Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 20


__ADS_3

Untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan, Whana mengeluarkan daging dari ruang penyimpanan system dan mulai membuat api unggun.



Tidak lama kemudian, daging yang dipanggang oleh Whana mulai menyebarkan aroma menggoda. Mencium aroma daging, ular piton yang berada di luar gowa berusaha untuk masuk, namun karena lubang gowa yang lebih kecil dari kepalanya, ular piton itu mulai mengamuk dan berusaha menghancurkan reruntuhan. Akibatnya lubang gowa semakin mengecil karena reruntuhan baru.



"Ck, ck, ck, dasar piton bodoh." Whana mentertawakan amukan ular piton itu sambil menikmati daging panggangnya.



Hanya sedikit cahaya yang dapat masuk ke dalam gowa, sehingga gowa terkesan redup. Whana menelusuri gowa lebih dalam.



"Apa ini? Sisik ular?" Whana terkejut ketika menginjak sisik ular di kakinya.



"Sepertinya gowa ini adalah rumah ular piton itu," gumam Whana menebak.



Sepuluh langkah lagi ke dalam goa, Whana mengaktifkan Mata Dewa karena situasi semakin gelap. Whana melihat telaga kecil di ujung gowa. Diameternya sekitar dua setengah meter dengan air yang sangat jernih.



Whana berjalan mendekati telaga itu dan meminta system untuk menganalisa.



\[Ding! Air kehidupan : satu tetes dapat meningkatkan kehidupan mahkluk hidup sebanyak dua puluh persen. Jika Tuan berendam di dalamnya, maka vitalitas kehidupan tubuh Tuan akan meningkat secara drastis. Semakin lama berendam, hasilnya akan semakin baik.\]



"Apakah setelah aku berendam, air ini masih bisa digunakan, system?" tanya Whana penasaran.



\[Ding! Tentu saja, Tuan.\]



Mendengar jawaban system, Whana langsung membuka pakaiannya dan masuk ke dalam telaga. Ia membaringkan tubuhnya di dalam air telaga dan merasakan sensasi menyegarkan memasuki tubuhnya. Sambil berendam, Whana menjalankan tehnik kultivasi sesuai dengan ingatan pemilik tubuh sebelumnya.



KELUARGA RAHNGU



"Ayah, apakah pertandingan keluarga jadi di laksanakan dua bulan lagi?" tanya Mori Rahngu kepada Mistur.



"Jadi, berlatihlah dengan giat dan tingkatkan kultivasimu!" sahut dan pinta Mistur.



"Ayah tidak perlu khawatir! Mungkin sebulan lagi aku akan berada pada Tahap Transformasi tingkat Kelima dan aku akan menjadi generasi terkuat di keluarga Rahngu," kata Mori dengan senyum bangga.



"Ingat! Pertandingan antar keluarga hanyalah untuk sparing. Tidak untuk melukai satu sama lainnya. Terutama dengan Whana yang telah banyak membantu Ayah," ujar Mistur menasehati putranya.



\*\*\*



Satu minggu kemudian ...



KELUARGA DEGE


__ADS_1


"Selamat datang, Patriak," sambut penjaga gerbang dengan hormat.



Patriak Dege hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah sampai di aula utama, patriak mengumpulkan para tetua keluarga.



"Aku membawa kabar baik untuk membawa keluarga Dege kita. Keluarga Wade akan menjadikan kita mitra dalam penyelidikan bahan baku kapas dan biji besi untuk Kerajaan. Selain itu, keluarga Wade akan memberikan dukungan sumber daya setiap bulannya untuk meningkatkan kekuatan keluarga kita," ujar patriak Dege kepada para tetua yang hadir.



"Hanya saja kita harus memenuhi persyaratan yang mereka ajukan, yaitu setelah pendaftaran akademi Seribu Langit selesai, kita harus sudah menguasai perkebunan kapas di Kota Ragane," lanjut patriak Dege.



"Baiklah, sekarang dengarkan rencanaku adalah ...." Patriak Dege kemudian menjelaskan semua rencanya kepada para tetua dan membagi tugas mereka masing - masing.



Dua jam kemudian, pertemuan selesai dan para tetua membubarkan diri.



\*



"Kurang ajaaar ...!!! Siapa yang mencuri hartaku ...!!!" patriak Dege berteriak keras sehingga seluruh orang dilingkungan keluarga Dege mendengarnya.



Para tetua kembali berkumpul di ruang aula utama dan melihat wajah patriak menghitam karena marah.



"Siapa yang masuk ke ruang kerjaku? Siapaaaaa?" pekik patriak Dege kepada para tetua yang hadir.



Semua tetua hanya menggelengkan kepalanya. Patriak Dege langsung terduduk dan berucap dengan menggeram. "Siapa yang memiliki keberanian memprovokasi keluarga Dege saya? Seluruh ruang harta habis. Tidak satu pun yang tersisa."




"Hanya keluarga Nylon yang memiliki keberanian untuk melakukannya. Tapi apakah mungkin?" gumam patriak Dege pelan sambil mengerutkan kening.



"Lagi pula, bisnis keluarga Nylon jauh berbeda dengan kita. Jika ini dilakukan keluarga Rahngu masih ada kemungkinan. Tapi melihat kekuatan keluarga Rahngu yang jauh dari kekuatan keluarga kita, tidak mungkin keluarga Rahngu berani melakukannya," lanjut patriak Dege atas analisanya.



"Patriak, seminggu yang lalu, para Ahli yang kita sewa untuk merampok rombongan Mistur gagal total. Menurut berita dari orang yang berhasil melarikan diri mereka diserang oleh seorang Ahli yang sangat tangguh dan hampir seluruh Pembunuh Bayaran tewas ditangan Ahli itu." kali ini ayah Baimu angkat bicara.



"Apa? Apakah keluarga Rahngu mempekerjakan seorang Ahli?" tanya patriak Dege dengan heran.



"Kami belum tahu, Patriak. Mengingat daya tempur Ahli yang membantai Pembunuh Bayaran yang kita sewa, sepertinya dia tidak berasal dari Ragane," jawab ayah Baimu.



"Awasi kediaman keluarga Rahngu! Jika pencurian ini memang dilakukan oleh keluarga Rahngu, maka kita akan menyerang keluarga Rahngu dan mengambil seluruh asetnya," perintah patriak Dege kepada para tetua keluarga.



\*\*\*



Sebulan kemudian ....



KELUARGA RAHNGU

__ADS_1



"Keluarga Dege disusupi pencuri?" patriak Rahngu terkejut ketika mendengar berita dari Wahyu.



"Iya, Ayah. Tadi aku mendengar dari para pengunjung di Rumah Dagang Jaya. Mereka mengatakan tiga minggu yang lalu ruang harta keluarga Dege dikuras habis oleh pencuri," pungkas Wahyu.



"Hahaha ... Sungguh para dewa telah membantu keluarga Rahngu kita. Betapa besar kerugian yang di tanggung keluarga Dege," ucap patriak Rahngu dengan tertawa terbahak - bahak.



"Sebulan lagi kita akan mengadakan pertandingan keluarga untuk melihat peningkatan generasi muda keluarga Rahngu kita. Persiapkan dengan baik!" pinta patriak Rahngu.



"Baik, Ayah," jawab Wahyu dan langsung meninggalkan ruang kerja patriak.



\*\*\*



HUTAN KEMATIAN



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Pemulihan telah naik level. Level saat ini adalah level 3/10.\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Pemulihan telah naik level. Level saat ini adalah level 4/10.\]



Mendengar notifikasi system, Whana membuka matanya dari proses kultivasi.



"Berkultivasi ternyata sangat lama dan membosankan. Pantas saja orang - orang yang berkultivasi hingga memakan waktu berbulan - bulan bahkan bertahun - tahun," gumam Whana.



Beranjak dari telaga, Whana bertanya kepada system. "Sudah berapa lama aku berkultivasi, system?"



\[Ding! Dua puluh sembilan hari, Tuan.\]



"Uuuhh, satu bulan?" Whana tercengang. Ia merasa hanya dua atau tiga hari, namun tidak menyangka telah mencapai satu bulan.



"System, bisakah air kehidupan ini disimpan di ruang penyimpanan system?" tanya Whana penuh harap.



\[Ding! Bisa, Tuan. Namun kapasitas ruang penyimpanan harus diperbaharui menjadi seratus meter kubik.\]



"Oh, oke. Jadikan seratus meter kubik!" pinta Whana dengan santai.



\[Ding! Selamat, Tuan. Ruang Penyimpanan System telah diperbaharui menjadi seratus meter kubik dan Poin System dikurangi 2.000 Pts. Poin System yang tersisa adalah 1.730 Pts.\]



"Apa?? 2.000 Pts?" Whana terkejut dan matanya menonjol hampir keluar dari rongganya. Ia tidak menyangka bahwa diperlukan dua ribu Poin System untuk meningkatkan ruang penyimpanan system.



Satu Poin System sama dengan seribu koin emas, jika dua ribu Poin System berarti itu adalah dua juta koin emas. Whana menghela nafas tapi ini tidak sebanding dengan Air Kehidupan yang diperolehnya.

__ADS_1


__ADS_2