Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
kebencian Hasan menghancurkan ...


__ADS_3

Hasan akhirnya di vonis 2 tahun 9 bulan.


Revan sering datang kerumah dengan dalih mau nengok Hasan ke lapas dan dia minta uang buat Hasan katanya.


Aisyah percaya begitu saja dengan apa yang diomongkan oleh Revan.


Saat Aisyah nengok kesana apa yang terjadi uang yang setiap minggu Aisyah kirim ke Hasan baik lewat Revan atau pun lewat sepupunya Hasan, tidak pernah sampai.


Hasan semakin membenci Aisyah, di dalam hatinya tertanam kalau perceraian itu Aisyah yang salah, sekalipun sudah di jelaskan berkali kali. Namun semua percuma.


Ditambah kasus yang dibuatnya Hasan pun masih tetap menyalahkan Aisyah.


Selama di dalam lapas, Hasan memendam semua kebencian yang ditujukan ke Aisyah dan Ratiman.


Ratiman sudah mencoba memberi pengertian .Tidak ada pengaruhnya.


Sampai Aisyah mengupayakan Hasan bebas bersyarat, jadi Hasan bisa keluar sebelum 2 tahun.


Aisyah menjemputnya. Memberi ruang yang nyaman dirumahnya. Dikasih posisi enak di pabrik.


Namun apa yang terjadi, Hasan menghancurkan usaha Aisyah yang selama ini dipertahankan oleh Aisyah.


Jatuh bangunnya usaha Aisyah, babak belur, untuk bisa terus bertahan dala. keadaan ekonomi yang tidak menentu.


Hampir saja perusahaan Aisyah ambruk lagi dengan kelakuan Hasan.


Dia mengajukan pinjaman ke bank, Pabrik yang dijaminkan. Kalau kita tidak ngasih kepercayaan pada anak. Mungkin anak semakin benci, Apalagi sekarang Ratiman yang banyak berperan penting.


Aisyah sudah banyak dirumah, dia hanya mengajar mengaji saja. Sudah jarang ngurus bisnisnya lagi.


Semua sudah ada yang menangani orang orang kepercayaannya. Semua sudah berjalan lancar, uang sudah masuk secara otomatis, Mungkin kalau ada sesuatu yang mendesak baru Aisyah turun tangan.


Tapi selama beberapa tahun ini keadaan stabil. sebelum Hasan datang.


Hasan bikin ulah setelah ambil pinjaman di bank, dia juga bawa narkoboy ke pabrik, Sehingga para pekerja tidak nyaman kalau Hasan datang.


Temperamen yang naik turun, belum takut pihak berwajib mencium itu semua.


Saat anak anak lagi kerja dengan tenang. Dikejutkan dengan kedatangan beberapa anggota Polisi.


" Selamat siang, betul ini tempat bekerja nya saudara Hasan " tanya salah satu dari mereka.

__ADS_1


" Siang Pak betul pak, memang ada apa ya pak " Tanya Sepupu Aisyah kebetulan Dia mau keluar kantor.


" Kami membawa surat penangkapan, Hasan telah lama menjadi target kami dan kami dapat informasi Hasan ada disini " ucap anggota Polisi yang tadi.


Kebetulan Hasan baru datang entah dari mana yang pasti dia datang kesiangan tidak biasanya.


Anggota Kepolisian tidak banyak bicara lagi. Hasan ditangkap lagi. Sungguh ironi hidup Hasan. Punya seorang Ibu pengusaha sukses, dan suka mengisi kajian dimana mana. Sementara punya anak pemakai narkoboy.


Berita tersebut langsung sampai ke telinga Aisyah. Aisyah mendengar berita itu menjerit dan langsung pingsan.


Aisyah sungguh hancur hatinya. Hasan baru saja berjanji pada Ibunya mau berubah, dan tidak akan memakai lagi asal semua hutangnya Aisyah mau nanggung.


Aisyah menyanggupi mau melunasi utang bank yang diambil Hasan.


Ratiman segera ke Bank dan semua diselesaikan.


Ujian datang silih berganti ,mau bicara apa kalau sudah seperti ini. Disaat Aisyah pingsan Art manggil dokter.


Diusianya ke 42 Aisyah dinyatakan hamil kembali anak ke 4, Ada rasa bahagia, bercampur dengan rasa sakit dan hancur semua menjadi satu.


Berita kehamilan Aisyah menjadi obat dari rasa sakit yang terus menghujam dengan masalah Hasan itu.


Ratiman suka cita dia sungguh sangat ingin punya anak laki laki. Aulia saat ini berumur 13 tahun, Astri sudah 17 tahun, Hasan berumur 21 tahun.


Aisyah sekarang hanya bisa pasrah. Mau buang air mata sebanyak apapun percuma kalau anaknya sendiripun tidak mau berubah.


Revan dan istrinya sudah memiliki anak 3. satu laki laki dua perempuan.


Astri sudah masuk sebuah perguruan tinggi negri yang terbaik di kota Bandung, Dia mengambil jurusan Psikologi.


Anak Aisyah lahir laki laki, Ratiman sungguh bahagia. Anak laki laki Ratiman beri nama Muhammad Fauzan Fadillah.


Anaknya putih, bermata sipit mirip mamahnya. Kalau Aulia mirip Bapaknya kulitnya agak gelap dan wajahnya juga mirip bapaknya.


Kelahiran Fauzan memberikan hidup tambah berwarna. Ratiman tambah sayang sama Aisyah. Aisyah bener bener bahagia sebab ada dua gadis yang selalu siap membantu mengurus dede Fauzan.


Kelahiran Fauzan membawa berkah sendiri baik dari Usaha juga Rumah tangga. Keharmonisan sungguh tercipta saat Fauzan hadir ke dunia ini.


Waktu terus bergulir tidak terasa Astri sudah lulus kuliah, Astri diangkat jadi asisten dosen.


Astri kembali kuliah ngambil S2 nya. Astri bercita cita jadi seorang Psikolog.

__ADS_1


Sementara Aulia masuk kuliah S 1, Aulia mengambil keperawatan. Aulia beda sama Astri. Kalau Astri sangat cerdas Ilmu pasti.


Kalau Aulia cerdas di ilmu sosial. Fauzan masuk taman kanak kanak diusia 4 tahun.


Fauzan diberi kecerdasan diatas rata rata.


Diusia masih kecil dia sudah mampu membaca dan tulis.


Hapalan ayat ayat pendek sudah hapal di saat dia masih sekolah taman kanak kanak.


Saat Fauzan masuk Sekolah dasar Fauzan sudah bisa menghapal 1 juz . Aisyah memasukan Fauzan ke sekolah I T.


Alahamdulillah selama sekolah Fauzan selalu unggul di bidang apapun kecuali olah raga dan seni.


Kelemahan Fauzan disitu. Untuk yang lainnya unggul. Fauzan semenjak kecil sudah disiplin selalu Sholat di mesjid.


Hari cepat berlalu Astri dan Aulia lulus di tahun yang sama, Astri wisuda di bulan Agustus, Aulia wisuda di bulan Desember.


Sungguh pencapaian yang sangat menggembirakan. Astri lulus dengan nilai tertinggi. Aulia juga sama.


Kami selaku orang tua sangat bahagia dan bersyukur atas segala Nikmat yang Allah berikan.


Aisyah kini berumur 53 tahun, Ratiman berumur 48 tahun. Dulu tidak ada cinta di hati Aisyah. Kini cinta itu tumbuh subur.


Mereka saling mendukung, saling mengisi, saling mengingatkan. Aisyah kalau tidur selalu minta di peluk Suaminya.


Saat ini Aisyah sungguh telah bisa membuka kunci pintu hatinya. Nama Dwi tergantikan dengan nama Ratiman dan sudah terpatri didalam hati seorang Aisyah.


Hasan saat ini ada disebuah pesantren, dia ingin bertaubat, Hasan menyadari kalau Aisyah tidaklah salah. Namun Aisyah melarang Hasan untuk mendendam pada Revan.


Astri kini sudah menjadi seorang psikolog.


Dan dia juga menjadi seorang dosen di sebuah universitas, Dia juga memegang beberapa perusahaan, Dia juga seorang konsultan.


Astri sungguh mampu menggapai cita citanya. Walaupun dalam hidupnya banyak sekali menyaksikan kesakitan Ibunya.


Drama antara ayah kandung juga Ayah sambung. Namun tidak membuat Astri patah semangat dia membuktikan bahwa tidak semua anak hasil perceraian menjadi hancur.


Dia mampu membuktikannya. Kini Astri sudah bisa membeli kendaraannya sendiri. Dan mampu beli rumah sendiri.


Bagaimanakah Kelanjutan kisah anak anak Aisyah. Yu kita tunggu Bab yang selanjutnya.

__ADS_1


Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada semua pendukung karya saya.


Bersambung


__ADS_2