Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Ya Allah hapuslah perasaan ini


__ADS_3

Aisyah beres acara bermaksud untuk segera pulang. Dia menghubungi Alea , memang udah ada janji mau ketemu orang lain lagi.


Saat mau keluar Dwi sudah berdiri didepan Aisyah, Aisyah kaget setengah mati. Sebab dia tadi melihat Dwi sedang sibuk berbicara dengan panitia, Aisyah tidak menyadari kalau Dwi sambil ngomong matanya sambil memperhatikan Aisyah.


" Mau kabur lagi " ujar Dwi sambil tangannya di pintu keluar menghalangi jalan Aisyah.


" Siapa bilang, saya mau cari angin dulu, sambil nunggu kamu masih ngobrol sama panitia " elak Aisyah. Padahal dirinya emang mau kabur, dan Alea sudah nunggu diparkiran.


Alea sudah di wa sejak tadi makanya dia sudah sampai. Tapi semua rencana gagal.


Mau tidak mau harus ngikutin dulu bicara sama Dwi. Ya menegaskan juga supaya Dwi tidak mengejar lagi.


" Ya udah kalau begitu ayo kita ke kafe itu didepan situ ya, kita ngobrol sebentar " Ajak Dwi.


" Baiklah, tapi boleh ya ngajak temen soalnya dia udah nunggu dari tadi diparkiran " jawab Aisyah. Sambil menelpon Alea tanpa menunggu jawaban dari Dwi.


" Halo, Alea kamu ke kafe depan hotel ya, saya tunggu disitu, ada perlu dulu " ucap Aisyah pada Alea di telpon.


" ok, aku kesana, Aku ngerti pasti ada seseorang ya ha ha ha " Jawab Alea sambil tertawa.


Aisyah tidak menjawab lagi segera dia memasukkan handphone nya ke dalam tas nya. Lalu dia mengikuti Dwi yang sudah jalan duluan.


Di meja ujung Alea sudah main duduk aja, sambil senyum g karuan. Aisyah melihatnya jadi gedeg banget. sambil cepat menghampiri.


Sambil berkata " Kamu ko cepet jalannya, kan cukup jauh dari parkiran, kamu terbang apa " tanya Aisyah heran.


" orang aku sudah dari sini, aku bosen neng lama nunggu diparkiran mending sambil minum, nih udah mau abis " ujar Alea tanpa dosa.


" Ih kamu nyebelin banget bukannya ngomong " tukas Aisyah jengkel.


Aisyah ngambil kursi pinggir Alea dan Dwi duduk tepat depan Aisyah. Alea langsung berdiri. Pas mau melangkah tangannya ditarik Aisyah. " mau kemana kamu Lea " Tanya Aisyah.


" Udah kamu beresin dulu masa lalu kamu yang belum kelar, aku tunggu disana " jawab Alea santai sambil melenggang pergi menjauh dari meja mereka, Alea nyari meja yang kosong yang lain kebetulan kafenya agak rame.


" Tuh sahabat kamu itu sungguh sangat pengertian pada kita " ucap Dwi sambil tersenyum yang dibuat semanis mungkin.


Tapi bagi Aisyah sangat menyebalkan lalu Aisyah bicara " Kak, aku mau terus terang ya sama kamu, biar kamu g penasaran sama aku dan g terus ngejar aku " kata Aisyah sama Dwi.


" Kak maaf banget, sebelumnya kalau ucapan saya bakal mengecewakan Kakak bahkan mungkin nyakitin hati Kakak " ucap Aisyah lagi.


Dwi hanya menyimak sambil hatinya ketar ketir. " Emang apa yang mau kamu sampaikan sama aku, awas saja kalau kamu selingkuh " kata Dwi tidak tau malu, emang Aisyah siapnya dia.


Aisyah tidak perduli dengan omongan Dwi yang terpenting rencana harus bisa terlaksana. Dan bisa terhindar dari kejaran Dwi, Soalnya Aisyah cukup stres juga.

__ADS_1


Disaat waktu yang tepat temannya Alea datang, Pak Yoyo yang memang mau ketemu sama Aisyah untuk membahas kerjasama dengan tempat produksi Aisyah.


Pak Yoyo duduk bersama Alea dulu sebelum Aisyah selesai bicara sama Dwi.


" Kak, sebenarnya saya sudah menerima pinangan dari orang, kemarin ada beberapa orang yang minang saya" kata Aisyah takut takut.


" Kan yang minang kamu udah meninggal , emang kamu mau nikah sama jenazahnya " jawab Dwi sambil manyun.


" Bukan yang itu Kak, Ada lagi " Jawab Aisyah lagi.


" Siapa, si buntung itu " tukas Dwi sudah mulai emosi.


" Bukan Kak " Aisyah mulai bingung mau nyari siapa ya yang mau dipinjam namanya.


Aisyah ngedadak blank cari nama untuk dipinjam buat kelabui Dwi.


" Diam kan kamu, aku tau kamu itu mau bohong sama aku, kamu mau mengelabui aku. Supaya kamu bebas dari aku kan, ayo ngomong jujur " ujar Dwi tambah sewot.


Aisyah ditekan seperti itu langsung saja ngomong, keluar dari mulutnya sebuah nama yang tidak pernah terpikirkan.


" Ratiman, dia calon suami aku " ucap Aisyah sambil hatinya agak menciut. Takut ucapannya jadi doa.


" Apa, kamu g salah, apa lebihnya dia Aisyah, dia itu hanya pegawai kamu. Yang bisa saja memanfaat kan kamu, kamu jangan bodoh Aisyah " kata Dwi penuh penekanan.


" Kak, maafkan aku, Ratiman baik, sederhana, hidupnya tidak neko neko, yang penting dia single" sindir Aisyah dengan telak.


Begitu pd nya Dwi. Sehingga dia sangat yakin kalau Aisyah bakal bisa dengan mudah dinikahi.


" Kak , saya minta tolong sama kakak ya, tolong menjauh dari saya , terus jangan ngundang ngundang lagi saya dalam acara apapun, cukup dua kali saya tertipu"


" Saya pikir saya diundang karena prestasi saya, ternyata yang mengundang ada udang dibalik batu, Kak saya sedih, ternyata saya hanya jadi pecundang saja"


" Selama ini saya begitu bangga dengan pencapaian saya, ternyata semua atas campur tangan Kakak "


" Tolong Kak biarkan saya berkembang tanpa bayang bayang Kakak, kalau Kakak sayang sama saya tolong lepaskan saya, Saya mau berjuang sendiri tanpa bantuan Kakak. Saya ingin menguji kemampuan saya kak" Ucap Aisyah sambil menahan air mata.


Memang tidak dipungkiri oleh Aisyah, kemudahan kemudahan yang dia dapat adalah campur tangannya Dwi. Dwi adalah orang sangat berpengaruh di pemerintahan.


Jadi dia sangat mudah untuk masalah perijinan, soalnya Aisyah sendiri pernah mencoba mengurus perijinan usaha pertama nya, cukup sulit, kalau tanpa embel embel nama Dwi dibawa.


Ya dulu juga akhirnya Dwi yang membantu mengenai perijinan, soalnya Aisyah sangat dipersulit.


" Terus kamu tega Syah ninggalin saya, kamu kan tau perjuangan saya memperjuangkan kamu, tolong pahami hatiku Syah" kata Dwi sambil menahan air matanya yang ditahan sejak tadi saat Aisyah meminta dia menjauhinya.

__ADS_1


" Syah sebelum aku tiada maukah kamu pergi haji bersamaku " tanya Dwi sambil meng hiba.


" Mana boleh Kak, kalau bukan muhrim kita tidak bisa pergi bersama " ucap Aisyah, tidak menyadari kalau ajakan Dwi adalah jebakan betmen.


" Maka dari itu aku mau menghalalkan kamu Syah " jawab Dwi sambil merasa menang, Aisyah sudah masuk perangkapnya.


" Kak, saya udah bilang kalau saya mau menikah dengan Ratiman " sahut Aisyah jengkel juga.


" Baik kalau itu bener, aku akan menjauh darimu, tapi kalau itu hanya bualan kamu, jangan harap kamu bisa lepas dari aku, kemanapun kamu bersembunyi pasti bakal ketemu" jawab Dwi dengan keyakinan penuh.


Akhirnya Aisyah beranjak pergi tanpa kata, dia sudah bingung menjelaskan apa lagi sama Dwi, orang keras kepala tidak bisa dilawan.


Aisyah menghampiri meja Alea dan Pak Yoyo.


Aisyah mengatupkan tangan di depan dadanya. Pun begitu sama dengan Pak Yoyo melakukan hal yang sama dengan Aisyah.


Alea memperkenalkan siapa Aisyah dan apa produksi yang Aisyah buat. Begitupun Alea memperkenalkan siapa Pak Yoyo , selain dia seorang manager sebuah perusahaan property, dia juga punya usaha sendiri di bagian makanan.


Pak Yoyo suka menyuplai barang ke berbagai kota juga negara tetangga. Kebetulan barang yang Aisyah bikin Pak Yoyo belum pernah nemu, jadi Alea dengan antusias mengenalkan ke duanya.


Akhirnya Pak Yoyo ikut bersama Alea dan Aisyah untuk meninjau tempat produksi Aisyah yang kebetulan dipegang oleh Ratiman.


Sementara Dwi pulang dengan hati kembali kecewa, namun dia masih punya sebuah harapan, sebelum Aisyah menikah dia masih mengganggap Aisyah miliknya. Segitu nya Dwi cinta mati sama Aisyah.


Sampailah Aisyah Alea dan Dwi, Aisyah lupa kalau Ratiman masih diliburkan. Biasanya kalau ada yang datang seperti Pak Yoyo Ratiman lah yang melayani semuanya.


Terpaksa Aisyah memanggil pegawai yang lain, yang tidak segesit Ratiman. Aisyah baru sadar kalau Ratiman itu adalah bagian terpenting dalam pabriknya.


Dengan tidak sabar akhirnya Aisyah turun tangan biar orang tidak terlalu banyak menunggu.


Beberapa varian rasa kerupuk ikan sudah disediakan di meja, sama surat bpom nya dan no pirt nya semua komplit, sama surat ijin usahanya. Sebab kalau mau dikirim ke luar negri semua sudah harus siap dan komplit.


Pak Yoyo meninjau dulu pabriknya, lalu dia mencoba semua varian rasa makanan nya, tidak lupa meneliti semua perlengkapan, dan administrasinya.


Setelah semua merasa cukup, Pak Yoyo membawa beberapa sample buat diperiksa di laboratorium.


Berhasilkah Aisyah mengekspor barangnya.


Dan bagaimana nasib Aisyah yang ditantang Dwi untuk menikah.


Yu, para pembaca kita nantikan di bab berikutnya. Selamat membaca .


Tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sudah memberi like nya. Semoga Allah yang akan membalas semua kebaikan kalian Aamiin.

__ADS_1


Bersambung.


"


__ADS_2