Perjalanan Seorang Gadis Miskin

Perjalanan Seorang Gadis Miskin
Ada apa dengan Nuri


__ADS_3

Hasan berusaha mencukupi kebutuhan Nuri, tanpa ingin meminta sama Ibunya atau Ayahnya. Dia malu, mengingat perjuangan Ibunya hanya seorang perempuan mampu bangkit dari kemiskinan dengan kerja kerasnya.


Hasan berusaha untuk itu, dan berusaha lebih lagi sama yang Maha Pencipta.


Di Suatu pagi Hasan terbangun biasanya kalau dia bangun Nuri sudah menyiapkan segalanya. Ada yang berbeda dengan hari ini. Sampai Hasan pulang dari mesjid pun Nuri masih belum bangun.


Hasan mencoba membangunkan dengan kasih sayang.


" Sayang, bangun yu udah pagi, waktu subuh udah mau abis " ucap Hasan sambil membelai tangan istrinya itu.


" Entar yang, aku lemes banget " imbuh Nuri.


" Tapi yang sholat harus dikerjakan dulu sebelum waktunya habis, nanti kalau udah sholat tidur lagi ya" ucap Hasan lagi mencoba memberi pengertian sama Nuri.


" Iya, tapi gendong ya ke kamar mandinya " ujar Nuri.


Hasan dengan sigap menggendong Nuri tanpa menjawab lagi, Hasan ingat semua petuah dari Ibunya harus menyayangi Nuri sepenuh hati.


Nuri pun melakukan sholat, setelah selesai Nuri tidur lagi. Sementara Hasan mengerjakan semua yang biasa Nuri kerjakan kebetulan Vila agak sepi juga.


Setelah selesai Hasan pergi ke pasar untuk membeli segala keperluan di Vila, biasanya Hasan suka ngajak Nuri, berhubung Nuri lagi tidak enak badan jadi tidak di ajak.


Nuri bangun tepat jam 9 pagi, Nuri mencari keberadaan Hasan, Nuri merasa diabaikan oleh Suaminya, dia menangis di dalam kamarnya.


Hasan pulang dengan percaya dirinya dia masuk ke kamar Nuri, " sayang udah bangun?" sambil membelai wajah Nuri yang penuh dengan air mata , Hasan merasa ada yang beda kenapa Nuri yang selama ini terbilang gadis yang kuat tiba tiba menangis, tiba tiba manja.


Hasan jadi bingung dibuatnya. Hasan langsung telpon Ibunya, " Assalamualaikum mah "


" Walikumsalam, hai tumben pagi pagi udah telpon mamah, ada apa gerangan " canda Aisyah, sambil hatinya bertanya tanya.


" Mah, Nuri aneh banget, kelakuannya ko tidak seperti biasanya " ucap Hasan di sebrang sana.


" Aneh gimana, coba cerita sama mamah, mungkin, mamah punya jawabannya " ucap Aisyah mode serius.


" Pas tadi subuh, biasanya dia bangun sebelum subuh dan mengerjakan semua pekerjaan rumah, tapi tadi katanya males, malah sholat aja aku paksa mah" jawab Hasan lagi.


" Dia minta sesuatu tidak?" Tanya Aisyah.


" Tidak Mah, cuma minta digendong masuk kamar mandinya " jawab Hasan.


" Sekarang udah telat datang bulan belum ?" tanya Aisyah lagi.


" Oh iya ya biasanya dia haid itu awal bulan mah, dan ini sudah tanggal 8 ya, berarti udah telat sekitar 1 minggu kayanya mah kalau aku tidak salah " ujar Hasan lagi.


" Nah kalau begitu kamu beli yes pek, kamu periksa dulu sendiri, kalau sudah jelas baru bawa ke klinik " pungkas Aisyah.


" Siap mah laksanakan, sekarang aku langsung beli apa yang mamah suruh tadi, makasih mamah ku tersayang, Assalamualaikum " Ujar Hasan mengakhiri obrolannya sama mamahnya.


" walaikumsalam" jawab Aisyah sambil menutup telpon.


Aisyah hatinya merasa senang, sambil berdoa, semoga apa yang disangkakan bener.

__ADS_1


Aisyah belum berani ngomong ke siapa pun, dia nunggu kabar dari Hasan.


Nuri mendengarkan pas suaminya telpon, langsung Nuri mengingat kalau waktu haidnya sudah berlalu. Mungkin lemesnya itu gara gara telat datang bulan pikirnya.


" Mas, mau beli yes pek ?" tanya Nuri.


" Kok tau, ngintip ya " canda Hasan.


" Tidak, cuma tadi pas aku bangun mas lagi telpon sekalian aja menguping " sahut Nuri sambil tersenyum.


" Sama aja kamu menguping itu " ujar Hasan sambil mengusap rambut Nuri.


" Yang mau ikut ?" tanya Hasan.


" engga ah, aku males pengen nya tidur terus, badan aku lemes mas " jawab Nuri.


" Ya udah kamu istirahat, mas pergi sebentar "


" Ok " Jawab Nuri sambil langsung rebahan lagi.


Hasan pergi ke sebuah apotik untung sudah buka, sebab biasanya disana bukanya suka agak siang.


" Maaf mas perlu apa " tanya si pelayan.


" Saya mau tes peck nya 4" jawab Hasan.


" Baik tunggu sebentar " ucap si pelayan itu.


Hasan sudah mendapatkan tes peck nya. Dia


Sesampainya di rumah, Nuri langsung di tes mumpung masih pagi kata Hasan. Sebab air kencing pagi kalau di tes paling akurat.


Hasan menunggu dengan rasa was was, takut kecewa, namun dia juga harus siap apa pun yang terjadi.


Ditunggu, yang ditunggu g keluar keluar, " yang ko lama banget sih "


Sementara di dalam Nuri lagi lagi menetap hasil tes pecknya dengan kecewa.


Nuri keluar sambil memberikan hasil tes nya ke Suaminya.


Hasan terpaku dengan hasilnya. Ko bisa, itu yang ada dipikiran Hasan.


" Udah sebaiknya kita ke klinik ya, biar tau kamu kenapa " ajak Hasan kepada Nuri.


Mereka pun pergi ke klinik yang terdekat.


Hasan langsung daftar ke poli kandungan, dia pengen tau kenapa sudah telat tapi hasil tes negatif.


Hasan dan Nuri menunggu antrian cukup lama. Untuk supaya tidak jenuh Hasan mencoba menelpon Ibunya. Namun sayang tidak terjawab sebab Ibunya lagi ngisi pengajian.


Hasan sudah gelisah sebab terlalu banyak yang mengantri. Saat menunggu Hasan di buat terbelalak diantara yang ngantri tersebut ada yang Hasan kenal dimasa lalunya.

__ADS_1


Tanpa sadar Hasan bergumam " Sani "


" Ada apa Mas?" tanga Nuri keheranan.


" engga, eh kamu no berapa ?" tanya Hasan gugup.


Yang menjadi pikiran Hasan kenapa Sani sampai ke Sukabumi, yang selama ini dia tau kalau Sani ada di kota Yogya.


Terus yang paling mencengangkan Sani membawa anak laki laki berumur 12 tahun.


Dan wajahnya hampir mirip dirinya, Hasan heran, yang dia tau anaknya Sani dan dia sudah Sani gugurkan.


Terus kenapa Sani ada di poli kandungan.


Itu semua membuat konsentrasi Hasan buyar.


Tidak lama kemudian Nuri pun di panggil, Hasan dengan cepat memasuki ruangan periksa.


" Ibu, ada keluhan apa?" Tanya sang Dokter.


" Dok, saya sudah telat sekitar satu minggu, bandan saya pun lemas, dan tidak ada nafsu makan, tapi saya coba tes hasilnya negatif"


" Boleh saya lihat alat tesnya " ucap Dokter lagi.


" Hasil tesnya dikasihkan ke Dokter, setelah di lihat Dokter menyuruh tes ulang.


Setelah selesai tes ulang ternyata hasilnya negatif. Dokter jadi penasaran juga ada apa dengan Nuri.


" Coba bu kita USG saja ya biar jelas " ujar Dokternya.


Dibaringkan nya Nuri dan mulai di periksa US G.


" Ibu disini memang ada pembengkakan di sel telurnya, dan sudah ada kantungnya. Namun kayanya janin tidak berkembang bu " Dokter menjelaskan.


Tampak raut wajah kecewa dari Nuri dan Hasan.


" Dok boleh saya tau penyebabnya janin tidak berkembang apa ya " tanya Hasan penasaran.


" Banyak faktor, salah satunya Ayah atau Ibu yang suka minum Alkohol, juga sering mengkonsumsi obat obatan, serta perokok juga bisa" jawab sang Dokter panjang lebar.


Hasan dalam hatinya mengakui kalau samua itu salahnya.


" Dok terus istri saya harus dikasih apa kalau janin tidak berkembang?" tanya Hasan Lagi.


" Saya akan kasih obat untuk peluruh supaya keluar, dan nanti setelah bersih rahim dalam keadaan siap bisa hamil kembali, asal Ibu Bapak bisa menjaga pola makan dan pola tidur, juga pola hidup sehat itu yang paling penting " jawab sang Dokter.


Hasan dan Nuri pulang dengan hati yang sedikit kecewa, namun ada secercah harapan. Hasan berjanji pada dirinya sendiri akan bener bener hidup sehat, dia tidak akan menyentuh yang namanya Alkohol.


Bagaimanakah kisah selanjutnya. yu kita tunggu bab yang mendebarkan dengan datangnya masa lalu Hasan.


Sanggupkah Nuri menghadapi badai seolah mengincarnya.

__ADS_1


Selamat membaca semoga menyenangkan


Jangan lupa dukungannya like vote nya biar nulisnya tambah semangat ditunggu kritik dan sarannya.


__ADS_2