
Whana merasakan jiwanya menjadi lebih kokok dari sebelumnya. Fikirannya terasa lebih jernih, lebih tenang dan lebih nyaman. Tersenyum untuk sesaat setelah membuka matanya secara perlahan.
Whana kemudian menukarkan sepuluh ribu batu roh dengan Poin System. Ia berencana untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.
\[Ding! Selamat Tuan. Penukaran berhasil dan Poin System bertambah 10.000 Pts. Poin saat ini adalah : 10.930 Pts.\]
Whana kemudian menekan tombol (\+) di belakang icon Tubuh Naga Kuno beberapa kali pada pamel system.
\[Ding! Selamat Tuan. Tubuh Naga Kuno telah meningkat dua puluh level. Level saat ini adalah 30/30.000 ....\]
Setelah merasakan perubahan ditubuhnya menjadi lebih kuat, Whana melihat Poin Systemnya tersisa 630 Pts. Ia tersenyum pahit bahwa Poin Systemnya lenyap dalam sekejap.
"System, tukar 600 Pts dengan Kupon Undian dan langsung undi semuanya!" Pinta Whana selanjutnya.
\[Ding! Penukaran 600 Pts dengan enam Kupon Undian berhasil. Poin System saat ini: 30 Pts.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda mendapat Tehnik Teleportasi.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]
\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]
"Yes! Yes! Yes! Meski hanya satu tapi Tehnik ini yang paling kusukai. System, pelajari Tehnik Teleportasi!" Whana sangat gembira dan segera meminta system untuk mengintegrasikan pengetahuan dari Tehnik Teleportasi.
\[Ding! Tehnik Teleportasi berhasil dipelajari. Level saat ini adalah: 0/10,\]
Aliran pengetahuan dan kemampuan teleportasi segera masuk ke dalam fikiran Whana. Segera whana membuka panel profile.
Nama : Whana
Ras : Manusia
Kultivasi : Transformasi \*8
Poin Pengalaman : 70.000/10.000 (\+)
Kekuatan Tubuh : Naga Kuno (30/30.000)
(+)
Energi Mental : 33/10.000
Keterampilan Aktif :
- Tinju Bumi (9/10),
- Pedang Surgawi (3/10),
- Telapak Dewa (2/10).
Keterampilan Pasif :
- Tehnik Pernafasan (3/10),
- Tehnik Mata Dewa (2/10),
__ADS_1
- Langkah Angin (6/10),
- Tehnik Pemulihan (5/10),
- Tehnik Teleportasi (0/10).
Pekerjaan : Array Master (1/10)
Elemen : Api (Chaos), Angin, Kegelapan
Kupon Undian : 0
Ruang Penyimpanan : 100 meter kubik (\+)
- 5 Pedang tingkat Bumi kualitas Tinggi,
- 1 Pasang Belati tingkat Bumi kualitas
Tinggi,
- 3 Baju Pelindung tingkat Bumi kualitas
Tinggi,
- 1 Topeng Siluman tingkat Surgawi,
- 1 Pedang Surgawi tingkat Legendaris,
- 65 Rumput Awan Merah,
- 5 Daun Tumpang Lawang,
- 40,88 ribu Batu Roh tingkat Rendah ....
Poin System : 30 Pts
Versi System : 1.0
Melihat profilenya, Whana mulai memeriksa deskripsi yang belum sempat ia periksa.
Tehnik Teleportasi Level 0 : Tehnik jaman kuno yang telah menghilang sejak ratusan juta tahun yang lalu. Mengaktifkan tehnik ini dapat berpindah tempat secara instan sejauh lima ratus meter. Tehnik ini pada dasarnya tehnik yang saling melengkapi dengan Tehnik Langkah Angin. Semakin tinggi Tehnik Langkah Angin maka semakin jauh jarak jangkauan teleportasi. Satu level pada Tehnik Langkah Angin mewakili per sepuluh kilo meter ketika Tehnik Teleportasi diaktifkan. Perlu di catat bahwa Tehnik Teleportasi saat ini dapat dilakukan pada tempat sesuai jarak pandang dan jarak tempuh atau tempat yang pernah dikunjungi dan hanya bisa membawa dua mahluk hidup.
"Artinya, sekarang aku dapat menempuh jarak delapan ratus meter dengan teleportasi. Lumayan." Whana sangat senang mendapat tehnik ini.
Untuk menguji tehnik yang baru diperolehnya, Whana langsung mencoba di dalam ruang pohon.
Cling
Whana berpindah tempat secara instan pada jarak sepuluh meter dari tempatnya semula.
"Hahaha ... Ini seru! Mantab!" Whana tertawa dengan gembira.
Kemudian ia mencoba untuk berteleportasi ke luar pohon.
Cling
Ketika Whana muncul di luar pohon, seekor Monster besar seukuran tank tentara sedang berdiri tepat di depannya, menatapnya dengan sorot mata aneh sekaligus tajam.
'Sial!' Kutuk Whana dalam hati.
Cling
Whana kembali kedalam pohon.
"Huh, huh, huh, Monster apa itu tadi? Aku tidak bisa merasakan kekuatannya," sambil mengelus dada ia terduduk di pantatnya.
__ADS_1
Melalui lubang pohon yang telah ditutupi formasi array ilusi, Whana melihat Monster itu dengan jelas dan masih berdiri di tempatnya sambil sesekali menoleh ke kiri dan ke kanan. Seolah bingung dengan apa yang baru saja muncul di depannya.
"Kecoa?? Kecoa apa yang bisa sebesar tank?" gumam Whana dengan takjub dan benar - benar terkejut.
\[Ding! Monster coro level 10 \*1, tehnik bakat: Anti tekanan, kelemahan: jiwa yang lemah.\]
Melihat hasil analisa, Whana menyeringai. Ia kemudian mengeluarkan Pedang Dewa dari udara tipis. Menyalurkan perpaduan energi alam dan energi mental ke dalam bilah pedang.
Cling
Muncul di dekat Monster Coro, Whana langsung melompat dan menebas leher monster itu seketika.
Slash
Celepuk
\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Monster Coro level 10 \*1 mendapatkan Poin Pengalaman ....\]
\[Ding! Selamat Tuan. Tuan mendapatkan Tehnik bawaan Anti Tekanan. Apakah Tuan akan mempelajarinya?\]
Kepala monster besar itu jatuh ke tanah. Whana berjalan mendekati kepala monster yang baru saja di penggalnya dan akan segera berbalik menuju tubuh monster.
Namun, Whana harus mengurungkan niatnya karena empat monster yang sama dengan ukuran yang lebih besar sedang menatapnya dengan marah.
Cling
Whana kembali ke dalam pohon.
"Gila! Apakah itu induk monster ini? Kenapa ukurannya lebih besar dari pada sebuah tank tempur?" Whana berseru takjub lebih terkejut dari sebelumnya.
Whana kemudian mengambil inti monster berwarna jingga dari kepala Monster Coro. Kemudian melihat kembali melalui lubang pohon untuk mengetahui posisi terbaru dari empat monster yang menatapnya tadi.
Dua monster ada di depan lubang pohon, sedangkan dua lainnya mondar - mandir yang sepertinya sedang marah.
"Hehehe ...," Whana terkekeh melihat kepala salah satu monster tepat berada di depan lubang pohon.
Agar serangannya tidak terlihat, segera Whana membuat bilah pedang dari energi mental dan menebas leher si monster besar di depannya.
Celepuk
Suara notifikasi system langsung menyambut jatuhnya kepala monster yang terpisah dari badannya.
Melihat temannya yang terpenggal tanpa sebab, monster di sebelah langsung menuju tubuh temannya yang sudah tergeletak menjadi mayat.
Slash
Celepuk
Lagi, kepala monster ketiga terpenggal. Dua monster yang tersisa langsung mengamuk ke segala arah. Membenturkan badannya ke pohon, melompat, berteriak, seolah frustasi akan kejadian yang dialami kaumnya.
Melihat ini, Whana tertawa geli. Ia menunggu kelengahan dua monster yang tersisa.
Selang beberapa tarikan nafas, salah satu monster menuju tubuh monster yang berada di dekat lubang pohon. Whana langsung bersiaga.
__ADS_1