Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 54 Brian Vs Anna


__ADS_3

Ditempat lain nampak Brian sedang bertarung,dia banyak mengeluarkan darah,sudah ratusan jin dibawah nauangan Anna telah ia habisi hingga akhirnya membawanya mendekat ke Anna dengan nafas yang tersengal,dia mengatur nafasnya sejenak sebelu dia berkata,darah segar memgucur dari pelipisnya


"Katakan apa motivasimu mendekati Marsha!Kesepakatan apa yang sudah kalian buat,atau aku akan mengirimmu keneraka sekarang juga"Gertak Brian dengan nafas menderu,dia menghunuskan pedangnya kearah Anna,hingga akhirnya Nina datanh dari arah samping Brian dan memukul pedang Brian hingga jatuh ketanah karena Brian tak siap akan serangan Nina dia hanya menoleh kearah Nina yang secepat kilat mengambil kendali dalam pertarungan ini,kini berada dibelakang Brian,Nina menarik tangan kiri Brian ke belakang sedangkan tangan kananya membawa belati tajam yang ditodongkan keleher Brian,belati itu telah menggores sedikit leher Brian,hingga darah segar mengalir dari leher pria bule bermata biru itu.


Anna terkekeh mencibir Brian,dia merasa sudah diatas angin,Anna mendekati Brian dengan gerakan yang sensual dia menghapus darah yang mengalir disudut bibirnya,Anna juga mengedipkan satu matanya keadah Brian,dia mengginggit bibir bawahnya dengan gerakan sensual pula dia meraba dada bidang milik Brian layaknya jala** yang tengah menggoda pelanggannya.


"Ough Brian....aku dengar kamu begitu perkasa sayang,maka dari itu Jenna tergila-gila padamu...ah,bagaimana jika kita bernegoisasi sajah sayang,dari pada nyawamu terbuang sia-sia ditangan Nina,bagaimana jika kamu menjadi pemuas nafsu kami berdua"Tangan Anna kini meraba hingga bagian bawah Brian,di membelai lembut dibagian atas celananya


"Bermimpilah *****!!!Singkirkan tangan jahanammu itu dari tubuhku"Rahang Brian mengeras,namun setiap dia bergerak belati itu akan menggores lehernya semakin dalam,yang bisa Brian lakukan saat ini hanya bertahan menunggu dua jin wanita ini lengah hingga akhirnya dia bisa membumi hanguskan makhluk astral didepannya ini,yang dengan mesumnya menggerayangi tubuhnya,letih satu kata itu yang Brian rasakan saat ini,tenaganya telah terkuras oleh anak buah Anna yang datang silih berganti,


"Cepat putuskan mau kau apakan lelaki ini Anna,sebelum Jenna mengetahuinya,kau tahu bukan,Jenna hanya kehilangan kekuatan berpindah tempat saja,sedangkan tenaga dalamnya masih sempurna melekat pada jiwanya"Nina berusaha menyadarkan sahabatnya yang sudah mulai gila,dengan tak tagu malunya melakukan adegan mesum didepannya


"Maka dari itu Nina,kita bereskan Jenna sekalian disini,supaya tak ada duri yang menghalangi kita untuk balas dendam,kamu tau bukan Jenna selalu berpihak pada Damian dan si jalan* itu,dengan menjadikan lelakinya sebagai sandra kita,aku yakin itu akan mempermudah semuanya,bukankah begitu sayang?Cup....mmmmmuuuhachhhh"Anna mengecup bibir Brian sekilas,lalu menjauhkan tubuhnya kemudia berdiri menatap Nina,dia sekilas melirik Brian yang langsung meludah setelah bibirnya disambar oleh Anna

__ADS_1


MANSION DAVE


Damian melonggarkan dasinya setelah turun dari mobil buggatynya,dia sedikit tergesa menuju kedalam mansionnya yang disambut oleh Angeline didepan pintu itu,


"Bagaimana keadaan Marsha Dave?Aku tahu saat ini kamu capek tapi ada suatu masalah yang ingin aku sampaikan kepadamu mengenai Brian"Angeline berusaha mengimbangi langkah besar Damian


"Keadaan wanita itu cukup baik aku rasa sesegera mungkin kamu harus mengurus perceraianku dengannya,ada apa lagi dengan anak itu?bagaimana keadaan Daren Angeline?Apa dia baik-baik saja"Tanya Damian dengan muka datar,dia ingin segera bertemu dengan baby boynya,rasa rindu yang mendalam sama persis seperti yang dia rasakan kepada si ibu bayi yang jauh darinya


"Bukankah itu bagus Angeline,jadi bedebah itu tak akan mengganggu hubunganku dengan Zakia"Damian masih melanjutkan langkahnya hingga memegang daun pintu kamar baby Daren,dia terhenti saat mendengar ucapan Angeline yang disusul sosok yang sangat ia kenal dari sudut ruangan yang terhubung dengan kamar Brian


"Tapi istri dia bukan ma..nu...sia Dave"Angeline sedikit gemetar saat mengucapkannya dengan terbata


"Yang mulia,anda harus ikut denganku sekarang,kita harus secepatnya menyelamatkan suamiku"Suara bariton Jenna mampu membuat Damian mengurungkan keinginannya membuka pintu kamar anaknya

__ADS_1


"Jenna!!!Bagaimana bisa kamu berada disini?"Tanya Damian to the point


"Itu nanti saja aku jelaskan,cepat ikut denganku,bawa aku ke hutan terdekat dari sini secepat yang kamu bisa"Jenna menyeret tangan Damian dengan paksa ,tanpa meminta persetujuan dari Damian


"Jenna stop,aku tidak ada urusan dengan Brian dan aku tak ingin ikut campur masalahnya"Damian menghentikan langkahnya dan dengan otomatis menghentikan langkah Jenna


"Brian sedang dalam penyekapan selirmu Anna dan Nina,dia mendapat masalah karena ingin melindungimu sebagai kakaknya dan juga wanitamu itu,kalau kamu mau secepatnya berpisah dengan Marsha aku akan memberikan bukti yang membuat wanita itu menghilang dari kehidupanmu dan Zakia selama-lamanya,dan hak asuh Daren jatuh ketanganmu,Bagaimana yang mulia?"Jenna sedikit mengatur nafasnya karena kandungannya sekarang sudah menginjak usia ke 5bulan yang mana sebentar lagi dia melahirkan,dia berjalan tangan kiri menyeret Damian,sedangkan tangan kanan menenteng senjata laras panjang yang bisa menembak manusia maupun Jin karena pelurunya diciptakan secara khusus olehnua sendiri


"Penawaran yang bagus,tapi aku belum bisa menggunakan kekuatan tubuh ini Jenna,aku rasa jika kamu mengajakku itu akan membuatmu semakin kerepotan nanti,apalagi keadaanmu sedang hamil begini,apa kamu yakin untuk berangkat"Damian mengernyitkan keningnya melihat wanita didepannya dengan perut besar,jika manusia biasa mungkin ini adalah kehamilan di usia 9 bulan


"Oke Deal,ayok kita berangkat!sisanya serahkan padaku dan aku akan mengajarimu bagaimana caranya menggunakan kekuatan ditubuhmu"Jenna kembali menuntun setengah menyeret tubuh baru Damian,kali ini tanpa paksaan,Damian mengikuti langkah Jenna seperti tentara perang yang akan maju kemedan pertempuran,semua made yang berada dimansion itu hanya melihat kedua manusia didepan mereka dengan melotot tak ada yang berani menyapa mereka karena Jenna memanggul senapan di bahu kanannya,mereka hanya mampu menelan ludah dengan susah payah.


"Pasang sabuk pengamanmu Jenna!jangan panggil aku yang mulia lagi atau akan mengundang kecurigaan dari semua orang,bersikaplah biasa saja seperti yang lain,jangan sampai ada yang tau rahasia kita termasuk Brian sekalipun"Damian berucap sesaat sebelum dia tancap gas dengan kecepatan tinggi

__ADS_1


__ADS_2