
"Siapa kalian? Cepat pergi dari sini! Ini milik keluarga Dege. Jika tidak kami tidak akan segan untuk membunuh kalian." teriak salah satu dari sepuluh orang yang sedang menjaga kebun obat ketika melihat tiga orang sedang melompat ke arah perkebunan.
Mendengar ancaman, ketiga orang itu langsung berhenti dan berjalan ke arah sepuluh orang penjaga kebun.
"Jangan - jangan, kalian adalah teman bajingan itu." ucap salah seorang dari ketiganya.
Setelah kalimat itu terucap, tiba - tiba muncul sekitar delapan puluh orang menyusul tiga orang sebelumnya dan mengelilingi sepuluh orang penjaga.
"Katakan padaku! Dimana teman kalian yang mengambil harta kami?" ucap seorang bandit.
Tepat ketika sepuluh orang itu masih bingung dengan pertanyaan yang mereka dengar, mereka melihat ada bola transparan yang besar di atas mereka. Bola itu tidak bersinar ataupun menimbulkan tekanan terdapat banyak bintik hitam di seluruh permukaannya.
"Apa itu?" seru seorang bandit yang menunjuk ke atas.
Wuuusssshhh
Bola transparan berbintik hitam pecah dan menyelimuti orang - orang yang berada di bawahnya.
"Kenapa menjadi gelap? Ah, kepalaku sakit." teriak salah seorang.
Beberapa detik kemudian delapan puluh orang kawanan bandit dan sepuluh orang penjaga kebun jatuh ke tanah tak berdaya. Seolah energi di tubuhnya diserap habis dan rasa kesemutan merayapi tubuh mereka tanpa henti.
"Apa ini?" teriak seorang bandit yang masih kebingungan dengan apa yang baru saja di alaminya.
Yap! Itu adalah bola embun beracun yang Whana buat di atas pohon beringin.
Cling
Whana muncul diantara mereka yang sudah menjatuhkan tubuhnya di tanah tak berdaya.
"Bagaimana? Apakah rasa kesemutan itu begitu menyegarkan?" Tanya Whana tersenyum main - main.
"Tuan Muda Baimu, anda di sini? Mereka datang ke perkebunan kita dengan maksud tidak baik." ucap seorang penjaga yang melihat Whana.
Whana mengangguk tanpa menjawab. Jelas Whana telah merubah penampilannya menjadi Baimu sehingga para penjaga kebun obat mengira Whana adalah Tuan Muda mereka.
__ADS_1
Tanpa banyak kata, Whana mengeluarkan pedang Dewa dan memenggal kepala kawanan bandit satu persatu tanpa perlawanan sedikit pun. Whana langsung mengambil semua cincin penyimpanan milik kawanan bandit dan berbalik memghadapi sepuluh orang penjaga yang menatapnya dengan terkagum - kagum.
"Tuan Muda hebat, Tuan Muda perkasa. Hidup Tuan Muda Baimu." teriak sepuluh penjaga dengan serempak dan bersemangat merasa seolah terselamatkan dengan kehadiran Tuan Muda mereka.,
Whana berjalan ke arah sepuluh penjaga dengan tersenyum dan langsung menebas mereka tanpa mengucapkan apa pun.
Memusnahkan semua mayat, Whana langsung melangkah ke tengah perkebunan.
"System tingkatkan Ruang Penyimpanan menjadi 10.000 meter kubik dan pindahkan semua tanaman obat di perkebunan ini!" perintah Whana kepada Systemnya.
\[Ding! Selamat Tuan. Ruang Penyimpanan System telah berhasil ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik. Poin System dikurangi 150 juta Pts. Poin Sytem saat ini adalah 350.500.000 Pts.\]
\[Ding! Harap Tuan berjarak sepuluh meter dari objek yang akan dipindahkan ke ruang Penyimpanan System.\]
"Ketua, team kita dibantai oleh kelompok pencuri itu!" seorang bandit melapor dengan terengah - engah.
"Dimana?" ketua kawanan bandit langsung merespon.
"Di arah Barat. Kami berdua adalah orang terakhir yang mengejar, tapi ketika kami akan sampai di perkebunan obat, kami melihat kelompok kita dipenggal oleh pencuri itu." jawab salah satu bandit yang melihat kejadian rekan mereka di penggal oleh Whana.
"Kami mendengar kelompok itu memanggil pencuri itu sebagai Tuan Muda Baimu," jawab sang bandit dengan cepat.
"Bawa aku ke perkebunan itu!" perintah ketua bandit dengan cepat dan diikuti oleh ratusan bandit lainnya.
...............
"Sial, bandit bajingan." teriak Tuan Muda Rustam di kamar penginapan kota Yalame.
"Tuan Muda, kami akan mengirim ahli kuat untuk menyelidiki kawanan bandit yang menghadang Tuan Muda," ucap Tuan Kota Yalame dengan hormat.
"Kirim orang ke kota Distrik! Beritahu ayahku bahwa aku sedang mengalami kesulitan disini. Aku akan menyampaikan bantuanmu kepada ayahku." perintah Tuan Muda Rustam kepada Tuan Kota.
"Baik, Tuan Muda. Terima kasih atas kemurahan hati Tuan Muda." Tuan Kota segera mengikuti perintah Tuan Muda Rustam dan ia merasa gembira jika bantuannya segera diketahui ayah Tuan Muda maka bisa mendapatkan bahkan naik jabatan.
.............
Sementara para bandit masih berkeliaran di perkebunan, Whana sedang duduk di kamarnya dengan santai sambil memeriksa isi cincin penyimpanan yang didapatkannya.
'Hohoho, isinya lumayan coy. Seratus lima puluh juta koin emas dan beberapa botol Pil. Eh?' ketika Whana memeriksa berbagai jenis Pil, ia menemukan Pil yang aneh.
__ADS_1
"System, analisa!"
\[Ding! Pil kekuatan pria, mengobati ejakulasi dini dan meningkatkan gairah serta dapat bertahan lama ketika berhubungan intim dengan wanita\]
\[Ding! Pil peningkat gairah, dapat meningkatkan gairah baik wanita maupun pria 300%. Penggunaan dapat di telan maupun menghirup pil yang telah dihaluskan.\]
"Apa - apaan??? Dasar gendut cabul." Whana mengutuk Pil itu yang dikeluarkan dari cincin ruang milik Tuan Muda Rustam.
'Ah, simpan saja. Mungkin suatu hari akan berguna.' desah Whana.
Kemudian Whana mengambil gulungan kertas dari cincin penyimpanan salah satu bandit. Isi gulungan kertas itu adalah sebuah daftar nama dan tempat.
"Sepertinya para bandit ini sangat terorganisir. Harta yang mereka kumpulkan pasti melimpah. Suatu hari aku akan mengunjungi kalian satu persatu." gumam Whana pelan sambil menyeringai.
...........
"Patriak, berita buruk, berita buruk." seorang panatua dengan tergesa - gesa berjalan ke arah patriak Dege.
"Ada apa?" tanya patriak Dege.
"Kebun obat kita yang sudah siap panen ludes. Semuanya habis." kata panatua itu dengan sedih.
"Apa katamu? Siapa yang melakukannya? Berani sekali mengambil milik keluarga Dege?" patriak langsung shock mendengar laporan sang panatua.
"Ada dua penjaga yang melihat banyak bandit berkeliaran di kebun obat. Sedangkan sepuluh penjaga kita tidak diketahui kemana rimbanya." sahut sang panatua.
Patriak Dege langsung terduduk lemah di kursinya. Ia tidak menyangka tiga hektar kebun obat yang ditunggu dan dirawat selama sepuluh tahun lenyap dalam sekejab.
"Bajingan. Kirim orang untuk menyelidiki kawanan bandit itu!" perintah patriak dengan geram.
...............
Tanpa terasa hari kompetisi keluarga tiba. Kompetisi keluarga hanya berlaku untuk generasi muda keluarga Rahngu guna mengetahui kekuatan dan perkembangan keluarga. Dan diharapkan ada yang lolos masuk akademi. Sehingga dapat meningkatkan prestise keluarga yang berimbas pada usaha keluarga. Jumlah generasi muda keluarga Rahngu tidaklah besar. Hanya empat puluh orang saja, itu pun lima diantaranya masih balita.
Sebelum dimulai, Whana menuju aula utama untuk bertemu kakeknya.
"Kakek, ada yang ingin kubicarakan." Whana berkata.
"Oh, kemarilah! Apa yang ingin kau bicarakan?" jawab patriak Rahngu sambil mengarahkan Whana ke kursi di sebelahnya.
__ADS_1