
Saat Alan datang. Aisyahpun baru datang. Sebenarnya Aisyah sudah ingin memutuskan kontrak dengan Alan. Namun rasanya tidak adil buat Alan. Tidak gampang mencari MUA yang harganya tidak terlalu mahal dan Aisyah terikat kontrak selama 6 bulan ke depan. Saat menandatangi kontrak saat mereka masih tunangan, sungguh Aisyah tidak menyangka akan terjadi seperti ini.
" Aisyah apakah kamu punya waktu, aku ingin bicara sama kamu" Alan berkata sambil mencoba mendekat ke kursi yang diduduki Aisyah.
" Ada apa Kak, apa perlunya kita bicara lagi, semua sudah terjadi dan kini sayapun sudah menikah. Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Semua udah selesai " Jawab Aisyah.
" Tapi aku perlu menjelaskan sama kamu Syah, biar aku tidak dikejar kejar penyesalan dan rasa berdosa sam kamu Syah " ujar Alan lagi.
" Kak biarlah semua menguap begitu saja, saya tidak mau mendengar apapun. Saya takut penjelasan Kakak menambah rasa sakit hati saya, sudahlah kita kubur aja semua. Toh disini sudah tidak ada yang dirugikan. Saya tegaskan lagi disini saya sudah menikah. Dan saat ini status saya itu jadi Kakak ipar Kak Alan. Mau tidak mau Kakak harus menerima itu. sahut Aisyah. Yang tidak mau berkepanjangan membahas masalah pribadinya.
" Syah saya tau, Kakak aku udah ngasih tau ke Aku kalau dia yang menggantikan aku saat itu. Awalnya aku marah, karena Kakakku seolah menggagalkan rencana aku menyakitimu , maafkan aku Syah " ujar Alan sambil menundukkan kepalanya tidak sanggup melihat sorot mata Aisyah.
Alan begitu menyesal menyakiti perempuan yang pernah dicintai dan mencintai dengan tulus. Namun Alan dengan tega menyakitinya.
Alan dari Smp sudah mencintai Aisyah, begitupun dengan Dwi. Alan tidak berani mengungkapkan karena Dwi begitu dekat dengan Aisyah. Saat Alan lulus Sma Alan ketemu Rani. Rani gadis yang baik cuma Rani anak yang begitu bebas hidupnya. Orang tuanya sayangnya hanya dengan uang. Sehingga Rani terjatuh pada pergaulan bebas.
Saat Alan merasakan sakit hati karena tidak bisa memiliki Aisyah. Maka Rani lah tempat pelarian Alan. Namun karena Rani begitu perhatian sama Alan lama kelamaan Alan bisa mencintai Rani. Karena Rani hidupnya sangat bebas. Alan sering nginep dirumah Rani. Dan terjadilah yang tidak diinginkan.
Awalnya ada rasa berdosa di hati Alan namun lama kelamaan hatinya seakan mati. Perbuatan itu seolah lumrah dilakukan sampai tidak terasa berjalan sampai 2 tahun lamanya dan menghasilkan seorang anak.
Orang tua Rani tinggal di luar Pulau mereka sibuk sendiri sendiri, Rani tinggal dengan orang tua angkatnya. Yaitu mantan pembantunya. Orang tua angkatnya tidak mampu menolak semua keinginan Rani termasuk hidup serumah tanpa ikatan bersama Alan.
Disaat Dwi bermasalah, Alan ada rasa kebahagiaan dan mencoba mendapatkan Aisyah kembali. Alan minta ijin sama Rani dengan dalih mau memanfaatkan Aisyah untuk keuntungan bisnisnya. Padahal dihati yang terdalamnya Alan masih sangat mencintai Aisyah. Dan kesempatan ini tidak mau disia siakan. Akhirnya Alan memaksa Bapaknya dan Kakaknya untuk me lamar kan Aisyah untuk nya.
Namun semua dihancurkan oleh fitnah keji dari Dwi. Alan sungguh kecewa, dia pikir Aisyah sama saja dengan wanita wanita diluar sana yang sering dia temui. Alan sungguh kecewa, tanpa mau mencari tau dulu. Alan percaya karena memang Dwi dan Aisyah sangatlah dekat dari kecil.
Disaat semua sudah terjadi dan Alan tau kalau itu hanyalah fitnahan semata. Penyesalan Alan sangat besar. Maka dia sempat merasa hambar dengan pernikahan ya. Sebab penyesalan tidak bisa memiliki Aisyah Rani menjadi korbannya. Apalagi sekarang melihat Aisyah semakin bersinar.
Apa lagi Revan selalu ada dimana Aisyah ada Revan selalu ada, dia tidak membiarkan Aisyah bareng Alan. Revan menjaga rumah tangganya. Dia tidak ingin rumah tangganya hancur karena sang adik. Revan sangat tau kalau Alan masih mencintai Aisyah. Untuk menyelamatkan rumah tangganya Revan mencoba selalu menemani Aisyah jika ada job bareng Alan.
Kita tinggalkan cerita Alan dan Aisyah, kita lihat bagaimana kisah Dwi.
__ADS_1
Dwi lagi termenung dirumahnya Uci. Dia menyesali semuanya. Ditangannya minuman. Dwi tidak bisa lepas dengan minuman itu karena minuman itulah teman setianya. Menemani hatinya yang sangat kacau.
Uci baru saja pulang, dia bawa anaknya Anggi. Melihat Dwi seperti itu Uci tidak jadi masuk ke rumahnya. Dia balik arah untuk menitipkan Anaknya sama tetangganya.
setelah merasa aman Uci kembali ke rumahnya. Dia perlu membereskan persoalannya dengan Dwi. Mau dibawa kemana rumah tangganya. Uci merasa percuma dipertahankan kalau hanya memilik raganya saja. Hatinya masih milik wanita lain.
Uci mendekati Dwi yang lagi duduk sambil minum. " Mas, bisa kita bicara " ucap Uci.
" Kamu sudah pulang ? , darimana saja kamu berhari hari kamu g pulang. Tidur dimana kamu dan bersama siapa ? " tanya Dwi beruntun.
" Apa peduli mu Mas ! Selama ini aku ada ataupun g ada kamu tidak pernah peduli dengan perasaanku. Kamu hanya perduli dengan perasaan kamu saja " jawab Uci sakit hati. Karena Dwi bicara seolah dia tidak bersalah.
Dwi baru tersadar dengan ucapan Uci. Dia baru menyesal setelah mendengar tangis Uci. Sekalipun Alkohol mempengaruhi pikiran Dwi. Tapi dia masih sadar. Malah dia menangis dan memohon maaf sama Uci.
" Maafkan aku Ci, aku bersalah padamu dan anak kita. Aku kangen Anggi sudah lama aku g bermain bersama dia " ucap Dwi. Dwi memohon dengan sungguh sungguh dia bertekad mau memperbaiki rumah tangganya.
Dia sudah menyadari semua kesalahannya. Dia merasa tidak ada lagi harapan untuk memiliki Aisyah. Karena kepindahan Aisyah yang tidak diketahui membuat Dwi frustasi.
Minimal mengurangi penyesalannya.
Namun disisi Uci sudah menyerah. Uci merasa terlalu lama diabaikan, tidak dianggap keberadaannya. Uci sakit, jiwa Uci rapuh. Uci perlu seorang yang bisa menenangkannya.
Setelah Uci bertekad untuk menyelesaikan rumah tangganya. Dwi malah sebaliknya ingin kembali merajut rumah tangga bersama Uci. Ada kegamangan di hati Uci. " Bukankah ini yang dia tunggu selama ini " Tapi ada yang aneh di hati Uci bukan bahagia mendapatkan itu semua. Malah dia merasa miris, dan sakit hati. Uci pikir Dwi seperti itu karena kehilangan Aisyah, dan dia dijadikan pelarian saja.
Dwi mencoba untuk memulai dari awal. Dan membujuk Uci untuk mau bersama dia terus.
Banyak cara yang Dwi lakukan. Sampai Uci mau pergi kemanapun Dwi selalu mengantarnya. Dulu kemanapun Uci pergi Dwi tidak pernah peduli. Kini semua terbalik saat Uci butuh waktu sendiri Dwi selalu ada. Dulu saat Uci butuh kehadiran Dwi, Dwi entah ada dimana.
Pelik sungguh kehidupan Uci dan Dwi tidak pernah nyambung hidupnya. Namun Dwi berusaha sabar menghadapi Uci yang selalu berusaha menghindarinya terus. Sekarang Dwi menginginkan Uci seutuhnya. Dwi mencoba membuang nama Aisyah dihatinya.
Di satu malam, Uci tidak bisa kemana mana. Anggi sudah mulai dekat dengan Ayahnya. Dwi begitu telaten ngurus Anggi yang baru berumur 2 tahun lebih.Balita itu lagi aktif aktifnya. Bertambah besar anaknya semakin mirip dirinya. Dwi me nina bobo kan Anggi. Saat Anggi tertidur Dwi mencoba mendekati Uci. Uci pura pura tidur. Dia seolah sudah mati rasa sama Dwi. Rasa sakit yang sering Dwi kasih membuat Uci kebas. Namun Dwi g kehabisan akal. Di rangsangnya Uci. Dwi sangat tahu kelemahan Uci. Dan akhirnya Uci menyerah dan terjadilah malam yang sangat dirindukan mereka berdua.
__ADS_1
Di lain tempat Aisyah lagi menyisir rambutnya yang panjang. Dia habis keramas. Aisyah tersenyum malu saat mengingat yang terjadi dengan dirinya dan suaminya. Malam pengantin yang tertunda. Sekalipun bagi Aisyah sakit. Namun ada timbul rasa bahagia karena kini dia sudah menjadi istri yang sesungguhnya. Dia bisa mempersembahkan yang terbaik pada suaminya. Aisyah begitu menjaga mahkotanya sampai dia serahkan kepada pasangan halalnya.
Revan baru saja keluar kamar mandi, dia melihat Aisyah yang tersenyum sendiri. Revan jadi ikut tersenyum sambil mau menggoda istrinya.
" Melamun apa hayo " canda Revan.
" Apa , Mas kamu ini ngagetin aja deh " seru Aisyah sambil mukanya merah karena mal kepergok sama suaminya sendiri.
" Dek mau lagi " ujar Revan lagi sambil tersenyum menggoda.
" Mas udah deh jangan bercanda terus aku malu tau " sahut Aisyah sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
" Kenapa harus malu kita kan sudah halal. Dek kamu udah sholat belum ?" Tanya Revan.
" Belum aku nunggu Mas, kita berjemaah ya Mas " ujar Aisyah.
" Ya udah, yu cepet kita sholat, biar cepet istirahat udah malem juga" jawab Revan sambil menggelar sajadahnya.
" Ya salah Mas sih, tadi Aisyah mau sholat malah digarap dulu. Tukas Aisyah. Keluar sifat Aisyah yang suka bicara ceplas ceplos.
" Orang kamu nya juga mau kan ? Dan menantikan malam ini hayo ngaku " canda Dwi lagi sengaja terus menggoda istrinya.
" Mas sudah ya. Lama lama aku marah nih " Ancam Aisyah, dia sungguh malu terus dicandain suaminya itu.
Merekapun sholat dengan khusu. dilanjutkan berdzikir terlebih dahulu dan mereka berdoa untuk kelanggengan rumah tangganya.
Setelah selesai Sholat Aisyah dan Revan menuju tempat tidur, Revan berbisik sama Aisyah. " Dek boleh ya " dasar pengantin baru maunya terus. Sekali merasakan tidak mau lepas hadeuuuuuuh dasar pengantin baru.
Aisyah bisa apa, dia tau hukumnya kalau menolak ajakan suami. Ya akhirnya mereka melakukan kembali ibadah itu. Sampai akhirnya mereka tertidur setelah membersihkan diri dan berwudhu sebelum tidur.
Segiti dulu ya bab yang ini kita jumpa lagi di bab berikutnya. selamat membaca semoga suka dengan ceritanya. Aku tunggu komentarnya dan like nya🥰🥰🥰.
__ADS_1