Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 39 Khayalan Damian


__ADS_3

"Mama sudah mengurus administrasimu Dave,sebaiknya sebelum pulang,kamu berpamitan dulu sama Marsha,walaupun dia koma kata Dr.Ronald fungsi pendengarannya masih bagus,Zakia bisakan menemani Dave,biar tante yang akan bawa baby Daren"Elizabeth memasang senyum untuk Zakia


"Sangat boleh Tante,Dengan senang hati aku akan mengantarkan Dave keruangan Istrinya"Zakia langsung


menyerahkan baby Daren ke gendongan Omanya,sebelum dia beranjak pergi untuk memanggil suster yang berjaga didepan supaya membawakan kursi roda untuk Dave,Zakia mencium pipi Baby Daren yang menggemaskan itu.


Tak berapa lama dua orang suster perempuan dan satu laki-laki datang untuk membantu memindahkan Dave ke kursi roda yang mereka telah siapkan,tak lupa mereka melepas infus yang masih menempel di tangan kirinya,


"Mr.Leighton,saya harap anda mentaati minum obat secara teratur dan juga melakukan terapi secara teratur setelah ini"Ucap seorang suster yang usianya mungkin sekitar 50tahunan


"Hmmmm"Dave hanya menjawab malas seperti itu,andai kekuatannya tidak hilang tentu dia dalam sekejap mata sudah menyembuhkan sakit ini,


"Beres suster,nanti saya yang akan memastikan Mr.leighton tak akan pernah absen untuk meminum obat,suster tak usah khawatir"Zakia menepuk bahu sang perawat dengan senyum cerianya.itu membuat sudut bibir Damian sedikit terangkat keatas.

__ADS_1


"Baru saja aku mau memanggil Tristan biar dia membantuku untuk menyembuhkan kakiku ini dengan segera,Tapi sekarang aku tau apa itu sengsara membawa nikmat,dengan begini Zakia akan lebih sering bersamaku bukan?Ah dan tentu aku bisa melakukan adegan-adegan seperti di drama yang pernah kulihat"Tanpa sadar Damian senyum-senyum sendiri membayangkan Zakia tertimpa dirinya ditempat tidur karena dia ingin membantunya memindahkan Damian dari kursi rodanya.


"Dave,Dave....Dave"Zakia menggoyang-goyangkan tangan Dave yang tak terluka,untuk menyadarkannya,seisi ruangan melihat dia tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila


"Ah ya....."Saut Dave


"Apa kamu baik-baik saja?apa kamu perlu meminum obat atau aku panggilkan dokter?dari tadi aku menanyaimu,Apa kamu sudah siap untuk keruangan istrimu,tapi kamu malah tersenyum-senyum sendiri,Apa kamu yakin baik-baik saja Dave?"


"Oh..maaf Zakia aku tadi sedang melamunkan istriku,aku terlalu rindu dengan dia,mengkhayalkan kami bisa bermain dengan anak kami membuatku sejenak tenggelam dalam lamunanku"Dave tersenyum lembut pada Zakia


Dave menarik nafas panjang,dia bingung apa yang harus dia katakan pada wanita malang didepannya ini,dia benar-benar dilema dibuatnya,akan terasa aneh bukan kalau dia hanya diam saja,Dave lalu memegang tangaan Marsha yang dingin seperti es kutub utara,sambil melirik takut-takut ke arah Zakia,


"Jika saat ini aku berlebihan beracting menangisi ataupun terlalu mesra dengan wanita didepanku ini,andai suatu saat nanti dia menyadari bahwa aku Damian,Dia pasti akan membunuhku,oh...oh tidak mungkin akan lebih sadis dari itu,dia pasti akan memotong burungku"Fikiran Damian berkecamuk

__ADS_1


Sedangkan Zakia salah tangkap mungkin Dave malu bila akan mengucapkan kata-kata romantis didepannya makanya Dave mematung saja dari masuk tadi,Zakia merasa gak enak ada disana,mungkin dia sebaiknya keluar dari ruangan itu,memberi ruang untuk sepasang suami istri itu untuk melepas rindunya,Zakia lalu mendorong Dave supaya lebih dekat dengan ranjang istrinya dia membungkukan badanya dan berbisik disamping telinga Dave,


"Dave aku tunggu didepan ya"Nafas Zakia menyapu permukaan kulit Dave,menyambar tepat dititik sensitif lelaki itu,Maksud Zakia supaya tidak berisik namun tahukah kalian,ulah Zakia tersebut seperti memancing singa yang sedang kelaparan sudah berminggu-minggu tak dapat mangsa,semenjak Zakia ingin melahirkan itu,Oh astaga Damian malang sekali nasibmu nak,


Alat tempur Dave langsung berdiri tegak ditempatnya,terasa menyakitkan menimbulkan rasa nyeri yang tak terkira sudah,Mau bersolo karirpun,bagaimana caranya,untuk berpindah tempat saja dia harus dibantu orang lain,Zakia dengan wajah tak berdosanya langsung menegakkan badannya dan hendak memutar badanya,namun terhenti oleh suara bariton Dave yang setengah mengeram


"Zakia......"Suara itu seolah menahan seuatu yang hampir meledak,suara yang memanggil namanya lamat-lamat membuat Zakia mau tak mau menundukkan badanya lagi ke samping telinga Dave


"Iyah Dave,ada apa?kamu butuh apa?"Zakia bertanya dengan polosnya


"Shit....Bawa aku kekamar mandi"Damian berusaha membuat suaranya setenang mungkin supaya tak menimbulkan curiga,seumur hidupnya menjadi jin baru kali ini dia hendak melakukan perbuatan hina itu.dan itu gara-gara istrinya sendiri.


"Baiklah"Tanpa merasa curiga Zakia mendorong kursi roda Dave ke toilet.bahkan dia tanpa berfikir bagaimana orang dengan tangan kiri dan kaki kiri patah bisa berpindah ke closet untuk menuntaskan hajatnya kalau memang dia mau buang hajat.Zakia menutup pintu kamar mandi dan dia beranjak ke kursi disamping Marsha

__ADS_1


"Hai Marsha,aku Zakia teman Brian,kamu tau Marsha aku senang sekali bertemu dengan keluargamu,keluargamu adalah orang yang baik,kamu tau Marsha aku sudah memberi nama laki-lakimu,dia bayi yang sangat tampan,aku memberinya nama "Daren",sebenarnya Marsha nama itu adalah nama untuk anakku,tapi entah kapan kami bisa bertemu lagi....hah...cepatlah sembuh Marsha,anakmu sangat membutuhkanmu"Zakia menteskan air mata dan mengusapnya lalu dia kemabalin mengoceh panjang lebar seolah-olah Marsha adalah sahabatnya yang bisa mendengarkan dan meresponnya,ya Marsha memang bisa mendengar semua yang dikatakan Zakia,Tapi mata dan badannya tak bisa digerakkan,Zakia terus mengoceh hingga dia ketiduran disamping tangan Marsha karena kelelahan menunggu Dave yang tak kunjung keluar dari kamar mandi


Sedangkan Damian,dia sedang berkhayal ria didalam kamar mandi supaya mencapai apa yang dia cari,sambil membayangkan Zakia,namun ternyata khayalan Damian itu masuk dalam mimpi Zakia,padahal Zakia tidur sambil tertelungkup,Suara Damian mendesa*,mengeran* tak karu-karuan,jika jarak kamar mandi dalam ruangan itu deket pasti suara Damian bisa terdengar oleh siapapun,Zakia menggeliat,juga sama mendesa*nya seperti yang dihayalkan Damian,Damian menghayalkan sedang melakukannya bersama Zakia diatas kamarnya,dalam khayalannya Zakia sangat hot seperti biaasanya,tak terasa satu jam telah berlalu,Damian sudah mencapai pencapaiannya,sedangkan Zakia masih tertidur penuh dengan keringat masih dalam keadaan tertelungkup,hingga suara dokter visit mengaggetkan Zakia,


__ADS_2