Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Kemarahan Wulan


__ADS_3

Astri dan keluarga pulang ke Bandung, Rangga juga kembali ke Kota Surabaya bersama keluarganya. Reza yang akan sibuk menyiapkan segalanya.


Sesampainya di kota Surabaya, Reza langsung menemui WO yang akan mengurus pernikahan Kakaknya yang di Surabaya.


Sementara yang di Bandung Aulia yang mengurusnya, Aisyah pun tidak kalah sibuk.


Malah terlihat dialah yang paling sibuk dari mulai mencari gedung dan suvenir, padahal Aulia sudah bilang biarkan pihak W O yang mengerjakannya. Namun Aisyah selalu penasaran kalau segala sesuatu bukan dirinya langsung yang turun tangan.


Untuk MUA nya dia menunjuk Teamnya yang sudah handal, mereka bahagia bisa ikut ambil bagian di pernikahan Astri nanti.


Undangan mulai di cetak, Aisyah banyak relasinya, juga Kakek Arya sama sama pebisnis maka acara akan diadakan besar besaran, Yang diundangnya pun bukan orang biasa.


Waktu pernikahan satu bulan lagi akan di gelar, undangan sudah mulai tersebar keluarga Wulan Pun di undang.


Wulan marah, tidak terima saat menerima undangan itu, dia merasa terhina dengan undangan itu, baru saja menolak lamaran anaknya, tiba tiba main nikah saja.


Wulan langsung telpon Aisyah dan memaki Aisyah seenak udelnya saja. Aisyah tidak mau menanggapi jadi dia membiarkan ya dan menutup telpon tanpa menjawab.


Anggap saja orang sakit itu yang dipikirkan Aisyah, sebab kalau dilayani dia tidak akan. mau berhenti dan terus berusaha menyakiti Aisyah dengan kata katanya.


Aisyah mencoba bersabar mengahadapi orang seperti itu, perubahan pakaian ternyata tidak menjamin perubahan dalam hatinya.


Keluarga Aisyah yang lain sudah di beri tahu tanggal pernikahannya yaitu tanggal 25 juni 2023 , Mereka sangat berbahagia apa yang dinanti selama ini terwujud, selangkah lagi Astri akan menjadi Nyonya Rangga.


Waktu terus bergulir, Hasan dan Nuri sudah datang ke Bandung sekalian liburan, Nuri belum pernah ke Bandung jadi jauh jauh hari Hasan datang bersama istrinya. Sekalian dia mencari tau tentang pemerkosaan yang menimpa Mira.


Waktu semakin dekat dengan hari pernikahan itu, semua persiapan sebentar lagi rampung.


Hampir seluruh keluarga Aisyah audah berkumpul, kini di rumah Aisyah sangat penuh sampai sampai Aisyah menyewa rumah buat keluarganya yang dari Cilacap.


Hari hari terus berlalu, kini saatnya hari h nya.


Keluarga Rangga sudah berada di Bandung posisinya audah di hotel tempat mereka menikah.


Sengaja Rangga menyewa hotel yang sama biar tidak susah lagi, Keluarga Rangga yang datang hanya yang inti saja. Yang Lainnya akan datang di Surabaya saja.


Waktu yang dinantikan tiba. Rangga sudah duduk di depan penghulu, sementara Astri di kamar masih di rias, Aisyah sendiri yang merias Astri sambil meneteskan air mata.


" Sayang sebentar lagi kamu akan menjadi tanggung jawab Suamimu, mungkin ini polesan mamah yang terakhir buat merias mu.


Mama ingin anak Mama tampil secantik mungkin, maaf kan mama bila selama ini kamu kamu banyak terabaikan malah banyak tersakiti, dan kamu sering menyaksikan hal hal yang kurang mengenakan buat dirimu juga buat mamah. Jadilah istri terbaik buat suamimu sayang" kata kata Aisyah yang syarat dengan makna disampaikan pada Astri.


Tiba tiba terdengar kata Sah, bergemuruh di luar sana. " Akhirnya kamu menjadi seorang istri" kata Aisyah lagi sambil memeluk anaknya.


Astri dibawa keluar oleh Aisyah dan Aulia, Astri menjelma bagaikan seorang putri, Rangga yang melihatnya tercengang melihat Astri yang sangat cantik.


Astri mengambil tangan suaminya dan mencium tangan suaminya, juga Rangga mencium kening Astri. Doa dipanjatkan oleh semua yang hadir menyaksikan acara itu.


Dan acara demi acara dilaksanakan, Wulan datang bersama Suaminya.


Tamu masih banyak, Wulan tiba tiba naik ke pelaminan dan tanpa aba aba di mengangkat tangannya mau menampar Aisyah.


Baik Aisyah, Ratiman Rangga semua sudah bisa membaca pergerakan dari Wulan, Aisyah tidak menghindar sedikitpun, namun sebelum tangan Wulan menyentuh Aisyah, tangannya sudah ada yang menangkap duluan, bukan siapa siapa tapi Alif sendiri yang menghalangi Ibunya berbuat yang memalukan.

__ADS_1


Alif peluk Ibunya seolah tidak terjadi apa apa, dan dibawa turun dari pelaminan. Reza datang bersama kedua sepupunya.


" Berani sekali saja lo menyentuh keluarga Gua, lo akan habis" ancam Reza tidak terima acara pernikahan Kakaknya harus ada yang mengacaukan.


Alif meminta maaf pada Reza, Namun Wulan tiba tiba berteriak.


" Kamu ya belum tau aja siapa keluarga si Aisyah pelakor itu, kamu kalau sudah tau akan menyesal " kata Wulan kencang sekali.


Suaminya dan Alif kewalahan dengan sikap Wulan yang tidak terduga. Berarti selama ini Wulan tidak berubah, hatinya diliputi oleh rasa iri dan dengki.


Suami Wulan dengan sigap menarik Wulan untuk keluar, Suaminya sangat malu. Jauh jauh kesini hanya untuk dipermalukan istrinya.


Suami Wulan orang yang berpendidikan, apalagi dia adalah pemuka agama, melihat Istrinya berbuat anarkis seperti itu membuat dia merasa gagal jadi suami.


Alif merasa tidak punya muka dengan kelakuan Ibunya, teman teman Astri adalah temannya juga semua menyaksikan pertunjukan tadi.


Alif tidak punya muka untuk bertemu dengan temannya, sanksi sosial yang dia akan terima sungguh berat rasanya.


Hati diliputi dendam merugikan banyak pihak.


Wulan tidak menyadari kalau kelakuannya akan membuat anak dan suaminya malu, dan akan dicibir semua orang, apa lagi tadi ada yang merekamnya.


Seandainya itu menjadi viral maka kerugian bagi keluarga Suami Wulan yang selama ini di hargai banyak orang, sebagai orang terpandang dan pemuka agama.


Ini menjadi titik balik kehidupan bagi Suami Wulan, entah apa yang akan terjadi kedepannya.


Aisyah hanya prihatin sama orang yang sepeti itu. Aisyah sebenarnya tidak menginginkan semuanya apa yang pernah dia alami justru menyakitkannya, hidupnya selama ini sangat berat.


Terlahir dari orang miskin dia jalani hidup dengan kerja keras dan air mata sehingga dia bisa membangun usaha untuk mensejahterakan anak anaknya.


Cukup dia saja yang mengalami kemiskinan dan tidak untuk keturunannya. Itulah tekad Aisyah sehingga dia mampu mendidik anak anaknya menjadi anak yang sukses.


Namun Aisyah juga tidak pernah bosan mengingatkan pada anak anak ya untuk berbagi kepada orang yang kurang beruntung, dan prinsip hidup sederhana jangan lupa asal kita darimana. itu yang selalu Aisyah ingatkan.


Sekalipun Aisyah baik hati, jauh dari kata sombong , namun pembenci itu banyak juga, banyak yang mencaci maki Aisyah, contohnya Wulan yang tidak pernah puas dengan hidupnya.


Kembali ke pelaminan, Astri dan Rangga Khawatir kepada Aisyah, namun Aisyah adalah orang yang tegar, hanya kerikil kecil tidak masalah.


Para tamu banyak yang datang dan juga pamit pergi silih berganti. Akhirnya acara demi acara sudah dilewati, semua para tamu sudah pulang.


Tinggallah keluarga Rangga, dan keluarga Astri. Aisyah pamit duluan ke kamar, badannya merasa lelah sekali.


Para lelaki masih pada ngobrol bareng sambil ngopi sambil mengakrabkan diri.


Ratiman juga ada disana bersama keluarga Rangga itu, mereka seperti keluarga yang harmonis saling melengkapi.


Saat dalam candaan Reza nyeletuk ngomong entah bercanda entah serius.


" Pah bulan depan boleh ya aku yang ngelamar anaknya Bapak Ratiman" ucap Reza .


Hampir semua kaget, tapi neda dengan Ayahnya. " emang Aulia nya mau lihat kamu slengean kaya gitu" jawab Ayahnya.


" Lihat saja nanti pasti Aulia mau sama aku" pas Reza ngomong gitu, Aulia melewati mereka mau ke kamarnya, dia baru mengantarkan teman temanya ke depan.

__ADS_1


" Eh, ko saya disebut sebut" sahut Aulia.


" tuh, Reza katanya mau melamar kamu" ucap Randy sepupu Reza.


" engga salah, saya sih milih kamu Ren" canda Aulia sambil berlalu tanpa memikirkan perasaan Reza. Dia pikir toh hanya candaan saja.


Randy wajahnya langsung memerah. Memang dari awal bertemu, Randy sudah sangat suka sama Aulia, tapi Randy sangat pemalu jadi dia hanya di pendam saja.


Berbeda dengan Reza, kalau suka di akan kejar terus sampai dapat itu perbedaan Randy dan Reza.


Di sebuah kamar pengantin Rangga dan Astri merasa canggung dulu mereka sangat akrab tidak ada batasan, tapu kini mereka menjadi pasangan halal namun hati mereka belum sama sama klik.


Rangga tidak mau menekan Astri dia akan bersabar sampai Astri menerimanya sebagai pasangan. Rangga tidak tau kalau Astri juga punya pemikiran yang sama, dia akan menunggu Rangga sampai Rangga mencintainya dan menerima dia.


Dua orang berbeda jenis ini malah saling menunggu tidak ada yang berinisiatif, akhirnya mereka pada diam saja, sekalinya mau bicara bareng.


" Kak "


" Dek" keduanya bicara bareng


" udah sok Kakak dulu, apa yang akan Kakak omongin?" tanya Astri.


" Dek, jangan manggil Kakak deh kan sekarang sudah jadi Suami, panggilnya ganti ya " kata Rangga.


" Abis aku harus manggil apa audah keenakan dari kecil manggil Kakak" ucap Astri.


" Dasar ya kamu, kalau dikasih tau, dari dulu malah ngeyel " kata Rangga sambil mengusap usap Kepala Astri.


" Kakak ih, dari dulu ya sukanya pegang kepala aku sih" ucap Astri sewot.


" Emang gak boleh, kan sekarang semua sudah punya Kakak " jawab Rangga .


" Maunya " jawab Astri sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ih kebiasaan jelek kamu itu kalau apa apa, manyun kaya gitu" ucap Rangga sambil tertawa.


Akhirnya tanpa mereka sadari menjadi mencair suasananya tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka.


" Mas Niko tidur sama siapa" tanya Astri.


" Apa , gak dengar dek, sekali lagi" sahut Rangga sengaja biar Astri mengucapkan kembali panggilan Mas yang bikin hatinya Rangga senang sekali.


" Gak mau ah, kamu mah banyak bercanda, cepet jawab Niko tidur sama siap, aku mau tidur sama Niko saja" ucap Astri.


" Sebelum sampai di pintu baju Astri sudah Rangga tarik sehingga jatuhlah Astri menindih Rangga untung ke tempat tidur coba kalau ke lantai auto tidak jadi malam pengantin.


Astri dan Rangga malah tertawa mereka berdua, mereka anggap kelakuan mereka itu lucu.


Begitulah malam pengantin mereka malah diisi dengan bercanda.


segitu dulu sampai nanti ya.


Selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2