
Setelah selsai semua, semua keluarga Aisyah juga para sahabat Aisyah sudah pulang semua. Kini dirumah hanya ada keluarga inti.
Anak anak Aisyah sudah terbiasa dengan adanya Ratiman justru mereka sangat senang apalagi Astri yang dia tau dari bayi Ratiman lah bapaknya. Omongan Aisyah seolah menjadi nyata, terkabul bersuamikan seorang Ratiman.
Ratiman bermain dengan anak anaknya Aisyah, sementara Aisyah sedang menyiapkan makan malam. Sekalipun ada pembantu Aisyah kerap memasak sendiri kalau dia ada waktu.
" Mas makan dulu yu, ajak kedua anaknya " panggil Aisyah ke Ratiman, dia mencoba mengganti panggilannya walaupun canggung.
" Iya mah " Jawab Ratiman, dia juga merubah panggilannya menjadi mamahnya Astri.
Meraka berdua berusaha meretas semua kecanggungan diantara mereka. Mereka berusaha mendekatkan diri satu sama lain.
Bukan hal yang mudah bagi mereka untuk bersama. Ratiman sadar Aisyah tidak mencintainya. Dia yang mencintai Aisyah sangat besar. Dari dulu. Dia bertahan dalam rasa sakit yang dia terima saat Aisyah banyak yang datang melamarnya.
Ratiman menyaksikan semua perjalanan seorang Aisyah. Ratiman hanya bisa mencintai dalam diam, Namun berkat kesabarannya akhirnya Allah mewujudkan mimpinya untuk bersatu dengan pujaan hatinya.
Hari hari berlalu hubungan Ratiman dan Aisyah sudah sedikit membaik dan Aisyah lama lama merasa nyaman. Ratiman menjadikan Aisyah seorang ratu.
Pekerjaan yang biasa ditangani Aisyah lambat laun dia ambil kendali. Aisyah kembali ke kodratnya menjadi seorang Ibu rumah tangga.
Kecuali Aisyah mengontrol sekali sekali bisnisnya yang kerjasama dengan orang lain. Itu juga tidak sering. Sebab semua yang memegang perusahaan yang dimotori Aisyah semua orang jujur. Aisyah hanya tinggal menikmati hasilnya.
Kalau ada pelatihan dimana kalau Aisyah diharuskan datang, Aisyah minta dulu persetujuan suaminya. Dia sudah tidak bisa seenaknya. Ada suami yang harus ditaati.
Banyak kegiatan diluar yang Aisyah kurangi, Aisyah takut jadi penyebab hancurnya pernikahan. Kehancuran pernikahan terdahulu hancur bukan 100 persen kesalahan Revan, Aisyah ikut andil menghancurkannya.
Ya dulu Aisyah sangat mandiri, jarang sekali minta tolong Revan kalau ada masalah Aisyah selesaikan sendiri ya justru yang banyak membantunya adalah Ratiman.
Aisyah bukan g mau minta bantuan Revan, soalnya Revan juga usahanya sering sekali ada masalah, Aisyah lah yang membantu menyelesaikannya.
Aisyah menjadi banyak belajar gimana caranya menghargai suami. Dia harus bisa bermanja pada suaminya. Walaupun dia tidak ingin. Namun untuk menjadikan keutuhan rumah tangga dia harus menciptakan suasana romantis. Aisyah belajar untuk bisa bersikap romantis.
Setiap Suaminya mau berangkat kerja, Aisyah mengantarnya dan diciumnya tangan suaminya. Ya walaupun masih canggung.
Hari terus berlalu 3 bulan sudah Aisyah berumah tangga, kini namanya menjadi lebih baik. Hari harinya diisi dengan mengajar ibu ibu mengaji.
Semakin hari muridnya semakin banyak. Aisyah bahagia sekali rumahnya selalu rame dengan orang yang datang silih berganti untuk belajar ngaji.
Satu tahun sudah umur pernikahan Aisyah dan Ratiman tidak ada masalah yang ber arti semua berjalan sebagaimana mestinya.
Aisyah sangat dimanja oleh Ratiman. Padahal kalau menurut usia Aisyah lebih tua 5 tahun. Tapi Ratiman mampu menjadi suami yang ngemong istrinya.
Di usia yang ke 29 Aisyah Aisyah dikaruniai anak perempuan. Yang diberi nama Aulia Akbar. Wajahnya mirip sekali bapaknya.
Hubungan Aisyah dengan keluarga suaminya sangat baik, Mertuanya sangat menyayangi Aisyah. Kedua Kakaknya yang dulu menentang malah sebaliknya mereka lebih menyayangi Aisyah dan kedua anaknya.
Kalau waktunya pulang kampung Aisyah disambut bagaikan seorang putri. Tidak boleh ke dapur sama sekali. Yang masak adiknya.
Dikampung Ratiman Aisyah sungguh disanjung. Sebab Ratiman itu dati keluarga yang sangat sederhana. Rumahnya masih bilik dan lantainya masih tanah.
Semenjak bekerja dengan Aisyah sedikit demi sedikit Ratiman mampu membangun rumahnya menjadi cukup bagus. Itu semua dilakukan Ratiman sebelum menikahi Aisyah.
Setelah menikah dengan Aisyah Ratiman bisa membiayai hidup Adik dan Ibunya. Keluarga Kakaknya yang kekurangan Aisyah lah yang membantu mereka.
Aisyah memberikan modal usaha buat kakaknya Ratiman. Jadi mereka semua sangat menghargai Aisyah. Entah mereka tulus atau tidak. Seandainya Aisyah masih miskin apa mereka akan melakukan hal yang sama kah ?
Hanya Allah yang tau. Sudah lumrah bilamana kita banyak harta maka orang akan sangat menghargai sekalipun tadinya membencinya. Dengan uang bisa merubah pandangan seseorang.
Setelah lahir Anak ketiga Aisyah semakin sibuk dirumah. Aisyah semakin tidak ada waktu untuk kegiatan di luar. Untuk jadi MUA sudah Aisyah serahkan kepada kelompoknya.
Didalam kelompok itu banyak yang berbakat, malah lebih pintar mereka daripada Aisyah. cuma mereka selalu menghargai Aisyah sebagai ketua kelompok. Jadi kalau ada job pasti Aisyah yang memutuskan siapa yang akan ditunjuk untuk merias.
__ADS_1
Namun mereka selalu solid, tidak pernah mereka saling menyikut. Dibawah kepemimpinan Aisyah kelompok itu tambah solid, dan penghasilan merata. Itulah kecerdasan Aisyah untuk mengatur orangnya.
Sehingga tidak ada yang iri satu sama lain. Aisyah mampu menyatukan mereka.
Pengalaman serta kecerdasan Aisyah mampu memajukan banyak usaha orang lain.
Aisyah dapat royalti nah dari situ saja Uang Aisyah g akan habis.
Kalau ngomong secara materi Aisyah tanpa mengambil job merias pun Aisyah uangnya sudah datang sendiri.
Semakin banyak murid Aisyah. Aisyah mulai berfikir untuk mendirikan rumah untuk mengaji.
Aisyah menyampaikan idenya itu pada Suaminya. Ternyata Suaminya tidak satu pemikiran dengan Aisyah. Ratiman ada perasaan tidak rela uang Aisyah banyak keluar. Beda dengan Ratiman, Aisyah berpikir buat investasi buat masa depan akhirat.
Aisyah bukan tidak taat pada suami, tapi Aisyah ingin uangnya manfaat untuk kebaikan umat, untuk amal jariah.
akhirnya bikinlah Aisyah sebuah tempat ngaji Al'qur'an. Aisyah sendiri yang turun tangan ngurus semuanya. Dari mulai pembebasan tanah. Juga pembangunannya. Aisyah kawal sampai rampung.
Dengan bertepatan perkawinan yang kelima. Aisyah sudah mewujudkan mimpinya punya rumah ngaji. Aisyah bahagia sekali uangnya bermanfaat.
Aulia kini berumur 3,5 tahun. Aisyah mulai sering dipanggil ngisi pengajian. Awalnya baik baik saja. Suaminya sering mengantar Aisyah ketempat pengajian yang akan diisi oleh istrinya.
Ada suatu hari terjadi ke salah pahaman antara Aisyah dan Ratiman.
Saat itu datang Kepala sekolah dari Majalengka. Dia ingin ketemu Aisyah untuk pengembangan sekolahnya disana, Pak Yusuf Abas namanya. Datanglah ke rumah Aisyah.
Pak Yusuf Abas bertanya kepada Ratiman tentang Aisyah. Aisyah baru selesai mandi.
Akhirnya mereka ngobrol tentang pengembangan sekolah yang dikepalai pak Yusuf Abas. Tidak disangka Ratiman dibakar cemburu. Dia tidak percaya kalau itu rekannya Aisyah.
saat Pak Yusuf Abas sudah pulang. Ratiman marah, disebabkan mata dan hatinya tertutup
Sehingga keluar kata kata yang menyakiti seorang Aisyah.
"Mah kamu jangan mentang mentang laku ya'"
" Apa maksudmu mas "
" Iya kamu bawa tamu lelaki pura pura ngobrol bisnis, mentang mentang saya tidak sekolah. Terus kamu bisa semena mena '
Setalah 5 tahun baru keluar sifat aslinya. Haruskah Aisyah menyesalinya.
Tidak , Jangan sampai seperti itu Aisyah harus mampu mengerti dengan sifat pencemburu suaminya.
Pertengkaran terus berlanjut Aisyah melawan sebab dia tidak terima dengan kata kata yang menuduh Aisyah.
Aisyah tidak pernah merendahkan suaminya. suaminya sendiri yang sering rendah diri. Aisyah sudah berusaha mengangkat derajatnya dengan cara semua bisnisnya diserahkan padanya.
Namun namanya kemampuan seseorang itu tidak sama tetap sekolah juga serta pengalaman harus menunjang. Banyak hal yang tidak dikuasai suaminya. yang pada akhirnya kembali Aisyah yang turun tangan.
Dari sejak itu Ratiman sering sekali bikin ulah yang membuat Aisyah sangat ilfil.
Kadang Aisyah bingung harus bersikap apa kalau Ratiman sudah datang rasa rendah dirinya. Aisyah sudah banyak memberi motifasi, menyarankan untuk sekolah lagi ngambil paket C . Namun kalau diberi saran itu apa yang diterimanya. Malah kata kat yang menyakitkan.
Tuduhan tuduhan terus diterima sama Aisyah. Sudah berbagai cara Aisyah menghindari tamu yang namanya kaum laki laki. Hanya untuk menjaga hati suaminya.
Namun Ratiman tetap tidak bisa menerima punya istri yang lebih segalanya dari dia.
Seharusnya Ratiman sadar, dia itu menikahi bosnya. Mau tidak mau dia harus mampu menyeimbangkan dirinya. Bukan malah marah dan menuduh Aisyah merendahkannya .
Aisyah mencoba pendekatan kembali pada suaminya, dia mencoba mencairkan suasana yang beberapa minggu ini selalu bersitegang.
__ADS_1
Namun pada dasarnya orang rendah diri apapun yang Aisyah lakukan, tetap salah dimata suaminya.
Yang paling parah lagi adalah Suaminya Aisyah suka sekali mengungkit kesalahan yang sudah lama berlalu.
Inilah yang kerap menjadi masalah buat mereka. Perkawinan yang diharapkan akan membawa kebahagiaan ternyata banyak durinya.
Masalah terbesarnya adalah rendah diri dari sang suami.
Pada saat Aulia berumur 5 tahun, Ratiman mulai menjauhi Aisyah, Astri saat itu berumur 9 tahun, Hasan berumur 13 tahun. Ratiman membuat ulah dia mencoba mau mengkhianati Aisyah.
Dia pergi ke satu kota, pamitnya pada Aisyah mau cari tempat untuk mengembangkan usahanya. Ratiman mau bikin pabrik diluar kota katanya.
Aisyah sangat percaya. Malah dia bahagia berarti suaminya ada kemajuan. Aisyah memberi salah satu kartu Atmnya sama suaminya. Kalau ada yang harus dia beli dengan harga yang terjangkau.
Setelah beberapa bulan bulan balik ke satu kota, ternyata dia menjalin hubungan dengan seorang wanita. ada rekan bisnis Aisyah mengirim vidio saat Ratiman lagi di dandanin pengantin.
Kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari kota Bandung, hanya dengan satu jam perjalan juga sampai. Aisyah pergi kesana.
Tidak ada air mata, Dan sampai saat ini juga cinta Aisyah belum tumbuh. Cuma Aisyah merasa harga dirinya dihancurkan oleh seorang Ratiman.
Sungguh Aisyah sangat menyesal kalau sampai sudah terjadi pernikahan, Aisyah akan menyerahkan suaminya pada istri mudanya. seperti yang dilakukan Aisyah kepada revan.
Akhirnya Aisyah sampai ditempat pernikahan itu. Ijab kabul belum dilaksanakan. Aisyah datang dengan tenang dan elegan. Dia turun dari mobil memakai kaca mata hitam, dengan pakaian yang sangat indah. Wajah Aisyah yang cantik memukau orang yang ada di pesta itu.
Aisyah masuk seperti tamu undangan. tujuan Aisyah adalah suaminya. Aisyah tidak akan bikin ribut, cuma Aisyah mau bertanya siapa yang dia pilih. Seandainya suaminya memilih Aisyah maka Aisyah akan memaafkannya demi anak semata wayangnya. Jika memilih istri mudanya maka perceraian tidak bisa terhindarkan lagi.
Sampailah Aisyah didepan Suaminya tepat didepannya persis. Aisyah membuka kaca matanya. Ratiman kaget setengah mati dia tidak menyangka kalau Aisyah bisa tau.
" Tidak usah kaget begitu mas " ucap Aisyah dengan kata kata sangat tenang. Pengendalian emosi Aisyah sangat bagus. sehingga tidak nampak kalau dia lagi digelayuti amarah.
" Sekarang saya mau nanya, kan ijab kabul belum dilaksanakan , apakah kamu mau tetap melaksanakan pernikahan ini, atau pulang ikut aku" ucap Aisyah lagi.
" Seandainya kamu ikut pulang sekarang saya janji tidak akan marah dan mengungkit masalah ini" ucap Aisyah lagi.
Lalu Aisyah mendekati bapak penghulu sama pengurus disitu.
" Bapak bapak, Ibu ibu, sebelumnya saya mau minta perhatiannya sebentar" ucap Aisyah.
" Apakah bapak tau yang bapak nikahkan itu adalah laki laki beristri ' tanya Aisyah lagi.
" Malah kakaknya dari pengantin wanita itu datang kerumah saya mengaku teman bisnisnya' ucap Aisyah lagi.
" Saya sebagai istrinya tidak rela dan tidak mau dimadu " ucap Aisyah lagi.
" Bapak bapak tolong jadi saksi buat saya, mendengarkan pernyataan suami saya, apakah suami saya mau ikut pulang sama saya, atau dia mau melanjutkan pernikahannya " pungkas Aisyah.
Ratiman hanya bisa menunduk, dia sungguh merasa berdosa, dia ingat saat mencintai Aisyah dalam diam, Namun setalah mendapatkannya malah dikhianati.
" Mah maafkan saya, saya mau ikut pulang mamah, sebenarnya saya sangat mencintai mamah " ucap Ratiman mengagetkan semua orang yang ada disitu.
" Sekali lagi, bapak bapak sudah mendengar semua, kalau suami saya mau ikut pulang bersama saya, saya tidak memaksanya untuk ikut pulang bersama saya, jadi artinya bahwa pernikahan dibatalkan " ucap Aisyah lagi.
Tanpa melihat kebelakang Ratiman meninggalkan tempat itu. Dia langsung naik ke mobil, dia yang nyetir sampai kerumah.
Sesampainya dirumah, " Mas tolong kartu Atm semua kasih ke saya itu hak saya "
" kecuali hasil kerja kamu yang diperuntukan Ibu kamu, itu saja kamu pegang "
" maaf sekarang semua yang menyangkut perusahaan saya ambil alih, mas bisa bekerja seperti dulu sebelum mas menikah dengan saya " ucap Aisyah dengan hati yang sangat pedih.
Nah pembaca gimana kelanjutannya kita nantikan bab yang selanjutnya.
__ADS_1
selamat membaca
..