Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 33


__ADS_3

Selang beberapa tarikan nafas, salah satu monster menuju tubuh monster yang berada di dekat lubang pohon. Whana langsung bersiaga.



Slash



Celepuk



Cling



Dengan tebasan Pedang Dewa, Whana langsung memenggal kepala monster yang terakhir. Tanpa ingin menunda lebih lama, Whana bergegas mengambil kepala monster dan masuk kembali ke dalam pohon. Ia takut ada monster lain yang terpancing dengan aroma darah monster yang di penggalnya barusan.



Segera Whana mengambil inti monster dan membakar lima kepala monster yang sudah terkoyak.



"System, pelajari Tehnik Anti Tekanan!" pinta Whana dengan suara lirih.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah mempelajari Tehnik Anti Tekanan. Level saat ini adalah 0/10. Mampu menahan tekanan aura penindasan dari sepuluh tingkat lebih tinggi.\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Pernafasan telah naik level. Level saat ini adalah 4/10. Mampu menyembunyikan kultivasi dan keberadaan dari Tahap Kaisar Alam tingkat Enam ke bawah.\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Pedang Dewa telah naik level. Level saat ini adalah 3/10. Dapat menghasilkan serangan jarak jauh tiga tebasan cahaya pedang dan mengunci sasaran pada jarak maksimal lima ratus meter dari cahaya tebasan pedang.\]



Mendengar notifikasi system di benaknya, Whana melongo sesaat. Tapi di saat berikutnya, ia berseru. Melompat - lompat seperti anak kecil karena kegirangan.



"Ini luar biasa! Sangat luar biasa!"



PINGGIRAN HUTAN KEMATIAN



KELOMPOK KELUARGA NYLON



"Kalian berempat, ikuti perintah pengawal ayahku. Aku harus kembali dulu untuk pertemuan keluarga," perintah Hamid Nylon kepada empat pengawal pribadinya.



"Baik, Tuan Muda." Mereka berempat menjawab serempak.



'Dasar bocah sialan! Sudah petang begini masih juga belum tampak batang hidungnya,' gerutu kesal Hamid Nylon di tumpahkan dalam fikirannya.



\*\*\*



KELOMPOK KELUARGA DEGE


__ADS_1


"Kalian tetap berjaga disini sampai bocah itu muncul dari persembunyiannya! Aku harus kembali dulu," perintah Baimu Dege kepada para pengawalnya.



'Dasar bocah sialan! Sudah gelap gini masih juga belum muncul, dimana dia bersembunyi.' Baimu Dege berkata dengan marah di dalam hatinya.



\*\*\*



AREA DALAM HUTAN KEMATIAN



Whana sedang mencoba memperkirakan jarak untuk menggunakan dan meningkatkan Tehnik Teleportasi.



Roooaaarrr



Roooaaarrr



Terdengar raungan harimau sangat keras dalam jarak yang sangat dekat.



Penasaran, Whana melihat keluar dari lubang pohon. Betapa terkejutnya Whana ketika melihat dua monster yang saling berhadapan dalam posisi siap bertarung. Sepertinya kedua monster itu sedang memperebutkan lima bangkai monster besar yang telah dipenggal kepalanya oleh Whana.



Kedua monster itu kemungkinan sejenis, bertubuh besar dengan ukuran yang sama, tetapi jelas berbeda. Yang satu seperti harimau hitam, namun ada dua tanduk di kepalanya yang mirip dengan tanduk kambing. Sedangkan lawannya berwarna hitam dengan belang putih dan satu tanduk di kepalanya yang mirip dengan cula badak.




Melihat kembali ke arah kedua monster yang sudah siap bertarung, bibir Whana melengkung sedikit ke atas. Menunjukkan senyum licik yang penuh dengan siasat.



'Keduanya Monster level 11 \*7? Itu setara dengan Penyempurnaan Roh tingkat Ketujuh. Biarkan mereka bertarung, keduanya pasti kelelahan. Jika salah satu sudah diambang kematian, giliranku menebas keduanya. Kalian adalah Poin Pengalamanku,' ucap Whana dalam pikirannya.



Merasa kedua Monster bukan lawannya, Whana tetap berdiri diam untuk menonton pertunjukan bagus.



"System tukarkan dua puluh ribu Batu Roh menjadi Poin System dan tingkatkan kapasitas ruang penyimpanan menjadi seribu meter kubik." Whana merasa ruang penyimpanan systemnya akan penuh sesak jika nantinya harus menyimpan banyak buruan dengan ukuran sebesar kedua monster yang sedang bertarung di depannya.



\[Ding! Penukaran berhasil. 20.000 Pts telah ditambahkan dan saat ini Poin System yang tersedia adalah 20.030 Pts.\]



\[Ding! Peningkatan kapasitas ruang penyimpanan ditingkatkan menjadi seribu meter kubik. Poin System dikurangi 20.000 Pts dan Poin System yang tersedia adalah 30 Pts.\]



"Eh? Dua? Dua? Dua puluh ribu?? System kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Whana dengan terkejut dan marah.



\[Ding! Tuan tidak bertanya.\]



Mendengar jawaban system yang konyol namun masuk akal, Whana serasa ingin membenturkan kepalanya. Ia melompat - lompat karena kesal.

__ADS_1



Puas melampiaskan kekesalannya, Whana menarik nafas dalam - dalam mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mengalihkan pandangannya, kembali mengamati pertarungan kedua monster.



"Ah, patut dicoba." muncul sebuah ide di kepalanya. Whana mengalirkan energi mental di tangan kanannya, membentuk sebuah benda yang tidak asing baginya. Yap! Whana membentuk senapan AK47 dari energi mental. Hanya saja warnanya transparan.



Karena merasa berhasil, ia mengarahkan senjatanya ke salah satu monster dan menembakkan peluru yang juga terbentuk dari energi mental.



Plut



Bidikannya mengenai sasaran dengan akurat, namun monster yang di tembak tidak terpengaruh sama sekali. Bahkan tidak ada bekas atau lubang yang masuk ke tubuhnya.



"Ada apa dengan suara senapan ini? Ini lebih mirip dengan suara kentut." Whana terdiam sejenak sambil memandangi senapan AK47 transparan di tangannya.



Kemudian memandang ke arah monster yang sedang bertarung di luar pohon dan bergumam penuh tanya. "Energi Mentalku tidak mampu melukainya. Sekuat itu kah? System, bisa kau jelaskan tentang yang terjadi!"



\[Ding! Bisa Tuan. Saat ini energi mental yang Tuan miliki masih terlalu rendah. Sehingga kemampuan maksimal dalam manivestasi energi mental masih terbatas dalam bentuk senjata tajam dan perisai saja. Selengkapnya, Tuan dapat melihat deskripsi pada level energi mental.\]



"Pantas saja bunyinya mirip kentut," ucap Whana seraya mendesah.



Whana tidak berkecil hati, ia mengubah energi mentalnya menjadi bentuk sabit yang tajam di kedua sisi dan tanpa gagang.



Menatap kembali pada pertarungan kedua monster, tampak monster satu tanduk mulai kelelahan.



Mengambil kesempatan ini, Whana melempar sabit energi mentalnya ke kaki monster yang bertanduk dua. Namun, saat sabit transparan melesat, monster bertanduk dua itu juga dalam posisi telah melompat.



Serangan sabit Whana tidak mengenai sasaran yang dikendakinya, tapi malah memotonh ekornya. Seketika monster tanduk dua itu terjatuh, bangkit dengan terhuyung - huyung seoalah telah kehilangan keseimbangan.



Melihat apa yang terjadi di depannya, Whana langsung mengerti bahwa bagian ekor adalah kelemahannya.



Belum sempat monster bertanduk satu akan menyerang lawannya yang sedang terhuyung mundur, monster itu juga merasakan bahwa dunia yang dilihatnya sedikit berputar. Whana telah memotong ekornya dengan sabit energi mental.



Mengeluarkan Pedang Dewa dan mengalirkan perpaduan dua energi, Whana langsung berteleportasi menuju kedua monster dan memenggalnya dengan cepat. Tanpa fikir panjang, ia langsung memasukkan keduanya ke ruang penyimpanan system dan membakar kelima monster kecoa menjadi abu yang mana telah di penggalnya sebelumnya.



Cling



Kembali ke dalam ruang pohon, Whana mengambil dua inti monster berwarna jingga.



\[Ding! Selamat Tuan. Kultivasi telah naik level ke Tahap Transformasi tingkat Kesembilan.\]

__ADS_1


__ADS_2