Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 29


__ADS_3

Setelah memisahkan hal yang berharga dari tubuh ular Piton Hijau. Whana menyimpan tubuh ular itu di ruang penyimpanan system. Whana terus berjalan menyusuri jurang dan telah membunuh puluhan Monster tingkat Ketujuh hingga tingkat Kedelapan.



Setelah berjalan sejauh lima kilo meter, Whana tidak menemukan seekor monster pun. Suasana tampak hening, hanya terdengar hembusan angin sayup - sayup.



"Tempat apa ini? Kenapa banyak kabut berwarna hitam?" fikiran itu muncul di benak Whana yang melihat sekelilingnya tampak suram.



Dengan persepsinya, Whana merasakan ada beberapa mahluk di dalam kabut hitam yang ada di depannya. Namun tidak jelas, apakah itu monster atau mahluk lain.



'Mata Dewa!'



Mengaktifkan Tehnik Mata Dewa, namun Whana tetap tidak dapat menembus apa yang ada di balik kabut hitam itu. Tentu saja hal ini membuatnya semakin penasaran. Ia berjalan perlahan mendekati kabut hitam sembari mengeluarkan Pedang Dewa.



Tepat ketika tubuhnya menyentuh kabut hitam, suara notifikasi system berdering tiada henti di benaknya.


[Ding! Korosi jiwa. Energi Mental bertambah 0,05 ....]


[Ding! Korosi jiwa. Energi Mental bertambah 0,05 ....]


[Ding! Korosi jiwa. Energi Mental bertambah 0,05 ....]


[Ding! Korosi jiwa. Energi Mental bertambah 0,05 ....]


[...........]


[Ding! Korosi jiwa. Energi Mental bertambah 0,05 ....]


\[Ding! Selamat Tuan. Energi Mental bertambah 1 Poin menjadi 17/10.000\]



Mendengar notifikasi system di benaknya,Whana menyeringai senang.



'Ternyata rejeki nomplok. Siapa sangka ini akan meningkatkan Energi Mental,' ucapnya di dalam hati.



Whana terus melangkah perlahan tanpa memperdulikan dering system yang terus berbunyi di benaknya.



Tapi tiba - tiba sesosok hitam pekat muncul tepat lima meter di depan Whana. Tubuhnya sebesar manusia pada umumnya dan tingginya sekitar dua meter. Matanya merah semerah darah, mulutnya besar dan lebar menampilkan deretan gigi tajam.



Mahluk itu melayang tanpa menyentuh tanah. Tidak memiliki kaki tapi bagian yang mirip perpanjangan tubuhnya yang mengecil hingga ukuran seutas benang. Mirip dengan hantu pada film kartun yang dilihat Whana di Bumi.



'Mahluk apa ini? Begitu menyeramkan?' pikir Whana dengan terkejut.



Wuuusss



Mahluk itu melesat ke arah Whana dengan membuka lebar mulutnya.



Slash



Tanpa suara, mahluk itu terbelah menjadi dua dan hancur menjadi kabut hitam.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Keempat, ....\]



'Oh jadi ini Roh Iblis tingkat Keempat?!' gumam Whana pelan menyikapi ketidaktahuannya.



Baru tiga langkah Whana berjalan, mahluk yang serupa muncul kembali, namun jumlahnya ada dua.



Slash slash


__ADS_1


\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Keempat, ....\]



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Kelima, ....\]



Melahkah lagi lebih dalam dan muncul lagi empat mahluk yang serupa.



Slash, slash, slash, slash



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Kelima, ....\]



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Kedelapan, ....\]



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Kelima, ....\]



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Roh Iblis tingkat Ketujuh, ....\]



Selahkan berjalan, muncul kembali mahluk yang serupa dengan jumlah dua kali lipat. Whana terus mengayunkan pedangnya dan terus melangkah maju.



Ratusan Roh Iblis ia tebas dengan Pedang Dewa. Dering notifikasi system bergema di benaknya mengiringi tebasannya.



Tiga ratus meter melangkah, kabut hitam mulai menipis dari pandangannya. Whana menoleh ke belakang, dan kabut hitam pekat masih ada.



Dengan waspada, Whana berjalan di atas bebatuan krikil yang tajam. Ia melihat sebuah pohon setinggi tiga meter di tengah bebatuan krikil yang sekarang sedang dipijaknya. Terdapat ular berwarna hitam sepanjang satu meter dengan diameter tubuhnya sebesar lengan balita.



\[Ding! Monster Ilblis Lipi Badeng \*9. Energi Mental: 2, Atribut: Kegelapan.\]




Seeesssss, seeeesss, seeessss



Monster itu mendesis dan secara perlahan tubuhnya membesar hingga sebesar drum dengan panjang sekitar seratus meter. Matanya berwarna merah dan di dahinya terdapat batu berwarna merah seperti permata yang berkilau. Menatap ke arah Whana dengan marah dan langsung mengibaskan ekornya saat itu juga.



Melihat serangan ke arahnya, Whana bergegas melompat ke samping seraya menebaskan Pedang Dewa ke monster iblis itu.



Seeessss, seeeesss



Monster Iblis mendesis, sepertinya merasakan tubuhnya telah tersayat oleh manusia di depannya. Kemudian ular itu membuka mulutnya lebar - lebar, meludahkan cairan hitam pekat ke arah Whana.



Whana hendak melompat tapi sedikit terlambat. Sebagian cairan hitam itu mengenai tubuhnya. Whana merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak dan seperti kesemutan. Jiwanya seolah di tarik keluar oleh kekuatan kegelapan.



"Sialan, serangan jiwa," teriak Whana dengan menggertakkan giginya menahan.



Dengan menggunakan energi mentalnya, Whana berusaha membubarkan energi kegelapan yang mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.



"aaaarrrhhhggg ...."



Whana berteriak sekencang mungkin, suaranya bergema di dasar kedalaman jurang. Di saat berikutnya, ia terbebas dari belenggu energi kegelapan yang menyelimuti tubuhnya.



Seketika Whana melompat menuju monster iblis itu dan menebaskan pedangnya berulang kali ke arah kepala monster yang tepat mengarah pada mata monster.


__ADS_1


Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Tampak monster iblis itu terhuyung tidak seimbang. Mata kanannya mengeluarkan darah berwarna hitam pekat.



Melihat adanya kesempatan, Whana tidak menunda lagi. Ia melompat ke sebelah kiri monster dan menebaskan pedangnya lagi.



Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Slash, baam, baam



Buuukk



Monster ular iblis itu terjatuh dari udara. Krikil tajam beterbangan ke segala arah.



Dengan energi mental Whana langsung membentuk prisai yang melindungi tubuhnya dari lesatan krikil yang tak terhitung jumlahnya.



Monster iblis yang terjatuh bangkit kembali, terbang tak tentu arah dan menabrak dinding jurang dengan keras.



Deeerrr



Bumi seolah bergetar akibat tabrakan monster ular iblis dengan dinding jurang. Whana kembali melompat, menebaskan lagi pedangnya, namun tebasan kali ini ditambah dengan energi mental yang disalurkan ke bilah Pedang Dewa.



Slash



Hanya sekali tebas, kepala monster iblis terbagi dua. Melihat sekali tebasan dapat memotong kepala monster iblis di depannya, Whana tertegun sejenak, kemudian ia tertawa terbahak - bahak.



"Aku mengerti sekarang! Aku mengerti sekarang! Ternyata penggabungan energi alam dan energi mental dapat dilakukan dan menghasilkan kekuatan yang luar biasa," ucap Whana bersemangat.



\[Ding! Selamat Tuan. Kultivasi anda telah naik level menjadi Transformasi tingkat Kedelapan.\]



\[Ding! Selamat Tuan. Energi Mental bertambah 2 poin, saat ini energi mental: 23/10.000\]



\[Ding! Selamat Tuan. Anda mendapatkan Elemen Kegelapan.\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Pedang Surgawi telah naik level. Level saat ini: 3/10\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Langkah Angin telah naik level. Level saat ini: 6/10\]



Mendengar notifikasi system, Whana tersenyum lebar. Beberapa tehniknya juga mengalami peningkatan.

__ADS_1



"Dengan kekuatan ini, melawan empat tingkat di atasku semudah menjentikkan jari." Whana berkata dengan gembira.


__ADS_2