Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Kepastian Aisyah buat Dwi


__ADS_3

Aisyah setalah beraktifitas seharian pulang ke rumah. Baru saja dia duduk, didepan rumahnya ada yang berteriak manggil manggil namanya.


" Bu, bu Aisyah ini anaknya jatuh " teriak tetangga Aisyah.


Aisyah lari keluar melihat siapa yang jatuh, soalnya Astri ada sama pengasuhnya. Pas keluar Hasan banyak darah di mukanya. Ternyata Hasan yang jatuh, Aisyah sungguh syok bukan main melihat banyaknya darah yang keluar dari pelipis Hasan.


Aisyah dengan sigap menggendong Hasan dan dibawa ke klinik terdekat, Tanpa nanya dulu apa apa, yang penting tertangani dulu, itu yang Aisyah pikirkan.


Sesampainya dirumah sakit Hasan dapat jahitan 5 jahitan di pelipisnya. Setelah dijahit, dan Hasan sudah berhenti menangis baru Aisyah tanya, kenapa sampai jatuh.


Ternyata Hasan berebut bola dengan temannya, dia didorong sama Ibunya temennya. Otomatis namanya anak kecil didorong orang tua ya jatuhnya kenceng.


Aisyah bukan orang yang akan diam saja bila ada orang yang mengganggunya. Aisyah mencari saksi dulu, apa bener yang diomongin oleh anaknya itu.


Aisyah datangi tempat bermain Hasan disitu masih ada teman temannya Hasan. Aisyah bertanya kronologisnya gimana sampai Hasan jatuh, akhirnya jawaban sudah didapat.


Aisyah pulang kerumahnya, dengan menekan emosi dulu, dia tidak ingin menyelesaikan masalah dengan emosi , Aisyah mengambil air wudhu dulu. Aisyah duduk dulu lalu minum dan mengucapkan Istighfar, supaya reda amarahnya.


Setelah merasa lebih baik Aisyah membawa Hasan ke rumah yang mendorongnya. Aisyah tidak lupa membawa saksi saksi juga. Biar orangnya tidak bisa mengelak.


Setelah sampai rumahnya Aisyah mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum " ucap Aisyah.


" Walaikumsalam " jawab seorang laki laki yang Aisyah kenal.


" Eh, Syah tumben main kesini, ada angin apa nih " Tanya Pak Taufik sahabatnya Aisyah di perkumpulan kelurahan.


" Pak, Saya mau bicara sama istrimu " jawab Aisyah masih agak jengkel, cuma dia khawatir soalnya Aisyah sangat tau sifat Taufik seperti apa.


" Sebentar Syah saya panggil ya " ucap Taufik, sebab Taufik juga paham kalau Aisyah sampai datang ke rumah orang berarti ada yang sangat penting.


" Mah, mah " Panggil Taufik ke istrinya.


" Iya pah, ada apa ko teriak teriak " jawab Elis istrinya Taufik.


Elis cepat keluar menghampiri Taufik yang berada di ruang tamu mereka. Elis kaget disitu ada Aisyah dan anaknya, juga anak anak yang lain.


" Sebelumnya saya minta maaf ya, mungkin anak saya suka nakal, cuma saya merasa kurang terima jika yang nakal anak anak yang mendorong anak saya sampai jatuh dan terluka itu Ibunya " ucap Aisyah sambil memandang Elis.


" Siapa yang mendorong, dia jatuh sendiri " elak Elis.

__ADS_1


" Coba anak anak jelaskan gimana Hasan sampai jatuh " ujar Aisyah kepada anak anak yang dibawanya.


" Ah, mereka pasti berbohong, kamu pasti udah membayarnya supaya mereka berbohong kan? " seru Elis lagi sambil emosi.


Tentu saja Taufik tau siapa disini yang berbohong, Taufik tau banget karakter baik istri ataupun Aisyah. Jadi Taufik langsung menyela sambil agak keras bicaranya.


" Cukup mah, jangan mengelak lagi, Bapak sangat tau siapa Aisyah, Aisyah tidak pernah mengurusi masalah seperti ini kalau tidak mengganggu keluarganya" Ucap Taufik dengan nada tinggi, dia sudah sangat jengkel dengan bantahan bantahan dari istrinya.


Dan anak anakpun menceritakan semuanya.


kronologisnya terjatuhnya Hasan. Taufik minta maaf sama Aisyah. Bagi Aisyah yang penting orangnya sudah tau dan tidak akan mengulanginya lagi. Masalah dianggap selesai.


Sepulangnya Aisyah Taufik mengeluarkan emosinya dengan membanting rak piring yang ada didekatnya. Semua terjatuh dengan suara yang sangat keras. Taufik membanting yang ada disitu. Elis berlari ke kamar ketakutan melihat suaminya emosi seperti itu .


Setelah emosinya agak reda, Taufik memanggil istrinya. " Mah , kamu sini Bapak mau bicara " kata Taufik.


Elis dengan cepat menghampirinya. " Ada apa pak " jawab Elis takut takut.


" Maksudnya apa kamu mendorong anaknya Aisyah " tanya Taufik pingin tau motif Elis melakukan itu.


" Iya si Hasan itu nakalnya minta ampun, orang si Noval pengen bolanya, malah dia tendang, saya kan jadi kesel melihat kenakalan di " jawab Elis dengan antusias mengadukan Hasan.


Taufik mendengarkan, dia tidak ingin gegabah menghakimi istrinya.


" Ya punya Si Hasan, cuma kan anak kita mau pinjam, masa g boleh malah ditendang dikasih ke anak yang lain " jawab Elis lagi.


" Posisi mereka lagi main bola " Tanya Taufik lagi.


" Iya mereka kan lagi main bola, si noval pengen ikutan, tapi g boleh sama si Hasan, katanya g ada lawan lagi, pas mau ambil bolanya, malah ditendang sama si Hasan, ya saya g terima sebagai Ibunya" ujar Elis lagi.


" Mah kamu itu ya, g mikir apa kalau lagi main siapa yang mau diganggu, anak kamu aja yang g tau kalau main bola harus ada lawannya ' jangan mau pinjam pinjam barang yang lagi di pake, kamu dorong Hasan sampai berdarah, itu kamu mikir g " ujar Taufik marah.


" Ya gimana g marah, sebenarnya aku g suka sama anaknya si Aisyah itu, kamu selalu muji muji dia, kamu kaya suka sama dia bener kan " teriak Elis.


" Kenapa kamu malah melebar kamana mana, kamu harus mikir g mungkin aku suka sama Aisyah, Aisyah wanita terhormat, yang mau sama dia banyak, tapi dia tidak asal memilih suami, tau g kamu " Taufik balas berteriak .


Terjadilah pertengkaran hebat sampai Elis kena tampar suaminya. Mau apa dikata Elis terbakar cemburu sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


Taufik marah luar biasa karena merasa malu sama Aisyah.


Sejak kejadian itu Elis tidak berani lagi berbuat culas kepada anaknya Aisyah.

__ADS_1


Taufik mendatangi rumah Aisyah dan meminta maaf atas kesalahan istrinya.


Aisyah sudah tidak mempermasalahkan kalau masalah anak anak g masalah asal segala disangkut pautkan dengan status Aisyah..


Aisyah sungguh menjadi sedih, dengan status janda banyak orang yang ketakutan.


Padahal Aisyah bukan wanita yang genit, malah cenderung sangat menjaga marwahnya.


Namun mereka tidak bisa disalahkan juga sebab banyak para suami yang suka membandingkan istrinya dengan Aisyah.


Disitulah para pembenci datang. Namun banyak juga yang membela Aisyah. Terutama yang ibu ibu yang selalu ikut berproduksi sama Aisyah, dan anak mahasiswa yang gabung dengan rumah produksi Aisyah.


Ya namanya juga iri ,ada saja yang dibuatnya supaya maksud hati bisa terpuaskan, sekalipun orang lain yang dirugikan.


Pada suatu saat, pernah terjadi fitnahan buat Aisyah. Saat hari sudah mulai malam. Aisyah kedatangan saudaranya dari kampungnya. Dia saudara sepupunya dari Ibunya, kebetulan laki laki.


Dia bernama Rahman, Rahman datang bersua sama Amir temannya Rahman, berhubung sepupu Aisyah mempersilahkan masuk. Masuklah Rahman bersama Amir. Dirumah Aisyah pun ada Art dan pengasuhnya Astri.


Ada juga anak anak. Dasar orang julid, kalau mau fitnah harusnya cari informasi dulu supaya dia tidak malu.


Elis melihat dua orang laki laki masuk ke rumah Aisyah, dia langsung ngirim foto orang yang masuk ke rumah Aisyah dan menyebarkannya di group Ibu ibu Pkk.


Gempar Lah satu Rw, karena foto tersebut. Karena gaduh akhirnya Ibu Rw memanggil dulu Ibu Rt, Dan menanyakan kebenarannya.


Ibu Rt tidak bisa menjawab karena tidak ada laporan dari Aisyah.


Akhirnya Ibu Rt dan beberapa Ibu ibu Pkk mendatangi rumah Aisyah. Dan kebetulan sepupu Aisyah mau pulang. Sebab memang cuma mampir sebentar hanya menyampaikan pesan dan oleh oleh saja.


Aisyah dan sepupunya kembali duduk, sebab Aisyah mendapat firasat yang kurang bagus.


Dan ngobrolah mereka, Ibu Rt menanyakan siapa yang datang itu. Dijawab sama Aisyah dengan jujur. Dan Bu Rt juga bingung dengan berita yang menyebar sebab dirumah Aisyah ada beberapa orang bukan hanya ada Aisyah saja.


Setelah jelas semua, Ibu Rt lapor ke Bu Rw sesuai dengan yang dengan fakta yang dia temukan ternyata semua hoak saja.


Bu Rw marah, dan memanggil Elis untuk disidang. Akhirnya yang dapat malu dianya juga suaminya.


Karena merasa malu dengan tingkah istrinya. akhirnya Taufik memutuskan pindah kontrakannya. Kebetulan masih ngontrak.


Nah begitu kisah Aisyah, ada saja masalahnya.


Yu kita nantikan ada apa lagi dengan Aisyah di bab yang akan datang

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2