Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 62


__ADS_3

'Lima orang Penyempurnaan Qi tingkat Menengah, dua tingkat tinggi dan dua orang lagi Penyempurnaan Roh tingkat Menengah. Apa aku harus menggunakan embun beracun lagi?' gumam Whana di dalam hatinya dan terus berjalan ke dalam hutan.



Melihat sungai de dipannya, Whana berhenti dan mencuci wajahnya sambil terus mengedarkan persepsinya. Ia kemudia duduk di atas batu yang cukup besar sambil memandang ke arah sungai.



'Formasi mengintai yang bodoh.' Whana menyeringai dan sudut mulutnya naik sedikit ke atas.



Mengapa Whana berpikir demikian? Yap, karena para pengintai ini berada di posisi terpisah. Dengan Whana sebagai pusatnya, dua orang berada di utara, tiga ada di barat, dua lagi ada di selatan dan dua yang terkuat ada di sebelah timur.



Cling



Whana menghilang dari tempatnya dan membuat para pengintai kebingungan.



"Kemana dia pergi?" dua orang Penyempurnaan Qi tingkat menengah berkata dengan jarak yang sangat dekat.



"Kenapa kalian mengikutiku?" Whana bertanya dengan dingin.



Dua orang itu tersenyum main - main dan salah satunya berkata, "hei, bocah. Lebih baik kau menyerah daripada kami harus membunuhmu dengan tubuh yang tidak lengkap."



"Benarkah? Apa kalian memiliki kemampuan? Siapa yang menyuruh kalian?" Whana kembali mengulangi peetanyaannya.



Namun kedua orang itu tidak menjawab dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.



'Mata Dewa, Mata Ilusi.' ucap Whana di dalam hati.



Kedua orang yang hendak menyerang tiba - tiba berdiri diam tidak bergerak. Detik berikutnya kepala mereka telah terpisah dari badannya.



\[Ding! Selamat Tuan. Kultivasi telah naik level. Level saat ini adalah Penyempurnaan Qi tingkat 3\]



'Hehehe, akhirnya naik level. Aku lupa menonaktifkan tombol otomatis.' Whana terkekeh memdengar notifikasi system dan segera menonaktifkan tombol otomatis kenaikan levelnya. Dengan akumulasi poin pengalaman yang dia peroleh sebelumnya, Whana hanya butuh sedikit lagi poin pengalaman untuk naik level.



Cling



Whana muncul di belakang tiga orang yang berada di Tahap Penyempurnaan Qi tingkat menengah lainnya dan melemparkan formasi array seratus pedang dan formasi array kedap suara secara bergantian. Melihat ada cahaya biru keunguan yang mengelilinginya, ketiga orang itu terkejut dan membalikkan badannya.



"Siapa ka...?" belum selesai melanjutkan kalimatnya, salah seorang terkejut bahwa orang yang akan dia tanya ternyata orang yang mereka intai.



"Harusnya aku yang bertanya kalian siapa? Dan mengapa mengikutiku?" ucap Whana sambil tersenyum.


__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan pada kami?" salah seorang pengintai berteriak ketika tidak bisa melangkah pada jarak tertentu seolah ada dinding transparan yang menghalangi.



"Sekali lagi aku bertanya, siapa yang menyuruh kalian?" Whana kembali mengulangi pertanyaannya dengan dingin.



Ketiga orang itu tidak menjawab, namun langsung menyerang ke segala arah dengan tujuan untuk menghancurkan dinding tak kasat mata yang mengurung mereka.



"Array 100 pedang, aktifkan." dengan mengucapkan sepenggal kalimat itu, dinding setengah lingkaran yang mengurung ketiga Pengintai langsung mengeluarkan cahaya biru keunguan dan dikelilingi cahaya ungu berbentuk pedang. Cahaya ungu bergetar dan melesat ke tengah lingkaran.



Jleb, jleb, jleb, jleb



Entah berapa kali ketiga orang pengintai langsung tertusuk pedang cahaya ungu. Whana membersihkan mayat ketiganya dan kembali ke batu besar dekat sungai tempat ia duduk di awal.



"Dia kembali." ucap pengintai yang berada di barat, selatan dan timur.



Kedua pengintai dari selatan langsung melompat ke arah Whana dan langsung mengeluarkan senjata mereka.



"Kalian siapa?" Whana menoleh dan pura - pura tidak mengetahui apapun.



"Hei, bocah. Bagaimana kamu bisa bergerak secepat itu?" pengintai dengan pedang besar yang melengkung ke atas langsung bertanya.




"Kamu tidak perlu tahu kami siapa. Sekarang ikut kami!" ucap salah satu pengintai.



"Jika aku tidak mau?" ucap Whana.



"Hahaha, artinya kau mencari mati." kedua pengintai yang kultivasinya lima tingkat lebih tinggi dari Whana tertawa dan segera mengambil langkah untuk menyerang.



Pedang besar yang melengkung itu menebas ke arah Whana secara vertikal. Tepat ketika pedang besar berjarak 50 cm mengenai kepala Whana. Pedang Dewa muncul dari udara tipis langsung mengambil posisi menangkis.



Ting



Krak, krak, krak



Pedang besar sang pengintai retak dan pecah seperti kaca. Berhamburan di atas batu tempat Whana berdiri.



"Bagaimana bisa? Pedangku adalah kualitas tinggi dari tingkat Fana hancur dihantam pedangnya?" teriak pemilik pedang histeris.



Melihat kejadian itu, dua orang pengintai yang bersembunyi di bagian timur langsung bergerak dengan keserakahan.

__ADS_1



"Pedang bocah ini memiliki tingkat yang lebih tinggi." ucap ketua tim pengintai.



"Tapi sepertinya bukan tingkat Bumi. Sepertinya pedang itu biasa - biasa saja. Mungkin bocah itu memiliki trik di balik lengan bajunya." sahut wakit ketua tim pengintai.



"Ayo, bunuh bocah itu dan ambil hartanya. Aku menginginkan pedangnya." perintah ketua tim pengintai.



Mendapati musuh masih terlihat linglung karena pedangnya hancur, Whana langsung menusukkan pedangnya ke dada pengintai pemilik pedang besar dan melompat dengan kecepatan cepat menuju pengintai lain yang sedang berdiri.



'Tinju bumi, tinju bumi, tinju bumi.'



Whana meraung di dalam benaknya dan mengarahkan kepalan tangannya ke arah pengintai yang sedang berdiri.



Bam ... Bam ... Bam, Bam... Bam... Bam, Bam... Bam... Bam



Sembilan kali ledakan bertubi - tubi menghantam dada pengintai yang sudah terlambat untuk mengelak. Ia terbang terbalik sejauh 100 meter dan menghantam pohon besar yang ada di pinggiran sungai dan tewas seketika.



Whana yang baru selesai menyerang menoleh ke kiri dan melihat bayangan kepalan tangan mengarah padanya dengan cepat. Ia hendak mengelak namun sedikit terlambat.



Bam



Whana di terbangkan sejauh lebih dari 100 meter dan menghantam gundukan tanah di sisi sungai dan menciptakan lubang sedalam satu meter. Seteguk darah dimuntahkan dari mulutnya, tapi ia tidak menyerah dan segera bangkit melesat ke arah orang yang menyerangnya.



'Telapak Dewa.'



Muncul cahaya keemasan dari tangan Whana sebesar bola tenis yang kemudian membesar menjadi bentuk telapak tangan manusia dan meluncur ke arah orang yang menyerangnya. Pengintai itu hanya tersenyum jijik dan membuat prisai energi.



Bam



Serangan Whana tidak berpengaruh apa pun setelah menghantam perisai energi lawannya. Sang lawan yang merupakan wakil ketua tim pengintai yang anak buahnya telah di bantai oleh Whana, segera mengeluarkan aura penindasan Penyempurnaan Roh tingkat 6 untuk menekan Whana.



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Anti Tekanan telah meningkat sebesar 0,001. Level saat ini adalah ...\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Anti Tekanan telah meningkat sebesar 0,001. Level saat ini adalah ...\]



\[Ding! Selamat Tuan. Tehnik Anti Tekanan telah meningkat sebesar 0,001. Level saat ini adalah ...\]



Ketika aura wakil ketua tim melakukan penindasan terhadap Whana, suara notifikasi system terus berdering di benaknya.

__ADS_1


__ADS_2