Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Senjata makan tuan


__ADS_3

Silvy sama pelayan itu tidak berhenti sehari itu dia saling memuaskan satu sama lain.


Sementara di tempat resepsi, acara selesai tamu undangan udah pada pulang, Reza meminta Rangga sebaiknya pindah hotel dan agak jauh dari kota.


Rangga tidak paham tapi dia menurut saja, dia yakin pasti ada sesuatu yang akan Reza bereskan.


Keluarga Aisyah pun sama semua pindah Hotel untuk menginap, Kecuali keluarga Rangga masih disitu sengaja ingin menyaksikan bagaimana reaksi silvy setelah sadar.


Dan yang paling parah Reza memasang kamera tersembunyi di situ untuk jaga jaga.


Setelah semua pergi, dan saatnya Reza bereaksi. dia menyuruh pelayan hotel untuk mengecek apakah yang mengisi kamar tersebut sudah selesai atau belum.


Ternyata sudah, yang pertama bangun Silvy, dia tersenyum puas setelah rencananya merasa berhasil, dia belum sadar yang tidur sama dia itu siapa.


Pelayan pun terbangun, dia langsung menyingkap selimut, dia kaget luar biasa dia itu masih perjaka dan dia punya pacar saja belum sekarang sia sudah melakukan bersama orang yang tidak dikenal.


Silvy sadar ada pergerakan dan dia sambil tersenyum membalikan badan. Dia sangat terkejut dari muka penuh senyuman berganti dengan muka marah, sebab dia tau siap laki laki itu.


Dia pelayan yang dia suruh memberikan minuman pada Rangga.


Silvy marah dan berteriak.


" Heh kamu bajingan ya, kenapa malah kamu yang tidur disini" ucap Silvy sambil berteriak sekencang mungkin.


Silvy melempar apa saja sambil mengusir pelayan itu, pelayan itu memungut pakaiannya dan mencoba memakainya asal supaya dia keluar kamar tidak malu.


Silvy terus saja berteriak memaki si pelayan itu, Reza pun datang bersama Ayahnya tidak lupa dua sepupunya.


" Sudah puas kamu menikmati malam panjang sama pelayan itu?" tanya Reza.


" Kamu kan yang ingin menjebak Kakakku saya, tapi kamu sendiri yang kena, senjata makan tuan, kalau kamu masih mau mengganggu rumah tangga Kakakku, maka dengan terpaksa saya sebar vidio ini ka medsos" ucap Reza sambil mengambil kamera tersembunyi itu.

__ADS_1


" Dasar brexxxk kamu" maki Silvy ke Reza.


" Jangan terus memaki, percuma kamu berbuat seperi itu, sebab kartu as kamu ada pada saya, botol obat, sisa minuman serta gelasnya sudah saya amankan. Jika kamu berulah maka siap siap masuk penjara" ujar Reza penuh penekanan.


" Baiklah kamu menang, tapi bukan berarti saya akan diam saja diperlakukan seperti ini Om, tetap saya akan menuntut janji Om.


" Silahkan saja kalau kamu bisa " ucap Arya Bimantara.


Tiba tiba Silvy menangis, dan sambil berbicara mencoba mengambil simpatik Arya.


" Om mengapa Om menyakiti saya, mempermainkan saya , sekarang saya ternoda Om, selama ini saya sudah menjaga kehormatan saya buat suami saya, tapi ini apa Om, gara gara Om saya hancur, masa depan saya gimana Om" ucap Silvy menghiba.


" Silvy coba kamu ambil ini, toh kamu gak mau bukti ini tersebar ucap Reza di depan pintu kamar.


Silvy langsung berjalan cepat maj mengambil rekaman itu. Reza tertawa terbahak bahak, mana yang masih virgin bisa berlari kaya begitu.


" Silvy kamu tidak usah bohong kalau kamu masih virgin bukankah sebelum itu kamu sudah pernah tidur bersama si Anwar, si Alex terus siapa lagi yang memakai jasamu itu saat kamu kuliah di LN" ucap Reza sangat menohok.


Semua sudah terlanjur malu, Silvy balik arah. Dia mendekat kepada Arya. Dan mengalungkan tangannya pada leher Arya sambil berkata" bukankah Om juga pernah menikmati tubuhku"


Arya tidak panik sedikitpun, sebab Arya tidak mungkin bisa menyentuh wanita, sudah lama Arya menderita Impoten itu. Jadi kalau Silvy mau memfitnahnya salah besar.


Dan penyakit Arya itu sudah jadi rahasia umum, makanya Arya dengan tenang melepaskan jeratan tangan Silvy di lehernya.


" Maaf Silvy kamu salah mencari lawan, Om tidak mungkin menyentuh kamu, sebelum kamu lahir pun , barang Om sudah tidak berfungsi" ucap Arya sangat menohok sekali.


" Sebaiknya kamu pulang sekarang daripada kamu malu sendiri" ucap Arya lagi dan merekapun meninggalkan Silvy seorang diri yang menyesali semuanya.


Silvy tadinya bahagia mau dijodohkan sama Rangga, sebab sia lagi bingung untuk mencari seorang Ayah untuk janin yang lagi di kandungnya.


Dia bingung siapa Ayahnya, sebab Silvy suka sekali *** bebas.

__ADS_1


Sekarang dia harus menanggung semua akibat yang dia perbuat. Namun sekilas dia terpikir si pelayan itu dia akan jadikan mangsa biar dia tidak malu.


Namun dia harus pake cara yang sangat cantik supaya tidak ada yang tau.


Hari hari pun berlalu sudah tiba saatnya bagi Astri dan keluarga harus kembali ke kota Bandung. Rangga masih belum berhasil menyentuh Astri, sebab Astri malah ada halangan gagal lagi.


Merekapun pamit pada semua keluarga Rangga, Reza sangat setuju Rangga pindah ke kota Bandung sebab Reza khawatir akan gangguan Silvy yang tidak mungkin cepat menyerah.


Sekarang posisi mereka ada di bandara, mereka mau terbang ke Kota Bandung, Niko tidak pernah mau jauh dari Astri.


Kalau Rangga mendekat sama Astri, Niko pasang badan. Tidak boleh Astri dimonopoli sama dia.


Semua pada tertawa menyaksikan kelucuan Niko, mungkin terlalu lama kesepian jadi dia begitu posesif terhadap Astri.


Tidak seorangpun boleh deket dengan Astri termasuk Ayahnya, kecuali dia tidur saja bisa lepas, namun bila bangun jangan harap bisa melepasnya. dia akan nangis.


Sampailah mereka di rumah Aisyah, untuk beberapa hari ke depan Astri dan Rangga menempati dulu kamar mereka, sebelum rumah mereka suap di huni, masih banyak tang di renovasi biar agak luas dan Niko bisa bebas berlari lari tidak sempit.


Astri memang sudah punya rumah sendiri, dan yang akan ditempati juga rumah Astri, yang merenovasinya pakai uang Rangga dan Rangga membeli tanah kosong pas pinggir rumah Astri.


Jadi dibangun sekalian, Astri tidak mau ditingkat, dia maunya satu lantai tapi luas, makanya Rangga yang mewujudkan impiannya.


Dan Astri pun sudah punya kendaraan sendiri, jadi Rangga tidak perlu repot repot menyediakan mobil buat Astri.


Dari segi finansial Astri sudah mapan, makanya dia itu kadang dulu terlalu santai untuk mencari jodoh, seolah tidak peduli, sebab sia seolah tidak perlu Cowok sebab semua keinginan bis dia beli sendiri.


Disinilah mereka dikamar Astri, Rangga merebahkan tubuhnya, mungkin dia terlalu lelah.


Hasan dan Nuri juga masuk kamar Hasan, merekapun kelelahan


Tinggal Aisyah dan anak anaknya yang dua, mereka seolah tidak ada rasa cape, bukan istirahat mereka malah main game.

__ADS_1


Dah dulu ya


__ADS_2