
Angela mengajari Zakia hingga dia mahir apa saja kebiasaan Dave,jadwal makan,jadwal meeting,dan segala hal tentang kerjaan Dave,Zakia mencatat semuanya secara terperinci,dan otak cerdas Zakia mampu memahami semua yang diajarkan Angela dengan cepat,dia mengerti.
"Apa kalian masih lama?"Damian menghampiri Zakia diruangan Angela,dia berdiri gagah dipintu yang baru saja dia buka,tersenyum lembut ke arah Zakia,tanpa dia sadari tatapan mata lembut itu tertangkap kedua mata Angela,wanita paruh baya itu menghembuskan nafas panjang
"Zakia,bisakah kamu kemabali kemejamu dulu!aku ingin bicara empat mata dengan Mr.Leighton,kurasa semua informasi yang kamu butuhkan sudah ku sampaikan"Angela tersenyum ramah pada gadis kecil didepannya,bagi Angela,Zakia dan Marsha sudah seperti anaknya,beberapa minggu ini Zakia sudah menjadi bagian dari keluarga Leighton,bahkan malam-malam saat Darren rewel dengan setia Zakia menimangnya,tentu saja itu dia dengar dari para asisten rumah tangga di mansion Leighton.
"Ah ya tentu saja Angela,terimakasih semuanya ya"Zakia berdiri dari tempatnya berdiri,dia berjalan lurus dan saat berpapasan dengan Damian dia hanya menganggukan kepalanya,khas seperti seorang bawahan menyapa bosnya dan dia berlalu pergi kemejanya yang terletak didepan ruangan Dave berada
"Apa yang ingin kamu bicarakan Angela,kamu benar-benar mengganggu kesibukanku"Damian berjalan menuju kursi tamu milik Angela,dia mengerutkan keningnya menatap lurus ke arah wanita paruh baya didepannya
"Sepertinya kita minggubdepan harus pergi ke Indonesia Dave,untuk menghadiri peresmian resort di raja ampat,kita menjadi investor terbesar dalam projek itu"Angela kalau hanya berdua memanggil Dave tanpa sebutan Mr/Pak karena dahulu Angela adalah asisten dari alm.suami Eliza.mereka sudah seperti keluarga
"Apa aku bisa membawa Zakia dan Darren?"Tanya Dave lagi
"Tentu kamu bisa membawa Zakia dia adalah asistenmu tapi kalau Darren dia masih terlalu kecil Dave,perjalanan jauh seperti ini tentu tak disarankan oleh dokter tentunya,lagian kita hanya satu minggu disana,tenanglah Elizabeth ada disisi anakmu,Darren adalah cucu satu-satunya dan kebanggaannya,aku yakin mamamu itu akan menjaga Darren lebih protectif dari yang kamu bayangkan"Angela mengawasi ekspresi Dave yang sedikit merasa cemas
__ADS_1
"Apa aku bisa pergi berdua saja dengan Zakia?ehmm....maksudku supaya kamu bisa ikut menjaga Darren dirumah"Ah kalian pasti tau ini adalah kesempatan Damian untuk memperdaya Zakia bukan,ya tentu saja dia gak mau ada Angela ikut bersamanya
"Hah?aku?mengurus Darren?kalau kamu menyuruhku lembur dikantor 24jam kemungkinan aku tak akan menolak Dave,tapi anak kecil?bayi?apa kamu lupa Dave,aku wanita tua yang masih melajang"Angela merentangkan kedua tangannya,
"Kamu hanya tinggal mengawasinya bukan?ada banyak nani dirumah,tentu aku tak sebodoh itu Angela mempercayakan anakku padamu,jangankan membuat susu,mengganti popok bayi pasti kamu tak bisa"Damian memandang sinis pada Angela
"Baiklah-baiklah akhirnya aku mendapat cutiku tahun ini lebih cepat,jadi besok pagi kamu dan Zakia akan berangkat,dan satu hal lagi Dave yang perlu kamu ingat,jangan mencoba mendekati Zakia,aku tahu kamu lupa ingatan saat ini,tapi jika suatu saat nanti ingatanmu kembali,kamu akan menyakiti hati Zakia,karena Dave yang aku kenal hanya mencintai satu wanita yaitu Marsha yang sedang terbaring koma melawan maut sekarang,lebih fatalnya lagi jika Marshapun siuman dari komanya,kamu akan menghancurkan dua hati wnaita sekaligus Dave"Angela berkata serius memindai mata Dave yang terlihat datar.
"Kamu sangat cerewet hari ini Angela,aku mau 3 minggu di raja ampat,aku ingin beristirahat sejenak disana"Damian sama sekali tak mengidahkan omongan Angela
Damian berdiri dan berlalu pergi dari ruangan Angela,Angela hanya memutar bola matanya melihat tingkah bosnya itu,
Damian berhenti dimeja Zakia menatap wanita tercantik versinya itu sedang asyik memetik keyboard dengan mata menatap lurus kearah layar komputer didepannya tanpa disadari Bosnya menatapnya tak terasa kedua bibirnya tersungging keatas,
"Ehemm....ehemmmm"Damian berdehem
__ADS_1
"kenapa kamu melihatku seperti itu Dave?kamu sedang tidak berfikiran mesum kepadaku bukan...upssss"Zakia menutup mulutnya latah,lalu nyengir kuda
"Sebaiknya kita pulang setelah makan siang,kita harus prepare karena besok kita harus berkunjung ke indonesia"
Mendengar kata Indonesia hati Zakia bergemuruh,kilatan-kilatan kenangan manis bersama Damian diindonesia menari dikepalanya,kejadian-kejadian lucu dan romantis mereka alami
"In..in...donesia katamu Dave?Indonesia yang kamu maksud adalah Indonesia negaraku Dave?"Zakia mengulang perkataan Indonesia berkali-kali,dia ingin meyakinkan dirinya jika kali ini telinganya tidak salah dengar
"Ya...In...do...ne...sia tempat dimana mamamu melahirkanmu Zakia"Damian berucap lamat-lamat tentang Indonesia,seolah ingin meyakinkan Zakia bahwa perempuan ini tak salah dengar dan Voila...Zakia bersorak ria ah bukan bersorak tepatnya dia seperti anak kecil yang mendapat mainan baru,dia berdiri dan langsung berlari ke arah Damian lalu memeluk pria yang berdiri angkuh didepan mejanya.Damian yang tak siap hanya bisa diam membeku mendapat perlakuan Zakia,lalu dia tersadara ada beberapa karyawan dan juga kevin yang menyaksikan mereka ikut membeku,mereka semua baru saja keluar dari ruang meeting sepertinya.
"Zakia,bisakah kamu melepaskan pelukanku,dibelakang kamu berdiri ada beberapa staf keuangan keluar dari ruang meeting"Damian berbisik tepat di telinga Zakia,Zakia langsung sadar oleh perbuatannya,muka dia memerah padam,dia buru-buru melepaskan tautan tangannya dibadan Dave,perlahan dia kembali ke tempat duduknya tanpa suara
"Dasar wanita ganjen,sepertinya kalau bu Marsha tau ulah sekretarisnya pasti dia akan murka sekali"Ucap wanita tua yang berbisik ketemennya
"Cih...****** kecil seperti itu kenapa bisa dibawa keperusahaan kita"balas teman sebelahnya
__ADS_1
"Apa kalian dibayar untuk menjadi tukang gosip disini,silahkan kalian menghadap HRD untuk mengambil surat peringatan pertama kalian,jika ini terjadi lagi silahkan kalian mengambil gaji terakhir kalian beserta uang pesangon"Suara Bariton Dave membuat mereka menutup mulutnya dan berhambur pergi setelah memasang senyum palsu mereka menjadi tanda permintaan maaf mereka yang tak terucap