
Setelah sekian lama Dwi meninggalkan Dunia ini. Hari hari Aisyah terasa sangat hampa. Siapapun melihat Aisyah akan merasa prihatin. Aisyah seorang yang aktif yang ceria. kini hanya tinggal tubuh tanpa jiwa.
Melihat mamahnya terpuruk seperti itu membuat anak anak Aisyah ikut bersedih. Belum Aulia yang bolak balik masuk rumah sakit. Ratiman baru merasakan kehilangan sosok Aisyah yang sangat energik, tegas, dan cerdas. Kini yang terlihat hanya seorang yang murung, banyak sekali yang dilupakan Aisyah.
Untung Ratiman menyadari dan mau belajar menangani usaha Aisyah dengan bener sekarang, Kerja keras bahu membahu bersama sepupunya Aisyah. Ratiman berusaha mempertahankan perusahaan yang Aisyah rintis.
Ibunya Ratiman datang ke Bandung dan menemani Aisyah selama satu bulan. Alea pun selalu datang untuk menghibur. Semua sahabat Dwi dan Aisyah selalu datang silih berganti untuk menghibur Aisyah.
Sungguh sangat ironis, yang meninggal itu punya istri tetapi yang terpuruk justru bukan istrinya. Istrinya malah sudah ada gandengan lagi, padahal istrinya posisinya lagi hamil besar.
Sahabat Dwi menilai bahwa cinta Dwi dan Aisyah abadi, mau meninggalnya aja mengucapkan kata kata yang tidak akan Aisyah ucapkan " Aku pulang duluan ku tunggu kamu di pintu surga " itu kata yang terakhir uang membuat terpuruk sedih berkepanjangan.
Namun Aisyah sadar, hidup harus terus berjalan. Ratiman berubah seperti dulu, dia g mau sampai kehilangan Aisyah, dia sudah berjanji mau setia pada Aisyah apapun yang terjadi. Dia akan mendampingi Aisyah sampai ajal menjemput.
itu janji seorang Suami pada Istrinya. saat melihat istrinya kehilangan semangat hidupnya. Aisyah sekarang jarang sekali berbicara. Dia jarang sekali keluar rumah.
Apa lagi berkegiatan yang akan mengingatkan kepada Dwi almarhum. Sungguh berat hidup Aisyah. Kenangan dan cinta Dwi terlalu dalam begitupun Aisyah.
Cinta mereka sejati, tidak memandang fisik, tidak pula memandang kedudukan.
Semua terjadi dimasa kecil hingga tumbuh dewasa, Aisyah tidak sanggup mengenangnya. Terlalu banyak kebaikan Dwi untuknya, kasih sayangnya tidak lekang oleh waktu.
Namun ada yang membuat Aisyah lega, dia kalau mengingat itu suka tersenyum dan langsung berdoa. Dwi sebelum meninggal hijrah dulu. Itu yang Aisyah merasa bahagia di hatinya. Dia yakin cintanya akan membawa ke surga nya Allah.
Aisyah rela bangkit, dan meneruskan hidupnya. Anak anak Dwi dia anggap sebagai anaknya. Saat Uci bilang mau menikah lagi Aisyah sangat mendukungnya. Sebab Uci itu harus punya pendamping, Uci itu gampang goyah. Calon suami Uci adalah seorang guru agama.
Aisyah mendukungnya. Uci Pun mau memperdalam agamanya. Kadang Aisyah ikut membimbing Uci buat tetap istiqomah.
Setelah Dwi tiada keluarga besarnya datang ke rumah Aisyah sambil memberikan sebuah surat. Dan surat itu ditulis sudah sangat lama.
Sebelum Aisyah menikah dengan Ratiman dan dia mulai hijrah.
Untuk mu yang terkasih 💖💖
Aisyah nama yang selalu di hatiku, entah sampai kapan akan bertahta di sanubari ini
Engkau dekat namun tak mampu ku gapai
Aisyah nama yang indah yang selalu kubawa dalam setiap lantunan doaku
Tak akan pernah lekang oleh waktu
Semakin ku coba untuk menjauhinya semakin subur perasaan ini.
Aisyah cintaku padamu akan ku bawa mati
__ADS_1
Aisyah hiduplah dengan damai lanjutkan cita cita kita saat waktu kecil dulu.
Aku yakin saat baca surat ini kamu sudah melupakan cita cita kita berdua.
Aisyah senyummu selalu membawa kesejukan
Kelembutanmu selalu membuatku terbuai
Kata cintamu sangat berarti untuk kelangsungan hidupku.
Aisyah aku sadar cinta kita tidak akan bersatu di dunia.
Namun Aku tetap berdoa agar Allah sudi mempersatukan kelak di surganya Allah
Aisyah terakhir aku sudah melaksanakan semua keinginan mu
Aku sudah berusaha mencintai istriku
Maafkan aku Aisyah ternyata aku tak mampu berikan hatiku untuknya.
Karena hati ini milikmu seorang.
Aisyah tolong wujudkan cita cita kita.
Aisyah terimakasih selama kebersamaan kita kamu selalu membuat warna yang berbeda beda setiap harinya.
Aku akan bahagia bila melihatmu selalu tersenyum, Tersenyumlah, tangismu jangan terlalu lama ya. Pasti saat ini kamu lagi menangisi kepergianku ya, hayo ngaku.
Aisyah tidak sanggup meneruskan membacanya ia keburu air mata terus mengalir membasahi kertas surat itu.
Aisyah semakin terluka, baru mau bangkit dihadapkan lagi dengan semua ini. Aisyah kembali terpuruk. Dia menangis sampai pingsan.
Akhirnya keluarga Dwi berpamitan sambil menitipkan apa yang menjadi amanat dari Dwi semasa hidupnya.
Mereka tidak menyangka menyerahkan amanat itu begitu cepat. Sebab Dwi menitipkan itu masih segar bugar.
Semua orang tidak ada yang menyangka kejadian ini.
Ya balik lagi umur menjadi rahasia Allah.
Setelah sadar Aisyah mencoba mengingat apa yang terjadi, sebab dalam pingsan dia bermimpi dia ketemu Dwi dan meminta mewujudkan mimpi mereka saat kecil.
Setelah hari itu Aisyah mencoba bangkit
dan melaksanakan apa yang diwasiatkan oleh Almarhum, Semua berjalan lancar Ratiman juga ikut berperan.
__ADS_1
Almarhum dan Aisyah dulu ingin mendirikan sebuah sekolah gratis untuk orang orang duafa. Semua itu dipicu karena Aisyah kecik yang sangat miskin.
Dwi selalu berjanji sama Aisyah
." Syah jangan takut ya, nanti aku besar aku mau bekerja, aku mau buat sekolah gratis, supaya orang orang miskin kaya kamu g akan kesulitan lagi buat sekolah.
Itu yang selalu Dwi ucapkan sama Aisyah.
Alhamdulillah akhirnya semua terwujud, dengan semua aset yang Dwi punya sebagian besar dibuat sekolah. Aisyah berusaha menyerahkan kepemimpinannya sama orang yang kompeten di bidangnya.
Pembukaan Sekolahpun tiba, Aisyah tidak sanggup untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Tangis Aisyah tidak bisa dibendung lagi.
Hadirin ikut menangis apalagi orang yang tau tentang kisah cinta mereka yang tidak visa bersatu, namun cinta mereka abadi.
Terakhir Aisyah menyerahkan sekolah ini pada sebuah yayasan yang dipimpin oleh Alea sahabatnya. Sebab Alea orang yang amanah.
Aisyah tidak ingin ikut campur dengan sekolah itu. Bukan tidak sanggup atau tidak mau, Namun luka Aisyah tidak pernah mengering. Nama yang ada di sanubari. Yang sudah berpulang dengan membawa sejuta kenangan.
Cinta dua manusia yang sejati, tidak memandang harta, pisik, yang ada ketulusan, Selalu ingin melihat yang dicintai terus bahagia , ingin melihat yang dicintainya terus tersenyum sekalipun bukan dengannya.
Hati Aisyah sulit untuk melupakan semua yang terjadi dalam hidupnya banyak campur tangan Dwi.
Ada satu kenangan yang tidak akan pernah Aisyah lupakan.
Saat itu waktu ujian akhir sekolah, Aisyah harus membayar tunggakan sekolah selama 3 bulan, Aisyah kalau belum membayar tunggakan tersebut Aisyah tidak boleh ujian.
Dwi datang tepat waktu untuk membayarkan tunggakannya.
Yang dia pake untuk membayarnya adalah uang semesteran dia. Dwi berkorban menunda ujian dia. Sampai dia mampu bayar semesteran. Dwi g berani minta lagi sama orang tuanya. Dwi lebih baik menunda ujian nya
Itulah cinta sejati tanpa pamrih. Dia akan melakukan pengorbanan buat yang dicintainya.
Uci sudah move on, Uci sudah persiapan pernikahannya sama calonnya itu. idahnya sudah habis, Uci melahirkan anak perempuan lagi. Dia kasih nama Aisyah. sebab itu pesan terakhir dari Dwi. Kalau anaknya lahir tolong kasih nama Aisyah Pradana.
Uci mengabulkannya wajahnya mirip sekali bapaknya. Aisyah menengoknya sekalian memberikan sesuatu peninggalan Dwi yang selama ini Aisyah simpan. Aisyah merasa tidak berhak menyimpannya terus, ada keluarganya yang lebih berhak lagi.
Sebuah kalung berliontin kan hati, disitu terdapat foto Aisyah dan Dwi. Namun sebelum menyerahkan Aisyah buka dulu foto dirinya, dia biarkan foto Dwi Basuki disana.
Berat memang namun hidup harus terus berjalan. Dan Aisyah harus melakukan itu.
Nah pembaca maaf mungkin sekian dulu bab yang ini ya. Penulis tidak sanggup meneruskan untuk hari ini, terlalu terbawa dengan cerita ini.
Terima kasih atas semua yang mendukung karya ini.
I LOVE YOU💖💖🥰🥰
__ADS_1