
Keluarga Aisyah memutuskan untuk berangkat ke kota Sukabumi, dan mereka langsung menuju rumah nya Nuri, tidak ada sambutan yang berarti. Dari pertama datang hanya Nuri yang mempersilahkan masuk, Ayah Nuri sudah lama tiada, jadi Nuri hanya tinggal bersama Ibu tirinya.
Sebenarnya Nuri punya seorang Paman, adik dari Ayahnya, Namun Pamannya entah dimana tidak ada kontak dengan Nuri sudah lam sekali. Jadi saat Nuri mau di lamar tidak ada yang menyambutnya.
Ibu tiri Nuri sengaja pergi supaya lamaran gagal. Namu Aisyah tidak patah semangat dan Aisyah punya seribu macam cara supaya Nuri bisa tetap menikah.
Aisyah menemui Ketua RT setempat buat menanyakan keluarga Nuri, dan Alhamdulillah Ketua Rt setempat sangat mendukung pernikahan Nuri, sebab Nuri selalu diperlakukan tidak baik oleh Ibu tirinya.
Bapak Ketua RT menceritakan semua keburukan yang selalu diterima Nuri selama ini.
Karena Ibu tirinya tidak kunjung datang akhirnya dengan persetujuan pemerintah setempat Nuri langsung dinikahkan dengan Hasan oleh wali hakim. Sebab saudara satu satunya tidak bisa dihubungi.
Kini mereka sudah sah menjadi suami istri. Aisyah membawa Nuri ke tempat Hasan tinggal. Kebetulan Hasan tinggal disebuah vila milik temannya, yang minta dikelola oleh Hasan.
Namun baru saja Hasan dan Nuri sampai Ibu tirinya datang, marah marah dan buat kekacauan.
Aisyah melapor sama pemerintah setempat dan mencoba berdamai dengan Ibu tirinya Nuri.
Akhirnya kami berunding, hasil perundingan Ibu tirinya Nuri meminta uang yang cukup banyak buat mengganti biaya yang selama ini dikeluarkan untuk mengurus Nuri.
Karena Aisyah tidak mau ribut semua di penuhi. Setelah mendapatkan yang dia mau Ibu Nuri pulang dengan bahagia. Dia berpikir punya tambang uang. Mungkin kalau sudah habis dia akan balik lagi meminta uang pada Nuri kalau tidak Nuri harus ikut pulang dengannya. Itu yang dia pikirkan.
Namun keluarga Aisyah tidak bodoh sebelum memberikan uangnya Aisyah meminta Ibu tiri Nuri untuk membubuhkan tanda tangan di surat perjanjian. Ibu nya Nuri tidak sekolah maka dia main nurut saja. Malah dia tidak bisa tanda tangan , maka diganti dengan cap jempolnya.
Beberapa hari kemudian Ibunya Nuri teriak teriak di depan Vila nya Hasan. Nuri tidak keluar dia ketakutan. Akhirnya Hasan yang keluar, kebetulan Hasan lagi belah kelapa pakai golok. Tanpa sadar dia ke depan sambil membawa golok tersebut.
Ibunya Nuri kaget dia berteriak minta tolong warga, katanya Hasan mau gorok dia pakai gorok. Hasan kaget dan baru sadar di tangan dia ada golok. Namun warga sudah kadung berdatangan.
Semua hampir salah paham untung Nuri cepat keluar dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Warga jadi balik marah sama Ibu tirinya Nuri yang selalu bikin gaduh. Warga setempat langsung berunding supaya tidak terjadi lagi seperti itu, Bilamana Ibu tiri nya Nuri datang bikin onar atau ,menghasut salah satu warga. Langsung laporkan saja ke pemerintah setempat biar bisa ditindak lanjuti.
Mereka pun bubar, Nuru kembali melanjutkan urusannya di dapur, Hasan kembali membelah kelapa. Hasan mulai mandiri walaupun masih ada bantuan dari Aisyah.
Revan sekali kali suka ngasih juga. Tapi kalau sudah ngasih dia akan ribut dengan istrinya.
Kejadian baru kemarin saat Revan ikut ke Sukabumi, Aisyah waktu itu meminta sumbangannya supaya bisa menambahi uang yang mau dikasih ke Ibunya Nuri.
Revan ngasih karena bentuk tanggung jawab seorang Ayah. Tapi apa yang terjadi selepas memberi uang Keluarga Revan langsung pamit pulang. Dan sesampainya di jalan belum jug naik bis, pertengkaran terjadi. Istrinya tidak rela uang Revan dikasih ke anaknya.
Istrinya Revan sampai ngancam mau minta cerai. Mungkin Revan saking pusing namun dia tidak mau gelap mata, Dia telpon Astri dan menceritakan masalahnya. Astri tidak mau gegabah mempercayai Revan begitu saja sebab Revan pernah berbohong sama dia. Astri pun telpon Aisyah dan Aisyah membenarkan apa yang diceritakan Revan tentang Revan ngasih uang untuk Hasan dan Aisyah menjelaskan semua duduk persoalannya.
Astri langsung kirim uang ke Revan supaya Istrinya Revan tidak ngamuk lagi.
Disitu Astri berjanji untuk tidak melibatkan lagi Revan kalau ada masalah apapun.
Semenjak itu Nuri dan Hasan agak tenang menjalankan rumah tangga barunya.
Aisyahpun mengirim pakaian buat Nuri semua pakaian Nuri yang lusuh dibuang sama Aisyah. Diganti sama yang baru. Aisyah juga mengirim skincare dan juga ramuan ramuan untuk perawatan rambut dan tubuhnya.
Aisyah menjadi mertua yang sangat perhatian sama menantunya.
Dan Aisyah berjanji bila Vila tidak begitu rame, mau ngajak Nuri ke Bandung, di sana mau dibawa belanja dan nyalon. Biar Nuri bisa berubah jadi cantik . Jiwa seorang MUA nya keluar, suka gatal ingin cepat make over orang. Itulah Aisyah yang suka sekali merubah orang lain.
Ditempat yang berbeda Alif menagih jawaban dari Astri, tapi Astri benar benar ragu, ada rasa takut, punya suami temperamen, apalagi Astri seorang psikologi yang tau persis gestur seseorang yang punya temperamen tinggi.
Sesampainya di rumah Astri curhat sama Aisyah.
" Mah gimana Alif terus ngejar jawaban dari Asi " kata Astri.
__ADS_1
" Terus kamu udah punya jawaban belum ?" tanya Aisyah.
" Udah mah, tapi jawabannya tidak mau menikah sama Alif " Jawab Astri.
" Yang menjadi alasan kamu menolak Alif apa?" tanya Aisyah lagi.
" Mah, kalau sifat temperamen itu bisa menurun dari orang tua ke anaknya 50 persen " jawab Astri lagi.
" Iya, mamah ngerti tapi kamu beranggapan siapa yang temperamen dan bisa menurun sama Alif, yang mamah tau Wulan itu sabar orangnya, baik juga selama di rumah Om Dwi belum pernah mamah dengar dia bertengkar, atau marah " kata Aisyah panjang lebar.
" Bukan Ibu Wulan tapi Om Dwi, Asi banyak mendengar dulu istrinya sering dipukulin katanya" ujar Astri lagi.
" Om Dwi berbuat begitu karena kecewa sama Ibunya Anggi , makanya kena pukul. Dan Om Dwi dalam pengaruh Alkohol, siapapun dalam pengaruh Alkohol pasti jadi kasar " imbuh Aisyah mencoba menjelaskan supaya Astri tidak salah menilai orang.
" Sekarang gini aja, kalau menurut mamah coba kamu pengenalan dulu, penjejakan selama 2 bulan " saran Aisyah.
" Jadi Mah asi harus jawab apa sama Alif kalau Alif bertanya lagi " tanya Astri lagi.
" Kamu jawab aja, kita kenal dulu aja, pendekatan dulu supaya tau karakter masing masing gitu aja lebih baik " jawab Aisyah.
" Baiklah asi mau jawab gitu dulu, tapi kalau misal Asi tidak mau bolehkan nolak ?" tanya Asi lagi.
" Kalau kamu sudah mencoba g masalah nolak " lakukan lah sesuai hatimu. dan jangan lupa sholat istikharah.
" Iya mah, makasih ya, asi sangat sayang sama mamah " ucap Astri sambil memeluk mamahnya.
" ya udah mamah mau istirahat dulu, kamu juga cape kan sok sana masuk kamar " usir Aisyah sambil tersenyum.
Astri Pun masuk kamar sambil memikirkan obrolan yang tadi. Dia berusaha mencerna semua maksud Mamahnya.
__ADS_1
Samai sini dulu ya, selamat membaca.