
Hasan berusaha menghibur Nuri, Aisyahpun berusaha memberi dukungan sama Nuri.
Janin yang tidak berkembang itu akhirnya keluar juga.
Nuri dibawa ke klinik supaya bisa du kuret biar rahimnya bersih. Dan bisa cepat hamil lagi.
Disaat yang sama , Sani sengaja datang menemui Hasan, dia ingin bicara dan menjelaskan tentang semuanya.
Hasan merasa tidak sanggup untuk berjumpa dengan Suni lagi, selain luka yang Suni beri.
Juga kenangan yang sangat buruk, Hasan pernah ada dititik paling bawah saat itu.
Sekarang saat Hasan audah mulai melupakan Sani datang lagi dengan membawa persoalan baru lagi.
Sani datang membawa Anaknya yang di kasih nama Riky umurnya sudah 12 tahun, wajahnya hampir mirip Hasan. Tidak bisa dipungkiri anak itu anak Hasan.
Disinilah Hasan dan Sani di taman yang ada di klinik, " Apa khabar mu mas?" tanya Sani.
" Aku baik, cuma aku menjadi tidak baik setelah melihat kamu " sindir Hasan. Memang dia jadi tidak baik baik saja. Masa lalu sudah terkubur sekarang datang lagi.
Hasan sangat sakit hatinya bila mengingat perlakuan keluarganya Sani pada nya. Semua seolah potongan film kembali diputar. Hasan langsung berdiri ingin meninggalkan Sani dan anaknya.
" Mas, bukan kamu saja yang menjadi tidak baik, akupun sama, aku mencari kamu kemana mana. Hanya ingin mengabarkan tentang anak kita" ujar Sani
" Bukan kah sudah kamu buang janin itu " berang Hasan.
" Kenapa sekarang setelah sekian tahun kamu datang lagi, saat kehidupanku akan membaik " teriak Hasan penuh dengan amarah.
" Sekarang apapun yang terjadi aku sudah tidak ingin ber urusan lagi sama kamu, baik dengan anak mu juga keluargamu" seru Hasan dengan nafas yang memburu.
" Mas dengar dulu penjelasanku " ucap Sani sambil memelas.
Sani terus memohon pada Hasan untuk bisa menjelaskan masalah yang telah lalu. Namun hati Hasan sudah tertutup dengan rapat. Semua kesakitannya yang disebab kan oleh Sani membuat tertutup mata hatinya.
Hasan berlari meninggalkan Sani yang menangis pilu ditemani Anak semata wayangnya.
Sesampainya ditempat istrinya di rawat, Dokter memanggilnya. Nuri sudah boleh pulang.
Hasan pun cepat membereskan administrasinya langsung membereskan baju Nuri. Setelah semuanya selesai mereka pulang dengan naik taksi.
Sesampai nya di rumah Hasan tidak sadar kalau ada orang yang menguntitnya. Hasan mengantar Nuri untuk istirahat.
Sementara si penguntit pulang kembali setelah tau tempat tinggal Hasan.
Sani sakit hati dengan perbuatan Hasan yang tidak mau memberi kesempatan padanya untuk menjelaskan duduk persoalannya. Sani bertekad akan dilakukannya demi mendapatkan Hasan kembali.
Apalagi dia tahu, Hasan adalah pewaris sebuah perusahaan yang cukup berkibar saat ini.
" Lihat saja, jangan sebut aku Sani, kalau tidak bisa membalaskan semua sakit hatiku " monolog sani di dalam hatinya.
__ADS_1
Hari hari pun dengan cepat berlalu. Satu bulan sudah Nuri pasca di kuretase, sekarang kondisi Nuri sudah sangat sehat.
Nuri sudah beraktifitas normal. Nuri bekerja dengan semangat di vila itu. Selagi banyak pengunjung Nuri sangat semangat.
Dengan sibuk nya melayani tamu Nuri melupakan kejadian waktu itu.
Namun Nuri dan Hasan tidak menyadari ada tamu sepasang suami istri yang janggal. Namun dari identitasnya tidak lah mencurigakan.
Namun saat malam tiba. Listrik tiba tiba mati.
Hasan keluar mau memeriksa meteran listrik.
Tanpa ada yang mengetahui ada yang masuk ke kamar Nuri, dan Nuri di bekap lalu dibawa pergi lewat pintu belakang Vila yang mengarah ke hutan.
Nuri sangat ketakutan namun dia tidak berdaya.
Saat Lampu menyala lagi, seolah tidak terjadi sesuatu. Hasan dengan tenangnya menuju dapur buat ambil air minum, dia merasa kehausan.
Hasan tidak curiga sama sekali, padahal pintu belakang sudah tidak terkunci.
Saat Hasan masuk kamar, Hasan kaget, Nuri tidak ada di tempatnya.
" Deg " jantung Hasan berdetak dengan cepat.
Hasan berlari kesana kesini mencari istrinya.
Hasan kembali ke kamar dan mencari sesuatu, benar saja ada sehelai kain yang terjatuh di lantai.
Hasan menelpon Revan untuk menceritakan apa yang terjadi. Namun jawaban Revan sungguh mengecewakan.
Hasan disuruh telpon Ibunya. Hasan bukan tidak mau telpon Ibunya, cuma dia tidak mau membuat Ibunya panik.
Akhirnya Hasan menelpon Adiknya Astri.
" Halo, apa A tumben telpon pagi pagi " ucap Astri.
" si kamu ada dimana sekarang ?" tanya Hasan.
" Aku dikamar A, ada apa ih, kamu bikin bingung aku aja " seru Astri panik sebab tidak biasanya Kakaknya telpon seperti itu.
" Si Nuri menghilang, saat Listrik mati " ujar Hasan hati hati menyampaikan nya.
" Apa A, yang bener A, apa sudah di cari disekitar Vila ?" tanya Astri lagi.
" Sudah Si, tapi tidak ada Aa nyari sampai ke pinggir pantai, Aa juga sudah mengerahkan penduduk di sini untuk ikut mencari" jawab Hasan dengan suara yang sangat frustasi.
" Aa sudah mengecek CCTV ?" Tanya Astri lagi.
" ASTAGFIRULLAH " Aa lupa Si, sekarang Aa mau cel dulu " jawab Hasan dan langsung berlari untuk mengecek CCTV.
__ADS_1
Hasan meminta bantuan kepada petugas keamanan untuk mengeceknya. Ternyata CCTV nya rusak.
Pupus sudah harapan satu satunya.
Hasan baru ingat di belakang dan didepan Vila juga masih ada dua CCTV yang tersembunyi.
Hasan balik lagi ke kamarnya dan membukanya lewat laptopnya. Ternyata benar Nuri ada yang menculiknya, cuma disitu tidak terlihat jelas penculiknya itu, sebab mereka memakai serba hitam.
Hasan ingat dengan kain yang dia temukan, mungkin bisa menjadi petunjuk untuk menemukan Nuri.
Hasan bersiap untuk melaporkan kejadian hilangnya istrinya. Namun sebelum maksud tercapai, berdering telpon Hasan.
" Halo " ucap Hasan.
" Hai apa kabar?" terdengar suara yang pernah dikenalnya. namun Hasan lupa lupa ingat.
" Kamu siapa, dan ada apa?" tanya Hasan.
" Hai, tenang kawan, kamu sudah melupakan sahabat mu ini " ujar yang disebrang itu.
" Sudah jangan basa basi, apa mau mu?" tanya Hasan dengan emosi yang sudah di ubun ubun.
" Coba kamu dengarkan ini siap".
" Mas, tolong mas " Itu suara Nuri yang penuh ketakutan.
" Apa mau mu brengsek " teriak Hasan sudah tidak mampu mengendalikan amarahnya.
Hasan langsung menelpon teman temannya dulu yang ada di dunia hitam.
Hasan meminta bantuan mereka, mereka bukan orang sembarangan, mereka ketua mafia yang Hasan kenal.
Hasan langsung menuju markas temannya itu. Dan Hasan menceritakan semuanya.
Rober langsung memerintahkan anggotanya langsung bergerak menelusuri tempat kejadian.
Dengan gerak cepat akhirnya terlacak dari telpon yang menghubungi Hasan tadi.
Keberadaan mereka masih di kota Sukabumi, belum bergerak jauh, cuma masalahnya titiknya berada di tengah hutan , yang sulit terjangkau.
Anggota gank Robert cepat bergerak dan memasuki wilayah hutan tersebut.
Tidak ada kesulitan yang berarti sebab mereka sudah terbiasa dengan hal hal tersebut.
Wandi sahabatnya Hasan memberi komando pada teman temannya. Hasan ikut dalam pencarian itu dia tidak mau berpangku tangan saja.
Bagaimanakah nasib Nuri yuk kita tunggu di bab selanjutnya.
Selamat membaca
__ADS_1