
Damian melepas seatbeltnya,kemudian memiringkan badannya kearah Zakia,dia menunduk hingga jarak antara dia dan bibir Zakia hanya tinggal 5cm,Nafas Damian menyapu seluruh wajah Zakia,
"Berterimakasihlah dengan benar"Ucap Damian dengan suara parau,seperti dia menahan sesuatu dan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Zakia,hanya kurang 1cm,hanya 1cm
"Dave,sorry...aku tidak bisa,aku...a...ku..sudah mempunyai s....uuuuamii,aku gak bisa menghianatinya,aku sangat mencintainya"Zakia berteriak lantang sambil menutup matanya erat-erat,kedua tangannya memegang rok dikiri dan kanannya
"Ah double Shit....."Maki Damian antara kaget dan dia tersadar bahwa dia berada pada tubuh manusia ini,seraya menjauhkan dirinya dari muka Zakia,dia memukul setirnya,dan mengacak rambutnya frustasi,Damian memasang lagi seatbeltnya dan tancap gas dengan kencangnya menuju arah kantor sesuai petunjuk gps dimobil itu yang sudah diatur sama sopir sebelum dia pakai tadi,Zakia sampai berpegangan pada handle diatas kaca sebelah penumpang karena Damian mengemudi dengan gilanya
"Mike brengsek,apa dia tidak tau dengan begini aku bisa mati perlahan dan jadi orang gila beneran karena selalu melampiaskan hasratku dengan sabun?apa aku harus tiap hari membuat istriku mabuk dan pingsan?ah bagaimana kalau ginjalnya bermasalah karena dia sering minum?"Tak terasa dalam waktu 5 menit Damian sudah berada dilobi kantornya yang sudah disambut oleh driver perusahaan yang akan memindahkan mobil mereka ke parkiran kusus tentunya.
Meski Damian kesal namun dia tetaplah Damian yang memanjakan Zakia,dia membukakan pintu Zakia,namun sepertinya Zakia belum mendapat kesadaran penuh,dengan muka sedikit kacau dia berusaha turun namun karena kepalanya berkunang-kunang dia terjatuh dipelukan Damian dan sontak diangkat oleh Damian,
"Apa kamu sakit sayang,opsss sorry,Kia maksudku?"Ah Damian keceplosan
"Apa kamu marah sama aku Dave?kamu mau membuatku cepat menghadap Tuhan ya?kepalaku pusing,kamu terlalu ngebut membawa mobilnya tadi"Ucap Zakia sambil bersungut-sungut memegangi kepalanya
"Sorry,aku hanya sedikit kesal tadi,apa perlu aku membawamu kerumah sakit?"Tanya Damian melembutkan suaranya penuh perhatian melihat Zakia secara intens digendongannya
__ADS_1
"Gak usah lebay gitu,aku baik-baik saja,dan please turunin aku sekarang,aku bisa jalan sendiri,aku gak mau karyawanmu menggosipkan tentang aku yang bukan-bukan,nanti mereka berfikir aku mengambil kesempatan saat istimu sakit untuk mencari perhatianmu"Zakia sedikit meronta menggerakkan badannya supaya capat diturunkan
"Wait...okay...pelan-pelan Kia,kamu bisa jatuh"Perlahan Damian menurunkan gendongannya,dan benar saja para karyawan yang tak jauh dari mereka berbisik-bisik dan tak menyembunyikan tatapan jijiknya pada Zakia,sudah pasti mereka membicarakan betapa lancangnya karyawan baru ini.
"Selamat datang kembali pak,saya Kevin manager keuangan disini,saya dengar anda sedikit mengalami gangguan pada ingatan anda jadi saya memperkenalkan diri saya lagi"Sapa seorang laki-laki yang cukup tampan dan masih muda,sebenarnya Kevin tak hanya seorang manager namun dia adalah sahabat Dave yang asli,namun karena kemarin dia menghadiri beberapa rapat diluar negeri menggantikan Dave jadi dia tak sempat menjenguk sahabatnya itu.
"Pagi kevin,tolong nasihati anak buahmu dengan baik,jika sampai mereka ada yang bergosip tentang Zakia atau mencelakainya bahkan seujung jaripun,ku pastikan mereka dikeluarkan dari perusahaan ini tanpa pesangon sepeserpun"Damian melangkah tegap tanpa perduli muka bingung Kevin yang akhirnya dia tau siapa yang dimaksud teman sekaligus bosnya itu,wanita bertubuh mungil berjalan sedikit sempoyongan dibelakang tubuh bosnya,tadi tertutup oleh badan Dave yang tegap dan tinggi
"Selamat pagi pak,mohon bimbingannya"Sapa Zakia sambil sedikit menundukkan kepalanya dan sedikit berjalan
cepat untuk mengimbangi langkah Damian yang lebar walau kepalanya masih puyeng bukan main
"Bukannya aku disini akan ditempatin disebagai asisten Brian?karena aku belum berpengalaman?"Tanya Zakia dengan muka polos,bola matanya yang bulat semakin membuat pesona kepolosannya sempurna,
"Ini kantor milik siapa?"Tanya Damian geram
"Milikmulah"jawab Zakia jujur
__ADS_1
"Jadi aku berhak donk memgatur siapa yang akan bekerja dengan siapa?Dan tolong dihadapanku jangan memasang mukamu yang seperti itu"Damian mengangkat jarinya dan memutar mengikuti garis wajah Zakia
"Muka yang seperti apa?Mukaku emang sudah cantik begini dari lahir jadi jangan menyuruhku operasi plastik"Zakia menggembungkan pipinya sedikit merajuk,membuat Damian mengacak-acak rambutnya sendiri
"Sekali lagi kamu pasang muka seperti itu jangan salahkan aku memperkosamu saat ini juga Zakia,cepat temui Angela atau aku akan lupa jika dirimu sudah menjadi seorang istri orang"Damian mengeram hampir meledak saat itu juga apa yang ada dalam dirinya
"Baik pak......bos...ampun"Zakia langsung ngacir menjauh dari ruangan itu secepat kilat,Dengan terengah-engah dia menemui Angela diruangan Angela yang bersebelahan dengan ruangan Dave,wanita itu tampak sibuk dengan komputer didepannya sambil melirik kearah Zakia
"Habis dikejar siapa Kia?ini kantor bukan taman bermain"Cibir Angela sambil menggeleng-gelengkan kepala,karena dia merasa Zakia memang masih remaja.
"Ah itu,aku dikejar predator anak...,Dave itu mengerikan ternyata"Zakia membayangkan muka Dave yang nampak sangat bernafsu dari mulai berangkat kerja tadi,saat kejadian dimobil tadi
"Pffffffttt......Memangnya kamu diapain sama Mr.Dave?"Angela sebenarnya menanggapi Zakia hanyalah bercanda,Dave adalah sosok lelaki yang dingin dan berkarisma hanya saja dia akan berubah lembut bila itu menyangkut istrinya yang terbaring koma,
"Dia tadi hampir menciumku dimobil,sekarang dia ingin memperkosaku katanya,apa semua laki-laki itu seperti itu jika tak mendapat jatah dari istrinya Angela?"Tanya Zakia polos
"Hahhahahha,MayB kia,namun itu semua tak berlaku pada Mr.Dave tentunya,dia sangat mencintai dan memuja istrinya yang sekarang sakit,dia tak akan pernah berpaling pada wanita lain,mungkin tadi dia hanya ingin menggodamu karena kamu memang sangat lucu kalau ketakutan,jadi tenanglah Mr.leighton tak seperti yang kamu fikirkan,minumlah ini dulu supaya kamu tenang"Setelah tertawa sarkas mendengar penjelasan Zakia,Angela mengambilkan segelas air putih diujung ruangan dan diserahkan ke Zakia
__ADS_1
"Benarkah Angela,dia hanya ingin menggodaku,ah iya...mungkin saja begitu"Zakia mengambil gelas yang berada ditangan Angela dan diteguknya,lalu Zakia sedikit merenungkan apa yang terjadi tadi,
"ya... bisa saja karena Dave memang sedang lupa ingatan maka dari itu dia bertindak begitu,ada banyak alasan Dave bersikap aneh seperti itu,tapi kenapa aku merasa dia selalu bernafsu sama aku ya?ah mungkin saja itu hanya naluri lelaki normal"