
...Kau laksana rembulan yang bersinar dikala malam menjamah tubuhku...
...Aroma tubuhmu laksana wewangian surgawi dikala bau anyir darah menyatu diruang sepiku...
...Apakah kau jelmaan bidadari yang sedang berusaha menyentuh kalbuku...
Damian berjalan tertatih,dia setengah memaksakan kakinya untuk keluar dari ruangan dimana Zakia dirawat,hari ini kondisi Zakia membaik,meskipun belum terbangun dari tidur panjangnya,dokter memastikan mungkin hari ini atau besok dia akan siuman,maka dari itu dokter memutuskan untuk memindahkannya ke ruang rawat inap.dan ya,hari ini adalah hari terakhir Damian bisa melihat mantan istrinya itu,semua kenangan bersama Zakia seperti vidio yang sedang disetel ulang di kepala Damian,semua berjalan berbalik seperti apa yang dibayangkannya selama ini,
"Dave,pesawat kita sebentar lagi take off,kita tak bisa tinggal lebih lama lagi disini"Suara Angeline membuyarkan lamunannya,Damian telah menceritakan semuanya ke Angeline dan Elizabeth,jika dia telah berpisah dengan Zakia,walau awalnya Elizabeth menentang namun setelah mendengar penjelasan alasan demi kesembuhan Zakia dan kebaikannya Elizapun mengerti
"Oke,kita ke bandara sekarang,bagaimana dengan yang lain?Apa mereka sudah dibandara"
"Elizabeth sudah dibandara berama Jenna dan Brian,sedangkan David,dia ada urusan bisnis di Indonesia,dia tak jadi ikut pulang ke New York bersama kita hari ini"Angeline melaporkan sambil berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah besar Damian
Damian tak merasa curiga sedikitpun dengan keputusan David,mungkin karena dia tau jika relasi David sangatlah banyak dan luas,mereka langsung menuju bandara,sesampai di pesawat tak ada yang berani menyapa Damian,mukanya tampak murah dan sedih,mereka semua tau jika Damian butuh waktu untuk merenung.
Melihat Dave yang tak membuka suaranya sama sekali bahkan tak mengentuh semua makanan yang ditawarkan pramugari di pesawaf Elizabeth merasa iba"Dave,jika kamu ingin liburan dulu,Angeline akan menyiapkan semuanya"Kata Elizabeth sambil mencondongkan badannya supaya bisa melihat dengan jelas wajah putranya yang nampak dingin tak terbaca
"Tidak perlu mam,besok aku akan ke kantor seperti biasa"Jawab Damian dingin lalu mengalihkan pandangannya ke arah kaca pesawat disampingnya,ya kaca itu hanya menampilkan suasana gelap malam,sama seperti hatinya yang muram
__ADS_1
"Dave,sebenarnya ada berita penting yang Angeline ingin sampaikan kepadamu dari kemarin,namun dia urung mengatakannya karena suasana hatimu sedang tidak baik"Elizabeth berjalan mendekat ke Damian,lalu menyentuh pundak putranya perlahan untuk menguatkan,kemudian dia duduk dibangku sebelah Damian hingga membuat Damian menoleh kearahnya
"Ada apa mam?apa ini menyangkut para pembunuh keluarga Zakia?apa benar wanita itu dalang dari semua ini?"Pikiran Damian kini sinkron dengan pikiran Elizabeth
Elizabeth menarik nafasnya yang tiba-tiba terasa berat "Sayangnya memang benar Dave,Marsha yang menyewa pembunuh bayaran untuk membantai habis keluarga Zakia,bahkan kata orang suruhan kita masih ada beberapa pembunuh bayaran yang masih berkeliaran di Indonesia untuk membasmi sisa keluarga yang Zakia punya,namun kau jangan khawatir Dave,orang-orang kita telah mengantongi semua identitas para pembunuh itu,mereka akan meringkus semua penjahat yang bisa membahayakan Zakia,Tapi mama punya satu permintaan Dave untukmu"Elizabeth menggenggam tangan putranya lalu meneruskan kata-katanya kembali,"Apapun yang telah Marsha lakukan,tolong maafkanlah,mungkin ini berat bagimu,tapi coba lihatlah dari segi mental putramu nanti,dia akan diolok-olok oleh teman-temannya atau rekan bisnisnya kelak sebagai anak seorang pembunuh,mama tidak akan menghalangimu jika itu tidak menyangkut Daren,bukankah kecacatan fisiknya sudah menjadi hukuman terberat seumur hidupnyal"Elizabeth menatap wajah anaknya yang semakin muram saja
"Daren bukan anaknya ma,semua itu gak adil untuk Zakia ma,aku harus menuntut balas atas kematian kedua orang tua Zakia,Cih,kelumpuhannya itu bisa saja diobati ma,semakin lama pengobatan semakin berkembang"Jawab Damian dingin,apa yang dia katakan adalah kebenaran,Daren memang bukan anak Marsha bukan
"Dave,mama mengerti perasaanmu,mungkin kamu sudah tidak ingin mengakui Marsha sebagai ibunya Daren tapi status hukumnya masih tercatat dia adalah ibu biologis dari anakmu,dan tak ada yang bisa menyangkal itu semua"Eliza menerangkan dengan sedikit menekankan kata ibu biologis supaya anaknya tak salah paham,hening kembali tercipta dalam kabin pesawat pribadi mewah itu,semua tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing
"Bagaimana aku bisa menjelaskan jika Daren adalah anakku dengan Zakia,Siapa yanga akan percaya dizaman modern seperti ini,meskipun Elizabeth terlahir dari keluarga penangkap hantu,dia adalah orang yang berfikiran paling modern,tapi aku akan tetap pada pilihanku,aku akan menghabisi jalang sialan itu,aku akan membuatnya mengangis meraung,memohon untuk kematiannya sendiri,untuk setiap sakit yang Zakia rasakan,dia akan mendapatkannya seribu kali lipat"Senyum smirk yang hampir tak terlihat muncul diwajah Damian,dia tau apa yang akan dia perbuat selanjutnya
Zakia memnuka mata pelan-pelan,kepalanya masih berdenyut kencang mengalirkan rasa sakit yang luar biasa dengan sekuat tenaga dia ingin menyapa pria yang ada dihadapannya yang belum menyadari jika dia telah siumab,matanya terasa perih menyesuaikan dengan cahaya yang terang dari sinar matahari yang menerobos masuk lewat jendela yang sengaja dibuka,"David"Suara serak nan lemah itu akhirnya lolos dari kerongkongan Zakia
Suara Zakia langsung membuat David melepaskan genggamannya,dengan berkaca-kaca David menatap Zakia "Finally,Finally kamu sadar Kia,aku panggilkan dokter dulu ya"David memencet tombol diatas tempat tidur Zakia dengan penuh semangat rasa cemasnya hilang seketija
"David,aku hausss"Kata Zakia lagi
"Haus ya,aku ambilkan minum"Dengan cekatan David mengambilkan minum untuk Zakia,dia dengan telaten membantu Zakia untuk minum dan makan.setelah itu dia menelfon sanak family Zakia yang izin untuk pulang mandi dan berganti baju mengabarkan jika Zakia telah siuman
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.