
Kondisi ruangan agak gelap, jadi Whana menggunakan Tehnik Mata Dewa selama berada di dalam pohon.
Mengeluarkan mayat - mayat Monster Beruang, Whana mengambil bagian yang berharga untuk dijual. Sedangkan dagingnya tetap ia simpan untuk dibagikan kepada kerabatnya. Apalagi daging Monster Beruang ini mengandung energi yang cukup tinggi.
Selesai dengan tubuh Monster Beruang, Whana memandangi kepala Monster Beruang yang menumpuk di depannya.
Pandangan Whana tertuju pada salah satu kepala yang masih tersisa setengahnya. Setelah diperhatikan dengan seksama, Whana melihat cahaya merah redup di bagian tengkorak belakang, menjulurkan tangan, Whana mengambilnya.
"Apa ini?"
\[Ding! Inti Monster. Inti Monster dapat tebentuk pada Monster yang kuktivasinya telah mencapai Tahap Penyempurnaan Qi ke atas. Dengan menyerap Inti Monster, dapat meningkatkan kultivasi seseorang dalam satu Tahap terlepas dari tingkatannya. Kecuali pada Tahap tingkat Akhir dapat menyerap Inti Monster dari Tahap yang lebih tinggi.\]
\[Ding! Tahap Inti Monster dapat dibagi berdasarkan warnanya, dan tingkat Inti Monster terletak pada jumlah noktah di dalam Inti Monster. (Merah: Penyempurnaan Qi), (Jingga: Penyempurnaan Roh), (Kuning: Prajurit Alam), (Hijau: Raja Alam), (Biru: Kaisar Alam), (Nila: Ksatria Suci) dan seterusnya.\]
"Dan seterusnya? Apa Tahap Kultivasi selanjutnya?" tanya Whana yang penasaran seraya menaikkan salah satu alisnya.
\[Ding! Tuan masih terlalu lemah untuk mengetahuinya. Cukup fikirkan peningkatan kultivasi yang diketahui saat ini.\]
"Sialan kau, system," gerutu Whana dengan kesal di benaknya.
Whana segera mengumpulkan Inti Monster yang kesemuanya berwarna merah. Ia berencana untuk membagikannya kepada saudara - saudaranya terutama ayah dan ibunya.
Sekali pun Whana bisa menggunakannya sendiri, namun itu tidak berpengaruhnya banyak terhadapa kultivasinya. Tubuhnya berbeda dari kultivator pada umumnya. Ia membutuhkan tiga kali lebih banyak energi dari kultivasi sebelumnya.
Itulah sebabnya Whana mampu mengalahkan lawan dengan mudah pada tiga tingkat yang lebih tinggi darinya. Apalagi dengan perpaduan energi alam dan energi mental, dengan sedikit usaha, ia mampu mengalahkan lawan yang kekuatannya empat tingkat di atasnya.
Kepala Monster Beruang yang sudah tidak berguna, dibakar habis dengan Api Chaos. Sambil beristirahat, Whana memanggang daging ular Piton Hijau, Monster Beruang dan Srigala Api. Ia ingin mengetahui tingkat energi yang terkandung di dalam masing - masing daging itu.
"Beruntung ibu membuatkanku bumbu yang banyak, jadi rasanya akan semakin istimewa," gumam Whana yang mengingat betapa sayang ibunya kepadanya.
\*\*\*
__ADS_1
PINGGIRAN HUTAN KEMATIAN
"Berengsek! Kemana bocah itu perginya?" Hamid Nylon sangat kesal karena hingga sore hari, dia belum menemukan keberadaan Whana.
"Tuan Muda, sebaiknya kita menyebar dan menjaga hingga jarak lima ratus meter. Jadi jika salah satu dari kita mendapat masalah, yang lainnya segera datang membantu." Seorang pengawal keluarga Nylon mengusulkan.
"Ide yang bagus. Kita tunggu di Pinggiran Dalam Hutan ini sampai esok hari," sahud Hamid Nylon menyetui dengan anggukan kepala.
\*\*\*
"Apa benar si bocah itu pergi ke Hutan Kematian? Kenapa kita belum menemukannya?" tanya Baimu Dege kepada informannya.
"Benar, Tuan Muda. Selain saya mendengar sendiri, saya juga melihatnya mengarah ke hutan ini," jawab sang informan.
"Apa dia bersembunyi? Atau ... Ah, tidak mungkin dia menuju Area Dalam. Kecuali memang ingin mati," gumam Baimu Dege yang pandangannya yang menatap jauh ke arah selatan dimana jurang yang dalam berada.
"Ayo! Coba kita cari di Pinggiran Perbatasan Dalam!" perintah Baimu Dege kepada seluruh pengawalnya.
KELUARGA RAHNGU
Di ruang aula utama, Mori dan Moni menjelaskan kejadian yang mereka alami dengan Tuan Muda Keluarga Nylon kepada Patriak Rahngu yang tidak lain adalah kakeknya sendiri.
"Apa? Whana dengan mudah mengalahkan tingkat Kelima dan tingkat Keenam Tahap Transformasi? Apa kakek tidak salah dengar?" seru tanya patriak Rahngu yang matanya sudah melotot karena terkejut.
"Itu benar, Kakek. Untuk apa kami berbohong. Kakek bisa tanyakan pada orang - orang di jalan Batu. Semua orang menyaksikannya," sahut Moni menegaskan dengan ekspresi penuh semangat.
'Bocah ini bukan hanya tempramennya yang berubah, tapi ia menjadi lebih misterius. Ah, dia adalah cucuku, cucu keluarga Rahngu. Keluarga Rahngu akan bangkit kembali cepat atau lambat di tangan bocah ini,' fikir patriak Rahngu dengan senyum cerah di wajahnya.
"Selain itu, Whana juga memberi semua koin emas yang dia ambil dari Tuan Muda Nylon kepada kami. Whana bilang untuk dibagikan sama rata kepada seluruh sepupu." Moni melanjutkan sambil mengeluarkan koin emas yang di berikan oleh Whana.
"Hahaha ... Kalian beruntung punya Whana di keluargamu. Dia selalu ingat saudaranya, maka dari itu, kalian harus ingat dengan Whana," tutur patriak Rahngu kepada kedua cucunya, Moni dan Mori.
__ADS_1
"Kami mengerti, Kakek," jawab Mori dan Moni berbarengan.
"Kalian tahu apa yang dilakukan Whana untuk keluarga Rahngu baru - baru ini? Tanyakan kultivasi ayahmu dan ketiga pamanmu sekarang! Semuanya sudah meningkat termasuk Kakek sendiri. Kini Kakek sudah berada di Tahap Prajurit Alam dan itu semua berkat Whana," ujar patriak Rahngu dengan serius.
Mori dan Moni saling memandang dengan takjub.
"Ingat! Rahasiakan ini dari siapa pun! Whana memiliki cita - cita yang sama dengan Kakek dan kalian semua yaitu meningkatkan kekuatan Keluarga Rahngu agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Agar generasi keluarga kita tidak ditindas oleh keluarga lain." Dengan mengatakan itu, mata patriak Rahngu sudah memerah dan berkaca - kaca dengan penuh kesedihan.
"Ketika waktunya tiba untuk tampil, maka Kakek, Mori, Moni dan seluruh Keluarga Rahngu sudah siap," imbuh patriak Rahngu melanjutkan.
"Kakek, maafkan aku atas tindakanku sebelumnya terhadap Whana, aku ...," Mori berkata sambil menundukkan kepalanya dengan menyesal. Jika tidak ada Whana tadi siang, mungkin ia akan mati atau setidaknya pulang dalam keadaan cacat.
"Jangan minta maaf padaku, minta maaf lah kepada Whana. Kakek yakin dia akan tersenyum dan melupakan segalanya. Jika tidak, tidak mungkin Whana memberi ayahmu elixir langka yang belum pernah dilihat oleh ayahmu," sahut patriak Rahngu menanggapi.
"Ayo! Panggil semua saudaramu untuk berkumpul di aula latihan dan bagikan apa yang diberikan Whana kepadamu!" lanjut patriak Rahngu mengingatkan.
Dengan anggukan, keduanya melangkah keluar aula utama dan mengumpulkan saudara - saudaranya.
\*\*\*
HUTAN KEMATIAN
"Daging Monster Beruang ini lebih banyak mengandung energi alam. Sangat cocok untuk saudara sepupu. Sedangkan daging Ular Piton Hijau ini lebih cocok untuk, Ayah, Ibu, Kakek dan para Tetua," gumam Whana sambil mengelus perutnya yang kenyang.
"System, serap Permata Jiwa!"
\[Ding! Proses penyerapan dimulai, 1%....\]
Setengah jam kemudian, notifikasi system kembali terdengar.
\[Ding! Selamat Tuan. Energi Mental bertambah 10 Poin. Energi Mental saat ini : 33.\]
__ADS_1
Whana merasakan jiwanya menjadi lebih kokok dari sebelumnya. Fikirannya terasa lebih jernih, lebih tenang dan lebih nyaman. Tersenyum untuk sesaat setelah membuka matanya secara perlahan.