Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Semangat seorang Aisyah


__ADS_3

Hari hari sudah Aisyah lalui dengan banyak lika liku kehidupan.


6 tahun sudah berlalu. Anak anak Aisyah tumbuh dengan baik Hasan saat ini berumur 19 tahun, Astri 15 tahun Aulia berumur 11 tahun.


Ratiman berumur 36 tahun, Sementara Aisyah berumur 41 tahun.


Aisyah mulai mengajarkan anak anaknya ikut mengelola perusahaannya. terutama Hasan.


Astri tumbuh jadi gadis yang sangat cerdas mengikut sama ibunya. Disekolah selalu mendapat juara umum. Prestasinya selalu membanggakan orang tua.


Diumur yang ke 15 belas Astri baru paham kalau Ratiman bukan bapaknya. Astri terpukul. Dia tidak menyangka kalau ayah dia berbeda dengan Aulia. Padahal selama ini Astri tidak pernah dibedakan, Kasih sayang Ratiman sama, buat semua anaknya.


Dasar Revan dan istrinya hatinya dengki dia tidak mau melihat kehidupan Aisyah yang maju dan mapan.


Maka dari itu dia mendatangi sekolah Astri saat itu astri sekolah di kelas 3 smp. Revan mengatakan kalau dia sebenarnya Ayahnya.


Revan membalikan fakta. Dia menuduh Aisyah berselingkuh dengan Ratiman.


Revan bukan saja menghasut Astri juga Hasan. Bagi Astri tidak terlalu berpengaruh sebab setelah mendengar semua penjelasan ibunya tanpa menjelekan Revan Ayah kandungnya Astri sendiri bisa menilai sekalipun umurnya baru 15 tahun.


Berbeda dengan Hasan dia malah mempercayai omongan Ayahnya juga Ibu tirinya. Diam diam Hasan malah membenci Ayah tirinya. Yang dia yakini adalah orang yang merusak rumah tangga ibunya.


Apa yang terjadi malah diputar balikan faktanya. Sungguh miris Revan tidak memikirkan dampaknya.


Sekaranglah konflik mulai bermunculan.


Hasan diam diam mengkonsumsi obat obatan terlarang, Dia menghilangkan rasa kecewanya itu kepada obat obatan.


Hasan sering ngambil uang perusahaan untuk membeli obat terlarang itu.


Tanpa Aisyah sadari Revan sudah masuk terlalu dalam kepada hasan. Dia terus memprovokasi Hasan.


Malah Hasan dihasut untuk mengenyahkan Ratiman dari hidup Ibunya.


Hasan hampir saja melakukan itu kalau tidak kepergok sama Aisyah.


Aisyah sangat kaget saat melihat Hasan dalam keadaan tidak menyadari dirinya alias mabuk. Hasan mengambil senjata tajam.


Aisyah menjerit, Ratiman bangun dari tidurnya. Betapa kagetnya ia, ditangan Hasan ada senjata tajam. Ratiman jago bela diri. Dia langsung mengunci tangan Hasan dan dengan cepat melepaskan senjata tajam itu.


Karena Hasan mabuk, dia berteriak teriak mengungkapkan kekecewaannya. Aisyah sungguh kaget apa yang dikatakan Hasan sungguh suatu kebohongan dan itu menjurus ke fitnah.


Aisyah langsung curiga sama Revan sebab beberapa kali Revan dan istrinya menemui Hasan. Aisyah langsung telpon mereka berdua dan diundang kerumah.

__ADS_1


Aisyah pura pura belum tau persoalannya. Aisyah ngomong ada syukuran jadi mengundang mereka mumpung ada di Bandung.


Datang lah mereka dan juda anaknya dari suneri seorang anak laki laki yang dikasih nama ikhsan.


Mereka tidak menaruh curiga disangkanya Astri dan Hasan tidak akan bereaksi.


" Maaf mas saya mengundang kesini buat mendengar penjelasan dari mas dan mba "


" tunggu sebentar saya panggil Astri dan Hasan ya "


Astri, Hasan , Ratiman dan Aisyah juga keluarga Revan duduk semua melingkar.


Aisyah meminta penjelasan kenapa Revan tega memfitnah dirinya juga Ratiman.


Dan tidak lupa Aisyah menghadirkan Alea juga Alan sebagai saksi hidup.


Mengalirlah cerita Revan tanpa ada lagi kebohongan, Revan takut kalau berbohong lagi sebab Aisyah akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.


Disitu Revan sungguh takut. Setelah mendengar penjelasan Revan juga cerita Alea. Hasan sadar dia salah membenci orang yang seharusnya dibenci adalah ibu tirinya.


Hasan bukannya membaik setelah mendengar seperti itu Hasan semakin terpuruk dan kecanduan. Aisyah sangat terpukul menyaksikan anaknya sakaw.


Aisyah sungguh tidak menyangka akibat keegoisan Revan malah berpengaruh sama mentalnya Hasan.


Hancur hatinya, entah apa yang harus diperbuatnya, segala upaya sudah dia usahakan. Namun hasilnya nihil.


Aisyah membawa Hasan ke sebuah pesantren, disana Hasan lumayan bisa hidup secara normal. Sedikit demi sedikit bisa menghilangkan kecanduannya.


Namun masalah baru datang, Kekasihnya Hasan nyusul ke pesantren dan mereka kabur berdua. Aisyah tidak tau kalau kekasihnya Hasan menyusulnya. Orang tuanya Sani nama pacarnya Hasan, datang mencari Sani ke rumah Aisyah.


Aisyah kaget, dan Aisyah jadi bingung sebab keberadaan Hasan ada di pesantren untuk memulihkan Hasan dari pengaruh narkoba.


Aisyah terpaksa menelpon pihak pesantren.


Jawaban dari pihak pesantren membuat jantung Aisyah hampir berhenti. Sungguh semua di luar jangkauannya.


Hasan ternyata pergi berdua dengan pacarnya entah kemana. Mereka berdua tidak ada yang membawa hp satupun.


Sepuluh hari sudah Hasan dan pacarnya tidak ketemu, orang tuanya akhirnya melaporkan Hasan dengan laporan penculikan anak dibawah umur. Sebab Sani masih berumur 16 tahun.


Pencarian terus dilakukan, Aisyah mengerahkan semua yang dia kenal dipinta pertolongannya. Foto sudah disebar kemana mana.


Namun hasilnya nihil, tidak ada yang menemukan.

__ADS_1


Setalah menghilang dua minggu akhirnya Hasan pulang ke rumah Ayahnya di jakarta.


Hasan minta perlindungan sama Ayahnya dan minta dinikahkan sama pacarnya itu.


Namun apa yang Revan lakukan. Dia malah menyerahkan Hasan ke polisi yang ada di jakarta. Dan Hasan sama Sani dikirim pake mobil polisi ke Bandung.


Sani dipulangkan ke orang tuanya. Sementara Hasan ditahan atas tuduhan penculikan dan pemerkosaan.


Aisyah tidak habis pikir dengan ulah ya Revan. Aisyah maunya Revan membawa Hasan ke rumah dulu dan berunding bersama orang tuanya Sani bukan malah di kepolisian.


Aisyah sungguh kecewa terhadap Revan, dari kecil tidak pernah ngasih biaya, audah besar ada masalah malah di polisikan.


Aisyah menyewa pengacara supaya bisa membebaskan Hasan. Namun pasal yang dituduhkan sangat berat. Dan pacarnya sendiri memberi keterangan memberatkan.


Padahal disini yang datang ke pesantren ank tersebut. Semua kalah kalau bermain dengan uang.


Aisyah juga sebenarnya dipinta uang sebesar 100 juta. Bukan Aisyah tidak mampu menebusnya. Cuma Aisyah ingin membuat jera dulu anaknya, Kalau misal Aisyah bebaskan saat itu juga. Besok besok bisa melakukannya lagi dan lagi.


Aisyah meminta pengacaranya untuk seringan mungkin hukumannya.


Saat Revan membawa ke polisi yang dikatakan Revan sama Hasan begini.


Kalau Ibu kamu bener sayang sama kamu


berapapun uang yang diminta oleh polisi untuk membebaskan mu pasti ibumu akan mengeluarkan nya.


Kalau ibumu tidak membebaskan mu berarti kamu tidak disayang ibun mu.


Sungguh kejam fitnah yang disebar oleh Revan.


Revan berhasil membuat Hasan membenci ibunya sendiri. Padahal Aisyah sudah berbagai cara supaya diringankan ,atau diputus bebas tak bersalah.


Namun apa dikata Aisyah keluar banyak uang untuk membayar pengacara. Hasilnya Hasan tetap membenci Aisyah.


Apapun yang telah diupayakan oleh Aisyah semua tidak ada nilai dimata Hasan.


yuk kita tinggalkan dulu Hasan.


Kita nantikan bab berikutnya.


Terimakasih ,selamat membaca.


.

__ADS_1


.


__ADS_2