
Whana bergegas memeriksa tubuh para bandit dan mengambil tas ruang milik mereka. Sebelum meninggalkan tempat, Whana membakar tubuh para bandit dengan Api Chaos dan musnah menjadi abu.
\*\*\*\*
Di tengah perjalanan ayah Whana dan rombongan bertemu dengan rombongan Mistur Rahngu.
"Adik kedua, bagaimana keadaanmu?" melihat sebagian prajurit keluarga terluka, Wahyu bertanya dengan cemas.
"Kami baik - baik saja. Ada seorang senior yang membantu kami ketika kami dikepung dua ratus kawanan bandit. Jika senior itu tidak datang tepat waktu, mungkin kami sudah ...." Belum selesai Mistur berbicara, Zaleh yang merupakan paman keempat Whana menyela dan berseru. "Senior itu sangat kuat, kak! Hampir semua bandit dibantai kurang dari sepuluh menit."
Wahyu dah zakat saling memandang secara bersamaan.
"Apa kalian tahu siapa senior itu? Mungkin kita bisa berkunjung untuk berterimakasi." Zakat bertanya dengan penuh antisipasi.
"Kami tidak tahu. Senior itu memakai pakaian serba hitam dan wajahnya tertutup. Hanya kedua matanya yang tampak." Mistur menjawab sambil menggelengkan kepalanya.
"Selain itu, senior itu juga memberi kami banyak koin emas untuk dibagikan kepada semua prajurit dan keluarga Rahngu." Zakat menimpali.
Wahyu dan zakat tertegun sejenak dan mengajak mereka untuk segera kembali.
Ketika Whana terbang kembali ke bukit belakang rumahnya, di tengah perjalanan ia berhenti di atas pohon besar.
"Tiga kilo meter dari sini adalah rumah keluarga Dege." Whana mengedarkan persepsi ke arah rumah keluarga Dege. Ia menemukan bahwa ada pergerakan beberapa orang di pintu gerbang keluarga itu. Karena penasaran, Whana bergegas mendekati dengan menyembunyikan nafasnya.
Pada jarak lima ratus meter, whana melihat patriak keluarga Dege sedang berjalan menuju pintu keluar dengan beberapa orang yang tidak dikenalnya.
'Kemana anjing tua ini akan pergi?' gumam Whana di dalam hatinya.
Tidak lama berselang, Whana melihat Baimu Dege juga keluar dengan beberapa penjaga keluarganya. Melihat arah kepergiannya, sepertinya Baimu Dege akan ke Rumah Dagang Jaya. Rumah Dagang Jaya adalah Rumah Dagang terbesar di Kota Ragane yang menyediakan segala kebutuhan bagi para kultivator.
"Sepertinya ini kesempatan untuk menjadi bajak darat," Whana terkekeh dengan sinar matanya yang penuh dengan siasat.
Di rasa Baimu Dege sudah cukup jauh, Whana mendekat ke rumah keluarga Dege. Pada jarak sekitar dua ratus meter, ia langsung mengenakan Topeng Siluman dan menjelma menjadi Baimu Dege.
"Tuan Muda sudah kembali?" tanya seorang penjaga dengan heran.
"Ada yang terlupa untuk kubawa," sahut Whana dengan santai.
Whana langsung masuk ke kediaman dan mengarah ke ruang kerja patriak Dege. Tidak ada yang mencurigainya sedikit pun. Melihat tidak ada yang melihatnya, ia bergegas masuk ke ruangan.
__ADS_1
Di dalam ruang kerja, Whana mengamati dengan teliti dan menemukan serangkaian formasi array di lantai dekat dengan meja kerja.
'Hehehe, array penghalang cap kecoa,' Whana tersenyum mengejek dan langsung membuka array.
Dengan cepat Whana membuka palka di lantai dan melihat tangga menuju ke arah bawah. Ketika dia mencapai lantai bawah, Whana melihat berbagai buku seni beladiri, beberapa tanaman obat dan beberapa senjata tingkat Fana. Yang mengejutkan Whana adalah adanya batu roh tingkat rendah sekitar seribu batu roh.
'Rubah Tua ini pintar juga, sebagian harta masih berada di badannya,' gerutu Whana dengan kesal. Lalu dengan lambaian tangannya, ia menyapu bersih seluruh isi ruang harta itu dan bergegas keluar dengan aman dan kembali dengan segera.
Ketika Whana sampai di belakang bukit, ia tertawa pelan. Ia membayangkan bagaimana tampang rubah tua itu jika mengetahui bahwa sebagian besar harta keluarganya telah lenyap.
Whana duduk diatas batu besar yang dekat dengan pohon rindang. Sambil menyandarkan tubuhnya, ia memeriksa hasil jarahannya.
'Para bandit ini sepertinya sebagian bukan dari kota Ragane. Berfikir di dalam hati karena ia melihat beberapa barang yang tidak berasal dari Kota Ragane. Seperti Pil Pemulihan Bintang Empat, di kota Ragane sangat sulit di temukan Pil Bintang Empat. Bahkan Pil Bintang Tiga termasuk dalam kategori jarang.
'Apa sebagian orang ini berasal dari keluarga Wade yang di sebutkan sebelumnya.' Whana kembali termenung. Tapi kemudian ia tindak ingin di pusingkan dengan hal itu.
Whana langsung mengumpulkan barang - barang dari tas ruang para bandit dan memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan system. "Ada begitu banyak tas ruang. Apa ini bisa dijual? Ah, jual saja."
Kemudian, Whana beralih pada cincin penyimpanan dari salah satu pimpinan bandit yang sebelumnya ia bunuh ketika sudah dalam keadaan sekarat. Betapa terkejutnya Whana ketika melihat isi cincin penyimpanan itu. Ada setumpuk koin emas dan batu roh tingkat rendah. Dua juta koin emas dan lima puluh ribu batu roh. Bagia Whana, ini adalah pertama kalinya ia melihat uang dalam jumlah besar di dunia kultivator.
"System, tukar semua senjata dan buku tehnik dari rampasan." Whana meminta system menukar senjata yang ia dapat dari para bandit dan keluarga Dege.
Whana langsung membuka profile
Nama : Whana
Ras : Manusia
Kultivasi : Transformasi \*6
Poin Pengalaman : 14.000/13.500 (\+)
Kekuatan Tubuh : Naga Kuno (10/30.000)
(\+)
Energi Mental : 12/10.000
Keterampilan Aktif :
- Tinju Bumi (9/10),
__ADS_1
- Pedang Surgawi (2/10),
- Telapak Dewa (1/10).
Keterampilan Pasif :
- Tehnik Pernafasan (3/10),
- Tehnik Mata Dewa (2/10),
- Langkah Angin (5/10),
- Tehnik Pemulihan (1/10).
Pekerjaan : Array Master (1/10)
Elemen : Api Chaos, Angin
Kupon Undian : 0
Ruang Penyimpanan : 10 meter kubik (\+)
- 5 Pedang tingkat Bumi kualitas Tinggi,
- 1 Pasang Belati tingkat Bumi kualitas
Tinggi,
- 3 Baju Pelindung tingkat Bumi kualitas
Tinggi,
- 1 Topeng Siluman tingkat Surgawi,
- 1 Pedang Surgawi tingkat Legendaris,
- 95 Rumput Awan Merah,
- 10 Daun Tumpang Lawang,
- 51 ribu Batu Roh tingkat Rendah ....
Poin System : 3.730 Pts
Versi System : 1.0
"Poin Pengalaman sudah bisa digunakan, tapi bagaimana aku menjelaskan jika orang - orang bertanya?!" Whana merasa bingung harus berbuat apa.
"Ah, terserah! Toh hanya menerobos." Whana segera meninggalkan fikiran yang tidak perlu dan menekan tanda (\+) di belakang poin pengalaman.
\[Ding! Selamat Tuan. Anda telah naik level. Level saat ini berada pada Tahap Transformasi tingkat Ketujuh ...\]
Setelah merasakan peningkatan kekuatan di dalam tubuhnya, Whana juga melihat bahwa Poin Pengalaman yang dibutuhkan untuk naik level semakin tinggi. Sedangkan nilai Poin Pengalaman yang akan di dapat semakin menurun.
Whana mengaktifkan tehnik pernafasan, namun kemudian ia menyadari bahwa kultivasinya hanya bisa disembunyikan lima tingkat. Artinya orang lain dapat melihat kultivasinya pada Tahap Transformasi tingkat Kedua.
__ADS_1