Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 34


__ADS_3

Kembali ke dalam ruang pohon, Whana mengambil dua inti monster berwarna jingga.



\[Ding! Selamat Tuan. Kultivasi telah naik level ke Tahap Transformasi tingkat Kesembilan.\]



Aliran energi yang dirasakan tadi sore segera muncul kembali. Namun Whana merasakan energi yang lebih kuat memenuhi sekujur tubuhnya.



Whana mencabut kembali perintah otomatis peningkatan kultivasi pada keadaan semula. Kemudian membuat tanda jiwa dari energi mental di ruangan pohon, dengan tujuan ia dapat kembali secepat mungkin pada jarak yang ditentukan.



'Tidak ada salahnya berjaga - jaga,' fikir Whana.



Keluar dari ruang pohon. Whana terbang ke udara dengan sayap anginnya dan berhenti melayang di atas pohon. Ia menatap kembali ujung pohon yang sebelumnya ia hinggapi untuk melihat pohon super besar di bawahnya.



Ketika hendak mengepakkan sayapnya, Whana merasakan fluktuasi energi di belakangnya.



'Sepertinya ada pertarungan,' fikir Whana sedikit terkejut.



Karena penasaran, Whana memperluas persepsinya untuk memastikan apa dan siapa yang sedang bertarung.



'Manusia? Bukankah ini area dalam?!' Kemudian Whana terbang dan mendekati area pertarungan secara perlahan dan tentu saja dengan sangat waspada.



Pada jarak tiga kilo meter, Whana hinggap di atas dahan pohon untuk mengamati keadaan di sekitarnya.



'Mata Dewa!'



Whana melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang bersandar di batu besar dan dalam keadaan terluka.



Di sisi yang lain, ada lelaki tua dan pria paruh baya yang sedang bertarung sengit melawan sepuluh orang berpakaian hitam lengkap dengan penutup muka. Lengan kiri dari kesepuluh orang itu, semuanya diikat dengan kain pita berwarna kuning. Ada banyak mayat bergelimpangan di tanah dan semuanya berpakaian hitam.



'Sepertinya gadis dan dua pria itu sedang di kejar para bandit. Tapi kekuatan sepuluh orang itu tidak main - main. Empat di antaranya Tahap Prajurit Alam tingkat Kesembilan. Apa iya, bandit kultivasinya begitu tinggi? Ah, ini mungkin bandit kelas kakap. Aku harus membantu mereka.' Whana menerka di dalam pikirannya.



'System, tukarkan semua Batu Roh menjadi Poin System, lalu tingkatkan pada Tubuh Naga Kuno!' pinta Whana di benaknya kepada system.



\[Ding! Penukaran berhasil .....\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tubuh Naga Kuno telah naik level. Level saat ini adalah: 45/30.000\]



Ketika Whana hendak mendekat, ia menemukan mayat seorang lelaki tua pada jarak satu kilo meter di depannya.


__ADS_1


Cling



'Sepertinya baru saja meninggal.' Whana memegang leher lelaki tua yang telah menjadi mayat itu, tampak tubuhnya masih terasa hangat.



Kemudian, Whana melihat cincin penyimpanan di jarinya dan melepaskannya.



'Maafkan saya tetua, cincin ini lebih berguna bagi saya yang masih hidup,' gumam Whana di dalam hati, lalu seketika menghilang dan muncul di atas pohon.



Tepatnya lima ratus meter dari medan pertempuran, Whana mengamati pertarungan kedua belah pihak. Tapi tiba - tiba ia mendengar suara di benaknya. 'Nak, mohon belas kasihmu. Selamatkan gadis itu. Bawa dia pergi ke tempat yang aman.'



'Energi Mental?' Whana memandang lelaki tua itu dengan sedikit terkejut.



'Tetua, setelah aku membawa gadis itu. Aku akan kembali membantumu.' balas Whana dalam energi mental.



'Energi Mental?' seru lelaki tua itu di pikirannya.



Whana mengaktifkan sayap angin dan menuju gadis itu dengan teleportasi.



Cling




Whana tidak menjawab, ia langsung meraih tubuh gadis itu dan memeluknya, lalu melesat terbang ke arah kedalaman hutan.



Whana sengaja terbang secara diagonal antara pohon besar yang dijadikannya pos kecilnya dengan kedalaman hutan sambil mencari jarak jangkau teleportasinya saat ini.



Gadis itu mencoba meronta, namun karena sudah kelelahan dan terluka parah, ia tidak mampu melepaskan pelukan Whana.



Di sisi lain, empat orang berpakaian hitam terbang mengejar sesuai arah yang dituju Whana. Whana menoleh ke belakang dan ....



Cling



Gadis itu terkejut ketika ia tiba - tiba muncul di sebuah ruangan kosong yang asing.



Begitu melepaskan pelukan tangannya dari gadis itu, Whana mengeluarkan sedikit Api Chaos sebesar jari kelingking yang sudah ia modifikasi seperti lampu neon di Bumi. Api itu melayang dan terbang ke atas mendekati langit - langit, kemudian berhenti. Seluruh ruangan menjadi terang bagaikan di siang hari.



"Siapa kamu?" tanya ulang gadis itu yang masih waspada meskipun lemah karena terluka.



Whana tetap tidak menjawab, ia mengeluarkan Pil Pemulihan Bintang Delapan dan berkata dengan tenang. "Pil ini akan memulihkan kondisimu, setidaknya enam puluh persen. Jangan keluar dari tempat ini sebelum aku kembali dengan kedua Tetua yang bersamamu!"

__ADS_1



Cling



Melihat Whana yang menghilang di depan matanya, gadis itu tertegun lama. Matanya yang besar berkedip - kedip dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.



'Bagaimana dia bisa menghilang begitu saja? Keterampilan apa itu?' pertanyaan muncul di benak gadis itu. Kemudian ia memandang Pil Pemulihan di tangannya. "Pil Bintang Delapan?!!" seru gadis muda itu dengan suara agak keras. Merasa tindakannya berbahaya, ia langsung menutup mulutnya dengan tangan yang lain.



\*



Di medan pertempuran, Whana bersembunyi di dahan pohon sebelumnya. Ia tetap mengamati pertarungan dan berfikir bagaimana cara menyelamatkan kedua pria itu.



'Ah racun empedu,' ingat Whana di dalam hati.



'Tetua, segera berlari ke arahku dengan temanmu secara bersamaan,' ucap Whana melalui telepati yang merupakan salah satu penggunaan energi mental.



Mendengar suara pemuda di dalam benaknya, lelaki tua itu terkejut dan membalas melalui telepati juga. 'Apakah anak muda ini punya cara untuk membantu kami?'



Whana membalas. 'Jika tidak, mengapa aku repot - repot kembali.'



Lelaki tua itu menghubungi pria paruh baya dengan telapati. 'Iyon, bergeraklah ke arahku dan ikuti aku tanpa menoleh ke belakang!'



Kedua pria itu langsung melesat ke arah Whana dengan kecepatan tinggi.



Melihat ini, salah seorang berpakaian hitam itu berteriak. "Cepat kejar! Jangan sampai lolos!"



Whana yang sudah siap dengan bola embun besar yang telah dicampur dengan setetes racun jiwa dari empedu Monster Ular Iblis, menunggu dengan siaga penuh. Ia kemudian menyalurkan elemen kegelapan ke dalam bola embun beracun.



Tepat ketika dua pria yang di tunggunya tiba, Whana maju beberapa meter dan melemparkan embun besar beracun ke arah sekelompok orang berpakaian hitam. Seketika embun besar itu penuh dan menyebar. Cahaya bulan langsung lenyap menjadi gelap gulita. Whana segera berbalik dan memegang lengan kedua orang yang menunggunya di belakang.



"Ikuti aku!" ucap Whana singkat lalu melompat ke udara dengan mengeluarkan sayap angin.



Whana terbang secara diagonal lagi dengan kecepatan yang sangat cepat. Kedua orang yang di pegang Whana saling memandang dan merasa takjub dengan kecepatan pemuda belia yang menyelamatkan mereka.



Sampai pada jarak yang di tentukan sebelumnya, Whana mengambil langkah selanjutnya.



Cling



Kedua orang pria itu terkejut ketika pemandangan di depan mereka berubah seketika.

__ADS_1


__ADS_2