
"Damian,kemarilah nak"Wanita itu merentangkan kedua tangannya,matanya berkaca-kaca melihat putra yang dilahirkannya berdiri dihadapannya meskipun dalam raga orang lain namun Lucy masih bisa melihat Damian dalam sosok yang asli dengan pandangan matanya.
"Jadi ini semua ulahmu?kembalikan kami ke dunia kami!!!"Damian menjawab ketus dan juga bersikap dingin bahkan enggan untuk mendekat kepada wanita tua itu.
Perlahan wanita itu menurunkan tanganya,ada gurat kesedihan didalam raut wajahnya."Maafkan mama sayang,mama tidak bisa mengabulkan permintaanmu ini,rakyat disini butuh pemimpin dan kamu mama bawa kesini karena hanya kamulah yang pantas memimpinnya menggantikan mama,karena mama sudah lelah nak,ribuan tahun memimpin negeri kecil ini"Suara wanita tua itu terdengar pilu dan rasa lelah yang tak bisa ditutupi
"Cih,bagaimana bisa ada orang seegois dirimu di dunia ini,ini adalah kali pertama kita bertemu dengan anakmu yang telah kamu telantarkan ribuan tahun yang lalu dan sekarang kamu meminta hidupku untuk mengabdi pada sesembahanmu?Apa sebegitu tak tau malunya dirimu itu?"Kata Damian yang masih hendak melontarkan kata-kata pedasnya lagi namun Zakia menarik tangannya sebagai kode supaya Damian tak meneruskan kata-katanya
"Tidak apa-apa Zakia,biarkan dia meluapkan semua amarahnya,aku memang ibu yang tak bertanggung jawab,aku meninggalkannya saat dia baru lahir kedunia,dia berhak marah padaku,namun dia tak tau satu hal didunia ini tak ada seorang ibupun yang tega meninggalkan putranya sendirian tanpa alasan yang jelas,bukankah Zakia juga melakukan hal yang sama kepada Daren?"Sindir Lucy tanpa ingin melukai Zakia sedikitpun,dia hanya ingin anak laki-laki satu-satunya yang dia punya memahami keadaannya.
"Tante mengetahui banyak hal tentang kami,apa selama ini tante memata-matai kami?"Tanya Zakia sedikit takut menyinggung ibu mertuanya
"Jangan takut Zakia,bukan memata-matai,lebih tepatnya tante ingin menjaga kalian.meski kalian jauh dariku,mulai sekarang panggil aku mama sayang,sini duduklah disampingku"Tawar Lucy kepada menantunya sambil menepuk kursi disebelahnya
Zakia melepas pengangan tangannya ke Damian lalu melangkah dengan pasti ketempat duduk yang diarahkan lucy,meskipun Damian sempat menahan tangan Zakia,Zakia menoleh dan menganggukkan kepalanya kepada Damian seolah dia ingin mengatakann pada Damian."Tenanglah,aku akan baik-baik saja.jangan khawatir"Melalui tatapan mata indahnya ke Damian
"Hai,aku senang bertemu denganmu mama,terimakasi telah melahirkan putra yang luar biasa untuk menjadi pendampingku,terimakasih telah melihat tumbuh kembang keluarga kecil kami"Zakia berucap sambil mencium kedua tangan Lucy secara bergantian,membuat tangis Lucy pecah lalu kedua wanita itu saling berpelukan
__ADS_1
"Maafkan aku sayang,Aku sangat menyesal ketika kejadian yang menimpa keluargamu waktu itu,aku telat mendengar beritanya,saat itu kami sedang melaksanakan ritual pemujaan,semua orang yang biasa mengikuti kalian harus kutarik kembali"Kata Lucy sambil menangkup wajah Zakia,betapa murni jiwa menantunya ini,dia bahkan lebih dewasa dari anaknya
"Tidak apa-apa mama,itu bukan kesalahan mama,dan semua itu telah berlalu,ngomong-ngomong aku sangat bangga padamu mam,mama bisa memiliki negeri begitu makmur dan indah,mama bahkan memberikan jaminan kehidupan yang layak untuk para rakyatmu,mama luar biasa"Puji Zakia tulus
Lucy tersenyum hambar dan getir atas sanjungan menantunya itu."Untuk membuat semua stabil,aku banyak mengorbankan kebahagiaanku sayang,termasuk meninggalkan anak semata wayangku yang kini membenciku"Pandangan Lucy menatap sekilas kearah Damian lalu kembali tersenyum ketika menatap mata teduh Zakia"Aku rasa kalian sangat lelah,biar pelayan mengantarkan kalian untuk beristirahat,sampai jumpa nanti malam saat kita dinner yaa"Lucy mengakhiri pembicaraan itu,dia memberi kode kepada pelayannya untuk mengantar anak dan menantunya itu kekamar mereka.
"Mari ikut saya Pangeran dan Tuan putri"Kata Maide mempersilahkan Damian dan Zakia untuk mengikutinya
"Karena kalian sudah bercerai,kalian harus tinggal di kamar terpisah"Teriak Lucy saat kedua pasangan itu berlalu,sambil tersenyum melihat punggung anak dan menantunya semakin menjauh
Setelah melihat kedua manusia itu tak nampak dihadapannya Lucy tersenyum smirk yang mengerikan lalu menatap pengawal yang tadi menjemput Damian."Apa kau sudah mempersiapkan semuanya Robert?Aku mau kali ini kau tak akan gagal!!!dia menginginkan gadis itu untuk melahirkan garis keturunannya,aku tak mengerti apa keistimewaan wanita sialan itu,bahkan Damian bisa bertekuk lutut dihadapannya,cari cara agar mereka saling membenci,hadirkan wanita yang mampu membuat Damian lupa pada jala** murahan itu,aku tak sudi mempunyai menantu seperti dia"Sifat asli Lucy terpampang dengan jelas sekarang,ya dia hanya berpura-pura barusan,dia memiliki perjanjian pada sesembahannya yang kini menginginkan Zakia untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.
"Tidak,dia menginginkan Zakia harus terpisah dan membenci Damian,supaya dikedepannya nanti Zakia mudah melupakan Damian"Ucap Lucy sambil mengambil cerutu yang dikasih oleh Robert"Setelah kita menyerahkan Zakia,dia berjanji tak akan ada lagi rakyat kita yang akan mati sia-sia menjadi tumbal,negeri ini akan hidup damai dan sentosa begitupun Damian dia akan kembali menjadi Raja di kerajaannya,tak perlu bersusah payah hidup menjadi manusia"Lucy meneruskan kalimatnya kembali dan duduk disofa lembut yang berada dihadapannya.
Damian dan Zakia benar-benat ditempatkan dikamar terpisah,saat pelayan meninggalkan kamar mereka,Damian langsung keluar menuju kamar Zakia dengan mengendap-endap,begitu masuk kekamar Zakia dia langsung mengunci pintu kamar Zakia,dia mendengat suara gemericik air dari kamar mandi Zakia,dia yakin Zakia sedang mandi,dia tak ingin mengganggu wanitanya itu,dia merebahkan badannya ditempat tidur Zakia,dia merasa sangat janggal dengan semua perlakuan wanita yang mengaku sebagai ibunya tadi,alarm dikepalanya seperti berdering dengan kencang menimbulkan bunyi sirine tanda bahaya dan waspada,dia tak bolak balik posisi rebahannya,tubuhnya miring kekanan dan kekiri mencari tau apa yang terjadi namun tak ada satupun pertanda yang dia temui,hanya simbol-simbol setan dalam ukiran dan pahatan dikastil milik ibunya satu-satunya petunjuk buat dia.ditengah kegelisahannya Zakia keluat dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan asal pada tubuhnya yang membuat mata Damian langsung tertuju kepada mantan istrinya itu.Dia bahkan loncat dari tempat tidur dan berlari kearah Zakia
"Astaga Damian,kau menganggetkanku"Teriak Zakia sambil memegangi dadanya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
HAY KAKAK TERIMAKASIH TELAH SETIA MENUNGGU UPDATE NOVEL INI,KLIK TOMBOL VOTE DAN JUGA LIKE NYA YA,JANGAN LUPA DIAKHIR TAHUN AKAN ADA GIVE AWAY UNTUK KALIAN VOTE TERBANYAK,EH SEBENTAR LAGI LHO,CARA DAPET POIN YANG BANYAK SERING2 BACA KOMIK DI MANGATOON YA.IKUTIN INSTAGRAMKU YA KAK KARENA PENGUMUMAN PEMENANG NANTI AKAN DIUMUMIN DISANA,JIKA VOTE BANYAK NAMUN SAAT AKU UMUMIN GAK NYAUT AKU ANGGAP HANGUS 🤣🤣🤣MODUSS,EITSS SAPA TAU NANTI KITA BISA LIVE BARENG SAMBIL BAHAS NOVEL 🤩🤩