Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 61 Oceans Of Blood


__ADS_3

Mobil iring iringan itu sampai dikediaman Zakia yang bertema eropa clasic,tak ada yang menyambut mereka,kediaman Zakia terlihat sepi dan hening,Zakia masih berfikir positif mungkin maminya sedang tidur dan papi ke kantor meski mobil papinya masih terparkir di samping rumahnya,hatinya berdebar karena dia sudah membayangkan papinya marah atas pemberitaan yang selama ini simpang siur,hingga dia berkali-kali menghela nafas panjangnya,dia sangat nervous


"Hey tenanglah babe,aku akan meyakinkan Papimu,apa kamu tak percaya dengan kemampuanku sayang,hmmmm?"Damian mencium bibir Zakia kali ini bukan ciuman penuh hasrat yang biasanya dia hadiahkan,namun ciuman sekilas untuk menenangkan lalu dia lanjutkan mencium dalam kening Zakia"Kalau kamu sudah siap mari kita turun"Tawar Damian,setelah mendapatkan anggukan dari Zakia tanda dia sudah siap sopir langsung membukakan pintu Zakia juga Damian,mereka berdua berjalan beriringan diikuti oleh beberapa bodyguard yang membawa seserahan,meski ini belumlah ke acara lamaran yang sesungguhnya tapi Damian menghias oleh-oleh untuk Zakia seperti seserahan,dan juga untuk mertuanya tentunya,jangan salah Damian sudah membawakan satu mobil sport ferary terbaru untuk mengambil hati sang ayah mertua saat ini,dia benar-benar totalitas mempeetimbangkan kemungkinan terburuk jika dia ditolak,dia memeras otak mencari tau apa saja yang disukai oleh papi Zakia dan menurut informan yang dia dapat ayah Zakia sangat ingin membeli ferary namun selalu diurungkan karena tak diberi izin oleh mami Zakia,


Begitu sampai depan pintu utama,pintu pintu rumah Zakia tak tertutup dengan sempurna,jadi Zakia langsung masuk saja tanpa curiga


"Papi,mami,bibi,Kia pulang....kalian dimana?papi...mami,ayo masuk,kalian taruh barang-barang itu kesana ya aku coba aku keatas dulu,siapa tau mami papiku sedang tidur diatas"Karena tak mendapat jawaban Zakia mengajak semua masuk


"Oke sayang"Damian melepaskan genggaman Zakia,ada perasaaan tidak enak dihatinya saat melepaskan tangan Zakia,namun dia mengira itu hanya perasaan nervous karena akan bertemu dengan mertuanya,setelah Zakia berjalan menaiki tangga,Damian berjalan keujung ruangan ada photo metafora Zakia dari bayi,balita hingga remaja,Damian hendak mengambil dan mengamati photo tersebut karena dia teringat dengan wajah bayi Daren yang sesungguhnya sangat mirip dengan Zakia hanya warna mata saja yang beda saat lahir dulu,namun terhenti saat teriakan Zakia terdengar sangat nyaring membuatnya langsung berlari mencari dimana suara Zakia itu berasal


"Tidak...papi bangun pi,mami bangun...hu..hu..hu...papi...."Zakia meraung sejadi jadinya,dia menemukan maminya tergeletak tak bernyawa dengan 10 tembakan,darah yang masih basah terlihat kejadian ini baru terjadi beberapa saat yang lalu,tak berjarak begitu jauh papinya tergeletak tak kalah mengenaskan dia ditembak tepat di batang otaknya,darah membanjiri lantai kamar itu,

__ADS_1


Damian tercengang sebentar melihat kejadian di depannya dia langsung memeluk istrinya yang menangis pilu dia tak bisa berkata apa-apa,hingga akhirnya Zakia pingsan dia membawa gadis malang itu kekamarnya dibawah,semua bodyguard langsung mengambil langkah seribu menghubungi polisi dan rumah sakit,mereka semua bekerja dengan cekatan bahkan mereka memeriksa camera cctv berjarak hingga satu kilometer dari rumah Zakia dengan meretas semua akses dikompleks perumahan Zakia,namun apa yang didapatkan mereka dengan polisi sama,semua camera cctv mati saat kejadian perkara yang diperkirakan 5 jam lalu,bukan hanya kedua orang tua Zakia yang menjadi korban,namun juga sopir dan ketiga pembantunya menjadi sasaran pembunuh yang dengan membabi buta menghabisi seluruh penghuni rumah itu,dua pembantunya ditemukan dengan luka tembak tepat dijantungnya di ruangan setrika,sedangkan sopir dan asisten rumah tangga satu lagi ditemukan tak bernyawa dengan luka sabetan pisau di halaman belakang dan dapur,tak ada sidik jari yang terdeteksi sama sekali di beberapa tempat yang memungkinkan pembunuh itu menjejakkan jarinya,polisi memastikan pembunuh yang melakukan pembataian pada keluarga Zakia adalah pembunuh bayaran kelas kakap


Dikebun bunga indah Zakia bercengkerama dengan kedua orang tuanya,keadaan begitu damai,dia tersenyum berkejaran dengan papi dan maminya


"Sayang lanjutkan hidupmu dengan bahagia,jika kamu bahagia papi dan mami akan ikut bahagia namun saat kamu sedih kami berduapun ikut bersedih,jaga dirimu baik-baik ya sayang"Setelah mengatakan itu papi dan maminya perlahan menghilang memudar


"Papi,mami,papi..jangan tinggalin Kia pi,jangan tinggalin Kia"Zakia mengigau


"Tante,Tante,Tante..mami dan papi tante..huuuu..huu..huuh....sekarang Kia tak mempunyai siapa-siapa lagi"Zakia menangis hiteris lagi dipelukan Elizabeth


"Tante tau,bagaimana hancurnya hatimu saat ini sayang tapi cobalah mengikhlaskan kepergian mereka,supaya mereka tenang disisinya,siapa bilang Kia tak mempunyai siapa-siapa,mulai sekarang Kia boleh memanggil tante mama,karena sebentar lagi Kia akan menjadi Zakia Leighton,menangislah untuk hari ini tapi mama harap besok kia akan menjadi pribadi yang lebih kuat lagi"Elizabeth dengan telaten menghapus air mata Zakia,merapikan anak-anak rambut yang Zakia

__ADS_1


"Terimakasih Mama,terimakasih"Zakia memeluk haru Elizabeth,hingga suara ketokan pintu membuat mereka menoleh kearah pintu dan muncullah sesosok pria yang mendorong wanitanya ya sedang duduk di kursi roda dengan hati-hati


"Zakia,kami turut berduka cita,jika aku tak terluka mungkin semua ini tak akan terjadi,aku ditugaskan secara khusus untuk menjagamu dan keluargamu,maafakn aku Zakia"Jenna menggenggam tangan Brian dipundaknya dan menatap kearah Zakia


"Jenna,kamu ngomong apa,bukankah kamu sakit?harusnya kamu beristirahat saja,kenapa terbang jauh-jauh kesini,sudahlah ini tentu bukan salahmu,ini sudah menjadi kehendakNya"Zakia berusaha turun dan mendekat ke arah Jenna lalu memeluk Jenna


"Apa kamu sudah memikirkan akan memakamkan papi dan mamimu dimana Kia?"Brian membuka suaranya


"Aku sudah mengatur keberangkatan jenazah kedua orang tua Zakia untuk diterbangkan ke Indonesia besok pagi-pagi sekali,tadi aku sudah menelfon sanak family papi Zakia,mereka sangat berharap bisa dimakamkan dipemakaman keluarga dekat rumah Omanya,Apa kalian akan ikut kesana?"Damian muncul dan langsung menjawab pertanyaan yang diajukan Brian barusan,dia memeluk Zakia dan mengecup pucuk kepala gadis itu


"Terimakasih sayang"Hanya itu yang mampu Zakia ucapkan

__ADS_1


"Of course,kita akan ikut bersama kalian,lagi pula aku sudah sangat sehat,hanya saja dokter tak memperbolehkanku jalan menggunakan kakiku saja"Jawab Jenna mantab


__ADS_2