
Akhirnya Aisyah memutuskan untuk menerima lamaran dari Alan, sebab desakan dari Ibunya. Aisyah tidak berdaya padahal banyak pilihan Aisyah masih menunggu jawaban dari Allah. Namun Ibunya sudah tidak sabar akhirnya Aisyah memutuskan menerimanya.
Pak Hedy guru Aisyah mengingatkan, agar jangan terburu buru, teman teman Aisyahpun sama mengingatkan. Pak Hedy berkata menyarankan Aisyah untuk menelusuri dulu tentang Alan, asal usulnya dan sebagainya. Aisyah karena sudah memutuskan dan mau menjawab kepada Alan di hari minggu mendatang, tidak bisa melakukan itu.
Hari yang dinanti pun tiba Aisyah dilamar resmi oleh Alan, Alan hanya datang sama Bapaknya, juga Kakak laki lakinya. Tidak banyak yang diundang, cuma kerabat dekat saja. Aisyah resmi bertunangan dengan Alan. Dan akan dilangsungkan pernikahan 3 bulan mendatang.
Dwi gelisah mendapat kabar itu, dia mencoba menyusun rencana licik biar Alan membatalkan pernikahannya, Dwi berusaha menemui Alan di rumahnya. Namun Alan tidak ada dirumah dia banyak dikantornya. Alan sibuk karena dia banyak mendapat job pernikahan, begitupun Aisyah banyak kerja sama dengan Alan menerima job sebagai MUA. Semakin sulit Dwi menjalankan rencananya.
Namun di satu kesempatan ada undangan pernikahan dari temannya dulu masa S M A dulu, akhirnya bertemu juga Alan dan Dwi. Dwi menyapa Alan duluan. Dwi bersiasat memberi selamat sama Alan atas pertunangannya dengan Aisyah. Dibalik itu semua Dwi bermaksud untuk menghancurkan pertunangan tersebut.
Disinilah Dwi dan Alan di satu meja yang agak jauh tempat dengan yang lain. Dwi bicara dengan serius dengan Alan. Alan begitu kaget dengan yang apa Dwi sampaikan. Alan bener bener kecewa sama Aisyah. Merasa Aisyah tidak jujur padangnya. Alan tidak sanggup melanjutkan pertunangannya. Alan menelan begitu saja apa yang diucapkan oleh Dwi, Alan kecewa tanpa mencari tau dulu. Dia akan memutuskan Aisyah dengan cara yang menyakitkan.
Alan sebenarnya punya pacar, namun dia ingin menikah dengan Aisyah karena melihat Aisyah yang maju usahanya, juga semakin cantik. Alan butuh Aisyah untuk menyokong usahanya. Akhirnya dia melamar Aisyah. Karena niat yang tidak baik akhirnya dia kecewa sendiri dengan apa yang Dwi sampaikan.
Alan merencanakan menikah sama pacarnya, dia akan menikah dimana hari yang sama saat dia mau menikahi Aisyah.
Hari itu tiba juga, persiapan yang matang selama 3 bulan akhirnya akan digelar hari ini. Kerabat Aisyah sudah datang, baik yang didalam kota atau diluar kota, Aisyah dirias sama rekan sesama MUA, Aisyah tampil sungguh cantik. Jam cepat berlalu Mempelai lelaki belum juga muncul waktu yang ditentukan sudah dilampaui. Namun yang ditunggu belun juga datang. Kakaknya Alan datang sendiri tanpa keluarga yang lain.
Kakaknya Alan meminta maaf sama Ibu dan keluarga Aisyah dan mengabarkan kalau Alan tidak bisa hadir. Ibu Aisyah sangatlah syok dengan berita tersebut. Aisyah yang gelisah dari tadi akhirnya tau apa yang terjadi, Paman Aisyah dan kakak sepupu Aisyah menjadi murka. Kakaknya Alan dipukul dan disuruh bertanggung jawab.
Aisyah menolak, " tolong jangan lakukan itu, biarkan pernikahan ini batal " seru Aisyah
" Bu Aisyah tidak mau asal menikah, biarlah ini batal, Aisyah belum mengenal Kakaknya Alan" Aisyah memohon sambil menangis.
Namun Ibunya Aisyah tidak mau malu, akhirnya Kakaknya Alan menggantikan adik nya untuk menikahi Aisyah.
" Sah " seru semua orang yang menyaksikan ijab kabul itu .
Air mata Aisyah luruh sudah. Aisyah tidak mampu membendung rasa sakit dan kecewanya. Sungguh Aisyah tidak mengenal Kakaknya Alan, Siapa dia, kerja apa, Aisyah sungguh tidak tau. Hanya air mata yang menemaninya.
Tiba mempelai wanita untuk masuk dan disandingkan dengan mempelai pria.
Penghulu meminta Aisyah mencium tangan suaminya Revan Alfiansyah. Dan Suaminya mencium kening Aisyah. Air mata tidak terbendung, Aisyah merasa hancur . Dua kali dia ditinggalkan oleh pria yang dicintainya.
Kini Aisyah sudah resmi menjadi istrinya Revan Alfiansyah, seorang pengusaha konveksi yang cukup sukses diusia mudanya. Revan pribadi yang baik, dia lebih pendiam dan jarang berinteraksi sama wanita. Dia merasa belum mau menikah, karena masa lalunya. Revan merintis usahanya disaat usia 20 tahun, usia Revan kini 34 tahun, cukup jauh perbedaan dengan Aisyah. Revan berkulit sawo matang, tidak terlalu tampan, tapi Revan manis, mirip dengan Alan. Tinggi badannya 180 cm. Berat badan 80 kg, cukup kekar badannya .
__ADS_1
Di tempat lain Alan sedang melakukan resepsi pernikahan dengan pacarnya Rani, Rani sudah lama berpacaran sama Alan malah Rani sudah punya anak bersama alan dia sudah satu atap sebelum menikah, melakukan suami istri sudah 2 tahun lamanya. Baru hari ini di resmikan. Seandainya Dwi tidak menghasut Alan sebenarnya Alan mau menikahi Aisyah begitupun Rani, jadi Aisyah akan dipoligami.
Alan tidak terima saat Dwi mengatakan kalau Aisyah sering tidur bersama Dwi. Itulah kenapa Alan meninggalkannya.
Dwi sengaja melakukan itu supaya Alan mundur, akan tetapi apa yang mau dikata, Semua sudah terjadi dan Aisyah tetap menikahi orang lain. Dwi sangat kecewa. Dia minum minuman keras. Dan mendatangi tempat acara berlangsung, Dia berteriak mengacaukan acara.
" Aisyah kenapa kamu tega melakukan itu "
" Aisyah jangan tinggalkan aku "
" Aisyah aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang, Aisyah aku sudah cerai sama istriku, Aisyah aku akan menikahi mu
" racau Dwi sambil berteriak teriak.
Dwi diamankan oleh keamanan setempat. Tadinya keluarga Aisyah sangat geram, sepupu Aisyah mau menerjang. Untung pihak keamanan dengan sigap membawa Dwi kerumahnya. Ibunya Dwi menangis melihat anaknya hancur, Beliau merasa bersalah, beliaulah penyebab kehancuran hidup Dwi.
Ibunya Dwi tau dari dulu Dwi sangat mencintai Aisyah namun restu tak kunjung dia berikan, saat itulah mulai kehancuran Dwi, hidupnya sangat kacau. Gara gara Ibu Ninggrum banyak hati yang tersakiti. Ada anak bayi menjadi korban karena keegoisannya Ibu Ninggrum. Saat melihat anaknya hancur baru dia menyadari namun malang tidak bisa ditolak semua sudah terlanjur terjadi. Hanya air mata yang setia menemani wajahnya yang sudah menua itu.
Malam pun tiba saatnya Aisyah dan Revan masuk kamar. Sungguh Aisyah sangat canggung. Dia belum pernah sekamar dengan laki laki. Begitupun Revan dia gugup setengah mati. " Dek maafkan adik mas ya " ucap Revan untuk mencairkan suasana.
" Dek jangan buang buang air matamu yang berharga itu " lanjut Revan.
" Perlu ade tau, seharusnya ade bersyukur Alan meninggalkan Ade " ujar Revan lagi.
" Kenapa mas, emang ada rahasia apa yang saya tidak tau"
" Dek janji ya jangan marah, kalau mas cerita semua tentang Alan adik mas" ucap Revan.
" Sebenarnya Alan sudah lama menjalin hubungan dengan Rani, mereka sudah punya anak hasil hubungan tanpa ikatan, anaknya umur 1 tahun, Dia sengaja ingin menikahi Adek biar mendapat dukungan usahanya, dan semua direncanakan bersama Rani"
" Tapi kenapa Bapak sama Mas tidak mencegah saat mau melamar Aisyah malah Bapak seolah mendorong supaya Aisyah menerimanya. Dan Mas saat itu diam saja" sahut Aisyah dengan wajah yang sangat kecewa mengetahui fakta yang sesungguhnya.
" Dek sungguh Mas g tau apa apa, Mas diberitahu mendadak, dan Mas tau semuanya saat setalah pertunangan. Rahasia Alan ditutupi Bapak, Cuma Rani yang tidak sanggup menutup rahasia terus.
" Kakak tau saat Alan dan Rani bertengkar hebat saat seminggu lagi mau pernikahan, Rani memberi tahu Alan kalau hamil lagi. Disitulah Mas tau semuanya" ucap Revan lagi.
__ADS_1
" Makanya Mas datang ke pernikahanmu, karena Mas malu dengan kelakuan keluarga mas, dan kenapa Alan meninggalkan Aisyah karena Dwi temannya Alan menghasut Alan. Dia bicara katanya Adek sering tidur sama Dwi sejak dulu. Dan sayangnya Alan percaya begitu saja" .
Malam itu semua fakta terungkap, takdir Aisyah berjalan, suami Aisyah kini Revan bukan Dwi ataupun Alan. Semua kehendak Allah, Allah tidak menginginkan Aisyah dizalimi orang. Allah selamatkan Aisyah. Walaupun dengan banyak drama dan air mata.
Aisyah sungguh pasrah dengan garis hidupnya.
" Mas mandi dulu, sholat dulu sebelum tidur " ujar Aisyah mengingatkan suaminya, sebab suaminya tanpa ganti baju suaminya sudah memejamkan matanya.
" Ah iya, Mas lelah banget de" jawab Revan
" Tetep saja tidak baik menunda nunda sholat" ujar Aisyah lagi.
" Baiklah dek, Mas mandi dulu " sahut Revan lagi.
Akhirnya mereka melakukan sholat berjemaah. Dan dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al'qur an. Suara Aisyah sangat merdu dan menyejukkan.
Tibalah mereka harus tidur, Aisyah sangat canggung begitupun Revan, " Tidurlah di tempat tidur biar Mas tidur dibawah pake karpet ya" ujar Revan paham dengan kecanggungan istrinya.
Aisyah hanya menganggukkan kepala saja
tanpa menyahut. Aisyah memberikan selimut dan bantal sama suaminya.
Aisyah pun merebahkan tubuhnya yang lelah jiwa raganya. Dia sungguh tidak habis pikir kenapa ada orang yang berniat jahat padanya. Padahal dari dulu dia tidak merasa menyakiti siapapun. Hatinya sungguh pedih, Dua kali dia kecewa sama orang yang sempat ada di hatinya. Aisyah tidak mampu memejamkan matanya. Sampai subuh tiba Aisyah belum juga bisa tidur.
Karena sudah waktunya sholat Aisyah bangun untuk melakukan sholat. Dia bermaksud membangunkan suaminya. Tapi dia sangat canggung, tidak ada keberanian membangunkannya. Akhirnya Aisyah mengambil Air wudhu dan melaksanakan sholat sendiri ditempat lain.
Revan terbangun, dia ingat belum sholat dengan cepat Revan ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Waktu menunjukkan pukul 6. Aisyah dengan cepat ke dapur buat sarapan, dan membereskan rumah sebelum semua orang pada bangun, kebetulan kerabat Aisyah masih ada sebagian yang tinggal dirumah Aisyah. Ibunya Aisyah sudah dari tadi bangun, Ibunya masih sedih dengan kejadian kemarin, ibunya Aisyah masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Maka beliau merasa berat kepalanya. Terlalu berat beban hidupnya.
Aisyah memanggil semua orang untuk sarapan, termasuk suaminya. Aisyah masak yang simple saja. Meraka sarapan dengan hidmat. Hanya Ibunya Aisyah yang tidak ikut sarapan. Setelah beres sarapan suaminya Aisyah membantu Aisyah membereskan semua bekas makan mereka. Aisyah membawa makanan ke kamar Ibunya.
Apa yang akan terjadi kedepannya ????
Bersambung
__ADS_1
.