Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Setelah cinta datang


__ADS_3

Pagi yang cerah, Aisyah bangun dengan hati yang gembira. Walaupun dia belum sepenuhnya jatuh cinta sama suaminya. Namun setitik rasa mulai ada. Aisyah ingin membuat suaminya bahagia. Dia masak apa yang disukai suaminya. Setelah menikah Aisyah berusaha mencari tau apa yang disukai dan tidak disukai oleh Revan. Dalam penjajakan itu Aisyah berhasil memenangkan hati Revan. Sungguh sekarang Revan sudah jatuh cinta sama istrinya. Aisyah hadir bak air di gurun pasir. Hati yang gersang selama ini tersiram dengan kesejukan yang Aisyah tampilkan.


" Mas, sudah siap ? makan yu, Saya udah masak kesukaan Mas" ajak Aisyah sambi menampilkan senyumnya yang menawan.


" sudah, Ayo kita sarapan. Makanan yang Ade buat selalu buat Mas ketagihan" ujar Revan sambil menggandeng tangan Aisyah. Revan selalu ingin berdekatan terus sama Aisyah seolah takut kehilangan.


" Mas bisa aja kalau muji saya, Mas sekarang makan yang banyak ya " Biar Mas kuat dan sehat" sahut Aisyah.


" Kuat buat apa dek " kelakar Revan membuat Aisyah tersipu malu.


" Udah ah Mas cepet makan, Mas mau makan pake apa " tanya Aisyah sambil menyendok nasi buat suaminya.


" Itu aja dek Udang asam manis, sama cah kangkung " jawab Revan. Mereka makan dengan tenang. Revan sambil menyuap nasi ke mulutnya sekali kali melirik Istrinya. Yang sangat anggun di mata Revan. Sungguh Aisyah menjelma jadi wanita yang sangat cantik dan mempesona. Matanya yang sipit, serta kulitnya yang putih, serta tinggi badan yang cukup tinggi untuk ukuran wanita Indonesia. Berat badannya ideal banget.


Aisyah rajin mengikuti senam Aerobik, Aisyah sangat menjaga kulitnya, serta kecantikannya


Apalagi dia menjadi seorang MUA, yang cukup terkenal. Sungguh Aisyah istri impian banget. Revan merasa bersyukur karena bisa berjodoh dengan Aisyah. Allah maha baik.


Dikutip dari Al'qur'an " Bahwasanya perempuan yang baik akan berjodoh dengan laki laki yang baik " Mungkin inilah yang terjadi dengan Aisyah, sekalipun Aisyah pernah mencintai seseorang dimas lalunya.


Namun mereka tidak dijodohkan. Dengan berbagai usaha untuk meraih itu semua kalau Allah tidak berkehendak yang terjadi malah yang sebaliknya. Allah maha yang mem bulak balik kan hati manusia.


Terbukti sekarang Revan dengan mudah mencintai Aisyah, tidak perlu banyak waktu. Dengan sebentar saja bersama mereka sudah saling menerima. Dan pada dasarnya Aisyah anak yang baik. Yang takut akan Tuhannya. Sehingga dia akan berbakti kepada suaminya karena sesuai apa yang dia pelajari saat dirinya di pesantren dulu. Juga didikan Ibunya yang selalu memberi wejangan yang sangat melekat di diri Aisyah.


Kita tinggalkan dulu kisah Aisyah yang lagi berbahagia. Kita menengok dengan kehidupan Alan yang berubah setelah menikah dengan Rani. Dulu saat belum menikah mereka sungguh saling mencintai. Sampai sampai punya anak di luar nikah. Tapi saat ini setelah menikah ada yang terasa hambar di kehidupan mereka. Sungguh jeratan syetan sangat indah dan kuat untuk manusia terus berbuat kemaksiatan. Saat dikasih yang halal, hilang sudah rasa indah itu. kutipan dari kata kata Ali bin Abi tholib. Barang siapa menyukai yang haram, maka Allah akan mencabut kenikmatan yang halal.


Mungkin ini yang lagi dirasakan oleh alan. Yang dulu sangat menggebu kini hampa. Melihat istrinya pun seolah tidak berselera. Alan sering pergi ke luar rumah untuk mencari ketenangan, dan kesenangan dirinya.

__ADS_1


Tanpa dia sadari semakin hari semakin jarang dia menyentuh istrinya. Apalagi saat ini Rani sedang mengandung anaknya yang kedua.


Kehamilan yang kedua ini cukup merepotkan. rani setiap hari muntah dah mual, dia sampali lemes. Rani membutuhkan suaminya ada didekatnya. Namun Alan malah sibuk sendiri, alasannya sibuk ngurus pekerjaannya. Memang tidak dipungkiri saat ini job Alan lagi banyak. Dan mau tidak mau Alan di setiap pekerjaannya akan bertemu dengan Aisyah. Sebab Aisyah masih terikat kontrak kerja sama dengan Perusahaan yang Alan pegang. Mau tidak mau, suka tidak suka semua harus dijalani secara profesional


Kita kembali ke Rani, saat ini dia lagi merasakan sangat pusing dan lemas. Dirumahnya hanya ada Ayah mertuanya, terpaksa Ayah mertuanya yang membantu Rani membawa kerumah sakit. Karena Alan dihubungi sangat sulit.


Rani ternyata harus dirawat karena kekurangan cairan, dia muntah terus tapi kurang asupan. Rani diinfus supaya cepat pulih. Rani merindukan suaminya. Anak Rani dititip sama orang tua Rani. Karena dirumah sakit tidak boleh bawa anak kecil.


Alan akhirnya mengangkat juga telpon yang dari tadi berdering. Alan lagi diskusi sama teamnya dan di situ ada Aisyah juga. Mereka lagi mendiskusikan pekerjaan yang akan digarap hari minggu yang akan datang. Aisyah dan Alan bekerja dengan profesional.


" Halo , iya Yah ada apa ?" tanya Alan, dia tahu yang telpon Ayahnya.


" Kamu dari tadi kok susah dihubungi, apa kamu g tau kondisi istrimu " sergah Ayahnya karena jengkel dari tadi menghubungi tidak diangkat angkat.


" Tadi sewaktu Aku berangkat Rani lagi tidur, jadi ya aku g tau Yah " jawab Alan tanpa dosa.


" Baik Yah, Aku kesana sekarang " jawab Alan tanpa panjang lebar lagi, bagaimanapun Rani dulu sangat dicintainya, walaupun akhir akhir ini Alan agak bosan dan hambar. Tapi tetap Rani istrinya sedang mengandung anaknya. Alan tetap khawatir akan keselamatannya.


Alan hanya mencoba menepi sebentar untuk mengembalikan lagi rasa cintanya pada istrinya itu


Sesampainya di rumah sakit Alan langsung masuk ke kamar rawat yang ditempati oleh Rani. Dia berusaha menampilkan senyum yang termanis supaya membuat hati Rani bahagia.


" Sayang apa yang kamu rasakan " Tanya Alan sambil mengusap kepala Rani. Lalu mencium kening Rani. Pada dasarnya Alan itu penyayang. Makanya Aisyah sempat jatuh cinta dan mengagumi secara diam diam itu. Pribadi Alan yang sangat baik waktu itu.


" Mual dan pusing Mas, aku tidak bisa memasukan makanan, setiap apa yang aku makan, terus keluar lagi. Kehamilan yang sekarang ini cukup merepotkan Mas " Keluh Rani sambil menatap suaminya dengan wajah sendu.


" Sabar ya sayang. Mungkin ini tidak lama, sebentar lagi juga kamu akan pulih " Hibur Alan. Membesarkan hati Rani yang sedikit agak kacau. Sebenarnya penyebab Rani hatinya seperti itu adalah ketiadaan Alan disisinya. Seringnya ditinggalkan sendiri dirumahnya. Pas Rani membutuhkan suaminya. Dia malah pergi. Namun Rani belum menyadari perubahan Alan, Dia masih berfikir kalau Alan sibuk bekerja saja.

__ADS_1


Alan sebenarnya sangat mencintai suaminya. Namun seperti pepatah, segala sesuatu lama akan terasa hambar bila tidak kita rawat dengan baik. Begitupun cinta a


kalau tidak dipupuk dengan baik maka yang terjadi lama lama akan menjadi hambar dengan sendirinya.


Alan menyadari kesalahannya, dia harus berusaha mengembalikan hatinya untuk mencintai istrinya lagi. Sebelum Rani menyadari perubahan sikap Alan. Namun di lubuk hati Alan yang paling dalam, Alan masih menyimpan rasa berdosa sama Aisyah dan ada sedikit rasa cinta untuk Aisyah. Namun semua sudah terjadi Alan harus menerima dengan lapang dada. Sekalipun dalam pandangannya Aisyah semakin tampil mempesona. Di Setiap kesempatan bertemu dengan Aisyah, Alan akan berusaha meminta maaf kepada Aisyah. Dan berusaha untuk bisa menyampaikan penyesalannya. Namun waktunya belum tepat untuk menyampaikan semuanya. Namun Alan akan berusaha menyampai semua unek uneknya kepada Aisyah biar masalah bisa clear semua.


Rani tidak lama berada dirumah sakit. Karena perhatian Alan akhirnya Rani bisa pulang dengan cepat. Sekarang posisi Rani dirumah.


Alan minta maaf terus menerus sama Rani karena perasaan berdosanya.


" Sayang aku minta maaf ya, karena aku kurang perhatian sama kamu" ucap Alan.


" G papa Mas, mungkin ini hanya perasaan aku, dan karena aku lagi hamil jadi cepet sedih " jawab Rani.


" Ya udah sekarang kamu istirahat, nanti Mas suruh Mba Marni temenin kamu ya " ujar Alan.


" Aku mau pergi sebentar ya, mau menyelesaikan pekerjaan yang belum beres. Ucap Alan lagi. Alan pun pergi sebelum itu Alan mengecup kening istrinya.


Gimana kelanjutannya


Kita nantikan sambungannya.


Maaf cuma sedikit Author Nya ada perlu dulu.


sampai jumpa di bab selanjutnya.


Bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2