Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 28


__ADS_3

Mendengar ini, baik Dayu maupun lelaki tua yang berada di sebelahnya berseru serempak. "Racun Perusak!"



"Kenapa dia bisa terkena Racun Perusak? Lanjutkan!" Perintah Dayu kepada bawahannya.



"Penyakit yang diderita pemuda ini tepat setelah diundang makan bersama Baimu Dege dari keluarga Dege. Sekitar dua bulan lalu, pemuda ini pergi ke Hutan Kematian mencari tanaman obat untuk ayahnya yang mengalami cedera."



"Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, diberitahukan bahwa pemuda ini sempat diterkam binatang buas. Namun ada beberapa orang tertentu yang menyebutkan bahwa pemuda ini telah dianiaya oleh Baimu Dege dan kelompoknya, dan dilemparkan ke jurang yang merupakan batas terlarang bagi yang berada di bawah Tahap Raja Alam. Karena di area dalam Hutan Kematian mayoritas di huni oleh monster yang setara Tahap Raja Alam ke atas."



"Diketahui bahwa saat itu kultivasi pemuda ini sudah menurun drastis ke tingkat Kedelapan Tahap Kelahiran. Sedangkan dari kelompok Baimu Dege yang paling rendah adalah tingkat Kelima Tahap Transformasi dan yang tertinggi berada Tahap Penyempurnaan Qi tingkat Keempat."



"Tunggu! Artinya dua bulan yang lalu bocah ini berada Tahap Kelahiran tingkat Kedelapan dan sekarang berada di Tahap Transformasi tingkat Ketujuh. Luar biasa! Sangat luar biasa!" seru lelaki tua itu dengan takjub.



"Sekali pun dia jenius yang luar biasa, bagaimana mungkin ia bisa menerobos sebanyak itu. Ini bukan jenius, tapi monster." Dayu berkata dengan kagum.



"Apa? Transformasi tingkat Ketujuh? Bukankan pemuda ini berada di tingkat Kedua. Jendral?" tanya sang bawahan dengan bingung dan terkejut.



"Hahaha ... Kau tertipu olehnya. Dia menyembunyikan kultivasi yang sesungguhnya. Jika aku berada di bawah Kaisar Alam, mungkin aku juga akan tertipu oleh bocah itu. Sungguh luar biasa," sahut lelaki tua itu dengan tertawa. Tampak senyum cerah di wajahnya.



Bawahan itu tertegun agak lama begitu mendengar jawaban lelaki tua itu yang juga seorang Jendral Kerajaan.



"Sekarang kamu mengerti,kan? Kenapa aku memintamu untuk menyelidikinya? Pemuda ini istinewa," ujar Dayu kepada bawahannya dengan mata berbinar penuh kekaguman.



"Apakah Tuan Putri akan bersaing dengan bocah perempuan yang bernama Mila itu?" goda sang Jendral kepada Dayu dengan senyum main - main.



"Guru! Apa yang Guru bicarakan! Ayo lanjutkan!" Dayu berteriak ketus pada sang Jendral, tapi ada rona merah di pipinya dan menunjuk ke arah bawahannya untuk melanjutkan informasi yang ia peroleh tentang Whana.



Sang bawahan kembali melaporkan hasil penyelidikannya. "Dalam beberapa hari ini kami menemukan ada beberapa orang yang mengawasi kediaman keluarga Rahngu. Kami belum tahu motifnya."



"Yang kami ketahui orang - orang ini adalah suruhan dari keluarga Dege. Dan hari ini Tuan Muda keluarga Nylon berselisih dengan pemuda ini yang menyebabkan dua bawahannya terluka parah," lanjut sang bawahan atas laporannya.



Dayu seketika memberi perintah. "Perintahkan lima orangmu untuk menjaga keluarga Rahngu pada jarak aman! Jika ada hal yang membahayakan bagi keluarga Rahngu, kalian dapat mengambil tindakan bahkan membunuh."



"Kemudian, kerahkan lima orangmu lagi untuk menjaga Tuan Muda Rahngu pada jarak persepsi tahap kultivasinya. Dan tetap kumpulkan informasi tentang keluarga Dege. Aku mencurigai keluarga Dege yang meracuni pemuda ini." Setelah memberi perintah, Dayu mengintruksikan bawahannya untuk segera bertindak.


__ADS_1


"Guru. Racun Perusak itu bukankah racun yang sama yang menimpa anak Jendral Paing?" tanya Dayu keheranan.



"Ya, kamu benar. Berdasarkan penyelidikan, racun ini berasal dari seorang tetua dari akademi Seribu Langit. Tapi yang mengherankan, bocah ini terbebas dari racun yang mematikan itu. Keberuntungan apa yang diperolehnya?" ujar sang Jendral penuh tanya dari sorot matanya.



"Jadi, apakah kekuarga Dege ada hubungannya dengan akademi Seribu Langit? Tanya Dayu penasaran.



"Mungkin saja. Kita tunggu hasil penyelidikan telik sandi kita." Kemudian sang Jendral berkata lagi. "Bocah ini memiliki hati yang baik. Nah, untuk memikatnya kita harus sering berkunjung ke Rumah Asuh. Bagaimana?"



\*\*\*



KELUARGA NYLON



"Kenapa dengan pengawalmu?" tanya seorang parah baya yang tidak lain adalah ayah dari Hamid Nylon.



"Gara - gara Bocah sialan itu, aku di permalukan olehnya," kata Hamid sambil mengepalkan tangannya.



"Bocah?" tanya ayah Hamid agak bingung dengan jawaban putranya.



"Bocah dari keluarga Rahngu. Selalu saja ikut campur dalam urusanku. Bahkan semua koin emasku di rampok habis. Sekarang dia sedang berburu di Hutan Kematian," jelas Hamid dengan marah. Ada kebencian dalam sorot matanya.




"Benarkah? Terima kasih, Ayah." Hamid langsung bersemangat. Ia sudah membayangkan bagaimana Whana akan berlutut sambil menangis memohon belas kasihan kepadanya.



Segera Hamid berangkat ke Hutan Kematian bersama enam orang pengawal. Keenam pengawal ini berada pada Tahap Transformasi tingkat Kesembilan dan satu orang di Tahap Penyempurnaan Qi tingkat Kedua.



\*\*\*\*\*



KELUARGA DEGE



"Tuan Muda, Whana sedang berburu di Hutan Kematian," lapor seorang mata - mata kepada Baimu Dege.



"Kumpulkan pengawal yang telah dipilih! Kita berangkat sekarang!" perintah Baimu Dege ketika mendengar laporan bawahannya.



\*\*\*

__ADS_1



HUTAN KEMATIAN



Pada saat ini, Whana telah sampai di dasar jurang. Dengan santai ia melangkahkan kakinya mengikuti alur sungai yang mengalir di sepanjang dasar jurang itu.



"Jurang ini seperti tidak pernah tersentuh manusia," gumam Whana melihat tebing jurang yang tinggi.



Whana berjalan lagi sejauh dua ratus meter dan seketika berhenti, lalu berjongkok. Ia merasakan ada monster yang lumayan besar berada tidak jauh di posisinya.



Mendekat secara perlahan, Whana terkejut melihat ular piton besar berwarna hijau.



"System, analisa!"



\[Ding! Monster \*7 (setara Tahan Transformasi tingkat 8), energi jiwa : 1, daging ular piton hijau dapat meningkatkan energi dan kekuatan jiwa sebanyak 0,5%.....\]



Ular piton hijau mendesis dan merayap menuju ke arah Whana.



'Telapak Dewa!'



Whana melompat dan langsung melepaskan pukulan ke arah kepala ular Piton Hijau.



Bam



Suara ledakan dari telapak tangan Whana menyebabkan ular Piton Hijau terlempar sejauh seratus meter lebih. Namun alangkah terkejutnya Whana, ular Piton Hijau segera bangkit kembali meskipun kepalanya sedikit penyok akibat terkena serangan telapak tangan Whana.



Dengan cepat Whana melesat ke arah ular Piton Hijau secara zigzag dan melepaskan serangan Telapak Dewa lagi.



Bam



Bam



Dua ledakan menghancurkan setengah dari tubuh ular Piton Hijau, terpental menabrak dinding jurang. Terdengar bunyi notifikasi system di benak Whana di saat berikutnya.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Monster \*7, Poin Pengalaman bertambah 85 dan Energi Mental bertambah 1....\]

__ADS_1



Setelah memisahkan hal yang berharga dari tubuh ular Piton Hijau. Whana menyimpan tubuh ular itu di ruang penyimpanan system. Whana terus berjalan menyusuri jurang dan telah membunuh puluhan Monster tingkat Ketujuh hingga tingkat Kedelapan.


__ADS_2