
Rangga dan Astri terus aja bercanda, ngobrol kesana kesini, Mereka berdua bercerita tentang pengalamannya masing masing.
Astri bercerita kalau dia di pinang beberapa orang dan semua dia tolak, tapi tau kenapa suruh nikah sama Rangga main mau aja.
Alasan utamanya adalah Niko yang membuat Astri tidak mampu menolak, Niko terlalu mendambakan Ibunya, Astri tidak tega dengan anak suaminya itu.
Rangga pun bercerita tentang banyak gadis untuk di jadikan mama buat Niko, tapi setiap dibawa pulang Niko selalu menolak.
Astri dan Rangga saling merenung dan mereka bicara berbarengan lagi.
" Mungkin itu ya cara Tuhan ngasih jodoh" ucap mereka berdua.
Mereka pun tertawa bersama. " Mas, kamu ih ,ikut ikutan saja kalau aku ngomong" kata Astri.
" Kamu kali dek, yang suka ikut ikutan ,bukan Mas" ucap Rangga.
" Mas, gimana nanti aku kan kerja ngajar, kadi psikologi juga, aku ada kontrak kerja, gimana dong gak bisa ikut ke Surabaya" ucap Astri.
" Tenang aja kamu dek, Mas yang akan kerja disini , biar Reza yang pegang di Surabaya. Bisa juga nanti bolak balik Surabaya seminggu sekali untuk mengontrol lagian masih ada Papah juga" ucap Rangga.
" Betul Mas, ada cabang disini?" tanya Astri.
" Ada Dek, pusat nya kan di Jakarta," jawab Rangga lagi.
" Siapa yang pegang kantor pusat?" Astri bertanya .
" Randy yang pegang cuma Masa yang keliling mengontrol semuanya" ucap Rangga.
" Pantesan" sahut Astri.
" Apa yang pantesan" ujar Rangga.
" Itu Niko sangat kesepian sekali kalau Papahnya tidak ada waktu buat dia" ucap Astri.
" Ya habis tugas Mas begitu, sepupu semua pegang perusahaan, Nah kalau tidak kita kontrol bahaya, kalau sampai ada kebocoran atau ada yang curang" kata Rangga.
" Menurut Aku ya Mas, Mas harus mencoba percaya sama saudara saudara Mas, tapi Mas harus menempatkan orang yang Mas percaya tanpa harus mereka tau, jadi Mas tidak udah keliling terus, kalau mau cukup sebulan sekali semua pimpinan ke kantor pusat dan melakukan meeting, gimana ide aku bagus gak?" tanya Astri dengan pede nya memberi ide pada Suaminya.
Rangga malah tersenyum jahil melihat Astri ngomong begitu sambil ia berkata" Kamu ya gak mau ditinggal sama Mas ya?"
" Ih kamu tuh ya, Mas kenapa kalau aku ngomong malah balikin giti, aku kan ngomong gitu kasihan Niko, buka. Aku"
" Ya beber Niko, tapi kamu juga kan gak mau jika aku pergi terus"
" Mas, jangan meledek aku terus atuh, aku jadi malu tau" seru Astri sambil menutup mukanya yang sudah memerah.
" Ya udah, dari tadi ngobrol bukan ganti baju dulu, sana kamu ganti baju ya"
" Iya, aku mau bersihin dulu badan lengket juga"
" Jangan lupa pake aroma terapi biar wangi dan segar, badan kamu akan terasa fresh"
" Siap Bos laksanakan" ucap Astri sambil pergi ke kamar mandi.
Astri berendam cukup lama, saat Astri berendam, ada yang ngetuk pintu, pas dibuka.
__ADS_1
Kayanya Niko bangun tidur terus nyari Ayahnya, dia nangis gak ada yang bisa memberhentikan, terpaksa dibawa ke kamar pengantin sama Reza.
" Maaf kak, bukan aku sengaja tapi Niko nya yang gak mau tidur lagi, dia nyari kamu terus" ucap Reza rada rada sungkan.
" Udah gak papa sini kamu masuk sayang" ucap Rangga pada Niko.
Pintu kamar mandi terbuka, Astri keluar sudah berpakaian lengkap, cuma hijabnya yang dia buka sebab dia di keramas.
" Loh ko udah dikeramas aja" canda Rangga.
" Emang kenapa, ada yang salah" jawab Astri tidak peka.
" Mas jangan suka bikin aku bingung ya, sini sayang tidur sama Mama cantik" ucap Astri sambil mengambil Niko yang masih belum sadar bener.
" Mah, aku bobo sama Mamah ya, boleh ya ya?" tanya Niko.
" Boleh sayang ,siapa yang berani larang kamu" jawab Astri.
" Aku yang larang " jawab Rangga sambil mencebikkan bibirnya.
" Idih emang kenapa kalau Niko mau tidur sini Mas?" tanya Astri lagi. Dia lupa kalau dia itu sudah menjadi seorang istri.
" Kamu ya, entah kamu lupa, atau tidak peka, atau sengaja" ucap Rangga lagi.
" Apa sih mas gak jelas banget" ucap Astri sambil nepuk nepuk pantatnya Niko biar cepat tidur lagi.
" Sayang sini, kamu tuh sudah jadi istri aku, kamu harus melayani suami mu ini, kamu paham" ucap Rangga.
" Tau dan sadar aku ini istri mas, aku harus apa sudah aku pelajari, tenang aja Mas, segala keperluan Mas serahkan saja sama aku" ucap Astri lagi tidak nyambung dengan keinginan suaminya.
" Iya ya, aku ko lupa ya Mas, Besok kita masih harus berjuang lagi seharian .
Akhirnya merekapun tidur dengan posisi Niko di tengah. Rangga yang sulit memejamkan mata, akhirnya bangun dan pindah ke belakang Astri, dia tidur sambil meluk Istrinya, baru dia bisa tidur dengan nyenyak.
Subuh pun tiba adzan berkumandang, Astri melakukan Sholat dulu, setelah itu dia turun buat ngecek keluarganya ternyata mereka masih ada di hotel itu.
Kecuali Aisyah, dia pulang, sebab dia tidak enak badan.
Aisyah beristirahat dirumah biar besok terbang ke Surabaya dia sudah fresh lagi.
Hari yang di tunggu tiba juga, Hari ini adalah hari resepsi ke dua, bertempat di kota Surabaya.
Disaat Astri dan Rangga menjadi raja sehari, diluar ada sebuah keributan.
Ayah Rangga turun dari pelaminan.
" Ada apa?" Ayah Rangga bertanya pada keamanan.
" Tuan dia mengaku pacarnya Mas Rangga, dia maksa mau masuk, saya larang malah dia ngancam saya" jawab si keamanan.
Ya sudah bawa sini, aku pengen tau.
Wanita itu datang menghadap Ayahnya Rangga. " Silvy ko kamu ada disini, bukankah kamu ada di luar negri" tanya Ayah Rangga.
" Om, Om ,apa Om lupa, yang menyuruh saya pulang untuk menikah sama Rangga siapa?" ucap Silvy.
__ADS_1
" Kenapa saat saya pulang Mas Rangga malah sudah menikah, apa Om ingin mempermainkan keluarga saya" ucap Silvy lagi.
" Bukan begitu Vi, ini kejadian sangat tiba tiba'" jawab Ayahnya Rangga.
" Aku gak mau tahu, sekarang saya minta pertanggungjawaban dari Om" tuntut Silvy.
" Om tau, saya pulang kesini banyak yang saya korbankan, tetapi kenapa Om permainan saya" teriak Silvy.
" Sekarang gini aja, kamu pulang dulu, nanti saya akan bicara sama Rangga ya, gimana baiknya" ucap Ayah Rangga.
" Sekarang jangan mengacaukan acara ya, kasihan nanti Rangga malu.
Silvy menurut omongan Ayahnya Rangga, dan Ayahnya Rangga kembali ke pelaminan.
Ayahnya Rangga dibohongi Silvy, dia balik lagi seolah ada yang tertinggal.
" Maaf Mba mau kemana ya" tanya pihak hotel.
" Ini pernikahan Suami saya, jadi saya harus datang di pernikahan kedua suami saya" ucap Silvy sangat meyakinkan.
Silvy bisa masuk, dan dia mencari pelayan, dia punya rencana supaya bisa menjebak Rangga.
Tidak ada yang curiga sebab Silvy sudah ganti kostum dengan kostum seorang muslimah.
Perlu tau ya, Silvy ini anak dari sahabatnya Ayah Rangga, memang awalnya Rangga mau dijodohkan dengan Selvy ini.
Tapi karena tiba tiba ada rencana menjodohkan Astri dan Rangga, Ayahnya Rangga jadi lupa dengan rencananya.
Memang baru rencana, dan Rangga pun belum tau, baru pembicaraan antar Ayahnya saja.
Silvy dikasih tau Ayahnya, saat Ayahnya dapat undangan pernikahan Rangga, Orang tua Silvy marah dan mengutus Silvy untuk mengacaukan pernikahan mereka.
Tidak ada yang curiga sama Silvy, dia mendekati pelayan, dan meminta minum dan disuruh pelayan itu untuk memberikannya pada Rangga.
Silvy tidak tau kalau pelayan disana semua sudah di kasih tau semua, dan sudah disumpah jangan sampai ada penghianat.
Pelayan itu menurut apa yang Silvy suruh, namun dia tidak bodoh dia tukar dulu minumannya yang Silvy minum sama yang mau dikasih ke Rangga.
Silvy yang bodoh dia pegang dua minuman yang warnanya sama sehingga saat sama pelayan ditukar tidak bisa kelihatan.
Minuman Pun sudah pelayan itu bawa, bukannya di kasih ke Rangga malah dia minum sendiri setelah itu dia ambil minuman yang baru baru saja dia pergi ke pelaminan dan memberikan minuman yang baru dia ambil.
Masih sedikit khawatir takutnya kedua minuman tersebut memakai campuran obat.
Bener saja setelah beberapa saat pelayan itu merasa gerah dan tidak nyaman. Reza menyaksikan dari tadi interaksi antara pelayan itu dan juga Silvy.
Reza tau apa yang pelayan itu lakukan, maka dari itu Reza membawa pelayan itu ke sebuah kamar yang ada disana.
Setelah pelayan itu dimasukan ke satu kamar disitu, sekarang giliran Silvy Reza bawa ke kamar tersebut, Mereka sama sama meminum obat tersebut.
Keduanya tidak menyadari, dan terjadilah mereka saling memuaskan.
Pengantin siapa, yang belah duren siapa.
Dah dulu ya, nanti lagi dilanjut
__ADS_1