Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa
Episode 26.


__ADS_3

" kehidupan adalah tentang keberanian, keberanian tentang menetapkan pilihan, keberanian menjalani pilihan tersebut dan keberanian menghadapi resiko atas pilihan tersebut"


Tak terasa 1 bulan sudah aku menjalani pekerjaan ku, aku cukup menikmati nya.


Terkadang aku merasa sedang traveling mencicipi makanan yang aku suka setiap hari nya. Hahaha mumpung gratis.


Hal pertama yang aku lakukan untuk Cafe tersebut adalah merubah nama Cafe yang awal nya " Wink Cafe" menjadi "Wink Cafe & Resto", sebenar nya bukan mengganti hanya menambahkan kata Resto nya saja.


Setelah aku bekerja di Wink Cafe & Resto, yusuf dan fariz sangat jarang datang ke sini, kecuali saat ahir bulan, mereka masih membantu ku meng-cek keuangan, karena jujur saja aku masih belum faham soal keuangan.


Awal nya aku sangat takut setelah bekerja aku akan sering bertemu yusuf, tapi alhamdulillah semua tidak seperti dugaan ku.


Dalam 1 bulan ini saja aku hanya bertemu yusuf hanya beberapa kali, yusuf terlalu sibuk dengan kegiatan kampus nya, apalagi sekarang sudah mulai MID semester.


MID adalah singkatan dari military intellegence departement, atau biasa di sebut ujian tengah semester.


Berbeda dengan ku, kia lebih sering bertemu dengan yusuf, bahkan hampir setiap hari sepulang dari kampus atau sebelum berangkat ke kampus yusuf akan selalu menyempatkan diri untuk bertemu kia, meski hanya sebentar.


Mereka bahkan semakin dekat.


Tak terasa pula hari ini adalah hari pernikahan fariz dan nisa.


Nisa tampak meremas kedua tangan nya begitu gelisah saat menunggu ijab qabul selesai.


" tenang lah nis, tarik napas dalam, apa yang membuat kamu begitu gelisah? ".


Aku meng-genggam kedua tangan nisa, ya allah.. Tangan nya terasa sangat dingin.


" entah lah kak, aku ingin ijab ini segera selesai, mungkin nisa terlalu bahagia kak, hehehe ".


" kamu benar-benar sudah yakin kan untuk memilih fariz sebagai pendamping kamu? ". Untuk yang ke tiga kali nya aku bertanya pada nisa, masih sangat jelas dalam ingatan ku bagaimana dulu nisa bercerita takut untuk menikah.


" insyaallah kak, sekarang nisa sudah sangat yakin, bahkan tak henti-tenti nya nisa berucap syukur sudah di beri jodoh yang hampir sempurna untuk nisa, yang seluruh keluarga nya pun mencintai nisa kak ". Nisa tersenyum pada ku dan memeluk ku.


" nis, jangan takut untuk gagal, jangan jadikan perpisahan kakak dan suami kakak dulu momok dalam pernikahan nisa dan fariz, setiap insan punya takdir nya masing-masing, yang paling penting ridho dengan keputusan Allah, yakin lah Allah akan memberikan yang terbaik untuk hidup nisa ".


" terima kasih kak ". Nisa kembali memeluk ku.


" sah sah.. ". Terdengar kata sah sahut menyahut dari luar kamar.


" alhamdulillah nis, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri ". Aku kembali memeluk nisa.


" jangan menangis, masak mbak tukang hias nya nanti ngulang lagi ngias kamu ". Aku mengusap air mata nisa yang menetes.


" sayang.. Ayo kita keluar ". Mami tan dan bunda menjemput nisa.


Aku, bunda, mami tan dan nisa keluar kamar dan mulai melewati satu-persatu tangga sebelum sampai ke tempat ijab di laksanakan.


Semua mata tertuju ke arah kami. Sebenarnya aku sangat tidak percaya diri mendampingi nisa, walaupun di temani bunda dan mami tan juga.


Mami tan pun memberikan tangan nisa pada fariz.


aku sangat bahagia melihat mereka bersama.


Fariz yang menggunakan stelan jaz saat ijab qabul terlihat sangat rapi dan gagah.


Begitu pula dengan anisa, anisa tampak sempurna dengan pakaian bernuangsa putih syar'i nya.


Setelah ijab qabul Mereka menggunakan pakaian adat Jambi, yang merupakan tanah kelahiran yusuf dan nisa.


Fariz memakai baju tradisional dari provinsi Jambi yang di sebut "baju kurung tanggung" , yang mana di lengkapi dengan asisoris kepala terdiri dari penutup kepala atau di sebut lacak, yang di buat dari beledru berwarna merah.


Sedangkan anisa memakai baju adat Jambi


Yang dinamakan "baju kurung tanggung bersulam benang emas" , yaitu kain kurung songket dan selendang berwarna merah, motif nya adalah hiasan melati, pucuk rebung dan kembang tagapo.


Sedangkan penutup kepala pengantin perempuan di nama kan " pesangkon".


Untuk menambah kesan mewah pada pakaian wanita, sebenar nya lebih banyak lagi asisoris nya.


Hanya saja aku pun tidak terlalu memahami secara rinci. Yang pasti anisa terlihat sangat cantik dengan baju adat yang di gunakan nya.


Serangkaian acara ijab qabul dan resepsi pun di lakukan, sesekali aku melihat nisa duduk di kursi pelaminan nya di sela-sela tamu yang hadir memberikan ucapan selamat pada fariz dan nisa. Itu arti nya acara pernikahan mereka sudah hampir selesai, setelah seharian di lakukan.


Aku tersenyum melihat tingkah nisa, aku tau nisa pasti merasa lelah, aku pun pernah merasakan seperti mereka, sampai kaki ku terasa sangat sakit.


Ingatan masa lalu ku dengan mas haikal pun lagi-lagi hadir tanpa di minta. Aku memejam kan mata dan meng-hembuskan napas ku mengusir bayangan mas haikal dari khayalan ku.

__ADS_1


" ibu... ". Kia berjalan ke arah ku, tentu saja bersama yusuf.


" hey, kamu saaaangat cantik ". Aku menghamburkan kia dalam pelukan ku.


Benar ada nya, kia terlihat sangat cantik dengan gamis panjang bernuansa fink di kombinasikan dengan warna biru.


" kak nisa juga sangat cantik ya bu ". Nisa menoleh ke arah ku.


" tentu saja, hari ini kak nisa adalah wanita paling cantik, dan kia wanita paling cantik setelah kak nisa ". Aku mencoel hidup kia.


" terima kasih suf, lagi-lagi kamu sudah merepotkan diri untuk menjaga kia ". Aku melihat yusuf yang tersenyum pada ku dan kia.


" hmmm ". Itu lah respon andalan yusuf.


" kia gak capek nak? ". Tanya ku.


" capek ". Jawab kia singkat.


" kita istirahat di kamar dulu youk, sekalian ibu mau sholat asar dulu ".


Aku ingat kalau belum sholat asar setelah beberapa menit yang lalu azan untuk meng-ingatkan waktu asar sudah tiba.


" om yusuf pun juga belum sholat kan? ". Kia menoleh ke arah yusuf di samping ku.


" kia mau sholat sama om yusuf? ". Tanya yusuf pada kia.


" kia mau sholat sama om yusuf dan ibu ". Jawab kia.


" okei... Kita sholat dulu, sini biar yusuf yang gendong ". Yusuf mengambil kia dari tangan ku.


Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah yusuf dan kia, sekarang aku sudah mulai terbiasa dengan sifat yusuf dan kedekatan nya dengan kia.


Aku sudah mulai menerima yusuf dalam kehidupan kia.


Setelah sampai di mushola kecil rumah keluarga yusuf, kami pun segera melaksanakan sholat asar yang di imami yusuf.


Ini yang ke tiga kali yusuf menjadi imam dalam sholat ku, setelah dulu dia pernah menolak ketika di minta ayah untuk menjadi imam sholat kami.


Selesai sholat kami kembali ke tempat acara berlangsung.


" kalian dari mana? ". Bunda bertanya setelah sadar dengan kedatangan aku dan yusuf, tentu nya juga kia.


Bunda pun berlalu meninggalkan aku dan yusuf.


Aku memperhatian semua orang terlihat sangat bahagia, terutama fariz dan nisa. Senyum mereka tak pernah sirna.


Kedua pasangan yang di mabuk asmara itu tak pernah melepaskan genggam an tangan nya, seolah-olah mereka sudah tidak mampu terpisah sedetik pun.


***


Acara demi acara pun sudah terlewati nya, tak terasa siang pun berganti malam.


Terlihat sinar rembulan begitu terang dengan ditemani gemerlap bintang yang bertaburan.


Aku dan keluarga ku memutuskan untuk menginap di rumah anisa.


Aku melihat mereka dari balkon lantai dua rumah nisa, sembari melihat mereka berkumpul di taman belakang rumah.


terdengar gelak tawa dari mereka semua yang ikut bahagia dengan pernikahan fariz dan nisa.


Sungguh sempurna ke baikan Allah untuk le dua keluarga ini.


" kia sudah tidur? ".


Aku melihat ke arah suara yang membayar kan lamunan ku.


" hmmm ". Jawab ku sambil tersenyum. Yang ternyata yusuf sudah di belakang ku, sudah entah berapa lama dia berdiri di sana.


" apa yang kau lihat? "


Tanya yusuf yang kini berjalan mendekati ku.


" mereka semua ". Aku menunjuk ke bawah dengan dongak an wajah ku.


" apa yang kau fikirkan? ". Tanya yusuf lagi yang kini sudah berada di samping ku.


" bukan memikirkan sesuatu aku hanya begitu bahagia dan bersyukur melihat fariz, ayah bunda yang sangat bahagia ". Jawab ku.

__ADS_1


" kedua orang tua ku juga pasti sangat bahagia". Sambung yusuf.


" mereka akan lebih bahagia jika sudah melihat kamu menikah juga suf ". Aku menoleh ke arah yusuf.


" ayah dan bunda pun akan semakin bahagia ketika kau sudah mampu melepaskan yang sudah pergi dengan ikhlas fah ". Yusuf juga menoleh ke arah ku.


Aku segera mengalihkan pandangan ku dari nya yang tak sengaja bertemu tatap.


" lagi lagi bekerja keras suf, tentu saja aku butuh waktu, bagaimana pun aku hanya manusia biasa, punya rasa sakit dan kecewa ".


" aku pun juga lagi usaha fah, beda nya kau berusaha membuang masa lalu, tapi aku berusaha berjuang untuk hati seseorang ".


" hati yang sebut sudah membuat mu menunggu selama 6 tahun ini? ". Tanya ku.


" iya.. Hati yang dulu pernah aku relakan,hati yang masih sering aku sebut dalam doa ku, berharap dia bahagia, tapi ahir-ahir ini menjadi hati yang kembali aku harapkan menjadi milik ku ". Aku bisa melihat dari pandangan mata yusuf bahwa yusuf benar-benar mencintai wanita itu.


" hmmm boleh aku tau di mana wanita itu? Atau mungkin siapa dia? ". Aku kembali menoleh ke kiri, ke arah yusuf.


" dia dekat tapi masih terasa jauh, siapa dia? Entah lah, aku pun belum mengenal nya terlalu dekat secara pribadi, aku hanya mengenal nya dari orang - orang terdekat nya ".


Lagi-lagi mata kami bertemu pandang.


Yusuf pun tersenyum. Melihat yusuf yang seperti ini rasa nya menjadi aneh, dia terlihat menjadi yusuf yang patah semangat dan tidak percaya diri.


" kalau jodoh pasti akan ada jalan, semoga saja kau segera mendapatkan hati nya suf, tidak perlu terlalu bersedih ".


Kami terdiam sesaat, entah apa yang ada dalam fikiran yusuf.


" kau sungguh mencintaimu nya suf? ". Tanya ku lagi.


" tentu saja fah, aku sangat menyukai nya dan mencintai nya, tapi aku tau itu semua bukan berarti membuat ku harus bersama dengan nya untuk saat ini, aku akan menunggu di waktu yang tepat, di saat dia benar-benar siap, aku tidak ingin memaksa hati nya, ketika nanti dia bisa menerima ku sepenuh hati, kebersamaan kami akan menjadi hadiah yang luar biasa fah " jawab yusuf.


" jangan berhenti untuk terus berharap suf, insya allah kalau jodoh kalian pasti akan bersama ".


" kau betul fah, sambil terus menanti dan berharap, aku akan lebih memperbaiki diri menjadi lebih baik, agar aku lebih bisa memantas kan diri untuk nya ". Jawab yusuf.


" aku akan meyakinkan diri ku fah, aku akan berusaha mencintai nya dalam diam, aku ingin mengetahui apa kah suatu hari nanti rasa cinta ku semakin besar atau malah memudar " aku mendengar cerita yusuf dengan penuh penghayatan dan aku berusaha menjadi pendengar yang baik untuk nya.


" semoga kalian bisa berjodoh suf, kau harus yakin dan harus percaya diri, jangan putus asa apa lagi menyerah, kamu harus semangat " ucap ku pada yusuf.


" hahaha... Aamiin , jangan berusaha membuat ku tegar fah, kamu sendiri butuh kekuatan, jangan pernah takut untuk memulai hal baru, jangan kehilangan keberanian fah ".


Aku merasa malu mendengar ucapan yusuf, yusuf benar, aku sendiri saja butuh kekuatan untuk manata hati ku lagi, bisa-bisa nya aku malah menasihati yusuf.


Kami pun tersenyum dengan pikiran kami masing-masing.


" bang.. Ayo turun ". Anisa berteriak ke arah aku dan yusuf.


" ayo kita turun, setidaknya kita bisa berharap bis melupakan harapan kita sejenak ". Yusuf menghadap ke arah ku.


Aku hanya tersenyum kemudian berjalan meng-ekor di belakang yusuf.


" sudah berapa kali aku bilang fah, jangan suka berjalan di belakang ku, aku tidak suka, aku tidak ingin menjadikan kau sebagai pengawal ku ".


Yusuf berhenti sejenak sampai langkah ku seimbang dengan posisi nya.


" aku ingin menjadi kan kamu teman berjalan di samping ku fah, bukan di depan atau pun di belakang ku ".


" hahaha... "sontak saja aku tertawa mendengar ucapan yusuf.


" kenapa kau tertawa fah? ". Tanya yusuf heran.


" gak papa, terima kasih sudah memilih aku untuk jadi teman berjalan kamu suf, tapi aku tidak minat ". Sambung ku dan aku kembali tertawa.


" kau fikir kau becanda fah? ". Wajah yusuf berubah serius.


" entah lah, aku hanya geli mendengar ucapan mu yang terdengar seperti menggombal itu ". Jawab ku jujur.


" sudah lah.. Ayo buruan, sebelum aku semakin mengantuk ". Ahir nya aku berjalan semakin cepat, sampai membuat yusuf tertinggal di belakang ku.


Ku kembali tersenyum meng-ingat perkataan yusuf tadi.


" apa-apa saja ". Ucap ku lirih pada diri ku sendiri.


" aku serius fah ". Kini posisi yusuf sudah sejajar dengan posisi ku.


Kau lagi-lagi hanya tersenyum mendengar ucapan yusuf.

__ADS_1


" iya iya, aku percaya kau serius, sudah ah.. Aku udah mulai terasa capek, gak minat untk becanda sekarang suf ". Aku dan yusuf pun menghampiri keluaran baru kami.


Sungguh menyenangkan rasa nya bisa bersama orang-orang yang kita cintai.


__ADS_2