba dia mendengar suara Mike.


"Jangan pernah berani mengatakan kalau kamu adalah Damian,atau kamu akan kehilangan kesempatan hidup jadi manusia"


"Halo Dave,Gimana kabarmu?Apa kamu melupakan kakak sepupumu yang paling tampan ini juga?"Sapa Brian sambil tersenyum ramah pada sepupunya yang masih bengong,dia berfikir Dave mungkin sedang mengingat-ingat tentang dirinya,secara Davekan amnesia


Belum selesai keterkejuatannya dengan kehadiran Zakia yang menggendong putranya diikuti oleh suara Mike yang menyebalkan,sekarang suara Brian yang menyatakan kalau dirinya adalah sepupu dari manusia yang raganya dia tempati membuat Damian semakin pusing.


"PUNYA HUTANG APA NENEK MOYANGNMKU PADA SI BRENGSE* INI TUHAN???HINGGA AKU HARUS MENGALAMI PENDERITAAN BERSAUDARA DENGANNYA,LALU UNTUK APA KAU PERTEMUKAN KAMI JIKA AKU TAK BISA MENGKLAIM BAHWA DIA ADALAH ISTRIKU...OH ZAKIAKU SAYANG...."DAMIAN MENDENGUS KESAL DAN FRUSTASI


"Apa kamu benar-benar tak mengingatku Dave,jadi aku Brian anak dari kakaknya mamamu dan ini....,dia adalah Zakia teman baikku yang akan membantuku mengurus perusahaanmu kedepannya selagi kamu dalam masa pemulihan pasca operasi, mungkin tugasku akan berakhir saat kamu telah sembuh dan sudah bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala"Tutur Brian ramah


"Oh...jadi bisakah kamu membantuku untuk keluar dari Rumah Sakit ini Brian?kamu tentu tahu bukan disini sangat membosankan,lebih baik aku dirawat dirumah supaya aku bisa melihat tumbuh kembang anakku setiap saat,dengan begitu aku bisa lebih bersemangat untuk sembuh"Terang Damian,tentu saja itu hanya akal-akalannya saja supaya dia bisa bersama Zakia dan tentunya bersama putra kesayangannya yang malang itu,tanpa tau apa-apa dia harus menjalani hukuman bersamanya.

__ADS_1


"Kalau menurutmu itu yang terbaik aku akan berusaha bicara dengan Om.Ronald&Tante,Lalu bagaimana dengan Marsha,Apa dia juga akan kamu bawa pulang?"


"Ah bukankah dia sedang koma?Jadi kurasa akan lebih baik jika dia dirawat disini secara intensif"Tentu saja Damian akan beracting seolah-olah dia perduli sama kesehatan Marsha


"Ya benar katamu,Okay kalau begitu aku akan bilang dengan Tante Eliza sekarang ,mungkin dia masih disebelah sekalian aku pamit sepertinya aku harus segera berangkat ke perusahaanmu"Brian berucap sambil melihat jam tangannya


"Zakia,kamu tidak apa-apa bukan jika harus pulang bersama Eliza?"Sambung Brian menatap Zakia lembut yang tengah menimang baby ditangannya


"Tentu saja Brian,Berangkatlah!"Zakia tersenyum manis pada Brian,tentu saja itu membuat nafas Damian menderu,rasanya dia ingin meledakkan kepala Brian saat ini juga


"Okay,baik-baik ya,nanti bila kamu butuh apa-apa jangan sungkan bilang ke tante"Brian mengusap kepala Zakia sebelum berlalu pergi dan menghilang dibalik tembok.


"Apa kalian pacaran?"Tanya Damian to the point,persetan dengan mukanya yang sudah seperti orang kebakaran jenggot tak mampu menyembunyikan rasa cemburunya


"Panggil aku Dave sama seperti Brian memanggilku,itu akan lebih enak untuk didengar,aku sudah sangat merasa baik hari ini,rasanya aku ingin berlari keliling jalan raya saat ini"kelakar Damian


"Hahahha pasti itu akan seperti mumi berjalan terpincang-pincang begitukah?"Untuk pertama kalinya tawa Zakia pecah setelah insiden beberapa hari yang lalu,bagaimana mungkin seseorang yang mengalami patah tulang di kaki dan beberapa bagian diseluruh badanya juga kepala bagian atas yang diperban akan beratraksi berlari dijalanan.


"Oekk...Oekk...Oeekk"Bayi digendongan Zakia nampaknya terganggu oleh suara Mommynya yang tertawa lepas,dia mulai mencebikkan raut wajahnya...dan menangis dengan kerasnya

__ADS_1


"Opsss sory sayang,Aunty gak bermaksud membuatmu menangis,Oh sayang...tidurlah nak....sayang...tampan..."Zakia berusaha menina bobokan lagi baby tampan itu,dan seperti mantra yang manjur,kata-kata Zakia dan puk-pukan tangan lembutnya mampu menghipnotis bayi itu untuk tertidur pulas lagi


"Maafkan anakku Kia,Dia pasti membuatmu repot ya"Damian berbasa-basi karena Zakia tidak tau yang sesungguhnya,namun tak dapat dipungkiri direlung hati Damian menghangat saat melihat Zakia dengan telatennya menina bobokan babynya.


"Ssstttt.....Dave,aku sangat menyukai babymu,Apakah kamu sudah menyiapkan nama baginya?"Zakia berkata setengah berbisik takut mengganggu tidur sang baby


"Nama?Ah kurasa akupun juga melupakannya sepertinya"Damian memasang muka sedih


"Aku..aku sebenarnya menyiapkan satu nama buat seseorang,tapi karena aku terpisah dengannya bolehkah aku memberikan nama itu pada anakmu Dave?itu..itu jika kamu tak keberatan"Suara Zakia seolah hampir tak terdengar,wanita itu hampir terisak saat mengingat sekilas tentang babynya.


"Hey..Apa kamu baik-baik saja Zakia?tentu saja,pasti nama yang kamu buat itu indah,anakku pasti akan menyukainya"Damian seperti terhantam benda tajam tak kasat mata saat melihat betapa menderitanya Zakia


"DAREN,namanya DAREN,Bagaimana menurutmu Dave?"Zakia berkata dengan wajah berbinar menatap Dave


"Daren Leighton,itu keliatan keren dan indah sayang"Elizabeth menyauti saat menyapa mereka berdua Elizabeth sudah berdiri sedikit lama melihat adegan saat Zakia menenangkan cucunya sedang menangis tadi,semua mata menatapnya dengan senyum


"Of Course Mam,Daren Leighton"Dave mengulang apa yang dikatan Elizabeth,selama beberapa hari ini Elizabeth dengan telaten dan sabar menemanunya,bahkan saat dia berada di ICU,Elizabeth menangis,walaupun itu bukan dia yang ditangisi tapi ada sisi hati Damian yang memberi ruang untuk Elizabeth,dia yang tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ibu kini dia merasakannya.itu yang membuat Damian berusaha membuka dirinya untuk Elizabeth dan bertingkah menjadi anaknya.


__ADS_1


**JADI KALIAN TENTU TAK ASING LAGI BUKAN DENGAN RYAN TEDER INI,YES..DIA VOCALIS ONE REPUBLIC,DIA DISINI BERPERAN MENJADI DAVE YANG MENINGGAL DAN RAGANYA DIHUNI OLEH DAMIAN"


AUTHOR TAK LELAH UNTUK MEMINTA DUKUNGAN KALIAN LEWAT VOTE DAN JUGA JANGAN LUPA PENCET BINTANG 5 DI BAWAH POSTER JUDUL "PENGANTIN GENDRUWO" SEBAGAI DUKUNGAN UNTUK AUTHOR YA SAYANG,BIG HUG UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENDUKUNG AUTHOR SELAMA INI YA😘😘😘😘**


__ADS_2