
Dwi semakin menjadi, istrinya jadi bulan bulanan setiap saat, Kalau pulang malam dalam keadaan mabuk. Dwi kembali kehilangan arah. Dwi tidak mampu menahan rasa kecewanya, Harapan untuk kembali sama Aisyah sangat besar sehingga saat Aisyah pergi lagi di hidupnya Dwi menjadi orang yang tidak terkendali.
Dwi seorang penggila kerja sebenarnya. Kelau sudah kerja dia tidak bisa diganggu. Sebenarnya Dwi itu penyayang cuma amat disayangkan sifat temperamennya yang sulit ditahan oleh Dwi. Dia sering los kontrol. Sehingga istrinya yang sering terkena bogem mentah Dwi.
Dwi adalah seorang kontraktor, kebetulan Dwi dapat proyek dari PLN dan bekerjasama dengan Pak Yadi.
Pak Yadi adalah suami dari Alea sahabatnya Aisyah. Mereka baru kerjasama satu tahun ini.
saat ada pertemuan dan diadakan rapat dadakan hadirlah Pak Yadi dan Dwi. Selesai raat mereka ngobrol ngobrol ringan dulu. Kebetulan tempat pertemuan itu disebuah mall. Nah karena tau suaminya di mall tersebut, Alea ngajak Aisyah sekalian ngajak anak anaknya main ke mall tersebut.
Aisyah menyetujui sebab memang anak nya sudah lama tidak pergi ke Mall, Hasan seneng bukan main, dia mau main bola katanya.
Alea menjemput Aisyah kerumahnya. Alea bawa mobil sendiri. Alea dan Aisyah masing masing bawa anak anak. Mereka masuk ke Mall langsung ke tempat permainan anak anak karena Hasan dan anak Alea yang sebayanya sudah tidak sabar untuk bermain.
Aisyah duduk ditempat tunggu sambil menggendong Astri. Namun siapa sangka Revan dan istrinya lagi berjalan ke arah Aisyah yang lagi duduk. Alea berada agak jauh, Alea lagi ngejar anaknya yang lumayan aktif.
Aisyah bukan tidak melihat, cuma dia g mau ribut sama istrinya Revan . Aisyah g mau ribut. Jadi Aisyah pura pura tidak melihatnya.
Namun apa yang terjadi istrinya Revan melihatnya. Dia menghampiri Aisyah dengan wajah yang angkuh dia menghardik Aisyah.
" Hai istri udik ngapain kamu disini " seru istrinya Revan.
" Ini tempat umum, siapa yang bisa melarang siapapun kesini " jawab Aisyah dengan tenang. Sungguh Aisyah tidak mau ribut apalagi dia bawa anaknya.
" Emang duit dari mana janda seperti kamu kalau tidak mengandalkan mantan suami untuk biaya kalian " tukas istri Revan lagi.
Terkejut Aisyah ada pernyataan seperti itu.
" Mas tolong jelaskan sama istrimu terakhir kamu ngasih uang ke anak kamu " ujar Aisyah supaya Revan bisa menjelaskan semua yang terjadi sama Aisyah.
" Dek, Mas kan memang tiap bulan transfer ke rekening kamu, apakah kamu tidak pernah mengeceknya" tanya Revan heran.
" Mas seandainya kamu benar mentransfer uang pada rekeningku pasti ada pemberitahuan, aku pakai M bangking. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengeceknya.
" Bener dek aku ngirim kamu setiap bulan walaupun tidak banyak" ungkap Revan lagi.
" Mas berapa kali kamu transfer dan berapa kamu transfer " tanya Aisyah lagi.
" Setiap bulan dari pertama bercerai sampai sekarang masih ngirim sampai sekarang " Ungkap Revan lagi.
" Mas sendiri yang transfer atau melalui orang lain " Tanya Aisyah penuh maksud.
" Eh buluk kamu nyindir aku gitu, jelas dong suamiku tidak akan mentransfer pasti melalui aku " teriak istrinya Revan penuh kemarahan samapi banyak orang yang melihatnya.
__ADS_1
" Iya dek ngirimnya lewat istriku " jawab Revan lagi.
" Nah g usah nyari lagi jawaban kapan terakhir kirim, sudah jelaskan mas ngirim kemana istrimu itu, atau ngirim ke rekening pribadi. Bisa saja kan " ujar Aisyah sambil tersenyum.
Ada rasa percaya dengan omongan Aisyah namun ada juga keraguan, Revan merasa bingung. Untuk meredakan suasana Revan mengajak istrinya pergi dan pamit kepada Aisyah. Namun yang menjadi miris tanpa melihat sama sekali pada Astri. Menyakitkan sekali.
" Dasar benalu, dari dulu hidup menyusahkan orang lain " Seru istrinya Revan sambil berlalu.
Aisyah hanya bisa mengusap dadanya, rasa sakit menjalar ke seluruh dadanya. Aisyah kembali fokus memperhatikan anaknya Hasan yang lagi asyik bermain bola. Sementara Alea sedang ngejar ngejar anaknya yang cukup aktif.
Waktu Pun berlalu anak anak sudah merasa lelah bermain. Kebetulan telpon Alea berbunyi. ternyata dari suaminya.
" Halo mas, udah selesai " tanya Alea.
" Iya kamu dimana " jawab suaminya Alea.
" Aku ditempat bermain sama anak anak kebetulan akau ngajak Aisyah anak Aisyah Hasan pengen mandi bola katanya " ucap Alea.
" Ya udah kamu tunggu disitu mas kesan ya, kita sekalian makan disitu ya " jawab Yadi suaminya Alea.
Dwi masih duduk disitu dia mendengarkan percakapan Yadi dan istrinya. Dia sedikit mencuri dengar kalau ada Aisyah ikut ke mall itu.
Dwi pura pura pamit duluan, padahal dia bermaksud mencari Aisyah dan anak anaknya.
" Eh Kak ada disini juga , sama siapa " basa basi nya Aisyah.
" Iya, aku sendiri, abis ketemu temen " jawab Dwi.
" Oh ya udah kalau gitu, Aisyah duluan ya, di tunggu Alea sama suaminya , g enak terlalu lama buat orang nunggu " kata Aisyah sambil melangkah.
Namun langkahnya harus terhenti sebab Dwi meraih tangannya. Aisyah membalikkan tangannya. Aisyah merasa tidak suka dengan cara Dwi seperti itu. Aisyah mencoba narik tangannya. Namun Dwi g melepaskannya karena g mau kehilangan lagi.
" Kak tolong lepasin tangan saya, jangan sampai saya membenci Kakak " seru Aisyah dengan marah.
" Oke oke, tapi kamu janji jangan lari lagi ya " kata Dwi. Sambil menyodorkan tangannya ke pada Hasan untuk menggendongnya.
Dan yang jadi masalahnya Hasan mau digendong Dwi, Aisyah sebal bukan main. Kanapa juga Hasan mau digendongnya. Mungkin juga Hasan kelelahan habis bermain. Mau minta gendong Ibunya tidak mungkin. Ibunya lagi mengendong adiknya. Akhirnya ada yang sukarela mau menggendongnya Hasan mau mau saja.
" Kamu mau makan ayo, g usah sama Alea biar sama aku saja ya "
" Kak, g enak sama mereka, sudah nunggu dari tadi "
" Ya udah kita kesana ya, kita makan bareng mereka "
__ADS_1
Karena Dwi memaksa, dan Hasan digendong Dwi mau tidak mau mereka pergi ke tempat makan Alea dan Suaminya. Memang tidak terlalu jauh dari situ. Cuma lama karena berdebatnya.
Alea dan suaminya sedikit kaget karena melihat Aisyah dan Dwi seperti keluarga kecil yang bahagia.
" Syah kok bisa " Tanya Alea sambil menyikut tangan Alea.
" Panjang ceritanya, nanti saja aku ngomongnya ya " jawab Aisyah malas.
" Eh Pak Dwi kenal sama Aisyah sahabat istri saya " tanya Pak Yadi.
" Iya, bukan kenal lagi pak , Dia itu calon istri masa depan saya " Dengan tidak tau malunya Dwi mengatakan itu sambil tersenyum tanpa dosa.
Lain dengan Aisyah yang sangat malu dan marah menjadi satu, Dia tidak mau dikatakan pelakor, Dia sungguh kesal dengan pernyataan Dwi itu.
" Oh begitu, saya doakan ya apa yang bapak cita citakan terkabul" ujar pak Yadi.
" Ayo Syah kita makan, g usah berlama lama kita sudah kelaparan nih " ucap Alea untuk memotong pembicaraan yang kurang faedahnya. Yang bikin sahabatnya murka.
Pada akhirnya mereka makan bersama, sampai akhirnya waktunya pulang.
Hasan minta ke toilet, Aisyah bersyukur bisa menghindar dari Dwi. Digunakanlah kesempatan itu. Aisyah cepet pesan taxi setelah dari toilet Aisyah langsung keluar lewat pintu yang lain sehingga tidak terlihat oleh mereka.
Setelah masuk taxi Aisyah baru chat Alea kalau dia pulang duluan.
Alea paham dengan kegundahan sahabatnya itu. Setelah ngobrol panjang. Alea dan suaminya pamit, Dwi heran kenapa Aisyah tidak kembali. firasat Dwi buruk pasti Aisyah meninggalkannya lagi dan lagi.
Dwi menjadi marah sama dirinya sendiri kenapa dia percaya Aisyah untuk ke toilet itu.
Sehingga kembali Dwi kehilangan Aisyah. Namun ada satu harapan, Toh dia kenal sama suaminya sahabatnya itu, Dia nanti akan pura pura berkunjung ke rumah sahabatnya itu sambil mencari info Aisyah.
Nah para pembaca berhasilkah Dwi menemukan rumah Aisyah dan kembali mengambil hati Aisyah.
Yu kita tunggu bab berikutnya.
Selamat membaca, keberkahan buat pembaca semua.
Dan terimakasih banyak bagi yang sudah mendukung Saya menulis sampai sejauh ini.
Terimakasih dengan komen dan like.
Salam sayang untuk pembaca semuanya.
Ditunggu saran dan kritiknya.💖💖💖
__ADS_1
" Ungkap Revan lagi