
Aisyah kini melangkah dengan pasti, tujuan hidupnya lurus ke depan menyongsong mimpi yang sangat indah. Kendati banyak rintangan namun Aisyah sangat yakin dengan segala apa yang Allah gariskan untuknya.
Usaha Aisyah perlahan tapi pasti sudah membuahkan hasil. Niat jadi seorang MUA pun sudah terealisasi. Aisyah bener bener sibuk dengan segala usahanya. Dengan segala keberanian yang tinggi dan akhirnya Aisyah memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya.
Jadi seorang MUA tidak bisa di sambil kerja. Dia berusaha serius dengan usahanya sendiri. Aisyah menambah modal buat memperbesar toko ibunya, selain berjualan online. Aisyahpun merintis usaha buat sejenis snack. Dan sekarang mulai berjalan perlahan tapi pasti.
Awal mula merintis Aisyah tidak langsung buat sendiri. Dia membeli snack bal balan, dia kemas sendiri dan dibuat satu brand. Hasilnya Alhamdulillah, perlahan tapi pasti dia berhasil punya langganan.
di satu tempat nun jauh disana ada seorang wanita yang sedang mengandung 9 bulan. Dia kerap menangis seorang diri, dia masih mencintai lelaki yang menghamilinya, yaitu sahabatnya sendiri. Dia tidak sanggup melihat Dwi menikah bersama orang lain. Dia terpuruk, sangat terpuruk, sungguh miris hidupnya.
" Ci sudah minum vitaminnya, jangan melamun terus kasihan dede bayinya" ucap seorang laki laki yang selalu menemaninya. Siapa lagi kalau bukan mantannya dulu yang dia campakan . Ya dia Budi, seorang pemuda yang dulunya kurang baik tapi sekarang sangat berubah, dia sangat mencintai Uci apapun keadaannya.
" Sebentar lagi aku minum, sudah tinggalkan saja. Kamu boleh pulang" sahut Uci yang masih tidak menerima keberadaan Budi didekatnya. Uci terbebas dari jerat hukum karena tidak ada bukti yang akurat. Kini Uci hanya meratapi nasibnya saja.
Dwi dan Wulan sudah menikah 6 bulan yang lalu, kini Wulan tinggal di rumah Ibunya Dwi. Sering Aisyah dan Wulan ketemu secara tidak sengaja. Buat Aisyah tidak masalah sebab dalam hati Aisyah sudah bebas, sudah dibuang semua masa lalunya. Justru sekarang Aisyah sangat berbeda. Dia sangat baik jika ketemu Wulan. Cuma Dwi saja yang masih memikirkan Aisyah, entah sampai kapan perasaan itu ada di dalam hatinya.
" Bu, beli gula sama beras ya " seru Wulan kebetulan warung Ibunya Aisyah sudah besar, segala ada. Sebenarnya wulan tau siapa Aisyah. Tapi Wulan tidak perduli yang terpenting sekarang Dwi sudah jadi suaminya.
" Oh iya, sebentar ya, kebetulan warung sangat rame Ibunya Aisyah sedikit keteteran. Untung Aisyah datang tepat waktu. Aisyah membantu Ibunya di warung.
" Beli apa mba " tanya Aisyah kepada Wulan.
" Itu Mba gula sama beras "
" Baik, apalagi Mba "
" sudah itu saja, jadi berapa Mba"
" Jadi 75 rb Mba "
" Ini Mba pas ya uang nya"
" Makasih ya mba "
Tidak lama Aisyah kedatangan seorang tamu.
"Assalamualaikum, benar ini rumahnya Ibu Aisyah. Tanya pemuda tersebut.
" Walaikumsalam, oh iya saya sendiri" jawab Aisyah.
__ADS_1
" Oh maaf saya tidak mengenali Dek Aisyah' jawab si pemuda tadi.
" Ada yang bisa saya bantu mas. sahut Aisyah lagi.
" Saya hanya memastikan dulu apa bener anda adalah Aisyah.
" Ada perlu apa emangnya mas?" Tanya Aisyah lagi.
" Mba yang punya brand Aisyah snack betul mba" Tanya si pemuda tadi.
" Betul, saya sendiri. Silahkan masuk kita bicara didalam.
Pada akhirnya sepakat mereka berdua untuk saling kerja sama. Pemuda tersebut meminta dikirim tiap hari. Minimal pengiriman 100 bungkus. Aisyah merasa senang. Ada orang minta dikontrak selama satu tahun buat berbagai Snack. Alhamdullilah, semua bejalan dengan lancar. Aisyah pun mengajak tetangga membantu mengemas Snack pesanan nya. Tidak mungkin Aisyah mengerjakan sediri semua perlu yang bantu.
Sedikit demi sedikit usaha Aisyah maju. telah banyak berbagai snack dipasarkannya. Jualan online nya pun semakin laris. Sebulan Aisyah punya penghasilan bersih diatas 10 juta. Aisyah menabung, supaya dia bisa membeli rumah yang lebih besar dari yang sekarang rumah ibunya .
Orang tua Dwi tau dengan kemajuan Aisyah. Yang tadinya dia itu nyinyir sekarang dia berusaha mendekati lagi Aisyah. Pada dasarnya Aisyah itu gadis baik, jadi dia tidak masalah ada orang mendekat padanya. Toh tidak masalah bagi Aisyah sebab bagi Aisyah tidak pernah menyimpan dendam.
Pada suatu saat Ibunya Dwi bertanya pada Wulan. " Wulan kamu belum ngisi, padahal pernikahanmu sudah hampir 1 tahun. Tapi ko anteng saja.
" Mungkin belum rizqy bu, saya udah berusaha bu, supaya cepet hamil" jawab Wulan.
" Sudah bu, kandungan saya sehat, tapi mungkin belun rizqy nya saja bu.
Sementara ditempat yang berbeda Uci sudah melahirkan Anaknya laki laki dia beri nama Anggi Pradana. Wajahnya sangat mirip Dwi. Sekarang dia berumur 6 bulan. Uci ingin mempertemukan anaknya dengan Ayahnya. Dan Uci juga berniat merebut kembali Dwi dari Wulan.
Saat tak terduga dan tidak disangka sama Dwi, dia bertemu dengan Uci di rumah sakit. Anak Uci demam terpaksa dibawa ke rumah sakit. Sementara Dwi lagi menunggu Bapaknya yang dirawat karena serangan jantung. Bapaknya Dwi udah bulak balik dirawat, namun belum sembuh juga malah semakin parah.
Uci terpaku, lidahnya kelu untuk sekedar menyapa. Tidak dengan Dwi ada sedikit kerinduan sama sahabatnya itu. Sekalipun Uci telah tega menjerumuskannya. Namun di hati kecilnya Dwi rindu sama Uci. Apalagi antara Uci dan dia ada anak.
" Ci apa kabar, gimana anakmu sudah besar ya, umur berapa sekarang" tanya Dwi sambil terus menatap Uci.
" Aku baik, Anakku sudah berumur 6 bulan. Kebetulan hari ini demam cukup tinggi. Jadi aku bawa kesini. Gimana kabarmu Wi, apa kamu sudah punya anak" tanya balik Uci.
" Kan udah bersama kamu, itu anakku kan" tanya Dwi, bagaimanapun Dwi yakin itu anaknya karena Uci tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain selain dia sampai ke tempat tidur. Uci jahat karena sangat mencintainya. Jadi Dwi sangat maklum.
" Iya itu anakmu" jawab Uci
" Bolehkah aku melihatnya Ci " tanya Dwi pada Uci, Dwi sungguh khawatir Uci melarang nya. karena Dwi sadar, saat saat masa sulit Uci, Dwi g pernah hadir.
__ADS_1
" Silahkan Wi" sahut Uci, ada rasa bahagia di hati Uci, secara tidak langsung anaknya diakui sama bapaknya.
Lalu Dwi masuk, di situ terlihat bayi yang tergolek lemas karena demam. Dwi sangat kaget melihat wajahnya. Dia sangat mirin dengannya. Perlahan Dwi mendekat dan mencium dahi anaknya, sambil meneteskan air mata. Maafkan Ayahmu ini sayang. Kamu hadir tanpa didampingi Ayah .
" Ci kamu mau jadi istriku, biar Anggi ada punya Ayah. Biar aku bisa bertanggung jawab kepada kalian berdua. Jujur saja aku masih sayang sama kamu ci.
" Gimana dengan istrimu. Apa dia akan menerima dimadu" tanya Uci.
" Kita nikah diam diam saja ya, mau g"
.
" Baiklah kalau memang harus begitu, aku yang terlalu mencintaimu tidak mungkin menolakmu.
" Ya udah, sekarang aku mau ke kamar Bapak dulu. terus pulang . Nanti aku contek kamu ya kalau semua sudah siap.
" Ok wi aku tunggu khabarnya"
Sementara dirumah Wulan menunggu dengan gelisah, masalahnya dia dicecar sama mertuanya soal anak. Dia merasa butuh Dwi disampingnya. Untuk menanggapi semua cacian dan hujatan dari mertuanya.
Setibanya dirumah Dwi mencari ibunya, bukan mencari istrinya.
" Bu, apa ibu pengen punya cucu" tanya Dwi tiba tiba.
" Ya pengen lah, orang sudah lama nikah ko masih anteng aja. Belum ada tanda tanda.
" Sebenarnya Ibu sudah punya cucu, kalau mau nanti kita bisa minta ketemu. mau g?"
" Anaknya siapa? jangan ngaco kamu.
" Bener bu, anak Uci itu anak aku bu. Wajahnya mirip banget aku.
" serius kamu, kapan bisa ketemu, Ibu sudah g sabar"
" Besok kita kesana soalnya dia sedang dirawat, dia demam tinggi "
Waktu cepat berlalu Uci dan Dwi sudah menikah, disaksikan oleh Ibunya Dwi juga kakaknya. Uci sangat bahagia satu langkah lagi usaha dia untuk menjadikannya satu satunya istri Dwi.
Sementara dirumah, wulan sedang sangat terpuruk dengan melihat vidio suaminya yang sedang melangsungkan pernikahan. Yang disaksikan oleh keluarga Dwi.
__ADS_1
Apa yang akan wulan lakukan setelah tau penghianatan Dwi ....mari kita lihat di bab selanjutnya. ...., Bersambung