Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa
Episode 23


__ADS_3

POV Yusuf dan satria.


" selamat atas pertunangan kalian riz ". Yusuf menjabat tangan fariz setelah serangkaian acara pertunangan itu selesai.


" ahh. terima kasih bang ". Fariz menyambut ukuran tangan Yusuf.


" kapan lagi kau menyusul bang,? Usia abang juga sudah cukup matang untuk menikah ". Tanya fariz.


Yusuf hanya tersenyum melihat mendengar pertanyaan fariz.


" menikah bukan hanya tentang kematangan usia riz, tapi juga tentang fisik, fikiran, dan kesiapan lahir batin ".


" lantas apa lagi yang abang tunggu? ".


" hhhmmmm " yusuf menghembuskan napas nya, seolah-olah membuang beban di hati nya.


Fariz mengikuti Pandangan yusuf ke suatu arah, tampak seorang perempuan begitu bahagia bersenda gurau bersama orang-orang sekitar nya.


Perempuan itu tampak sangat cantik, tidak seperti hari biasa nya, kali ini dia tampil bak perempuan sebenarnya.


Memakai sedikit hiasan pada wajah nya, sehingga menampakkan kecantikan yang belum pernah yusuf lihat selama ini.


Dengan baju muslimah yang menutup aurat nya sempurna, tidak menampakan lekukan tubuh nya, malah membuat yusuf semakin jatuh cinta.


Cinta yang dulu pernah tumbuh di hati nya ternyata tak lekang oleh waktu dan jarak yang memisahkan yusuf dengan perempuan itu.


Andai saja dia lebih dulu mengenal perempuan tersebut, mungkin yusuf sudah hidup bahagia atau seandainya saja dulu dia yang menikahi perempuan itu, dia tidak akan membuat perempuan tersebut merasakan kejam nya pernikahan seperti saat ini.


Ada rasa sesak di hati yusuf, karena dulu pernah mundur dan mengalah tentang perasaan nya.


" jangan terlalu lama memandang nya bang, nanti kau semakin jatuh hati pada nya ". Fariz menepuk pundak yusuf.


" jika dulu aku pernah terlambat untuk mendapatkan cinta nya, mungkin saat ini mustahil bagi ku untuk kembali memiliki nya riz, aku akan lebih sulit merobohkan hati nya riz ". Nada putus asa yusuf begitu Pilu terdengar.


" jangan putus asa bang, dia mungkin terlihat kuat, tapi kau tau? Hati nya rapuh, mungkin memang akan semakin sulit untuk kau meraih nya, tapi bukan kah mencoba lebih baik dari pada sekedar melihat dari kejauhan, jangan terlambat untuk yang ke dua kali nya bang ". Fariz kembali menepuk pundak yusuf.


" dulu saja aku di acuhkan, kehadiran ku tak pernah di anggap, apa lagi sekarang riz?, setelah dia merasakan pahit nya hidup dalam pernikahan nya. Dia akan lebih sulit menerima ku. biar lah aku menjadi pengagum nya saja, menikmati keindahan nya dari kejauhan ". Yusuf tersenyum ke arah fariz.


" kalau dulu abang berfikir dia bahagia bersama pilihan nya, ternyata kenyataan nya tak sesuai realita, apa sekarang apa akan membiarkan dia tetap terluka dengan kenangan masa lalu nya? , tak selama nya melepas orang yang kita cintai, berfikir dia bahagia atau membuat dia bahagia menjadi keputusan yang tepat. Seperti abang contoh nya. kalau abang percaya abang bisa lebih membuat dia bahagia, apa salah nya abang lebih berusaha, aku mengenal dia lebih dari apa pun bang ".


" percaya diri saja bang, bahwa abang sangat pantas mendampingi nya, dia bukan tak mungkin bisa jatuh cinta sama bang atau pun sama laki-laki lain, dia hanya kehilangan kepercayaan diri nya, banyak hal yang membuat dia kehilangan rasa percaya diri nya, bagai mana nanti kalau rasa percaya diri nya kembali? Dan ternyata dia ada orang lain yang membuat di akembali nyaman? Abang yakin tidak merasa kecewa? ".


Fariz berbicara begitu serius pada yusuf.


" kau percaya kalau abng bisa meluluhkan hati nya? ". Yusuf menatap fariz dengan tatapan serius.


" hahahaha.. Tentu saja bang, aku mengenal abang, kau pun juga mengenal kakak ku dengan sangat baik, aku tau dia akan segera nyaman di dekat mu bang, banyak hal tentang abang yang sebenarnya menjadi alasan dia akan nyaman bersama abang, tapi jangan terlalu banyak bicara pada nya bang, dia tidak suka laki-laki yang selalu cerewet seperti perempuan ". Sambung fariz.


Mereka kembali memfokus kan pandangan mereka pada sosok perempuan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian mereka.


" atau abang juga mulai kehilangan rasa percaya diri?, jangan sia-siakan ketampanan dan kecerdasan mu bang "


Fariz menoleh ke arah yusuf.


" dia sangat menyukai laki-laki cerdas selain dari sholeh dan lembut ".


Yusuf tidak banyak berkata-kata, dia mencoba mencerna ucapan fariz.


" jujur saja, aku memang kehilangan rasa percaya diri jika sudah berhadapan dengan nya riz, kau tau kan? Setelah 6 tahun ternyata aku masih sering berharap dia kembali ke sini, tapi disisi lain aku ingin dia bahagia dengan pilihan nya, ternyata aku sangat egois, atau mungkin doa ku yang allah jawab, sehingga dia berpisah dengan suami nya?, ya tuhan.. Mustahil rasa nya jika itu karena doa-doa ku ".


" tidak juga sangka riz, begitu besar ke inginan ku untuk bersama nya ". Yusuf mengusap kasar wajah nya.


Fariz tertawa mendengar ucapan yusuf. Tidak di sangka laki-laki yang fariz kenal begitu baik ternyata pernah mendoakan kakak nya berpisah dengan suami nya.


" itu semacam ku tunggu janda mu ya bang hahahaha. ". Fariz menggoda yusuf.


" hahaha.. Kau ini ada-ada saja riz, mau gila rasa nya aku mikirin si janda itu, setelah dia janda aku semakin jatuh hati pada nya, rasa nya sungguh bahagia kalau bisa memiliki dia, ada bonus nya lagi, hahaha, ini mungkin yang orang-orang bilang janda semakin menggoda hahaha". Yusuf pun ikut tertawa.


" kurang ajar kau bang, janda-janda gitu dia tetap kakak ku ". Kali ini fariz memukul tangan yusuf cukup kencang.


" hahaha...dia pun masih tetap menjadi hantu di hati ku riz, suka kelayapan dalam mimpi ku ". Yusuf masih tertawa.


" tapi aku sungguh mencintai nya riz, bahkan pada kia, aku jatuh hati sejak pertama kali bertemu kia, aku semakin ingin menjaga kia dan menjadi ayah bagi kia ". Kali ini yusuf bicara dengan ekspresi serius.

__ADS_1


" aku doakan kau secepat nya menjadi ayah kia bang ".


" aamiin ". Yusuf mengamin kan doa fariz.


" ayo bang gabung sama mereka ".


***


💞Afiifah.


" dari mana kalian? ". Mami tan baru menyadari kehadiran yusuf dan fariz.


Mami tan adalah orang tua kandung anisa dan orang tua angkat dari yusuf, selain orang tua angkat, sebenar nya yusuf adalah keponakan mami tan dan papi rey.


Yusuf sudah tinggal bersama Mami tan dan papi rey sejak usia 4 tahun, karena orang tua yusuf meninggal, itu cerita yang ku tau tentang yusuf.


" dari depan mi". Sahut fariz.


Betapa aku sangat bahagia melihat fariz dan nisa akan segera menikah, aku memberikan fariz pada keluarga anisa dengan sangat tenang, aku bersyukur keluarga ku dan keluarga anisa benar-benar bak keluarga sesungguhnya.


Saling menghormati dan sangat dekat, ini lah yang aku harap kan pada pernikahan ku dulu.


Tapi sangat di sayang kan, aku tidak pernah merasakan seperti ini.


Bahkan antara orang tua dan mertua ku bagaikan orang asing, selama 6 tahun pernikahan ku, kedua orang tua ku mau pun mertua tidak pernah saling bertegur sapa.


Satu hal lagi yang menjadi pelajaran bagi ku..


Bahwa menikah bukan hanya menyatukan dua orang insan, tapi menyatu kan dua keluarga, siap menikahi seseorang maka juga siap menikahi kelurahan nya.


" jangan bengong kak, nanti kesambet ". Fariz menyenggol bahu ku membuat aku sedikit terkejut.


" ayo kak segera cari ayah baru untuk kia ". Fariz berisik di telinga ku, sontak saja ku tarik telinga nya, sampai dia meringis menahan sakit.


" lho kenapa mbak? ". Anisa terkejut mendengar ringisan fariz di samping ku.


" perlu di beri pelajaran dia biar bisa jadi suami yang bertanggung jawab ". Anisa mencari jawaban yang tepat, karena ulah iseng sang adik yang sengaja menggoda nya.


" sakit kak, ya allah.. Malu aku ". Fariz mengusap - usap telinga nya yang memerah.


Fariz hanya menyengir mendengar ucapan ku.


" ayo di nikmati makanan nya ". Perintah mami tan.


" alhamdulillah.. Satu langkah sudah terlewati ya kak, semoga acara kedepan nya di beri kemudahan dan kelancaran ". Mami tan berkata pada bunda.


" iya tan, sedikit lega setelah pertunangan ini ". Bunda tersenyum menanggapi ucapan mami tan.


" yusuf kapan lagi mau nyusul? ". Ayah bertanya pada yusuf, membuat yusuf salah tingkah.


" ahh entah lah dia bang, aku belum pernah di kenalkan dengan perempuan mana pun oleh nya ". Papi rey menanggapi pertanyaan Ayah.


Yusuf hanya tersenyum.


" doakan saja yah, semoga segera di persatukan dengan orang yang saya harap kan"


" jangan terlalu tua menikah, nanti kasian sudah berumur tapi anak-anak mu masih kecil suf". Lanjut ayah.


" jangan banyak pilihan suf, kalau udah cocok segera angkut ". Bunda ikut berkomentar.


" iya kak, aku tu sudah sering ngomong sama dia, jangan kan mau cepat nikah pacar aja dia gak punya ". Mami tan juga berkomentar.


Aku hanya tersenyum melihat mereka menggoda yusuf, tapi yusuf tetap lah yusuf yang ku kenal dekat beberapa bulan ini, reaksi nya biasa saja tanpa merasa terganggu dengan omongan ornag-ornag terdekat nya.


" betul bang, jangan banyak pilihan, nanti dapat janda kau bang ". Fariz ikut-ikutan menggoda yusuf sembari melirik ke arah ku.


" fariz... " bunda memukul paha fariz.


" gak papa bunda, afiifah sudah bisa menerima takdir afiifah ". Aku tersenyum pada bunda, aku tau bunda takut aku merasa sedih atau tersinggung.


" hehehe ". Fariz tertawa menatap ku dengan membuat tanda maaf dengan ke dua tangan nya.


" tidak ada yang salah dengan seorang janda kan riz?, kalau memang jodoh harus bagai mana lagi,? Yang penting itu perempuan baik-baik ". Timpal papi rey.

__ADS_1


" jodoh tidak ada yang tau, siapa pun nanti pilihan yusuf, kita pasti akan terima, karena dia pasti wanita yang sangat pantas yang yusuf pilih ". Sambung papi rey.


" kenapa malah jadi ngomongin aku sih? ". Yusuf mulai merasa tidak nyaman.


" pokok nya doakan saja yang terbaik untuk yusuf pi, mi, ayah, bunda, insya allah jika sudah waktu nya, insya allah yusuf akan membawa nya bertemu mami dan papi, yusuf lagi usaha untuk meluluhkan hati nya ".


Mendengar ucapan yusuf membuat semua orang terkejut, tapi aku menganggap itu biasa saja.


Itu wajar menurut ku.


" hati seseorang siapa bang? Abang sudah punya kandidat? ". Anisa yang sedari tadi lebih banyak diam kini ikut bertanya.


" bukan kandidat dek, karena dia cuma satu orang ". Yusuf membenarkan ucapan nisa yang menurut nya kurang tepat.


" mantan sekretaris abang itu yah? Yang bekerja di Cafe?". Anisa tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


" si maya dek? ". Tanya mami tan.


" iya mi, anisa sering liat abang suka berduaan sama si mbak maya itu " jawab nisa.


Pletok...


" ngaco kamu dek ". Lagi-lagi kebiasaan buruk yusif pada nisa kumat.


" atau abang tergoda sama perempuan genit di Cafe yang satu itu?, yang suka godain abang dan sok perhatian sama abang itu ". Cerewet anisa mulai keluar.


" siapa nis yang genit-genit di Cafe? " tanya fariz penasaran.


" itu.. Si morin, kamu besok kalau genit-genit sama karyawan kamu di Cafe, awas ya.. ". Anisa menengok ke arah fariz dan mengancam fariz.


Kami semua pun tertawa mendengar ancaman nisa.


" jadi siapa bang yang sudah meruntuh kan dinding hati abang itu? ". Anisa kembali bertanya.


" doakan saja ya, semoga segera menyusul kau dan fariz ". Sambung yusuf.


" semangat bang, aku pada mu ". Tambah fariz.


" aku juga pada mu bang ". Anisa ikut-ikutan.


" ternyata diam - diam dia sudah mulia bereaksi pi ". Goda mami tan.


" ibu.. Kia boleh bobok di sini gak sama om yusuf? ". Kia yang sedari tadi diam kini angkat bicara, sontak saja pertanyaan nya itu membuat aku yang kembali diam.


Aku merasa tidak enak hati dengan pertanyaan kia, semua orang menatap ke arah aku dan kia.


" ngapain kia mau tidur sama om yusuf? Om yusuf besok ada kerjaan kak, Besok-besok kia kan bisa ketemu om yusuf lagi, kita akan sering bermain sama om yusuf, ibu janji akan sering bawa kakak main ke Cafe kalau ada om yusuf " aku mencoba menenangkan kia.


" aku menerima tawaran kalian untuk membantu yusuf di kantor ". Aku menatap yusuf dan fariz bergantian.


" kakak serius?, alhamdulillah... ". Fariz melirik yusuf yang tersenyum di samping nya.


" iya, tapi kalian tau kan kalau ini bukan lah bidang ku, aku butuh belajar lebih untuk benar-benar bisa membantu, bukan malah menghancurkan usaha kalian nanti nya ".


" ahh tenang saja kak, bang yusuf dengan hati ngajarin kakak nanti, iya kan bang? "


Lagi-lagi yuuaf hanya tersenyum.


" kenapa afiifah harus bantu-bantu yusuf riz?. Tanya mami tan.


" maya mengundurkan diri mam, bahkan sudah dari 2 hari yang lalu, jadi kasian bang satria kewalahan di kantor, untuk sekarang fariz juga sedikit sibuk dengan Cafe yang baru mam, lagian juga bakalan sibuk dengan rencana pernikahan nanti nya ". Jelas fariz.


" ohh gitu ".


" lagian bang yusuf juga udah mulai ngajar lagi mi sekarang, jadi pasti benar-benar sibuk " sambung nisa.


" iya sih, kalau sibuk terus kapan dapat jodoh nya ya kan? ". Sambung mami tan.


Malam semakin larut, aku ayah dan bunda pun ahir nya kembali kerumah, berbeda dengan kia yang semakin merengek minta di izin kan menginap bersama yusuf.


Awal nya mana mungkin aku bisa memberi izin, aku takut yusuf tidak akan bisa mengurus kia, tapi mami tan dan nisa juga bersikeras membiarkan kia di rumah mereka.


Mami tan dan nisa akan membantu yusuf mengurus kia.

__ADS_1


Sampai di rumah aku pun menuju kamar membersihkan kan diri dan segera pergi beristirahat.


__ADS_2