Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 6


__ADS_3

"Ah, lebih baik aku simpan untuk ayah dan ibu," pikir Whana dalam hatinya. Segera Whana mengambil seluruh Rumput Awan Merah yang menempel pada dinding.



Semuanya berjumlah seratus dua rumpun Rumput Awan Merah. Jumlah yang fantastis. Hanya satu rumpun Rumput Awan Merah berkisar tujuh puluh lima koin emas. Jika dijual maka Whana akan memiliki tujuh ribu lima ratus koin emas.



Kembali menatap ke dinding sebelahnya, Whana melihat ada tiga jenis tanaman obat dengan jumlah yang bervariasi. Namun Whana tidak tahu jenis tanaman obat apa di depan. Segera Whana meminta system untuk menganalisa.



\[Ding! Daun Tumpang Lawang : jenis tanaman obat ini untuk memurnikan tulang bagi kultivator Pembentukan Tubuh. Nilai : 1pts. Apakah Tuan akan menukarnya? Ya/Tidak/Simpan\]



Whana langsung memetik seluruh tanaman obat Tumpang Lawang. Jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar seratus lima puluh delapan tanaman. Tiga diantaranya ia simpan di ruang penyimpanan system dan sisanya ia tukarkan dengan poin system.



Whana kembali pada dua jenis tanaman obat lainnya. Keduanya hampir memiliki fungsi yang sama dengan Daun Tumpang Lawang. Oleh karena itu, Whana langsung menukarnya dengan poin system. Sekarang Whana memiliki tiga ratus lima puluh poin system.



Whana berbalik, berencana akan kembali ke ruang sebelumnya. Namun, ia langsung menoleh ke kanan melihat ke dinding dimana ia mendapatkan Rumput Awan Merah.



Whana memperhatikan di bagian dinding ada yang berbeda. Terdapat lubang pada dinding, yang mana ukurannya mirip dengan ukuran kotak giok putih susu. Whana mengambil kotak giok dan memasukkannya ke dalam lubang.



Benar saja, dinding itu bergetar seperti halnya dinding pertama yang ia buka. Itu merupakan sebuah pintu menuju pintu lainnya.



Perlahan Whana berjalan ke ruang yang baru terbuka. Ia melihat berbagai senjata dengan berbagai tingkatan berjajar rapi pada rak batu. Whana juga melihat berbagai botol giok yang berisi berbagai jenis pil. Namun dari semua hal yang di lihatnya ada dua hal yang paling menarik perhatiannya. Sebuah buku usang dan kolam dengan air berwarna merah darah.



Whana langsung menuju buku usang dan mengambilnya.



\[Ding! Terdeteksi Tehnik Array Kuno. Apakah Tuan akan mempelajarinya?\]



Tanpa pikir panjang Whana langsung menjawab "Ya!"



Seketika ada aliran cahaya berwarna biru keunguan dari buku usan tersebut menuju kening Whana. Whana merasakan berbagai pengetahuan tentang Formasi Array memasuki otaknya.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah mempelajari Tehnik Array Kuno. Level saat ini 0/10\]

__ADS_1



Whana sangat gembira, karena mendapatkan keterampilan formasi array, meskipun ia belum begitu mengerti akan kegunaannya. Whana beralih pada kolam darah di sampingnya dan langsung meminta system untuk menganalisa.



\[Ding! Kolam Darah Naga Kuno : berisi esensi darah Naga Kuno yang dapat memperkuat tubuh ke tingkat tertinggi. Dengan berendam di dalam kolam darah ini, maka secara otomatis seseorang mendapat garis keturunan Naga Kuno yang merupakan garis keturunan naga tertinggi\]



Whana langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam darah. Tapi seketika Whana bangkit kembali dari kolam darah. Ia merasakan sekujur tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum.



"Sialan! Kenapa rasanya sakit sekali?" Whana mengutuk tiba-tiba.



Tapi kemudian ia ingat rasa sakit ketika mengintegrasikan Tubuh Kekosongan. Rasa sakit di kolam darah tidak berarti dibandingkan dengan mengintegrasikan Tubuh Kekosongan. Perlahan Whana masuk ke dalam kolam darah dan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.



Lima menit kemudian, rasa sakit yang ditimbulkan dari kolam darah mulai mereda. Bahkan digantikan dengan rasa nyaman. Whana memejamkan matanya dan tanpa terasa sudah satu jam berlalu ditandai dengan notifikasi system.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah memiliki garis keturunan Naga Kuno tertinggi dan memiliki tehnik Penguatan Tubuh. Level saat ini adalah : 1/30.000\]



'Busset! Banyak sekali level yang harus ditembus! Sampai lebaran monyet mungkin belum tergembus semuanya.' Whana mendesah di dalam hatinya.




Segera Whana bangkit dari kolam. Whana merasakan kekuatan tubuhnya sangat kuat.



"Jika aku bertarung melawan Tiga tingkat di atasku saat ini, mungkin dengan sedikit usaha aku dapat mengalahkannya," gumam Whana dengan gembira.



Segera Whana mengalihkan pandangannya dan menuju ke tempat botol giok pil, ia langsung mengambilnya dan menyimpan di ruang penyimpanan system.



Beralih ke rak senjata pertama, Whana mendapati sekitar seratus senjata tingkat Bumi kualitas Tinggi. Senjata ini terbilang cukup langka di kota Ragane. Hanya beberapa orang yang memilikinya. Ketika Whana akan menyimpannya di ruang system, notifikasi system terdengar di telinganya.



\[Ding! Ruang Penyimpanan System tidak memadai. Segera upgrate Ruang Penyimpanan System! Berikut ketentuan penukaran poin system : 1 meter kubik : 10 Pts, 2 meter kubik : 20 Pts, 3 meter kubik : 30 Pts, 4 meter kubik : 40 Pts, ... 10 meter kubik : 90 Pts. Silahkan Tuan memilih untuk upgrate Ruang Penyimpanan System!\]



Langsung Whana memilih 10 meter kubik.

__ADS_1



\[Ding! Selamat Tuan. Ruang Penyimpanan System telah di upgrate menjadi sepuluh meter kubik. Poin System yang tersisa adalah 260 Pts\]



Setelah itu, Whana segera memasukkan berbagai jenis senjata tingkat Bumi ke ruang penyimpanan system. Berikutnya, Whana melihat ke arah rak yang lain. Hanya ada empat jenis senjata. Sebuah topeng kayu menarik perhatiannya.



\[Ding! Topeng Siluman : dengan menggunakan topeng ini, maka Tuan dapat meniru orang lain tanpa diketahui dan tidak terbatas oleh ranah orang lain. Tehnik peniruan mencapai 99,99% seperti aslinya, kecuali ingatan yang ditiru. Topeng Siluman tidak dapat digunakan untuk meniru benda mati, binatang, monster maupun roh.\]



'Waaaahhh ... Bagus ini! Akan kubuat keluarga Dege mati tanpa harus kubunuh. Hahahahah.' Whana tertawa dengan pikirannya yang penuh dengan rencana pembalasan.



Setelah memasukkan seluruh senjata ke ruang penyimpanan system, Whana menuju keluar dan mengambil kotak giok putih susu yang sebelumnya ia masukkan ke dinding. Ketika kotak giok dicabut dari dinding, pintu dinding kembali bergetar dan menutup.



Whana menuju celah batu di saat berikutnya. Tapi karena gelap Whana hanya bisa merasakan bahwa diluar celah batu ada banyak Srigala Api. Setidaknya ada dua puluh ekor Srigala Api yang menunggunya.



"Kampret nih Srigala! Dia memanggil saudaranya, sialan!" Whana kembali menggerutu dan berbalik ke ruang pertama di celah batu, duduk bersandar pada dinding.



"System, berapa Poin System untuk Kupon Undian?" tanya Whana tak berdaya.



\[Ding! 100 Poin System untuk satu Kupon Undian.\]



"Apa? Mahal sekali! Apa kau ingin merampokku diatas penderitaanku?" Whana berkata dengan marah, tapi tidak ada jawaban sama sekali dari system setelah beberapa saat.



"Hah! Baiklah. System, tukar 200 Pts untuk Kupon Undian dan langsung undi!" desah Whana sembari meminta system untuk menukar poin systemnya.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah menukar 200 Pts untuk dua Kupon Undian. Poin system saat ini adalah 60 Pts\]



\[Ding! Selamat Tuan. Telah mendapatkan tehnik Mata Dewa, apakah Tuan akan mempelajarinya?\]



\[Ding! Selamat Tuan. Anda belum beruntung.\]


__ADS_1


"Pelajari Mata Dewa!" pinta Whana dengan suara pelan.


__ADS_2