Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 52


__ADS_3

Sampai di ujung lorong, Whana melihat Batu Gudig yang sangat besar dan masih ada peralatan pekerja yang tergeletak di tanah. Tanpa pikir panjang, Whana langsung memindahkan Batu Gudig berukuran super besar di depannya.



Setelah batu besar dipindahkan ke ruang system, menjadikan tanah bekas batu besar tadi tampak kosong dan menjadi lorong yang besar. Dengan Mata Dewa, Whana melihat ujung lorong yang ternyata masih ada Batu Gudig yang cukup besar.



Melangkah ke ujung lorong dan segera memindahkan Batu Gudig di depannya, namun tiba - tiba notifikasi system terdengar di benaknya.



\[Ding! Kapasitas ruang penyimpanan tidak mencukupi. Silahkan tingkatkan.\]



"Tingkatkan ke 2.000 meter kubik!" perintah Whana.



\[Ding! Selamat Tuan. Ruang penyimpanan telah ditingkatkan menjadi 2.000 meter kubik. Sisa Poin System adalah 500.000 Pts.\]



Ketika Batu Gudig besar kedua dipindahkan ke ruang system, muncul ruang besar dari bekas Batu Gudig yanh baru saja dipindahkan. Ada banyak Batu Gudig berbagai ukuran yang berserakan dan menempel di dinding tanah. Tiba - tiba tanah bergetar dan mulai berjatuhan seakan - akan runtuh.



"System, cepat pindahkan semua Batu Gudig dalam ruangan ini!" perintah Whana dengan tergesa - gesa.



Whana kemudian muncul di atas pohon dekat pintu keempat. Ia melihat gunung ketiga bergetar seolah akan meletus dan para penjaga berhamburan dengan panik.



Whana menghilang dan muncul diluar area gunung ketiga dan terbang kembali ke Hutan Kematian.



"Hah, hampir saja." gumamnya pelan dan langsung menuju ruang pohon favoritnya.


 


"Apa yang terjadi? Kenapa gunung ini seperti akan runtuh? Cepat, selamatkan para murid!" seorang penjaga ranah Prajurit Alam terkejut melihat gunung di depannya bergetar hebat.



"Baik, pemimpin." jawab seorang murid yang bergegas ke reruntuhan.



Para pekerja maupun penjaga semuanya berhamburan keluar dari area tambang untuk menyelamatkan diri.


 


Di ruang pohon, Whana memeriksa hasil jarahannya dan membakar mayat ketiga penjaga menjadi abu.



"Ahli miskin." Whana menggelengkan kepalanya setelah memeriksa cincin penyimpanan pada mayat penjaga yang di bakarnya.



"System, analisa batu ini!" sambil memandangi sebongkah kecil Batu Gudig di tangannya.



\[Ding! Batu Gudig: adalah sejenis batu giok yang berasal dari kondensasi logam, air dan energi alam selama ribuan tahun. Batu ini berfungsi untuk membuat senjata, baju pelindung, bangunan dan sebagainya. Bintik hitam pada batu ini mengandung energi spritual seperti batu yang terdapat pada batu roh tingkat rendah dan dapat digunakan untuk berkultivasi.\]



"Harta yang bagus." Whana tersenyum cerah mendengar informasi system.



"Tukar Batu Gudig yang terbesar dengan Poin System." Whana langsung menukarnya dan membeli tungku senjata.



\[Ding! Selamat Tuan. Poin System bertambah 5,5 Milyar Pts. Poin System saat ini adalah 5,5005 Milyar.\]



\[Ding! Pembelian tungku Legendaris berhasil. Poin System dikurangi 5 Milyar. Poin System saat ini 500.500.000 Pts.\]

__ADS_1



Whana mengambil tungku Legendaris yang baru di belinya. Bentuknya tidak istimewa bahkan terkesan kusam dan tidak terawat.



"Saatnya melatih tehnik menempa." Whana langsung memasukkan beberapa pedang dan senjata lain tingkat Fana yang dia peroleh dari para bandit. Dengan menggunakan Api Chaos, ia terus berlatih meningkatkan levelnya hingga menjelang pagi.



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik menempa telah naik level. Level saat ini adalah level 2/10.\]



"Ternyata harus bekerja keras juga." Whana tersenyum puas dari hasil latihannya dan langsung membuka panel profile.



Nama : Whana



Ras : Manusia



Kultivasi : Penyempurnaan Qi \*2



Poin Pengalaman : 319.000/1.000.000 (\+)



Kekuatan Tubuh : Naga Kuno (135/30.000) (\+)



Energi Mental : 134/10.000



Keterampilan Aktif :


- Pedang Surgawi (3/10),


- Telapak Dewa (2/10).



Keterampilan Pasif :


- Tehnik Pernafasan (4/10),


- Tehnik Mata Dewa (4/10),


- Langkah Angin (6/10),


- Tehnik Pemulihan (5/10),


- Tehnik Teleportasi (2/10),


- Tehnik Anti Tekanan (1/10).



Pekerjaan : Array Master (2/10),Penempa (2/10)



Elemen : Api (Chaos), Angin, Kegelapan



Kupon Undian : 1



Ruang Penyimpanan : 2.000 meter kubik (\+) \= \> Pedang Dewa tingkat Legendaris ( \> \> \> buka selengkapnya).



Poin System : 500.500.000 Pts


__ADS_1


Versi System : 2.0



"Setelah kompetisi keluarga, aku harus berkeliling lagi." gumam Whana sambil tersenyum sambil memandangi panel profilenya.


...................


----- KELUARGA DEGE -----



"Keluarga Rahngu ini memang memiliki pelindung. Orang - orang yang kupekerjakan semuanya tidak ada yang kembali. Siapa sebenarnya pelindung ini?" ucap patriak Dege di ruang kerjanya bersama dengan dua panatua keluarga.



"Apa sebaiknya kita memberitahu Tuan Muda Loro Wade?" tanya panatua pertama.



"Jangan! Ini sama saja menunjukkan ketidakmampuan kita menangani masalah. Cari ahli ranah Prajurit dari kota Distrik." perintah patriak Dege.


......................


----- KELUARGA NYLON -----



Suasana keluarga Nylon saat ini penuh dengan kegembiraan. Setiap pembicaraan baik generasi muda maupun tua sedang berencana untuk memiliki sesuatu yang indah dan mewah dengan penuh kesombongan. Patriak Nylon juga selalu tersenyum cerah.



Di ruang aula keluarga, patriak Nylon berdiskusi dengan beberapa orang panatua. Mereka membahas tentang distribusi hasil tambang kepada pihak lain yang merupakan mitra dalam menjaga area tambang.



"Patriak, murid dalam dan inti dari akademi Surgawi ingin bertemu." seorang pelayan melaporkan kepada patriak.



"Oh, suruh masuk!" jawab patriak dengan tersenyum.



Tidak lama kemudian dua orang murid dari akademi Surgawi muncul di ruang aula.



"Tuan Nylon, ada kabar buruk dari area tambang." ucap murid pertama dengan nada sedih.



"Ada apa?" baik patriak Nylon maupun panatua yang hadir juga penasaran.



"Gunung area tambang runtuh. Sebagian pekerja dan dua puluh orang murid akademi Surgawi kami terkubur di area tambang." murid kedua menjawab.



"Apa??? Kenapa bisa runtuh? Apa yang terjadi? Lalu bagaimana dengan Batu Gudig yang telah di tambang?" tentetan pertanyaan langsung muncul dari mulut sang patriak.



"Kami tidak tahu. Yang jelas, selain dua puluh orang murid akademi Surgawi kami yang terkubur, ada lima belas orang lagi yang tewas keracunan. Dugaan kami racun tersebut berasal dari dalam area tambang. Sebaiknya Tuan Nylon sendiri yang menjelaskan hal ini kepada akademi Surgawi." jawab murid pertama.



Setelah dua orang murid akademi Surgawi meninggalkan ruang aula, patriak Nylon langsung terduduk lemas di kursinya. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Belum lagi ada murid yang tewas dalam area tambang miliknya.



"Kita berangkat ke pegunungan Embuh sekarang!" patriak Nylon langsung bangkit dari duduknya dan memberi perintah.


...................


----- KELUARGA RAHNGU -----



Whana keluar dari kamarnya dan menuju ruang aula keluarga untuk bertemu kakeknya. Namun ketika memasuki pintu, Whana sedang melihat kakeknya sedang berdiskusi dengan panatua utama pertama dan kedua yang juga merupakan adik sepupu dari kakeknya. Merasa tidak enak, Whana berbalik.



"Kenapa berbalik? Cucuku, ada yang ingin Kakek diskusikan denganmu!" patriak Rahngu langsung memanggil Whana untuk duduk di meja diskusi.

__ADS_1


__ADS_2