
Isakan tangisan Zakia sudah mulai mereda lalu Damian membawa Zakia kepangkuannya,dia menghadapkan Zakia kearahnya,dengan penuh kelembutan Damian mengusap air mata Zakia menggunakan kedua ibu jarinya lalu merapikan rambut Zakia yang terkoyak setelah itu dia menarik dagu Zakia untuk mendekat kearahnya,seperti anak kecil yang dikasih iming-iming permen,Zakia menurut saja hingga Damian berhasil menuntun istrinya itu untuk memimpin permainan lidah mereka.Dengan cekatan tangan Damian telah masuk ke punggung Zakia melepaskan kaitan br* Zakia dengan bibir dan lidah masih saling bertautan.
Tanpa mereka sadari seorang pramugari sudah berdiri beberapa saat disamping mereka dengan tangan mencengkeram kursi kabin penumpang, Dua Insan itu benar-benar tengah begitu asyik tanpa merasakan kehadirannya sama sekali,bahkan kantong oksigen yang telah bergelantungan didalam pesawat itu membuat pramugari itu berdehem"Ehemm....ehemmm maaf Mr.Leighton dan Mrs,apakah kalian tidak sesak nafas?"Kedua pasangan mesum itu langsung tersadar segera melepaskan ciuman mereka,
Damian hendak marah kepada pramugari itu namun dia urungkan ketika dia merasakan sesak,sebenarnya rasa ini sudah dia rasakan bersama Zakia saat berciuman tadi namun dia berfikir itu karena efek ciuman dahsyat mereka yang saling berebut oksigen"Ada apa ini?"Tanya Damian sambil memeringkan kepalanya melihat pramugari disebelahnya dengan tangan masih memegang erat tubuh Zakia supaya tak jatuh,karena pesawat mulai miring
"Pesawat sedang memasuki jet stream Mr,jadi pesawat mengalami turbulence,mohon untuk menggunakan sabuk pengaman anda dan Mrs.Zakia apa perlu saya bantu"Pramugari itu berbicara sambil menunduk karena tak mau Zakia malu
"Aaku bisa sendiri"Zakia turun perlahan dari pangkuan Damian dan duduk di kursinya kembali dan mengenakan sabuk pengamannnya,rasa malu Zakia tak bisa ditutupi namun kini bercampur rasa ketakutan,dia menarik masker okisigen yang menggantung didepannya,dia berusaha mengendalikan rasa takutnya
Tenanglah,ada aku yang akan selalu menjagamu"Damian membaca mimik wajah Zakia yang mendadak pucat
"Apa menurutmu pesawat ini akan jatuh?Bagaimana kalau kita mati?kita belum bertemu Darren....hiks...hikss"Zakia mulai panik karena pesawat sudah cukup lama mengalami turbulence namun tak membaik juga
__ADS_1
"Ssstt..jangan berfikir yang tidak-tidak,kita akan selamat dan sebentar lagi kita akan mendarat"Damian memegang bahu Zakia,dia tau gadis kecilnya itu mulai ketakutan
Pesawat itu sudah satu jam mengalami turbulence,pesawat itu masuk kedalam pusaran angin dan tak mampu keluar dari putaran angin tersebut,pilot dan co pilot dibuar pusing karena semua peralatan yang berada di kokpit pesawat itu tak ada yang berfungsi sama sekali,pesawat itu seperti tersedot oleh lubang magnet dan mengarahkan mereka keluar dari jalur yang semestinya,pesawat itu terus berada pada pusaran angin hingga malam hari dan angin itu perlahan menghilang ketika sang pilot menyadari bahwa pesawat mereka kehabisan bahan bakar.namun dia bernafas lega ketika menyadari bahwa pesawat mereka berada disebuah kota.disana terlihat hangar pesawat terbang dengan banyak menara pengawas,pilot itu langsung meminta izin untuk pendaratan darurat,dan setelah mendapat izin,pilot itu langsung landing dibandara tersebut.
Zakia keluar dari pintu pesawat itu dengan Damian yang terus menggandeng tangannya,bandara itu sangat ramai seperti bandara pada umumnya.karena Zakia sangat lapar dia ingin mencari lounge di sekitar situ,akibat pesawat turbelance lama tadi banyak barang dan peralatan makan dipesawat pribadi milik Damian rusak parah,mereka berfikir mungkin akan menginap dihotel terdekat sambil menunggu perbaikan.
Zakia mengedarkan pandangannya disekitar bandara,Pakaian orang-oranh disini dan handphone yang mereka gunakan seperti handphone keluaran puluhan tahun yang lalu,namun Zakia masih berfikir mungkin negara ini masih sedikit tertinggal karena masuk di negara terpencil.
"Damian,coba kamu tanya ke mereka,kita sedang dinegara mana?daritadi aku mencari tulisan negara ini tapi gak ada,biasanya kalau kita tiba disalah satu kota pasti akan terpampang tulisan selamat datang di kota titik-titik gitu"Kata Zakia sambil menggoyang-goyangkan baju Damian
Tak berapa lama makanan mereka datang,pelayan itupun tersenyum ramah kepada Zakia dan Damian."Selamat menikmati hidangan kalian"Kata pelayan itu sambil menaruh ke hadapan Damian dan Zakia satu persatu hidangan seafood yang tadi dia bawa menggunakan nampan.
"Maaf bolehkah aku tau,ini negara bagian mana?tadi pramugari dan pilot kami hanya mengucapkan jika kami harus mendarat darurat karena pesawat kami kehabisan bahan bakar"Tanya Damian sopan
__ADS_1
"Tentu tuan,kalian sedang berada dikota Atlantis di Puerto Rico,banyak sekali pesawat yang mengalami kejadian yang kalian alami,namun aku rasa kalian akan tertahan disini,karena kota kami sangatlah indah,jika seseorang telah datang kemari mereka akan jatuh cinta dan lupa jalan pulang,begitu kata mereka yang tak sengaja mendarat disini.Maaf saya terlalu banyak bicara silahkan kalian makan hidangan kami,selamat menikmati"Ucap pelayan itu ramah dan undur diri dari meja Zakia
"Aaaapa diia bilang barusan?Aaatlantis?kota itu telah lama tiada Damian?bagaimana kita bisa diisini,tidak..kita tidak mungkin telah meninggal bukan,cubit aku Damian..cubit"Zakia menarik tangan Damian ke pipinya,dan tentu saja Damian menyambut itu dengan sumringah dan mencubit pipi Zakia gemas"Awwww...sakit"Keluh Zakia
"Salah sendiri,ada-ada saja minta dicubit segala,sekarang lebih baik kita makan dulu setelah itu kita pikirkan hal lain,semenjak aku menjadi manusia.Otakku seperti berhenti berfikir jika perutku merasa lapar,tenang..makanan didepan kita aman dan pure makanan dari laut.Aku sudah mencium aromanya jadi selamat makan"Kata Damian sambil mengambil nasi dan juga lauk seafood didepannya
Dengan sedikit was-was Zakiapun mengikuti apa yang diperintahkam Damian,dia memakan semua masakan yang berada dihadapannya dengan sangat lahap.Makanan itu memang lebih lezat dari seafood yang dia makan biasanya,dia berfikir mungkin karena efek lapar.mereka sesekali bercanda hingga makanan mereka tandas
"Jadi setelah ini kita harus kemana Damian"Tanya Zakia
"Ke hotel"Jawab Damian singkat
"Apa dikepalamu isinya hanya begituan terus Damian?kita ini sedang tersesat.please kembalilah focus"Kata
__ADS_1
Zakia sedikit jengkel
"Hey babe,Apa yang sebenarnya kamu fikirkan,kita lelah,kita butuh istirahat,bahkan aku gak berfikir macam-macam dari tadi atau memang kamu sudah gak sabar untuk aku macam-macamin"Damian memasang muka nakal sambil menaik turunkan alisnya tersenyum menatap Zakia yang kini mukanya seperti kepiting rebus karena malu setengah mati