
Niko terus merengek pada Kakeknya supaya diajak bertemu sama Astri. Niko mogok makan kalau tidak sama kakak cantiknya.
Kakek Arya menyerah dan terpaksa membawa Niko menemui Astri di penginapannya.
Melihat penginapan yang sederhana jauh dari kata Mewah, Kakek Niko ragu untuk menemui Astri takutnya Niko tidak nyaman di penginapan seperti itu.
Ya keluarga Aisyah tidak mau menghambur hamburkan uangnya hanya sekedar untuk tidur saja, mereka terbiasa dengan kesederhanaan, tidak ada yang salah dengan penginapan itu.
Tapi pada dasarnya orang kaya, yang terlahir sudah bergelimang harta dan sendoknya pun dari emas dan perak. Jadi begitu melihat penginapan seperti itu Kakek Arya seolah tak sanggup untuk hanya sekedar masuk.
Kebetulan keluarga Aisyah mau menemui keluarga Wulan mereka keluar berbarengan namun tidak disangka Kakek Arya ada didepan penginapan mereka.
Kakek Arya bengong, juga Aisyah mereka seperti sudah saling mengenal. Aisyah mencoba mengingatnya dan iya Aisyah terlempar ke waktu 15 tahun yang lalu.
Aisyah ingat ada seorang pemuda yang lari dari orang tuanya, dia menampungnya dan membantu serta memberikan pendidikan wira usaha, dan pemuda itu akhirnya bisa kuliah sambil bekerja di perusahaan Aisyah.
Kakek Arya saat itu mencari dan anaknya diketemukan di rumah produksi Aisyah.
Pemuda itu adalah Rangga Aditya yang mungkin sekarang umurnya sekitar 33 tahun.
Rangga waktu di ketemukan baru lulus sekolah menengah pertama. Rangga tidak mau kuliah yang disuruh Ayahnya. Rangga suka dengan automotif jadi dia kuliah ngambil teknik.
Namun tetap saja sekalipun kuliah teknik Rangga tetap kembali harus memegang perusahaan Ayahnya.
Aisyah dan Kakek Arya sama sama terdiam dan tiba tiba mereka ingat bersamaan.
" Aisyah kamu kan itu, wanita tangguh yang cerdas itu?" ucap Kakek Arya.
" Pak Arya Bimantara kan?" ucap Aisyah.
Keduanya tidak menyangka setelah sekian tahun tidak dipertemukan mereka dipertemukan dengan tidak sengaja.
" Ya ampun, Aisyah saya bener gak nyangka bisa ketemu kamu disini, ini keduanya anak kamu?" tanya Kakek Arya.
" Iya Pak, dulu mereka masih sangat kecil sekarang mereka sudah pada lulus kuliah Pak" ucap Aisyah.
" Ngomong ngomong Bapak mencari siapa ya?" tanya Aisyah.
__ADS_1
" Eh sampai lupa yu masuk, kita ngobrol di dalam saja, gak enak masa ngobrol sambil berdiri" ucap Aisyah lagi.
Mereka pun masuk, dan Kakek Arya masuk tanpa ragu lagi, sebab dia ingat betul sama Aisyah yang ngasih banyak pelajaran kehidupan padanya.
Aisyahpun pernah dibantu finansial oleh Kakek Arya, namun saat itu Aisyah hanya menerima bantuan Kakek buat para muridnya mengambangkan usaha mereka masing masing.
Dan sekarang mereka sudah hidup masing masing dan hiduo.mereka sejahtera.
" Kenalkan ini suami saya Ratiman" ucap Aisyah.
" Dan ini anak kedua saya Astri, dan ini anak ketiga saya Aulia, dan yang bontot ini Fauzan" Aisyah memperkenalkan keluarganya pada Kakek Arya.
" Dan kalau boleh tau, siapa nama si ganteng ini " tanya Aisyah pada Niko yang dari tadi diam sambil menatap terus pada Astri.
" Oh iya sampai lupa, ini Niko Bimantara, anak dari Rangga Aditya Bimantara" ucap Kakek Arya mengenalkan cucunya.
" Wow berarti cucu nenek dong ucap Aisyah antusias sebab dulu Rangga sudah seperti anak kandungnya saja.
" Betulkah Nek, berarti Kakak cantik ini boleh dong jadi Mama Niko" ucap Niko membuat semua orang kaget.
" Boleh kalau Niko mau manggil Mama sama Kakak cantik" ucap Astri sebab melihat Niko yang sendu saat semua orang menanggapinya dengan rasa kaget.
Astri mengambil Niko dari Kakeknya, dan menggendongnya, Astri bawa Niko ke kamarnya, disana Niko banyak bercerita, Astri memberi sebuah kertas dan krayon.
Niko asyik menggambar, dan Niko menceritakan apa yang dia gambar , Astri sangat miris dibuatnya. Sungguh Harta tidak menjamin kebahagian seseorang.
Niko terlahir kaya, dia tidak kekurangan sesuatu apapun tapi jiwa Niko seolah kosong, Arya dan Rangga berpikir dengan mencukupi Niko dengan segala fasilitas yang Wah ternyata jiwa Niko seolah kosong.
Astri bisa menangkap itu semua, Niko bercerita dan bercanda, terdengar gelak tawa Niko yang belum pernah selama Niko berumur 6 tahun belum.pernah seceria itu.
Mungkin saat Niko bayi sampai umur 4 tahun masih belum paham keadaan, begitu menginjak umurnya 5 tahun, dan dia sekolah disitu dia merasa sangat kesepian dan butuh sosok seorang Mama.
Rangga bukan tidak berusaha mencari pengganti Ibu untuk Niko, Namun belum ada yang cocok terutama dengan Niko. Hampir semua gadis yang dibawa Ayahnya ke rumah semua mendapat penolakan dari Niko.
Mendengar celoteh dan tawa Niko yang berderai Kakek Arya merasa bahagia. Dulu anaknya Rangga berhasil dididik sama Aisyah menjadi pribadi yang berbeda.
Rangga setelah kembali ke keluarganya berubah menjadi sosok yang religius, dan sangat menghormati sang Ayah. Sehingga sampai menikah pun menuruti dengan pilihannya Ayahnya.
__ADS_1
Namun saat cinta mulai tumbuh subur Mamahnya Niko malah meninggalkannya kedalam keabadian. Rangga terpukul dan terpuruk saat itu, namun dia harus tetap bangkit sebab ada anak yang harus dia urus.
Itulah kesakitan yang amat sangat yang dirasakan Rangga , saat orang yang menguasai hatinya, telah pergi untuk selama lamanya.
Astri dan Niko turun juga, sebab Astri ingat ada janji dengan keluarga Alif, Astri memberitahu Aisyah kalau ada janji itu takutnya Aisyah lupa sebab sudah ngobrol tentang masa lalu sama Kakek Arya nanti lupa waktu.
Betul saja Aisyah lupa dengan maksud dan tujuan awal dia kesitu.
" Pak, mohon maaf yang sebesar besarnya, buka saya tidak senang dengan kehadiran Bapak serta Niko, namun saya harus pergi, saya harus menemui kerabat jauh kami" ucap Aisyah sungkan.
" Tidak masalah, maafkan kami malah menggangu waktunya Aisyah sekeluarga" ucap Kakek Arya.
" Baik saya permisi dulu, ini kartu nama saya, jika berkenan main ke rumah saya ya" ucap Kakek Arua lagi.
Namun siapa sangka Niko tidak mau pulang, dia terus menempel di pelukan Astri.
" Sayang kita pulang dulu, sebab kakak cantiknya mau pergi sebentar, nanti kita masih bisa datang lagi di lain kesempatan" bujuk Kakek Arya.
Namun Niko tetap tidak mau melepas pelukannya. Akhirnya Astri memutuskan untuk membawa Niko serta toh tempatnya tidak begitu jauh.
Astri meminta ijin Kakek Arya supaya bisa membawa Niko bersamanya.
" Kek, bolehkah bila Niko ikut saya aja, sebentar dan jaraknya dekat juga, nanti saya akan antar Niko ke tempat Kakek menginap" ucap Astri.
" Apa tidak akan merepotkan kamu nak?" tanya Kakek Arya.
" Tidak Kek, tidak sama sekali, Niko anaknya sangat baik dan menyenangkan
" ucap Astri lagi.
" Baiklah kalau memang tidak akan merepotkan, nanti kamu tinggal antar ke vila Bugenvil yang terletak sebelah barat pantai ini, tidak jauh dari sini paling hanya beberapa kilo saja" ucap Kakek Arya lagi.
Ada perasaan hangat dihatinya melihat sang cucu bahagia. Yang selama ini hanya murung dan bersedih saja.
Kakek Arya berdoa semoga ada jodoh antara Astri dan Rangga.
Berbeda dengan yang dipikirkan Astri, dia seorang psikolog kewajiban dia membuat anak yang jiwanya kosong menjadi terisi kembali dengan kebahagiaan, tidak sedikitpun terpikir olehnya tentang perjodohan.
__ADS_1
Murni profesinya yang menggerakkan hatinya untuk mendekat dan merangkul jiwa jiwa yang kosong itu.
Gimana kelanjutannya kita tunggu bab berikutnya wasalam