
Hasan pulang, dan langsung menemui Nuri yang lagi di dapur sedang melakukan aktivitas seperti biasa.
Kalau mau masuk musim liburan biasanya sudah banyak yang memesan vila tersebut, makanya Nuri mempersiapkan segalanya.
Supaya nanti mudah kalau sudah tamunya pada datang.
Hasan langsung menemui Nuri, " Sayang boleh kesini sebentar" ucap Hasan.
Nuri menghampiri Hasan tanpa banyak bertanya, emang Nuri seperti itu yang jarang sekali bicara kalau tidak penting penting amat.
" Sayang, bila Mas mau jujur sama kamu tentang masa lalu Mas, apa sayang mau mendengarkan dan tidak akan marah?" tanya Hasan pada Nuri.
" Mas apapun masalahnya yang sudah lalu aku tidak akan marah sedikitpun, sebab semua yang terjadi itu sebelum ketemu sama aku, kenapa aku harus marah" ucap Nuri .
Akhirnya Hasan pun menceritakan masa lalunya pada Nuri, dan sampailah dimana Hasan mengatakan kalau dia sebenarnya udah punya anak sebesar 12 tahun.
Nuri terdiam merasa syok juga, namun semua sudah terjadi dan itu semua masa lalu, Nuri mencoba menerimanya walaupun hatinya berat juga.
" Mas apapun masa lalu yang penting jangan mengganggu kehidupan rumah tangga kita selanjutnya Mas" ucap Nuri.
" Kedepannya kita harus membiayai anak Mas, karena sudah menjadi tanggung jawab Mas" ucap Nuri lagi.
" Sayang boleh berarti kalau kita mau ketemu anak Mas?" tanya Hasan .
" Harus Mas, Mas sebagai Ayahnya harus ketemu dan tanggung jawab, jangan sampai Yang Mas pernah alami terjadi pada anak Mas itu" ucap Nuri bijak.
" Apalagi anak Mas misal tinggal dilingkungan yang kurang baik, bahaya Mas" ucap Nuri lagi.
" Seharusnya kita sebagi orang tua harus memberikan pendidikan agama pada anak kita, jangan sampai anak kita tersesat Mas" ucap Nuri lagi.
Hasan sungguh sangat terharu dengan segala yang diucapkan Nuri, tidak menyangka kalau Nuri akan sedewasa itu. Melihat dari umur sangat muda, tapi pemikiran sangat dewasa.
Dilain tempat diwaktu yang sama, Astri lagi bingung dengan desakan dari Alif yang menuntut jawaban.
Astri bicara sama Aisyah dia tidak mau menerima Alif, Astri ingin menghapus kenangan Aisyah bersama Dwi, jadi apapun
yang ada hubungannya dengan Dwi Astri tidak mau.
Aisyah menyerahkan semuanya pada Astri yang penting jangan menyakiti orang lain itu saja.
Disini Astri dan Alif di sebuah kafe yang ada di kota Bandung.
" Mas sebelumnya saya minta maaf ya, bukan saya tidak mau jadi pendamping Mas, cuma ada suatu hal yang tidak bisa saya jelaskan" ucap Astri.
" Saya tidak bisa menerima pinangan Mas, maaf banget Mas" ucap Astri pada Alif.
__ADS_1
" Gak apa apa lebih baik kecewa sekarang dari pada digantung terus" jawab Alif.
" Mas gak marah kan sama saya?" tanya Astri.
" Tidaklah untuk apa marah, kalau memang bukan jodoh harus gimana lagi, Allah yang menentukan jodoh kita" Alif memberikan jawaban yang cukup bikin Astri tenang.
Akhirnya masalah Astri beres satu persatu.
Aisyah tenang sebab semua jadi bahan pikiran. Masalah anak membuat Aisyah tidak bisa tidur dengan nyenyak hanya karena memikirkan masalah demi masalah.
Di tempat lain Alif pulang ke Pangandaran ingin memberitahukan keputusan Astri.
" Bu, Astri menolak pinanganku " ucap Alif selepas ketemu Ibunya.
Wulan sudah menduga, pasti alasannya
karena Alif anaknya Dwi. Wulan yakin Aisyah tidak mau berhubungan lagi dengan siapapun yang ada hubungan dengan Dwi.
Wulan kecewa, namun Suami Wulan memberitahu kalau jodoh tidak bisa dipaksakan.
Pada akhirnya Wulan mau mengerti dan menyerahkan pada Alif untuk mencari jodoh yang lain.
Hasan lega, dan sudah bikin janji temu dengan Sani juga anaknya.
Disebuah rumah makan yang tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman tempatnya.
Sungguh Hasan tidak bisa menahan rasa haru, rindu, bahagia semua campur jadi satu.
Namun Hasan menunggu Sani memperkenalkan kepada Anaknya itu.
" Riky kenalkan ini Ayah Riky yang selalu Riky tanya, Namanya Ayah Hasan" ucap Sani.
" Dan ini Mamah Nuri istrinya Ayah yang sekarang" Sani memperkenalkan Nuri pada Riky.
Tanpa disangka tanpa di duga, Riky langsung mengambil tangan Hasan dan mencium punggung tangannya tanpa disuruh. Begitu juga dengan Nuri.
Sungguh Riky anak yang baik dan sopan, membuat takjub Nuri, jauh dari prasangka Hasan.
Hasan sangat bahagia bisa ketemu anaknya.
Hasan memeluknya sambil meneteskan air mata, tidak disangka dia mempunyai ank yang sudah besar.
"Makasih San kamu mau merawatnya dengan ikhlas" ucap Hasan.
" Sudah menjadi kewajibanku aku menyayanginya, jadi tidak perlu berterimakasih dia anakku" ucap Sani.
__ADS_1
" Sayang maukah kamu sekali sekali liburan di vila, di tempat Ayah bekerja?" tanya Hasan pada Riky.
" Yah kalau diijinkan Bunda " ucap Riky malu.
" San bolehkan sesekali itupun kalau Riky libur aja" ucap Hasan lagi, sangat berharap bisa dekat dengan Anaknya.
Hasan mengeluarkan Kartu yang di kasih Aisyah dan belum terpakai sama sekali isinya masih utuh seratus juta.
Hasan memberikannya kepada Sani untuk biaya Riky, " San di kartu ini ada uang Seratus juta, mungkin jumlah uang ini tidak sebanding dengan pengorbananmu, tapi setidaknya biarkan aku sekarang yang bertanggung jawab dengan segala kebutuhan Riky"
"Nanti untuk sekolah Riky tinggal bilang Ayah saja" ucap Hasan lagi.
" Ya aku terima ya, semoga kamu tambah sukses ya" ucap sani.
" San kalau kamu perlu apa apa kamu bisa telpon saya" ucap Nuri sambil memberikan no telponnya.
" Oh iya ,makasih Nuri, InsyAllah pasti akan dikabari ya seandainya Riky perlu apa apa" ucap Sani.
" Silahkan makan dulu, kita keterusan ngobrol" ucap Nuri lagi.
" Riky mau ini" ucap Hasan sambil menunjuk sesuatu yang sangat menggugah selera.
" Mau Yah" jawab Riky, dia sangat senang hatinya, sebab apa yang diimpikannya selama ini bisa terwujud.
Riky sebenarnya ingin sekali tinggal beberapa hari di rumah Ayahnya, tapi dia harus ikut ujian sekolah dulu.
Terpaksa dia tahan dulu sampai dia libur nanti.
waktu terus berjalan, Hasan pamit pulang, Sani diantar Hasan sampai naik taksi.
Sementara Hasan dan Nuri berboncengan pake sepeda motor. Hasan memang menerapkan hidup sederhana, dan Nuri menerimanya.
Sungguh pasangan yang sangat cocok. Kebaikan Nuri jadi mempermudah Hasan melakukan apapun.
Sekarang Masalah Hasan tinggal satu lagi.
Yaitu membersihkan Namanya atas tuduhan perkosaan terhadap Mira.
Hasan lagi menyusun rencana gimana caranya bisa tau siapa sebenarnya pemerkosa itu.
Di tempat lain, Aisyah sedang mengintrogasi Astri sebab Wulan nelpon bicaranya agak tidak enak.
Wulan merasa tersinggung sebab penolak nya itu disebabkan Alih anaknya Dwi.
Wulan merasa tidak adil bagi Alif. Namun baik Astri atau pun Aisyah semua sudah sepakat mengubur semua masa lalu yang berhubungan dengan keluarga Dwi, cukup Aisyah saja yang merasakannya.
__ADS_1
Yu ah, besok lagi ya maaf cuma satu bab