Perjalanan Penguasa Terkuat

Perjalanan Penguasa Terkuat
BAB 30


__ADS_3

"Dengan kekuatan ini, melawan empat tingkat di atasku semudah menjentikkan jari." Whana berkata dengan gembira.



Whana melangkah menuju mayat monster ular iblis itu. Ia mencongkel permata merah berkilau dan meminta system untuk menganalisanya.



\[Ding! Permata Jiwa : permata ini terbentuk dari kondensasi energi jiwa selama bertahun - tahun. Semakin lama waktunya semakin tinggi energi jiwa yang terkandung di dalamnya. Setiap seribu tahun akan mengandung satu energi mental. Untuk saat ini energi jiwa mengandung sepuluh poin energi mental.\]



"Wuuuiihhh ... Artinya umur monster ular ini sudah sepuluh ribu tahun?" Whana berseru dengan takjub memandang tubuh mayat monster ular iblis.



"Monster ini sangat mengerikan dan beracun. System, apakah tubuh monster ini bisa berguna?" tanya Whana penuh harap.



\[Ding! Berguna, Tuan. Darah monster ini dapat menetralkan segala jenis racun dengan tingkat keberhasilan seratus persen. Dan dagingnya memiliki keberhasilan tujuh puluh persen dalam menetralkan racun. Jika dikonsumsi tepat, maka tingkat keberhasilannya bisa seratus persen. Sedangkan empedunya adalah racun itu sendiri. Setetes cairan empedu dapat meracuni sepuluh orang dan hanya dapat di netralkan oleh darahnya.\]



"Wah! kenapa tidak bilang dari tadi! Ada darah yang tumpah," gerutu Whana dengan kesal sambil memindahkan tubuh dan kepala monster itu ke ruang penyimpanan system.



\[Ding! Tuan tidak bertanya sejak awal.\]



Mendengar jawaban system, Whana diam membeku. Ingin rasanya dia memukul bokong system dengan keras.



"Lalu, bagaimana aku harus memisahkan empedunya? Bukankah itu sangat beracun?" tanya Whana dengan sangat penasaran.



\[Ding! Tuan memiliki Tubuh Kekosongan yang kebal terhadap segala jenis racun dari seluruh alam. Darah Tuan juga dapat menetralkan segala jenis racun.\]



"Hhmm, kenapa aku lupa dengan ini ya?! Oke system, pisahkan darah monster pada ruang tersendiri!" setelah meminta system, ia berjalan ke arah pohon yang berwarna hitam.



"System, analisa!"



\[Ding! Pohon Jiwa : Pohon ini dapat tumbuh dalam lingkungan yang memiliki cukup energi jiwa. Setiap dua ribu tahun akan menghasilkan satu buah jiwa. Buah jiwa dapat meningkatkan energi mental satu tingkat perbuah. Dengan menyerap pohon jiwa, maka akan kebal terhadap segala jenis ilusi.\]



Whana kemudian memperhatikan pohon jiwa di depannya dengan seksama. Ia melihat ada enam buah jiwa berwarna hitam pekat. Bentuknya mirip dengan apel. Dengan menggunakan energi mental, Whana memetik keenam buah jiwa dan menyimpannya.



"System, apakah pohon jiwa bisa diserap sekarang?" tanya Whana.


__ADS_1


\[Ding! Bisa Tuan. Membutuhkan tiga kali dua puluh empat jam untuk penyerapan seratus persen.\]



"Oh, lama juga ya?! Oke, pindahkan pohon jiwa ke ruang penyimpanan!"



Whana kemudian melihat ke kiri atas yang merupakan arah pinggiran Hutan Kematian. "Spertinya orang - orang itu mencariku. Setelah aku selesai, aku akan membasmi kalian semua."



Whana menyeringai dan mengaktifkan sayap anginnya yang kini panjangnya telah mencapai tiga meter untuk setiap sayap.



Whana terbang menuju dalam Hutan Kematian. Tiba di atas tebing, Whana berjongkok di dahan pohon yang tinggi. Ia terbang lagi dari satu pohon ke pohon lainnya dengan sangat waspada.



Di ketinggian pohon, Whana melihat monster beruang yang bagian kepalanya agak cekung. Ia ingat bahwa monster bajingan ini yang dulu mengejarnya hingga bertemu Kingkong Hijau.



Perlahan Whana mendekati monster beruang itu. Sang Monster Beruang tidak menyadari bahwa ada seseorang di belakangnya.



Whana kemudian menyentuh punggung Monster Beruang itu. Begitu Monster Beruang itu menoleh, ia langsung melompat menjauh. Whana tertawa terbahak - bahak. Ia tidak menyangka bahwa Monster juga bisa terkejut.



Roooaaarrr ....




Whana melompat ke samping dan menghentakkan kakinya di pohon besar, lalu melesat ke arah Monster Beruang dengan serangan Telapak Dewa.



Bam



Bam



Suara ledakan keras menghantam dada kiri monster itu, membuatnya terlempar menabrak batang pohon besar. Whana mengulangi serangannya secepat kilat dan menghantam kepala Monster Beruang.



\[Ding! Selamat Tuan. Telah membunuh Monster level 9, Poin Pengalaman ....\]



Mengabaikan notifikasi system, Whana berjalan ke arah mayat Monster Beruang dan menyimpannya.



Masih dengan senyum puas, Whana membalikkan tubuhnya. Tapi alangkah terkejutnya Whana begitu ia melihat puluhan Monster Beruang berbagai ukuran sedang menatapnya dengan marah.

__ADS_1



'Sialan, Monster ini pasti memanggil saudaranya,' gerutu Whana di dalam fikirannya yang kesal.



Memanggil Pedang Dewa, Whana melompat ke salah satu Monster Beruang. Ia menggunakan perpaduan energi alam dan energi mental dalam serangannya.



Slash, slash, slash



Tanpa suara ledakan apa pun.



Buk, buk, buk



Tiga kepala Monster Beruang jatuh ke tanah, terlepas dari tubuhnya.



Whana terus menyerbu kekerumunan Monster Beruang dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Tehnik Langkah Anginnya yang telah meningkat satu level lebih tinggi, membuat kecepatannya enam kali lipat lebih cepat.


Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, lebih dari delapan puluh Monster Beruang terpenggal. Dengan cepat Whana menyimpan mayat seluruh Monster Beruang. Dan bergegas melompat ke atas pohon yang tinggi untuk melihat situasi.


'Mata Dewa!'



Dengan Tehnik Mata Dewa, Whana memantau area sekitarnya. Ketika ia menoleh ke kiri, dalam pandangannya, Whana melihat beberapa pohon yang sangat amat besar. Ada lima pohon yang besarnya melebihi yang lain. Namun tingginya sama dengan pohon di sekitarnya. Diameter pohon kurang lebih mencapai lima puluh hingga delapan puluh meter.



Karena arah pohon segaris dengan tempatnya berdiri saat ini, yang artinya tidak menuju ke area yang lebih dalam, Whana terbang perlahan dan tidak melonggarkan kewaspadaannya sama sekali.



Sampai di pepohonan yang super besar itu, Whana memandang dengan takjub.



"Jika ini di Bumi, kira - kira para pencuri kayu akan menghabiskan waktunya hanya untuk memotong pohon ini." Whana bergumam dan tersenyum lucu atas kekonyolannya.



Whana mengarah pada salah satu pohon besar yang terdapat lubang berbentuk oval, kira - kira seukuran pintu rumah. Dengan mengaktifkan Mata Dewa, ia melihat detail keseluruhan di dalam lubang dengan sangat jelas.



"Sepertinya ini cocok menjadi salah satu pos kecilku." Bergumam kalimat itu, Whana kemudian membuat formasi array pertahanan di seluruh bagian pohon yang akan di jadikannya tempat istirahat.



Masuk ke dalam lubang oval pada batang pohon, Whana melihat seolah ia sedang berada di dalam ruangan yang sangat besar. Diameter ruang itu sekitar enam puluh meter dan tinggi lima meter. Ia kembali membuat formasi array ilusi, menyamarkan lubang oval yang berada pada dinding batang pohon.



Hampir sehari penuh Whana menggunakan energinya, jika ini orang lain maka mereka akan kelelahan yang teramat sangat. Namun berbeda bagi Whana yang memiliki Tubuh Kekosongan dan Tehnik Pemulihan. Ia tidak akan merasa lelah yang berlebihan.

__ADS_1



Kondisi ruangan agak gelap, jadi Whana menggunakan Tehnik Mata Dewa selama berada di dalam pohon.


__ADS_2